Connect with us

Traveling

Pantai Napabale, Kepingan Surga Sulawesi Tenggara yang Menyimpan Cerita Bajak Laut

Published

on

Napabale
Napabale

Pantai Napabale yang berada di Sulawesi Tenggara disebut-sebut sebagai Hawaii-nya Indonesia. Lantas, seberapa indah tempat ini sampai mendapatkan julukan tersebut.

Pantai Napabale berada di Sulawesi Tenggara, tepatnya di Desa Loghia, Kabupaten Muna. Berada sekitar 15 kilometer jauhnya dari Kota Raha, daerah ini dikenal sebagai gudangnya pariwisata.

Ketika wisatawan mengunjungi wilayah ini pilihannya ada dua, berenang pantai atau berendam di laguna. Di laguna, mereka bisa berlama-lama berendam dan berenang dengan permukaan air yang teduh.

Baca Juga:

  1. Demi Cegah Penyebaran Covid-19, Wagub Minta Warga Tak Nobar Timnas Indonesia
  2. Mampukah Timnas Balas Kekalahan Telak dari Thailand? Ini Jawaban Shin Tae-yong
  3. Ford Tahun Depan Siap Kembali Jualan Mobil di Indonesia

Laguna Napabale, terlindungi dari ombak lautan. Di tengahnya ada pulau-pulau karang kecil, biasa digunakan nelayan untuk mengikat perahu jika tak melaut.

Saat air pasang, laguna berwarna hijau kebiruan ini bisa sedalam lima hingga 10 meter. Kerap dipakai berkeliling swafoto dengan menggunakan perahu atau sampan kecil.

Di tengah laguna, saat berperahu turis akan dihampiri dan ditawari makanan hasil laut yang dapat ditukar dengan uang. Biasanya, nelayan sekitar sudah siap menawarkan jasa bakar ikan.

Seperti turis pada umumnya, warga yang sempat bersampan di tengah laguna, akan menyempatkan diri berswafoto. Pada beberapa titik, ada beberapa spot yang rugi dilewatkan tanpa jepretan kamera.

Napabale
Napabale

Selanjutnya, di seberang laguna ada pantai berpasir putih. Letaknya hanya 30 meter dari laguna. Untuk mencapai lokasi yang disebut pantai Napabale itu, dari laguna pengunjung harus berperahu melewati terowongan di tebing karang. Panjang terowongan sekitar 30 meter.

Jika air surut, terowongan bisa mudah dilalui. Jika pasang, jangan coba melintasi terowongan. Sebab, air memenuhi bibir terowongan hingga mustahil dilewati perahu.

Pantai Napabale juga mirip pantai di Kepulauan Hawaii. Pantai dengan pasir putih, laut biru dengan pohon-pohon kelapa. Bisa digelar tenda atau alas tikar. Cocok bagi turis yang sudah bertekad menghitamkan kulit.

Pada zaman dahulu, di sekeliling perairan kabupaten Muna, ada cerita-cerita bajak laut. Bukan emas yang dirampok di tengah lautan, melainkan hasil tangkapan nelayan.

Jika tak bernasib mujur, tangkapan sehari dirampas lanun yang sudah menunggu. Alhasil, kerang atau mutiara, tiram, rumput laut yang sudah susah payah diburu nelayan, habis seketika.

Maka, laguna Napabale akan dipakai bersembunyi. Sebab, perahu bajak laut yang berukuran agak besar nyaris tidak bisa keluar masuk melewati terowongan dengan mudah.

Salah satu keunikan yang ada di Napabale adalah terletak di kaki bukit dan dihubungkan ke laut melalui sebuah terowongan alami. Danau yang berada di Kampung Lohia ini memang terbilang unik dengan air asin karena bersebelahan langsung dengan laut. Selain itu, terowongan penghubung juga hanya akan terlihat saat kondisi air laut surut.

Napabale
Napabale

Terowongan sepanjang 30 meter dengan lebar sekitar sembilan meter tersebut bisa dilewati wisawatan saat ait laut surut dan akan segera tertutup ketika air laut pasang. Ketika air pasang memang berbahaya untuk berenang dan melewati area terowongan karena air bisa naik sampai setengah meter di atas terowongan.

Kegiatan yang dapat dilakukan selama mengunjungi Napabale adalah berkeliling dan melewati terowongan dengan sampan, jalan-jalan di sekitar pantai, menyelam, berenang, atau sekadar bersantai menikmati pemandangan alam berupa keindahan danau, bongkahan batu karang, dan pepohonan rindang di sekitar.

Di tepi banyak penyewaan perahu pincara oleh para nelayan yang bisa mengantarkan wisatawan untuk berkeliling hingga ke pantai pasir putih di seberang danau. Para nelayan sudah biasa mengantarkan wisatawan dan bisa diandalkan sebagai pemandu wisata. Ketika menyewa perahu, Anda juga bisa diajak melewati terowongan untuk mengunjungi Selat Buton. Tentunya harus memperhatikan kondisi air laut demi keamanan.

Di Napabale juga banyak wisawatan yang melakukan snorkeling dan diving untuk mengeksplor kehidupan di bawah danau karena dihuni oleh berbagai spesies ikan di Selat Buton, juga terdapat karang-karang besar yang berbentuk cawan di tengah danau. Tentunya ini akan menjadi pengalaman baru yang menarik untuk menjelajah kawasan danau.

Traveling

Orchid Forest Cikole, Wisata Anggrek di Tengah Hutan Pinus

Published

on

Orchid Forest Cikole

Orchid Forest Cikole adalah salah satu tempat wisata di Bandung yang sangat menarik. Terlebih Orchid Forest Cikole ini menyuguhkan keindahan taman dan tumbuhan.

Orchid Forest Cikole menghadirkan nuansa asri dengan beraneka ragam jenis bunga anggrek, serta banyak spot dan wahana menarik yang wajib dicoba. Beragam fasilitas di sediakan di Tempat wisata, mulai dari fasilitas biasa seperti gazebo hingga fasilitas penginapan.

Kamu akan sangat mudah menemukan ribuan anggrek dari 125 jenis. Mulai dari anggrek Jawa, Kalimantan, sampai anggrek asal Amerika dan Jerman. Dari ribuan bunga, beberapa diantaranya merupakan jenis langka yang ditempatkan di rumah kaca khusus. Tentu, karena faktor kelembaban dan suhu udara.

Baca Juga:

  1. Dikenal Sebagai Kota Pahlawan, Inilah Sederet Rekomendasi Wisata Sejarah di Surabaya
  2. Keris dan Perubahan Budaya bagi Masyarakat Jawa
  3. Gua Liang Bua, Rumah Manusia Kerdil Indonesia dari NTT

Mengapa harus anggrek? Nexa Paisan Kepala Pemasaran Orchid Forest menjelaskan, Indonesia sangat kaya akan jenis anggrek, sehingga wajib dilestarikan. Salah satu cara melestarikannya, dengan membuat hutan anggrek. Anggrek juga bunga yang disukai oleh masyarakat, terutama kaum ibu.

Kamu tidak hanya bisa jalan-jalan melihat anggrek, tapi juga belajar mengenal dan mengetahui seluk –beluknya. Selain berfoto, pengunjung juga akan mendapat edukasi. Ibarat peribahasa sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, kamu bisa berwisata sambil mencari ilmu.

Kalau membahas wisata alam, tentu, kamu akan jarang atau bahkan tidak akan menemukan wahana-wahana menggunakan mesin motor layaknya komidi putar di taman hiburan perkotaan. Tapi tenang, kamu tetap bisa menikmati liburanmu, yang tentu saja, bernuansa alam. Di Orchid Forest sendiri, fasilitasnya terbagi dalam tiga kelompok: outbound, olahraga dan leisure.

Untuk outbound, pengelola telah menyiapkan berbagai fasilitas yang bisa dinikmati semua usia, mulai anak-anak sampai dewasa. Ada area terbuka berupa hamparan hijau dikhususkan untuk aktivitas area bermain anak, tempat piknik keluarga, sampai keperluan company gathering. Fasilitas safety-nya juga terjamin, sehingga kamu tidak perlu kawatir mengenai keamanan kalau mengajak anak-anak.

Orchid Forest Cikole

Kamu suka permainan yang bisa menguji adrenalin? Ada flying fox, panjat tebing, downhill track, dan highrope yang bisa kamu jajal. Sempatkan juga berayun-ayun di atas ketinggian 23 meter dengan menaiki skybridge sepanjang 150 meter. Sambil berayun di atas jembatan gantung, kamu akan merasakan sensasi melewati pohon pinus yang berbaris rapi menjulang tinggi.

Kalau sudah, kamu bisa mengunjungi arena panahan, bermain Archery War Battle Games. Simpan tenagamu untuk berperang di wahana Air Soft Gun Activity. Kamu bisa menyewa peralatannya supaya bisa merasakan perang sungguhan. Permainan ini sangat seru kalau kamu berlibur bersama teman-teman seangkatan.

Jangan pernah khawatir untuk membawa adik atau anggota keluargamu yang masih kecil. Ada banyak fasilitas yang sayang untuk dilewatkan. Jika kamu sudah seru-seruan dengan adrenalinmu, saatnya ajak adik dan anggota keluargamu menikmati spot-spot lain.

Kamu bisa ajak adik dan keluargamu untuk bersantai di Taman Baca Anak, berinteraksi langsung dengan kelinci di Rabbit Forest, atau melihat rusa di penangkaran rusa. Tak ada salahnya mampir ke Orchid Castle, spot yang dikhususkan untuk pengunjung anak-anak.

Orchid Castle merupakan playground yang di dalamnya banyak sekali wahana yang bisa dinikmati anak-anak. Mulai dari seluncuran, sepeda mini, panjatan, flying fox mini, dan terowongan. Di tempat ini, anak-anak dijamin tidak akan merasa bosan.

Orchid Forest Cikole

Orchid Forest yang baru dibuka untuk umum pada 2017 ini secara khusus mengkategorikan diri sebagai ekowisata digital. Artinya, selain wisata alam, pengunjung bisa berfoto di banyak tempat menarik yang memang sengaja disediakan. Jadi, pastikan memori ponselmu masih penuh, Shopbackers.

Kamu bisa memulai kegiatan selfie-mu saat berada di jembatan gantung. Skybridge yang sangat instagenic ini berada diantara pohon-pohon yang menjulang tinggi. Apalagi kalau sudah malam, jembatan yang akan mengayun-ayunkanmu itu akan tampak sangat cantik dengan gemerlap lampu warna-warni. Kamu tentu tidak akan melewatkannya, bukan?

Selain itu ada spot bola pingpong. Satu area dimana puluhan bola pingpong ditata rapi sedemikian rupa sebagai latar belakang fotomu. Keren. Bola pingpong yang bergelantungan itu akan memberikan kesan salju putih yang sedang turun di tengah pepohonan.

Spot foto kece selanjutnya adalah atap payung. Belasan payung dengan macam-macam warna digantung berbaris-baris dan dikaitkan dengan tali di atas. Cocok untuk kamu yang suka memadupadankan warna.

Kamu juga bisa berfoto diantara banyaknya pohon pinus yang berjejer beraturan. Benar-benar membuatmu serasa berada di dalam hutan betulan. Masih di tempat yang sama, kamu bisa mengubah posisi berdirimu ke sisi yang lain untuk mendapatkan view jalanan meliuk-liuk di bawah pepohonan. Sangat indah.

Tidak jauh dari pepohonan pinus, sangkar raksasa bisa jadi spot berikutnya untuk selfie-mu. Kamu pastinya tidak akan melewatkan kesempatan berfoto di dalam sangkar besar dengan latar belakang pepohonan tinggi dan jalan setapak. Dedaunan hijau tentu akan membuat fotomu terasa lebih menyatu dengan alam.

Continue Reading

Traveling

6 Destinasi Wisata Ciamik di IKN Nusantara

Published

on

Destinasi wisata IKN Nusantara
Destinasi wisata IKN Nusantara

Secara beretahap, Pemerintah sudah memulai pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Berlokasi di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, IKN Nusantara ternyata memiliki beragam destinasi wisata ciamik.

Kepala Disbudpar Kabupaten Penajam Paser Utara, Andi Israwati di Penajam mengatakan bahwa semua potensi wisata yang ada ingin dikembangkan untuk mendorong potensi wilayah sekitar dalam menyongsong pemindahan IKN.

“Kami melakukan persiapan untuk kembangkan objek wisata seiring pindahnya IKN,” ujarnya.

Baca Juga:

  1. Make Up ‘Nyebrang’ Sunburn Blush, Sempat Trending bikin Rias Wajah Makin Natural
  2. Sejarah Kayu Cendana, Primadona Aroma Segala Aroma
  3. Mudah! Ini Cara Buat Air Mawar Di Rumah

Ia memaparkan kabupaten Penajam Paser Utara memiliki sejumlah tempat wisata yang bisa mendukung IKN Nusantara, sebab daerah berjuluk “Benuo Taka” tersebut berdekatan dengan IKN.

Senada dengan Andi, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyatakan bahwa kementriannya sedang dalam tahap persiapan pengembangan wisata di IKN. Wisata alam dan budaya akan menjadi basis konsep wisata IKN.

“Kami sudah mulai susun dan siapkan, akan ada skema penganggarannya untuk pengembangan pariwisata berdasarkan eco-tourism,” ujarnya.

MyCity telah merangkum berbagai destinasi wisata indah yang ada di sekitar IKN Nusantara.

Taman Hutan Raya Bukit Soeharto, Kutai Kartanegara

Taman Hutan Raya Bukit Soeharto, Kutai Kartanegara

Bukit Soeharto dulunya merupakan kawasan tambang batu bara yang terletak di antara Kota Balikpapan dan Samarinda. Sebelum diakuisisi menjadi taman hutan raya, tempat ini dikuasai oleh RDR pada 1982 dan diserahkan ke gubernur yang akhirnya ditetapkan menjadi hutan lindung. Maka dari itu, di kawasan ini juga terdapat Hutan Pendidikan dan Pelatihan bukit Soeharto (HPPBS) Universitas Mulawarman.

Kawasan ini dipenuhi berbagai jenis flora dan fauna. Beruang madu, macan dahan, landak dan orang utan merupakan beberapa jenis fauna yang menghiasi bukit ini. Selain itu, terdapat pelayanan kesehatan, translokasi, dan reintroduksi orang utan ke habitat yang aman di tempat ini. Beberapa tanaman seperti kapur, kayu tahan, mahang, mengkungan, nyatoh dan lainnya juga tumbuh di Bukit Soeharto.

Pantai Tanjung Jumlai, Penajam Paser Utara

Pantai Tanjung Jumlai, Penajam Paser Utara

Pantai ini menjadi salah satu tempat dengan suasana tenang yang sangat cocok untuk melepaskan penat. Pohon kelapa serta tambak ikan milik warga setempat menghiasi sepanjang perjalanan menuju pesisir.

Berbagai kegiatan dan festival yang diselenggarakan di pantai ini juga menjadi daya tarik bagi para pengunjung, seperti acara pentas seni, family day, lomba layang-layang, juga festival band favorit. Pantai ini juga memiliki beberapa spot foto favorit, salah satunya adalah tumpukan batu dengan jejeran pohon kelapa. Aktivitas lainnya yang bisa dilakukan di pantai ini adalah melakukan olahraga air seperti banana boat atau flying fox dan berkemah.

Desa Budaya Pampang, Samarinda

Desa Budaya Pampang, Samarinda

Desa ini berisikan Suku Dayak yang berada di Pulau Kalimantan. Setelah bertahun-tahun hidup pindah tempat ke tempat untuk menyambung hidup, Suku Dayak Apokayan akhirnya memilih untuk menetap dan memutuskan untuk mulai melakukan kegiatan masyarakat pada umumnya, seperti gotong royong, panen raya, dan merayakan hari raya keagamaan. Pemerintah melihat bahwa desa tersebut memiliki kegiatan positif yang dapat dijadikan aset wisata unggulan, baik lokal maupun mancanegara.

Beberapa hiburan di desa ini adalah tarian tradisional khas Suku Dayak seperti Hudoq, Ajay Piling, Bangen Tawai, dan lainnya di Laman Adat Pamung Tawai, rumah adat Suku Dayak. Pengunjung juga dapat mengabadikan foto mengenakan pakaian sewaan adat khas Suku Dayak serta berfoto langsung dengan masyarakat Suku Dayak.

Taman Batu Bukit Sembinai, Paser

Taman Batu Bukit Sembinai, Paser

Bukit Sembinai merupakan salah satu wisata alam tersembunyi di Tana Paser. Sebagai pulau yang dahulu kala menjadi pusat pemerintahan beberapa kerajaan besar Indonesia seperti Kerajaan Kutai, mayoritas wilayahnya masih asri dengan hutan hujan tropis lebat yang mengelilinginya.

Lebatnya pepohonan dan air sungai yang jernih disuguhkan kepada pengunjung selama perjalanan menuju bukitnya. Untuk menikmati pemandangan indah dari atas Bukit Sembinai, pengunjung harus melalui perjalanan yang panjang melewati jalan berkelok dengan turunan dan tanjakan. Namun, semua usaha tersebut akan terbayarkan dengan pemandangan cantik nan asri di puncak bukit.

Selama perjalanan menuju puncak bukit, pemandangan yang disuguhkan tak kalah menarik. Sebelum sampai di bukit, akan ada gua besar bernama Haji Saini, tempat warga menyimpan harta seperti uang dan emas selama masa penjajahan. Selain itu, pengunjung akan melihat hamparan hutan hijau yang luas letak Kecamatan Batu Sopang. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan di bukit ini adalah trekking, camping dan menyusuri gua.

Bukit Bangkirai, Kutai Kartanegara

Bukit Bangkirai, Kutai Kartanegara

Menurut Indonesia Kaya, Bukit Bangkirai dulunya merupakan kawasan hutan tropis alami yang pernah mengalami kebakaran hebat sebanyak dua kali karena musim kering panjang. Dua kejadian tersebut menyebabkan kemusnahan pada sebagian besar tumbuhan, namun terdapat sebagian kecil kawasan yang selamat berisikan kelompok pohon bangkirai. Maka dari itu, kawasan tersebut dilestarikan dan diolah untuk dijadikan taman rekreasi.

Selain berbagai flora dan fauna yang dapat dinikmati pengunjung di sana, Bukit Bangkirai memiliki jembatan kanopi yang terbentang di antara pohon-pohon raksasa tinggi menjulang sebagai daya tariknya. Dibangun oleh Canopy Construction Associated pada 1998, jembatan kanopi di Bukit Bangkirai menjadi yang terpanjang kedua di Asia, dan kedelapan di dunia.

Pulau Kumala, Kutai Kartanegara

Pulau Kumala, Kutai Kartanegara

Pulau Kumala dengan luas 76 hektare ini dahulu kala merupakan lahan tidur dan semak belukar. Terletak di tengah Sungai Mahakam, pulau tersebut kini menjadi taman rekreasi yang memadukan teknologi modern dan budaya tradisional.

Sebagian areanya kini telah lengkap dengan berbagai fasilitas seperti sky tower setinggi 100 meter, kereta api mini, serta kereta gantung. Pulau Kumala juga memiliki penginapan dengan kolam renang. Selain itu, pulau ini memiliki akuarium raksasa yang menjadi rumah bagi ikan pesut dan lumba-lumba air tawar.

Continue Reading

Traveling

Taman Nasional Taka Bonerate, Surga Karang Cantik & Kawasan Terumbu Karang Ketiga Terbesar di Dunia

Published

on

Taman Laut Bonerate

Keindahan alam Indonesia tidak ada habisnya. Tak terkecuali keindahan bawah lautnya. Keindahan bawah laut merupakan salah satu daya tarik bagi wisatawan mancanegara untuk berkunjung.

Taman Laut Taka Bonerate merupakan destinasi cantik yang ada di Sulawesi Selatan dan terkenal sebagai tempat terbaik untuk menyelam, snorkeling, dan wisata bahari. Topografinya di kawasan yang menarik di mana terdapat atol yang terdiri dari gugusan pulau-pulau gosong dan karang serta terumbu karang yang luas.

Taman Laut Bonerate

Siapa yang menyangka bahwa Taman Laut Bonerate ini memang terbilang menjadi kawasan atol atau terumbu karang terbesar ketiga di dunia. Setelah adanya Kwajifein yang ada di kepulauan Marshall dan sebuah negara kepulauan yang ada di Samudera Pasifik di bagian barat serta Suvadiva di Kepulauan Maladewa, Taman Laut Taka Bonerate ini menjadi yang terbesar.

Kawasan terumbu karang yang ada disini sekitar 220.000 hektare. Sementara sebaran terumbu karangnya ada di 500 km persegi. Tentu hal ini membanggakan dimana Indonesia sebagai pemilik Taman Laut Bunaken yang bisa mengembangkannya lagi.

Tak banyak yang tahu bahwa Taman Laut Bonerate ini merupakan letusan gunung berapi yang ternyata terendam sekitar 200 meter di bawah permukaan air laut. Disinilah hidup beraneka macam tanaman laut dan menawarkan sejuta keindahan yang ada.

Menurut Departemen Kehutanan Takabonerate, objek wisata ini memiliki setidaknya 244 jenis moluska dan banyak nudibranch atau yang sering disebut dengan siput telanjang.

Taka Bonarate memiliki setidaknya lima belas pulau yang masing-masing memiliki kemampuan untuk menawan hati siapa saja. Seperti Pulau Lantigiang dan Pulau Tinabo. Pesona pulau-pulau tersebut bisa Teman Traveler nikmati dengan cara snorkeling atau diving.

Taman Laut Bonerate

Sebelum resmi menjadi taman nasional, kawasan ini sebelumnya ditetapkan sebagai Cagar Alam melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 100/Kpts-II/1989. Tidak lama kemudian, kawasan ini ditunjuk menjadi taman nasional berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 280/Kpts-II/1992 pada tanggal 26 Februari 1992.

Selanjutnya secara resmi ditetapkan menjadi taman nasional berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 92/Kpts-II/2001 pada tanggal 15 Maret 2001 tentang perubahan status menjadi Taman Nasional Taka Bonerate dengan luas wilayah sebesar 530.765 hektar.

Pada masa pemerintahan Kerajaan Bone, kawasan taman nasional ini dikenal sebagai Bone Riattang yang berarti kerajaan Bone di bagian selatan atau juga bisa diartikan sebagai gundukan pasir di selatan. Kemudian pada masa pemerintahan Kerajaan Gowa dinamakan Gowa Irate yang berarti Kerajaan Gowa di selatan.

Dalam studi lain, Taka Bonerate diartikan sebagai hamparan karang yang berada di atas pasir. Sementara di dalam Sebaran dan Perkembangan Terumbu Karang di Indonesia Timur disebutkan bahwa Taka Bonerate adalah Atol Harimau (Tiger Island).

Nama gugusan pulau yang berada di kawasan taman nasional ini (Taka Bonerate) dalam sejarahnya telah melalui tiga kali perubahan nama. Tingkatan perubahan tersebut dimulai dari nama yang diberikan Molengraff di tahun 1929, kemudian nama yang berada di dalam Peta Dishidors, dan terakhir nama yang diberlakukan oleh penduduk setempat.

Salah satunya adalah Kepulau Macan yang penamaannya dimaknai berbeda-beda. Salah satunya adalah letak taka yang menyerupai gigi macan yang rapat dan juga tajam. Hal ini menyiratkan peringatan agar manusia yang ingin masuk ke kawasan ini terlebih dahulu wajib mengenal kondisi alamnya dengan baik.

Continue Reading

Trending