Connect with us

Nasional

Paspampres Kebobolan, Wanita di Bali Menerobos & Salami Jokowi

Published

on

Perempuan menerobos iring-iringan Paspampres dan menyalami Jokowi. (Istimewa)
Perempuan menerobos iring-iringan Paspampres dan menyalami Jokowi. (Istimewa)

Heboh sebuah video seorang wanita menerobos iring-iringan Paspampres dan memasukkan tangan ke arah mobil Presiden Joko Widodo viral di media sosial.

Video tersebut telah beredar luas dan salah satunya diunggah oleh akun @fakta.indo di jejaring media sosial Instagram.

Dalam video tersebut, terlihat iring-iringan Jokowi melintas di Jalan Thamrin Denpasar, Bali pada Kamis (17/11/2022).

Baca Juga :  Kota Kherson di Ukraina Kini Jatuh ke Tangan Rusia

Baca Juga: Wayang Kulit, Jadi Aset Budaya Nasional dan Refleksi Kehidupan

Seorang wanita berbaju putih dan celana biru tiba-tiba lari ke arah samping belakang, di mana Jokowi duduk. Sesat setelahnya, dia nekat memasukkan tangan ke mobil Jokowi.

Seorang paspampres pun dengan sigap turun tangan merengkuh dan mencoba menjauhkan si wanita dari mobil Jokowi.

Baca Juga :  WHO Minta Indonesia Perpanjang PPKM

Namun, wanita itu cukup ‘ngeyel’ dan kekeuh untuk tetap memasukkan tangan ke mobil sosok nomor satu di Indonesia itu.

Hingga akhirnya, si wanita mengalah dan jalan melengos pergi begitu saja, sedangkan mobil Jokowi kembali melanjutkan perjalanannya.

Menanggapi kejadian itu, Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan bahwa saat peristiwa tersebut dirinya berada di sebelah Presiden.

Baca Juga :  Andika Perkasa Ingin TNI Tetap Memegang Teguh Undang-Undang

“Saya kebetulan semobil dengan Presiden pada saat peristiwa tersebut. Wanita tersebut saking ngefansnya dengan presiden minta salaman dan minta kaos,” ujarnya melalui pesan singkat kepada wartawan.

Baca Juga: Tari Serimpi, Tarian Mimpi Sebagai Bentuk Perlawanan Terhadap Penjajah

“Presiden tangannya ditarik-tarik, tapi Presiden menanggapi peristiwa tersebut dengan santai dan meminta Paspampres jangan berlebihan,” dia menambahkan.

Nasional

Terkubur Longsoran di Cianjur, Mobil Yayasan AI Azhar Dipotong untuk Evakuasi Jenazah

Published

on

Warga melewati puing bangunan rumah yang rusak akibat gempa berkekuatan magnitudo 5,6 di kawasan Cibeureum, Cianjur, Jawa Barat, Selasa (22/11/2022). Kawasan Cibeureum merupakan salah satu kawasan yang parah akibat gempa bumi dimana puluhan rumah mengalami kerusakan berat dengan beberapa korban yang diduga masih tertimbun bangunan rumah. (merdeka.com/Arie Basuki)

Mycity.co.id – Tim gabungan akhirnya berhasil mengangkat semua jenazah rombongan KB-TK Al Azhar yang mobil ditumpangi terkubur longsoran Palalangon di Desa Cibeureum, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Saat ditemukan, Kamis (24/11), lebih dari separuh mobil tersebut masih terkubur dan nasib para korban dari KB-TK Islam Al-Azhar 18 Cianjur itu belum diketahu Pengangkatan baru berhasil dilakukan pada Jumat (25/11) pagi melibatkan sejumlah petugas. Saat itt diketahui jika semua penumpang masih berada di mobil.

Ada delapan jasad, termasuk Yanti Mandasari (42), Kepala Taman Kanak-kanak TK Insan Hasanah yang saat ditemukan masih dalam posisi memeluk erat jasad Qinanti (2), putrinya.

Baca Juga :  Bandung Lakukan Cek Poin di 8 Titik

“Masih meluk Qinanti di mobil,” ujar Agus Gunawan (45), suami Yanti, yang sejak Jumat pagi ikut bersama petugas melakukan pengangkatan jenazah para korban.

Agus mengatakan, semua korban berhasil diangkat setelah petugas berupaya selama berjam-jam. Agar jenazah bisa diangkat, kata Agus, petugas terpaksa memotong mobil Toyota Avanza yang masih terkubur sebagian itu menjadi beberapa bagian. Setelah badan mobil dipotong, jenazah Yanti dan ankanya baru bisa dievakuasi.

Baca Juga :  Kini Penumpang Bisa Berbuka Puasa di Area Layanan MRT Jakarta

“Itu sebabnya, dia jadi yang paling terakhir diangkat,” ujar Agus Srikanti (22), kakak Qinanti mengaku masih sempat berkomunikasi dengan ibunya beberapa saat sebelum gempa besar terjadi, Senin lalu.

“Senin sebelum pukul 12.00 WIB, saya sempat bertanya lokasi ke Mamah karena Mamah update foto bareng adik. Saat itu balasan dari Mamah, katanya lagi ada acara sekolah di Sarongge,” ujar Srikanti.

Srikanti yang saat itu sedang bekerja di Tangerang kemudian kembali mengirim WhatsApp pada ibunya, mengabarkan bahwa ada gempa di Cianjur. “Pas sudah kejadian gempa saya langsung kontak Mamah, tapi sudah tak ada balasan, ceklis satu terus hingga sore.

Baca Juga :  Jokowi Bakal Berkemah di IKN Nusantara

Padahal enggak biasanya Mamah begitu,” ujarnya. Karena khawatir, Srikanti pun akhirnya pulang ke Cianjur. “Apalagi ayah juga ngasih kabar, nyuruh saya untuk segera pulang ke Cianjur,” kata Srikanti.

Srikanti mengatakan, sejak ada kabar ibunya ikut terkubur bersama sombongan kepala sekolah lainnya di Cugenang, ayahnya tak pernah pulang.

“Ayah terus berada di lokasi longsor hingga jasad Mamah dan adik ditemukan hari ini,” kata Srikanti.

Continue Reading

Nasional

77 Pasien Korban Gempa Cianjur Masih Dirawat RSHS Bandung

Published

on

Tim gabungan TNI-Polri, Basarnas, dan potensi SAR, hingga pukul 11.20 WIB, Jumat (25/11/2022) berhasil mengevakuasi delapan jenazah korban longsor dampak gempa di ruas jalan nasional Puncak-Cipanas-Cianjur/Dok.Pemprov Jabar

Tim gabungan TNI-Polri, Basarnas, dan potensi SAR, hingga pukul 11.20 WIB, Jumat (25/11/2022) berhasil mengevakuasi delapan jenazah korban longsor dampak gempa di ruas jalan nasional Puncak-Cipanas-Cianjur/Dok.Pemprov Jabar

mycity.co.id Korban gempa Cianjur yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung terus bertambah. Hingga kini total pasien korban gempa berjumlah 96 orang, dari 90 pasien sehari sebelumnya.

Baca Juga :  Kisah Bisikan Ridwan Kamil ke Jokowi yang Berujung Sayembara Desain IKN Nusantara

Menurut Plt Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang RSHS Bandung, Zulvayanti, sebanyak 18 orang pasien telah pulang. Seorang lainnya meninggal pada Selasa lalu. Saat ini masih ada 77 orang korban Gempa Cianjur yang masih dalam perawatan.

Baca Juga :  Terbaru! Daftar 10 Orang Terkaya di Indonesia

Sebanyak 50 pasien diantaranya telah dilakukan operasi. Zulvayanti mengatakan, kasus korban yang dioperasi yaitu mengalami trauma patah tulang dan perut. “Sebagian lagi dengan kasus trauma kepala dan luka pada area kulitnya,”tukasnya, kemarin.

Baca Juga :  HSA Model United Nastions, Forum yang Bisa bikin Pelajar Jadi Diplomat

Secara umum, menurut Plt. Direktur Utama RSHS Bandung Yana Akhmad Supriatna pada Selasa lalu, korban gempa yang datang mengalami patah tulang. Selain itu, ada yang mengalami cedera kepala dari ringan, sedang, dan berat.

Continue Reading

Nasional

Bantuan ke Daerah Gempa Terisolir, Mensos Risma: Dikemas Kecil-kecil

Published

on

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menjelaskan bahwa wilayah terisolir tersebut memiliki akses jalan yang sempit sehingga menyulitkan tim yang bertugas untuk mendistribusikan bantuan/Dok.Kemensos

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menjelaskan bahwa wilayah terisolir tersebut memiliki akses jalan yang sempit sehingga menyulitkan tim yang bertugas untuk mendistribusikan bantuan/Dok.Kemensos

mycity.co.idPasca guncangan gempa yang terjadi di Cianjur, Senin (21/11/2022), lalu itu masih terdapat sejumlah wilayah terdampak yang terisolir.

Menurut Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menjelaskan bahwa wilayah terisolir tersebut memiliki akses jalan yang sempit sehingga menyulitkan tim yang bertugas untuk mendistribusikan bantuan.

Risma mengatakan, pihaknya mengerahkan kendaraan operasional berupa mobil berukuran kecil untuk memperlancar proses pendistribusian bantuan tersebut.

“Hari ini (Jumat, 25 November 2022) kita akan kerahkan semua kendaraan operasional kita ke sana untuk membantu ke yang kecil-kecil ini (wilayah yang sulit diakses), karena sudah tidak bisa kita angkut (menggunakan kendaraan truk),” tuturnya, Sabtu (26/11/2022).

Baca Juga :  Terbaru! Daftar 10 Orang Terkaya di Indonesia

Menurutnya, kendaraan berukuran besar sudah tidak dapat lagi menjangkau wilayah yang terisolir tersebut.

Selain itu, tim penyalur pun telah mengemas barang-barang bantuan dengan ukuran yang lebih kecil guna mempermudah penyaluran.

“Kalau kemarin awal, kita angkut pakai truk, sekarang tidak bisa. Jadi kita nanti di poskonya Dinas Sosial Cianjur, kemudian setelah itu kita bagi (dikemas) kecil-kecil, baru ke lokasi-lokasi tadi,” ujarnya.

Baca Juga :  Bencana Tanah Longsor Hujam Gunung Mas Bogor

Tak hanya mengirimkan bantuan berupa barang, Risma menerangkan jika pihaknya juga mengirimkan tenaga medis untuk membantu proses perawatan korban terdampak gempa di rumah sakit setempat.

“Ini yang sekarang kita koordinasikan untuk bagaimana dokter ini, bisa dokter yang kita miliki (ditempatkan di lokasi bencana). Supaya tidak bebani rumah sakit karena rumah sakit di sana sudah over,” ucapnya.

“Dokter kita akan berkeliling. Teman-teman kita juga merawat kemarin, ada yang meninggal di pengungsian kita merawat sampai pemulasaraan jenazah. Juga ada yang melahirkan, jadi kita punya bayi ada empat bayi lahir selama pengungsian ini,” tuturnya melanjutkan.

Baca Juga :  Kisah Bisikan Ridwan Kamil ke Jokowi yang Berujung Sayembara Desain IKN Nusantara

Sementara itu, terkait soal tenda pengungsian untuk warga terdampak gempa, Risma pun menjelaskan bahwa petugas masih terus berupaya untuk mendirikan tenda-tenda tersebut.

Pasalnya, Risma menilai, halaman para warga yang kecil membuat petugas harus mencari lokasi yang lebih lapang untuk dapat mendirikan tenda pengungsian.

“Di Cianjur ini rata-rata halaman mereka kecil-kecil, sehingga kemudian kita harus cari tempat yang lapang yang bisa memungkinkan untuk mereka bisa membuat tenda,” katanya.

Lebih lanjut, Risma menjelaskan jika tenda-tenda pengungsian itu terkadang harus terpaksa didirikan dengan kondisi yang tidak layak.

“Kadang ada, di tepi empang, kadang juga tidak layak. Saya pun sebetulnya tidak sreg, tetapi tidak ada tempat,” ujarnya.

Continue Reading
Advertisement

Trending