Connect with us

Pangkas Biaya Listrik Hingga 100%, Rida: Untuk Masyarakat yang Terdampak, Negara Harus Hadir

Published

on

Pembangunan infrastruktur listrik untuk program 35.000 megawatt (MW) terus berjalan di tengah pandemi Covid-19. Saat ini, ada 200 unit pembangkit listrik dengan total daya 8.187 MW telah beroperasi (Commercial Operation Date/COD). Kapasitas daya itu masuk ke dalam sistem kelistrikan nasional pada Juni 2020.

“Dari 35,53 GW itu ada yang sudah COD atau beroperasi kurang lebih 200 unit. Yakni sebesar 8,2 GW atau 23%. Selain itu, jumlah pembangkit yang sedang dalam tahap konstruksi ada 98 unit, sebesar 19,25 GW atau 54%,” ungkap Rida Mulyana, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Kamis (30/7/2020).

Baca Juga: Pemerintah Perpanjang Bantuan Listrik Hingga September 2020

Sebanyak 45 unit pembangkit listrik atau 6,5 GW (19%) yang sudah tanda tangan kontrak, namun belum selesai konstruksi. Untuk pembangkit listrik yang masih dalam tahap pengadaan dan perencanaan sebanyak 54 unit atau 1.563 GW.

“Ini seluruhnya ada di PLN. Karena saat ini ada penurunan demand, maka kemudian PLN nanti di RUPTL akan digeser jadwal COD-nya agar tidak membebani lebih jauh ke operasional PLN,” lanjut Rida.

Lebih lanjut, pemerintah mendorong PLN untuk berfokus pada transmisi dan distribusi untuk menambah permintaan konsumen listrik. Program 35.000 MW terdiri dari pembangkit, transmisi, dan gardu induk.

“Kita sendiri dari sisi pemerintah juga sudah mengimbau, meminta agar PLN sedikit mengalihkan fokusnya tidak lagi ke pembangkitan di 35.000 MW. PLN itu sudah didorong agar tidak lagi fokus di pembangkit tetapi lebih banyak di transmisi dan distribusi, agar listrik semakin banyak yang beli,” papar Rida.

Di sisi lain, pemerintah berupaya meratakan akses listrik ke seluruh Indonesia. Pada semester I tahun 2020, rasio elektrifikasi nasional (REN) mencapai 99,09%. Sedangkan rasio desa berlistrik nasional mencapai 99,51%.

Untuk itu, pemerintah meningkatkan REN dengan melistriki 433 desa belum berlistrik melalui perluasan jaringan, pembangunan mini grid, dan program tabung listrik.

Baca Juga: Demi Listrik Murah, Pemerintah Siapkan Kompensasi Biaya Eksplorasi Panas Bumi

Realisasi investasi di sub-sektor ketenagalistrikan pada Juni 2020 mencapai USD3,97 miliar. Sebelum 2020 berakhir, investasi harus mencapai USD11,95 miliar.

Pandemi Covid-19 berdampak langsung pada realisasi investasi subsektor ketenagalistrikan. Pekerjaan konstruksi mengalami keterlambatan akibat pembatasan masuknya TKA dan peralatan.

Selama pandemi Covid-19, Kementerian ESDM melalui Dirjen Ketenagalistrikan menginstruksikan kepada PT PLN (Persero) terkait mekanisme pelaksanaan pemberian diskon tarif Pelanggan Rumah Tangga, Bisnis, dan Industri sebagai bagian stimulus ekonomi.

“Perlu kami sampaikan bahwa bantuan ini bersifat sementara, sebagai wujud kehadiran negara khususnya bagi masyarakat yang paling terdampak akibat pandemi covid-19 ini,” ungkap Rida.

Keringanan biaya listrik selama pandemi Covid-19 terbagi menjadi tiga, yaitu:

  1. Diskon 100% bagi pelanggan rumah tangga daya 450 VA (R1/TR 450 VA) dari April s.d. September 2020
  2. Diskon 50% bagi pelanggan rumah tangga daya 900 VA (R1/TR 900 VA) bersubsidi
  3. Diskon 100% bagi pelanggan bisnis kecil daya 450 VA (B1/450 VA) dan industri kecil daya 450 VA (I1/450 VA) dari Mei s.d.Oktober 2020

“Pemerintah berupaya memitigasi risiko. Pemerintah berhitung. Untuk masyarakat yang paling terdampak dan berdampak kepada perekonomian nasional negara harus hadir,” pungkas Rida.

Terbaru, pemerintah kembali memberikan keringanan tagihan listrik berupa pembebeasan ketentuan rekening minimum dan pembebasan biaya beban (abonemen).

Baca Juga: Pacu Produksi Kendaraan Listrik, Kemenperin Ingin Indonesia Jadi Pemain Utama

Pembebasan ketentuan tarif minimum diberikan pada pelanggan golongan Sosial, Bisnis, dan Industri golongan 1.300 ke atas dan golongan layanan khusus.

Sementara pembebasan biaya beban atau abonemen diberikan pada golongan sosial 220, 450, dan 900 VA serta golongan Bisnis dan Industri golongan 900 VA. Keringanan tagihan ini berlaku sementara pada bulan Juli sampai dengan Desember 2020. (Al-Hanaan)

Image by Michal Jarmoluk from Pixabay

Advertisement

Properti

Potensi Raksasa Township untuk Pengembangan Hunian

Published

on

Pengembangan township menghadirkan potensi hunian yang baik. (Digital Marketing)
Pengembangan township menghadirkan potensi hunian yang baik. (Digital Marketing)

mycity.co.id – Pengembangan township yang didukung dengan infrastruktur masif menghadirkan berbagai potensi properti baik hunian hingga komersial.

Township yang lengkap dan masih akan terus berkembang menjadi daya tarik besar bukan hanya untuk kawasannya tapi juga wilayah lain.

Banyak kalangan yang menyebut sektor properti merupakan salah satu sektor bisnis yang tidak terpuruk.

Meski dihantam pandemi Covid-19, disusul dengan situasi perekonomian global yang memburuk. Sektor properti di Indonesia juga tetap mencatatkan pertumbuhan kendati tidak sebesar saat situasi krisis.

Pasar yang besar, peningkatan populasi, maupun perkembangan infrastruktur merupakan beberapa hal yang membuat sektor properti tanah air lebih resilient dibandingkan sektor lainnya.

Kawasan kota baru atau township juga menawarkan berbagai perkembangan dan value produk yang menarik seiring kawasannya yang masih sangat berkembang.

Potensi itu ditawarkan di salah satu wilayah koridor barat Jakarta yang banyak dikembangkan township oleh pengembang-pengembang nasional.

Kawasan Serpong, Gading Serpong, maupun wilayah lainnya di Tangerang Raya menawarkan potensi yang baik itu dengan perkembangan fasilitas maupun infrastruktur di kawasannya.

Menurut Senior Associate Director Capital Market & Investment Services Coolliers International Indonesia Aldi Garibaldi, situasi ini membuat kalangan pengembang kian percaya diri untuk menghadirkan produk baru di pengembangan kawasan township-nya khususnya yang berada di koridor barat Jakarta.

“Fenomena ini terjadi di township Gading Serpong, Tangerang, Banten, yang kawasannya dikelilingi infrastruktur maupun fasilitas yang masih akan terus berkembang<‘ ujarnya.

“Situasi ini membuat Gading Serpong bukan hanya dicari untuk lokasi hunian, tapi juga bisnis di mana kawasannya menjadi destinasi bukan hanya untuk Tangerang tapi seluruh kawasan Jabodetabek,” dia menambahkan.

Continue Reading

CityView

Masa Depan Bisnis Wisata di Tahun 2023 Cerah

Published

on

Masa depan pariwisata Indonesia di tahun 2023 cerah. (kompas)
Masa depan pariwisata Indonesia di tahun 2023 cerah. (kompas)

mycity.co.id – Pertumbuhan ekonomi nasional di tahun 2023 mendatang menjadi perhatian sejumlah lembaga keuangan dunia. Lembaga dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 0223 cukup baik.

“Berbagai lembaga dunia, baik itu OECD, IMF, World Bank, ADB (Asian Development Bank) itu memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kita antara 4,7 sampai 5,1% di tahun depan,” ujar Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Ia menjelaskan proyeksi tersebut didasarkan pada peningkatan penanganan risiko COVID-19 dan percepatan vaksinasi yang relatif baik, dukungan fungsi APBN fiskal sebagai shock absorber, harga-harga komoditas yang tinggi, dan sukses presidensi G20 yang meningkatkan kredibilitas Indonesia di pasar internasional.

“Kemudian yang kedua, tentu kita memperhatikan lingkungan geopolitik global, inflasi global, scarring effect terhadap inflasi, kemudian cuaca ekstrem, dan terkait dengan inflasi,” tambahnya.

Oleh sebab itu, Airlangga memperkirakan inflasi dapat terkendali di angka 5,34 sampai 5,5% sampai akhir tahun. Sebelumnya, inflasi Indonesia tercatat di angka 5,9%, 5,72%, dan terakhir 5,34%.

Pariwisata Indonesia di Tahun 2023 Cerah

Di sisi lain, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno tetap optimistis terkait pariwisata Indonesia di tahun 2023.

Dia menyatakan, di tengah kondisi ketidakpastian global, Sandi optimistis pergerakan wisatawan nusantara bisa tercapai 1,2 hingga 1,4 miliar pergerakan.

“Optimis, kita bisa mencapai target pergerakan wisatawan Nusantara 1,2 sampai 1,4 miliar pergerakan wisata nusantara,” kata Sandiaga Uno dalam siaran langsung Profit CNBC Indonesia TV.

Sandi juga menyatakan kunjungan wisatawan mancanegara yang akan dibidik untuk ambang batas bawah berada di angka 3,6 juta kunjungan. Batas atas 7,2 juta kunjungan. Di mana angka tersebut juga merupakan dua kali lipat dari target kunjungan pada tahun 2022.

“Optimis kita bisa menarik wisatawan yang lebih berkualitas dan berkelanjutan. Dan sangat optimis untuk penciptaan 4,4 juta lapangan kerja baru di tahun 2024,” ujarnya.

Sandi menyampaikan, pihaknya saat ini tengah Menyusun paket bangga berwisata di Indonesia. Hal ini melihat dari banyaknya generasi muda yang mulai mengambil ancang-ancang menyiapkan liburan. Namun, lanjut dia, banyak dari mereka yang ternyata belum mengetahui destinasi wisata menarik di Indonesia.

Oleh karena itu, untuk memaksimalkan pergerakan wisatawan nusantara yang ditargetkan 1,2 sampai dengan 1,4 miliar pergerakan atau perjalanan wisata nusantara, Kemenparekraf telah meluncurkan program Beti Dewi (Beli Kreatif Desa Wisata).

Continue Reading

Bisnis

TransJakarta Dukung Mobilitas Kodam Jaya

Published

on

TransJakarta bagikan kartu layanan pelanggan pada TNI AD

TransJakarta bagikan kartu layanan pelanggan pada TNI AD

mycity.co.id Sebagai pelaksanaan dari Pergub No.133/2018, PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) menyerahkan kartu layanan kepada TNI Angkaran Darat Kodam Jaya pada Jumat, 9 Desember 2022. Penyerahan kartu tersebut dimaksudkan agar anggota Kodam Jaya dapat memanfaatkan transportasi publik untuk berkegiatan.

Penyerahan ini dilakukan langsung oleh Dirut TransJakarta M. Yana Aditya kepada Pangdam Jaya Mayjen TNI Untung Budiharto. Selain itu juga hadir Kadis Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Syafrin Liputo dan Direktur Komersial dan Kelembagaan Bank DKI Herry Djufraini.

Berdasarkan Pergub DKI Jakarta No.133/2018 tentang pelayanan TransJakarta gratis dan bus gratis bagi masyarakat, terdapat 15 kelompok yang dilayani oleh TransJakarta dan Bank DKI untuk mendapatkan Kartu Layanan Gratis demi mendukung mobilitasnya, salah satunya adalah TNI.

“Penyerahan kali ini, merupakan tahap pertama dari 16 ribu kartu yang diserahkan untuk prajurit Kodam Jaya yang didukung penuh oleh Bank DKI sebagai penerbit kartu,” ujar Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan TransJakarta Anang Rizkani Noor.

Penyerahan kartu layanan yang merupakan bagian pelaksanaan dari Nota Kesepahaman kedua pihak ini ditargetkan tahapan penyerahannya selesai Februari 2023 mendatang.

Continue Reading
Advertisement

Trending