Connect with us

Nasional

Pengamat: Usul Nomor Urut Partai Politik Hanya Timbulkan Polemik

Published

on

Pengamat Politik Efriza,(Dok Pribadi)

Usulan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri terkait nomor urut partai politik di Pemilu 2024 tidak diganti akan jadi kenyataan. Usulan itu akan terealisasi melalui Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang tentang Pemilihan Umum (Perppu Pemilu).

Untuk diketahui, usulan tidak diubahnya nomor urut partai politik itu pertama kali digagas oleh Megawati. Dengan begitu, nomor urut partai politik di pemilu 2024 sama dengan nomor yang didapat di pemilu 2019. Pengundian nomor hanya diperuntukkan partai politik baru.

Baca Juga :  Merasa Jadi Korban Bullying, ASN Ini Nekat Bawa Beceng Saat Tugas

Menanggapi hal itu pengamat Politik Citra Institute Efriza menilai usulan Megawati soal nomor urut parpol justru akan menimbulkan polemik dan hanya menguntungkan partai-partai di parlemen.

Baca Juga : Puan Desak Istana Segera Serahkan Surpres Pengganti Panglima TNI 

“Soal usulan nomor urut melalui Perppu Pemilu itu, pasti hanya akan menimbulkan polemik, seharusnya Perppu itu kan untuk mengakomodir 3 Provinsi baru Papua, bukan justru untuk mengakomodasi keinginan salah satu Partai, apalagi hanya keinginan Ketua Umum Megawati,” kata Efriza kepada mycity.co.id, Kamis (17/11/2022).

Baca Juga :  Polisi Dalami Kasus Peluru Nyasar ke Rumah Warga

Lebih lanjut, Efriza menyebut aturan itu hanya mengakomodasi kepentingan sejumlah partai di parlemen. Menurutnya, aturan itu menjadi pertanda tidak baik dari penyelenggaraan pemilu.

“tentu ini tidak sehat, sekaligus sangat diskriminatif dan tidak demokratis, tidak sehat artinya rancangan itu hanya mendapat kekhususan parpol lama saja dan akan memudahkan partai lama untuk menarik perhatian publik. Mereka tak perlu repot-repot mempromosikan nomor urut ke masyarakat,” tuturnya.

Baca Juga :  Butuh Dana Rp505 Triliun untuk Bangun Ibu Kota Negara Baru, Jokowi Gandeng Investor Uni Emirat Arab

Baca Juga : Bandara I Gusti Ngurah Rai Layani Kepulangan Para Pemimpin Negara KTT G20 dengan Lancar

Sebelumnya diberitakan, Megawati mengusulkan agar penomoran partai pada Pemilu 2024 tidak perlu diganti. Megawati mengatakan, penomoran partai hendaknya menggunakan nomor pada Pemilu sebelumnya.

Nasional

Terkubur Longsoran di Cianjur, Mobil Yayasan AI Azhar Dipotong untuk Evakuasi Jenazah

Published

on

Warga melewati puing bangunan rumah yang rusak akibat gempa berkekuatan magnitudo 5,6 di kawasan Cibeureum, Cianjur, Jawa Barat, Selasa (22/11/2022). Kawasan Cibeureum merupakan salah satu kawasan yang parah akibat gempa bumi dimana puluhan rumah mengalami kerusakan berat dengan beberapa korban yang diduga masih tertimbun bangunan rumah. (merdeka.com/Arie Basuki)

Mycity.co.id – Tim gabungan akhirnya berhasil mengangkat semua jenazah rombongan KB-TK Al Azhar yang mobil ditumpangi terkubur longsoran Palalangon di Desa Cibeureum, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Saat ditemukan, Kamis (24/11), lebih dari separuh mobil tersebut masih terkubur dan nasib para korban dari KB-TK Islam Al-Azhar 18 Cianjur itu belum diketahu Pengangkatan baru berhasil dilakukan pada Jumat (25/11) pagi melibatkan sejumlah petugas. Saat itt diketahui jika semua penumpang masih berada di mobil.

Ada delapan jasad, termasuk Yanti Mandasari (42), Kepala Taman Kanak-kanak TK Insan Hasanah yang saat ditemukan masih dalam posisi memeluk erat jasad Qinanti (2), putrinya.

Baca Juga :  Banjir Bandang dan Tanah Longsor Landa Sumatera Utara

“Masih meluk Qinanti di mobil,” ujar Agus Gunawan (45), suami Yanti, yang sejak Jumat pagi ikut bersama petugas melakukan pengangkatan jenazah para korban.

Agus mengatakan, semua korban berhasil diangkat setelah petugas berupaya selama berjam-jam. Agar jenazah bisa diangkat, kata Agus, petugas terpaksa memotong mobil Toyota Avanza yang masih terkubur sebagian itu menjadi beberapa bagian. Setelah badan mobil dipotong, jenazah Yanti dan ankanya baru bisa dievakuasi.

Baca Juga :  Viral! Anggota TNI AU Injak Kepala Warga di Papua

“Itu sebabnya, dia jadi yang paling terakhir diangkat,” ujar Agus Srikanti (22), kakak Qinanti mengaku masih sempat berkomunikasi dengan ibunya beberapa saat sebelum gempa besar terjadi, Senin lalu.

“Senin sebelum pukul 12.00 WIB, saya sempat bertanya lokasi ke Mamah karena Mamah update foto bareng adik. Saat itu balasan dari Mamah, katanya lagi ada acara sekolah di Sarongge,” ujar Srikanti.

Srikanti yang saat itu sedang bekerja di Tangerang kemudian kembali mengirim WhatsApp pada ibunya, mengabarkan bahwa ada gempa di Cianjur. “Pas sudah kejadian gempa saya langsung kontak Mamah, tapi sudah tak ada balasan, ceklis satu terus hingga sore.

Baca Juga :  Butuh Dana Rp505 Triliun untuk Bangun Ibu Kota Negara Baru, Jokowi Gandeng Investor Uni Emirat Arab

Padahal enggak biasanya Mamah begitu,” ujarnya. Karena khawatir, Srikanti pun akhirnya pulang ke Cianjur. “Apalagi ayah juga ngasih kabar, nyuruh saya untuk segera pulang ke Cianjur,” kata Srikanti.

Srikanti mengatakan, sejak ada kabar ibunya ikut terkubur bersama sombongan kepala sekolah lainnya di Cugenang, ayahnya tak pernah pulang.

“Ayah terus berada di lokasi longsor hingga jasad Mamah dan adik ditemukan hari ini,” kata Srikanti.

Continue Reading

Nasional

77 Pasien Korban Gempa Cianjur Masih Dirawat RSHS Bandung

Published

on

Tim gabungan TNI-Polri, Basarnas, dan potensi SAR, hingga pukul 11.20 WIB, Jumat (25/11/2022) berhasil mengevakuasi delapan jenazah korban longsor dampak gempa di ruas jalan nasional Puncak-Cipanas-Cianjur/Dok.Pemprov Jabar

Tim gabungan TNI-Polri, Basarnas, dan potensi SAR, hingga pukul 11.20 WIB, Jumat (25/11/2022) berhasil mengevakuasi delapan jenazah korban longsor dampak gempa di ruas jalan nasional Puncak-Cipanas-Cianjur/Dok.Pemprov Jabar

mycity.co.id Korban gempa Cianjur yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung terus bertambah. Hingga kini total pasien korban gempa berjumlah 96 orang, dari 90 pasien sehari sebelumnya.

Baca Juga :  Usai Kuasai Afganistan, Taliban Berjanji Tak Balas Dendam & Izinkan Wanita Bekerja di Pemerintahan

Menurut Plt Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang RSHS Bandung, Zulvayanti, sebanyak 18 orang pasien telah pulang. Seorang lainnya meninggal pada Selasa lalu. Saat ini masih ada 77 orang korban Gempa Cianjur yang masih dalam perawatan.

Baca Juga :  Merasa Jadi Korban Bullying, ASN Ini Nekat Bawa Beceng Saat Tugas

Sebanyak 50 pasien diantaranya telah dilakukan operasi. Zulvayanti mengatakan, kasus korban yang dioperasi yaitu mengalami trauma patah tulang dan perut. “Sebagian lagi dengan kasus trauma kepala dan luka pada area kulitnya,”tukasnya, kemarin.

Baca Juga :  Mengenal Leslar Metaverse, Proyek Gagasan Lesti Kejora dan Rizky Bilar

Secara umum, menurut Plt. Direktur Utama RSHS Bandung Yana Akhmad Supriatna pada Selasa lalu, korban gempa yang datang mengalami patah tulang. Selain itu, ada yang mengalami cedera kepala dari ringan, sedang, dan berat.

Continue Reading

Nasional

Bantuan ke Daerah Gempa Terisolir, Mensos Risma: Dikemas Kecil-kecil

Published

on

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menjelaskan bahwa wilayah terisolir tersebut memiliki akses jalan yang sempit sehingga menyulitkan tim yang bertugas untuk mendistribusikan bantuan/Dok.Kemensos

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menjelaskan bahwa wilayah terisolir tersebut memiliki akses jalan yang sempit sehingga menyulitkan tim yang bertugas untuk mendistribusikan bantuan/Dok.Kemensos

mycity.co.idPasca guncangan gempa yang terjadi di Cianjur, Senin (21/11/2022), lalu itu masih terdapat sejumlah wilayah terdampak yang terisolir.

Menurut Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menjelaskan bahwa wilayah terisolir tersebut memiliki akses jalan yang sempit sehingga menyulitkan tim yang bertugas untuk mendistribusikan bantuan.

Risma mengatakan, pihaknya mengerahkan kendaraan operasional berupa mobil berukuran kecil untuk memperlancar proses pendistribusian bantuan tersebut.

“Hari ini (Jumat, 25 November 2022) kita akan kerahkan semua kendaraan operasional kita ke sana untuk membantu ke yang kecil-kecil ini (wilayah yang sulit diakses), karena sudah tidak bisa kita angkut (menggunakan kendaraan truk),” tuturnya, Sabtu (26/11/2022).

Baca Juga :  Merasa Jadi Korban Bullying, ASN Ini Nekat Bawa Beceng Saat Tugas

Menurutnya, kendaraan berukuran besar sudah tidak dapat lagi menjangkau wilayah yang terisolir tersebut.

Selain itu, tim penyalur pun telah mengemas barang-barang bantuan dengan ukuran yang lebih kecil guna mempermudah penyaluran.

“Kalau kemarin awal, kita angkut pakai truk, sekarang tidak bisa. Jadi kita nanti di poskonya Dinas Sosial Cianjur, kemudian setelah itu kita bagi (dikemas) kecil-kecil, baru ke lokasi-lokasi tadi,” ujarnya.

Baca Juga :  Perangi Kelaparan, WFP Raih Nobel Perdamaian 2020

Tak hanya mengirimkan bantuan berupa barang, Risma menerangkan jika pihaknya juga mengirimkan tenaga medis untuk membantu proses perawatan korban terdampak gempa di rumah sakit setempat.

“Ini yang sekarang kita koordinasikan untuk bagaimana dokter ini, bisa dokter yang kita miliki (ditempatkan di lokasi bencana). Supaya tidak bebani rumah sakit karena rumah sakit di sana sudah over,” ucapnya.

“Dokter kita akan berkeliling. Teman-teman kita juga merawat kemarin, ada yang meninggal di pengungsian kita merawat sampai pemulasaraan jenazah. Juga ada yang melahirkan, jadi kita punya bayi ada empat bayi lahir selama pengungsian ini,” tuturnya melanjutkan.

Baca Juga :  Aksi Demo Bela Palestina Digelar di Depan Kedubes AS

Sementara itu, terkait soal tenda pengungsian untuk warga terdampak gempa, Risma pun menjelaskan bahwa petugas masih terus berupaya untuk mendirikan tenda-tenda tersebut.

Pasalnya, Risma menilai, halaman para warga yang kecil membuat petugas harus mencari lokasi yang lebih lapang untuk dapat mendirikan tenda pengungsian.

“Di Cianjur ini rata-rata halaman mereka kecil-kecil, sehingga kemudian kita harus cari tempat yang lapang yang bisa memungkinkan untuk mereka bisa membuat tenda,” katanya.

Lebih lanjut, Risma menjelaskan jika tenda-tenda pengungsian itu terkadang harus terpaksa didirikan dengan kondisi yang tidak layak.

“Kadang ada, di tepi empang, kadang juga tidak layak. Saya pun sebetulnya tidak sreg, tetapi tidak ada tempat,” ujarnya.

Continue Reading
Advertisement

Trending