Connect with us

Religi

Paparan Lengkap Soal Puasa Kafarat

Published

on

Puasa Kafarat

Agama Islam mengajarkan umatnya untuk mengikuti perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Jika seorang Muslim melakukan pelanggaran terhadap perintah Allah, maka akan ada kafarat yang dibebankan kepadanya.

Kafarat merupakan perbuatan-perbuatan yang dapat menghapus dan menutupi beberapa dosa. Adapun perbuatan-perbuatan tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya menunaikan puasa kirafat.

Puasa kifarat dimaksudkan untuk memenuhi denda atau tebusan atas sesuatu yang telah dilanggar. Dengan demikian, tidak ada sisa dosa dari perbuatan tersebut yang dapat mengakibatkan seseorang dihukum di dunia ataupun di akhirat.

Baca Juga:

  1. NATO Pecat Setengah Diplomat Rusia
  2. Israel Akan Bangun 10 Ribu Unit Rumah di Yerusalem Timur
  3. Pemerintah India Berikan Santunan Rp9,5 Juta untuk Korban Meninggal Akibat Covid-19

Puasa kifarat sendiri termasuk puasa yang hukumnya wajib dikerjakan. Ada beberapa hal yang membuat seseorang harus puasa kifarat.

Lantas, apa saja yang dimaksud dengan kafarat? Syaikh Ahmad bin Ahmad Al Mahamili daam Al Luhab fil Fiqhis Syafi’i mengatakan bahwa kafarat ada empat yaitu kafarat zhihar, kafarat hubungan badan di bulan Ramadhan, kafarat pembunuhan, dan kafarat yamin.

Tapi, dalam kitab ulama lain seperti kitab Al-Majmu‘ Syarhul Muhadzab, empat kafarat tersebut ditambah dengan kafarat pelanggaran haji. Masing-masing pelanggaran memiliki aturannya sendiri terkait jumlah hari puasa kafarat yang disangsikan. Bentuk kafarat bukan hanya puasa saja, tapi ada wujud lain seperti memerdekakan budak atau memberi makan orang miskin. Dan, Allah subhanahu wa ta’ala memberikan pilihan kafarat yang memungkinkan untuk dilaksanakan pelanggarnya sesuai kemampuan.

  1. Kafarat zhihar

Kafarat ini merupakan penebusan akibat seorang suami menyamakan punggung istrinya dengan punggung ibunya. Misalnya suami mengatakan,”Bagiku, engkau seperti punggung Ibuku.” Kalimat seperti ini dalam Al Quran surah Al Mujadilah ayat 2 termasuk perkataan mungkar dan dusta karena menyerupakan istri sebagai ibunya si suami.

Pada zaman jahiliyah, zhihar adalah salah satu cara menceraikan istri dan ini adalah perbuatan haram. Jika melakukannya, seorang suami dapat bertaubat dengan kafarat memerdekan seorang budak perempuan muslim, atau berpuasa dua bulan berturut-turut tanpa adanya persetubuhan dengan istri. Namun jika tidak mampu, maka memberi makan 60 orang miskin.

  1. Kafarat bersebutuh di bulan Ramadhan

Bersetubuh di siang hari saat puasa bulan Ramadan adalah haram. Kafarat untuk pelanggaran ini adalah memerdekakan hamba sahaya perempuan beriman, atau puasa dua bulan berturut-turut, atau memberi makan 60 orang miskin sebanyak satu mud.

  1. Kafarat pembunuhan

Pembunuhan dalam hal ini adalah yang tidak disengaja. Apabila pembunuhan dilakukan sengaja maka hukumannya adalah qisas atau diyat tunai yang ditanggung si pembunuh. Pada kasus pembunuhan tanpa sengaja maka kafaratnya adalah membayar diyat, ditambah memerdekakan seorang budak perempuan mukmin atau puasa dua bulan berturut-turut.

  1. Kafarat yamin

Ini adalah kafarat yang diperuntukkan karena melanggar sumpah atau melakukan sumpah palsu. Kafaratnya berupa memberi makan 10 orang miskin, memberi mereka pakaian, memerdekakan budak, atau puasa tiga hari. Jenis kafarat tersebut pilihan yang bisa dilakukan sesuai kemampuan.

  1. Kafarat haji

Kafarat haji yang berkaitan dengan munculnya kafarat berpuasa yaitu jika jamaah membunuh hewan buruan. Kafaratnya adalah bersedekah pada fakir miskin senilai hewan yang diburu atau berpuasa. Sementara itu, apabila jamaah tidak ihram dari iqat dan tidak kembali ke salah satu miqat, maka kafaratnya menyembelih seekor kambing, atau berpuasa 10 hari dengan rincian 3 hari puasa di masa haji dan 7 hari di luar masa haji.

Religi

Arab Saudi Berikan Izin Masuk Tanpa Karantina 14 Hari untuk Orang Indonesia, Ini Komentar Menag

Published

on

Ibadah Haji
Ibadah Haji

Kabar baik terkait pelaksanaan ibadah haji datang kepada Indonesia. Pemerintah Arab Saudi memberikan izin masuk langsung untuk wisatawan dari Indonesia, Pakistan, Brasil, Vietnam, Mesir dan India mulai 1 Desember nanti tanpa harus karantina selama 14 hari di negara ketiga.

Seperti dilansir dari Al-Arabiya, Jumat (26/11/2021), meski demikian, wisatawan diharuskan untuk menjalani karantina selama lima hari di akomodasi yang telah disetujui pemerintah Arab Saudi begitu mereka tiba.

Terkait hal itu, Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas menyambut baik aturan baru yang diterbitkan Otoritas Penerbangan Arab Saudi, General Authority of Civil Aviation (GACA), tertanggal 25 November 2021 itu. Keputusan ini bertepatan usai kunjungan kerja Yaqut ke Arab Saudi.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

“Alhamdulillah, jelang kepulangan kunjungan kerja dari Arab Saudi, saya mendapat informasi resmi bahwa mulai pukul satu dini hari, pada Rabu 1 Desember 2021, warga Indonesia sudah diperbolehkan masuk ke Arab Saudi tanpa perlu melalui negara ke-3 selama 14 hari,” jelas Yaqut.

Yaqut mengatakan, izin masuk WNI ke Arab ini juga dilakukan tanpa perlu syarat vaksinasi booster atau vaksinasi dengan dosis ketiga.

“Tidak lagi ada persyaratan booster, namun tetap harus mematuhi protokol kesehatan (prokes) dengan menjalani karantina institusional selama lima hari. Ini harus dipatuhi dan menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Dia mengatakan, selain Indonesia, ada lima negara lain yang juga sudah mendapatkan izin masuk Saudi, yaitu Pakistan, Brazil, India, Vietnam, dan Mesir.

Larangan terbang atau suspend diberlakukan oleh Arab Saudi terhadap Indonesia dan sejumlah negara lainnya sejak Februari 2021. Ketentuan ini sempat diperbarui pada akhir Agustus 2021. Penerbangan dari Indonesia diperbolehkan langsung ke Saudi, tetapi hanya dikhususkan bagi orang-orang yang memiliki izin tinggal di Arab Saudi, baik mukimin atau ekspatriat.

“Semoga ini juga akan menjadi kabar baik buat jemaah umrah Indonesia yang sudah tertunda keberangkatannya sejak Februari 2021. Semoga jemaah Indonesia bisa segera mengobati kerinduannya untuk ke Tanah Suci. Namun, harus disiplin protokol kesehatan sesuai ketentuan Arab Saudi,” pesannya.

Gus Menteri, sapaan akrab Menag Yaqut, mengapresiasi respons cepat dari otoritas Arab Saudi atas sejumlah pembahasan yang dilakukannya beberapa hal ini di Jeddah dan Makkah, baik dengan Menteri Urusan Agama Islam, Dakwah, dan Penyuluhan Syekh Abdullatif bin Abdulaziz, Gubernur Makkah Khalid bin Faisal Al Saud, maupun Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi H.E Tawfiq F. Al-Rabiah.

“Dalam tiap kesempatan, saya sampaikan kepada mereka tentang kesiapan Indonesia dalam penyelenggaraan umrah di masa pandemi. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Bersama tim Kemenag sudah saya minta untuk menyusun skenario dan teknis penyelenggaraan yang akan dibahas bersama dengan Wakil Menteri Urusan Haji dan Umrah Kerajaan Saudi Arabia Dr. Abdulfatah Suliman Hashat bersama jajarannya,” tutur Menag.

Continue Reading

Religi

Kabar Baik, Arab Saudi Berikan Izin Masuk Tanpa Karantina 14 Hari untuk Orang Indonesia

Published

on

Ibadah Haji
Ibadah Haji

Kabar baik terkait pelaksanaan ibadah haji datang kepada Indonesia. Pemerintah Arab Saudi memberikan izin masuk langsung untuk wisatawan dari Indonesia, Pakistan, Brasil, Vietnam, Mesir dan India mulai 1 Desember nanti tanpa harus karantina selama 14 hari di negara ketiga.

Seperti dilansir dari Al-Arabiya, Jumat (26/11/2021), meski demikian, wisatawan diharuskan untuk menjalani karantina selama lima hari di akomodasi yang telah disetujui pemerintah Arab Saudi begitu mereka tiba.

Dikutip dari pejabat kementerian, persyarakat bagi wisatawan yang hendak ke Arab Saudi tersebut tidak melihat status vaksinasi Covid-19 mereka.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

“Sumber tersebut menekankan akan pentingnya penerapan untuk semua tindakan pencecegahan yang diadopsi ini dipatuhi,” ujarnya.

Sumber tersebut menjelaskan kalau semua prosedur dan tindakan masih harus dilakukan evaluasi terus menerus oleh pihak otoritas Arab Saudi yang kompeten.

Ditambahkan juga bahwa keputusan dari persyaratan bagi wisatawan ini sudah disesuaikan dengan perkembangan situasi epidemiologis secara global.

Selain itu, pengumuman yang dikeluarkan ini berdasarkan pembaruan terus-menerus terhadap situasi epidemiologis, baik secara lokal maupun global.

Dan juga menurut laporan yang disampaikan oleh otoritas kesehatan Saudi tentang perkembangan pandemi dan situasi kesehatan di beberapa negara.

Continue Reading

Religi

Diharamkan MUI, Begini 4 Tips Hindari Riba Pinjaman Online

Published

on

Ilustrasi pinjaman online
Ilustrasi pinjaman online

Melalui Forum Ijtima Ulama, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa haram bagi layanan jasa pinjaman online (pinjol) juga jasa pinjaman offline.

Terkait fatwa MUI tersebut, Ketua MUI Asrorum Niam Soleh, menjelaskan bahwa perbuatan pinjam meminjam atau utang piutang merupakan bentuk akad tabarru (kebajikan) atas dasar saling tolong menolong. Artinya, pinjam meminjam boleh sepanjang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah.

Kendati menyarankan umat Islam untuk menjauhi layanan keuangan yang bersifat riba, namun Asrorun menyatakan masih ada alternatif akses keuangan yang bisa dipakai guna menghindari riba.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Kenali bahaya riba

Sebelum kita terjerumus dalam riba, tentunya kita harus mengetahui jenis-jenis riba. bahaya yang ditimbulkan ketika melakukan riba dan dampak yang terjadi setelah melakukan riba. Tanamkan dari pikiran bahwa jelas Allah telah mengharamkan riba, pola pikir itulah yang menjadi dasar untuk menghindari riba. dengan kita mengenali riba tentunya akan lebih memotivasi untuk mengindari riba

Mengetahui cara bertransaksi yang halal

Di dalam islam ada beberapa akad yang bisa digunakan dalam bertransaksi, ada akad murabahah, akad isthisna, akad mudharabah, akad wadiah dan masih banyak lagi. Dengan menggunakan akad-akad yang sesuai syariah inilah maka insya allah transaksimu menjadi berkah dan halal

Memiliki sifat Qonaah dalam diri

Memiliki sifat qonaah menjadikan anda terhindar dari riba, karena senantiasa merasa cukup serta rela menerima apa yang diberikan Allah, menghindari kita dari sifat boros dan merasa kurang. Dengan memiliki sifat qonaah maka akan senantiasa dipenuhi rasa syukur didalam hati

Berhutang pada lembaga keuangan yang menerapkan transaksi tanpa riba

Apakah ada tempat kredit syariah yang menerapkan transaksi tanpa riba? ada, di BMT UMY senantiasa mengindari riba dan ghoror dalam semua transaksinya. menggunakan akad yang syariah, akad murabahah, isthtisna, musyarakah, mudharabah, wadiah, serta ijarah. untuk murabahah BMT UMY benar benar memiliki terlebih dahulu barangnya sebelum dijual ke mitra.

Untuk saat ini transaksi pelayanan BMT UMY baru bisa menjangkau untuk daerah DIY dan sekitarnya, jika anda berdomisili di luar jogja mungkin bisa cari lembaga keuangan yang menerapkan transaksi tanpa riba.

Continue Reading

Trending