Connect with us

Properti

Pandemi Covid-19, Penjualan Apartemen Justru Meningkat Pesat

Published

on

Apartemen Sky House Alam Sutera+
Apartemen Sky House Alam Sutera+

Pengembang terus mencatatkan kinerja penjualan unit apartemen yang makin baik di akhir tahun 2021 ini. Proyek Apartemen Sky House Alam Sutera+ mencatatkan kenaikan penjualan hingga 124 persen dibandingkan tahun lalu dan ini menjadi indikator yang baik untuk situasi bisnis tahun 2022.

Perusahaan pengembang terus mencatatkan kinerja bisnis yang makin baik di penghujung tahun 2021 ini sehingga membuat kian optimistis memasuki tahun 2022. Apartemen Sky House Alam Sutera+ misalnya, berhasil membukukan penjualan unitnya dengan peningkatan yang signifikan di tengah situasi pandemi Covid-19.

Menurut Head of Marketing Sky House Alam Sutera+ Robby Gunawan, pencapaian penjualan yang baik ini tentunya sangat disyukuri terlebih di tengah situasi pandemi yang harus dihadapi dengan penuh tantangan. Hal ini menandakan kebutuhan masyarakat masih tinggi khususnya untuk produk-produk yang dipasarkan seperti ini terkait konsep, lokasi, maupun hal lainnya.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

“Per awal Desember 2021 kami berhasil membukukan penjualan hingga mencapai 124 persen dibandingkan capaian maupun target tahun lalu dengan nilai lebih dari Rp329 miliar. Bila dihitung dengan kinerja penjualan sejak tahun 2019 hingga 2020, capaian ini hampir dua kali lipat. Peningkatan dari 2020 ke 2021 ini telah mencapai 39 persen dan ini akan terus didorong untuk sisa beberapa minggu bulan ini,” ujarnya.

Minat masyarakat yang tinggi ini juga menandakan keyakinan masyarakat yang terus meningkat seiring membaiknya situasi perekonomian. Hal ini membuat gairah untuk berinvestasi di sektor properti juga kembali tumbuh dan itu terbukti dengan terus mengalirnya dana belanja ke sektor padat modal ini.

Berlokasi di township Alam Sutera, Tangerang, Banten, yang merupakan kawasan premium dan sudah sangat matang, ada berbagai kelebihan yang ditawarkan unit apartemen di sebelah toko furnishing Ikea ini. Tipe yang ditawarkan mulai studio berukuran 18 m2, dua kamar tidur 48 m2, hingga tiga kamar 88 m2 yang dijual sudah semi furnished.

Bukan hanya progres penjualan, progres pembangunan proyek ini juga sangat lancar dengan telah menyelesaikan pembangunan Tower Acacia bulan Juli 2021 lalu. Saat ini proses finishing terus dikerjakan dengan target serah terima pada tahun 2023. Untuk Tower Castilla juga telah melakukan pekerjaan piling dengan target serah terima tahun 2024.

Periode tutup tahun ini juga dimanfaatkan untuk memberikan program promo bertajuk Last Call Promo. Untuk pembelian selama periode bulan Desember ini konsumen akan mendapatkan hot selling dengan cara bayar cicil panjang hingga 120 kali dengan syarat yang sangat mudah.

Ada juga penawaran unit apartemen yang sudah fully furnished dengan harga mulai Rp400 jutaan. Program kemudahan untuk unit ini bisa dicicil mulai Rp3 jutaan per bulan sehingga cocok untuk segmen milenial pekerja yang mencari properti pertamanya.

“Kami juga masih mencatatkan nilai kenaikan harga (capital gain) yang baik rata-rata lima persen per tahun. Karena itu program promo akhir tahun ini juga sangat menarik karena tahun depan harganya dipastikan akan kembali naik lima persen,” imbuh Robby.

Properti

Kabar Baik, BTN Tingkatkan Pembiayaan KPR untuk Pekerja Informal

Published

on

Ilustrasi Properti
Ilustrasi Properti

Bank BTN akan lebih fokus menyalurkan KPR untuk kalangan pekerja informal menggunakan skema BP2BT. Pekerja informal menjadi fokus Bank BTN karena potensinya sangat besar bahkan lebih banyak dibandingkan pekerja formal.

Indonesia merupakan pasar yang sangat besar untuk sektor properti yang ditopang dari besarnya populasi anak muda dan keluarga muda. Hal ini membuat kebutuhan rumah pertama selalu dicari dan pasar besar ini menjadi jaminan betapa sustain-nya bisnis properti di negeri ini.

Di sisi lain, aksesibilitas pembiayaan bank masih berkutat pada kalangan pekerja formal karena lebih mudah untuk dilakukan penilaian kelayakannya. Sementara itu ada potensi pembiayaan dari kalangan pekerja informal di Indonesia juga sangat besar bahkan jauh lebih besar dibandingkan pekerja formal.

Baca Juga:

  1. Inilah 6 Pasar Tertua di Indonesia
  2. Gunung Semeru: Tempat Bersemayam Para Dewa & Catatan Sejarah Panjang Letusannya
  3. Jejak Peradaban Sejarah Berusia Ribuan Tahun di Ibu Kota Negara Baru

Hal ini disadari oleh Bank BTN dan bank yang fokus dalam pembiayaan perumahan ini terus mencari cara untuk bisa menyalurkan pembiayaan kepada kalangan pekerja informal. Menurut Kepala Divisi Subsidized Mortgage Lending Bank BTN M. Yut Penta, realisasi KPR untuk sektor pekerja informal baru tergarap sekitar 12 persen oleh Bank BTN.

“Makanya untuk tahun 2022 ini kami akan terus tingkatkan penyaluran KPR untuk pekerja informal karena pasarnya sangat besar dan potensial. Dibutuhkan strategi yang tepat untuk bisa terus mendorong realisasi penyaluran pembiayaan dari segmen pekerja informal ini,” ujarnya.

Bila melihat data penyaluran KPR subsidi fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (PPDPP) yang tahun lalu disalurkan oleh Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP), untuk sektor pekerja informal baru tesalurkan sebesar 9,88 persen atau setara 17.666 orang tahun 2021 lalu.

Untuk itu Bank BTN akan mendorong pembiayaan perumahan bagi pekerja informal melalui skema KPR subsidi Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT). Dengan skema ini kalangan pekerja informal diharuskan menabung terlebih dulu 6-12 bulan sehingga bank bisa menilai kelayakan maupun kemampuan mencicilnya.

“Tahun lalu kami menyalurkan KPR BP2BT mencapai 10.968 debitur dan ini yang akan terus ditingkatkan. Tahun lalu skema KPR subsidi BP2BT ini juga belum spesifik untuk pembiayaan kalangan pekerja informal tapi tahun ini sesuai dengan arahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kami akan dorong BP2BT ini untuk pekerja informal,” imbuhnya.


Continue Reading

Properti

Keren, Bakal Ada Hotel di Rest Area Jalan Tol Trans Jawa

Published

on

Hotel di Rest area trans jawa
Hotel di Rest area trans jawa

Untuk meningkatkan pelayanan dan fasilitas di area jalan tol, PT Jasamarga Related Business menggandeng Omega Hotel Management untuk menghadirkan fasilitas hotel di berbagai rest area jalan tol. Tahap awal ini terus dikaji hotel di Trans Jawa sehingga pengguna tidak perlu keluar tol bila hendak beristirahat.

Bisnis properti telah menarik minat banyak sektor usaha yang lain termasuk infrastruktur jalan tol. Perusahaan BUMN sektor jalan tol, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, melalui anak usahanya PT Jasamarga Related Business menggandeng Omega Hotel Management (Alfaland Group) untuk mengembangkan penginapan di rest area jalan tol.

Menurut Direktur Utama Jasamarga Related Business Cahyo Satrio Prakoso, kerja sama pengembangan rest area ini dilakukan setelah adanya Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Permen PUPR) No. 28 Tahun 2021 tentang tempat istirahat dan pelayanan (TIP) atau rest area di jalan tol.

Baca Juga:

  1. Demi Cegah Penyebaran Covid-19, Wagub Minta Warga Tak Nobar Timnas Indonesia
  2. Mampukah Timnas Balas Kekalahan Telak dari Thailand? Ini Jawaban Shin Tae-yong
  3. Ford Tahun Depan Siap Kembali Jualan Mobil di Indonesia

“Melalui permen itu kualitas pelayanan bagi pengguna jalan tol bisa terus ditingkatkan dan kawasan rest area bisa dikembangkan dengan menambah fasilitas penunjang untuk kebutuhan pengguna jalan tol. Fasilitas penunjang itu bisa berupa sentra bisnis lokal, area logistik, kawasan industri, hingga destinasi penunjang wisata termasuk fasilitas penginapan,” ujarnya.

Untuk fasilitas penginapan atau hotel ini terus dikaji oleh PT Jasamarga Related Business dan Omega Hotel Management. Dari identifikasi awal, ruas jalan tol yang cocok untuk dikembangkan fasilitas hotel yaitu jalan tol Trans Jawa. Target pasar yang akan menggunakan sarana hotel ini pengguna jalan yang melakukan perjalanan menerus atau jarak jauh.

Pengguna jalan tol dari Merak menuju Semarang atau Surabaya maupun sebaliknya, selama ini harus keluar jalan tol untuk mendapatkan fasilitas penginapan. Kondisi jalan tol Trans Jawa yang panjang dan ramai, 85 persen rest area-nya dikelola oleh Jasamarga Related Business sehingga potensi untuk pengembangan fasilitas penginapan ini sangat terbuka.

“Tentu tidak menutup kemungkinan juga rest area yang kami kelola di luar tol Trans Jawa bisa ditambah dengan fasilitas penginapan. Kami juga sangat terbuka untuk rekanan maupun mitra strategis yang akan bekerja sama untuk memaksimalkan sumber daya yang dimiliki masing-masing pihak seperti yang kami lakukan dengan Omega Hotel Management,” imbuhnya.

Sementara itu Director of Operations Omega Hotel Management Aswin Drajat Sukrisna menuturkan, pihaknya akan terus berkarya dan berinovasi dengan menggandeng mitra potensial seperti Jasamarga Related Business. Hal ini juga bagian untuk mewujudkan perekonomian lewat sektor perhotelan dan pariwisata.

“Saat ini kami telah bersepakat untuk menghadirkan fasilitas hotel di tol Trans Jawa dan itu tentunya akan menambah daya tarik, kenyamanan, dan keamanan para bleisure (business & leisure) maupun travelers jalur darat. Kami juga membuka opsi untuk mengembangkan fasilitas ini di rest area di luar Trans Jawa,” bebernya.

Continue Reading

Properti

Plus & Minus Ruang Perkantoran di Masa Pandemi Covid-19

Published

on

Ruang perkantoran
Ruang perkantoran

Ruang perkantoran di Jakarta masih terus melakukan berbagai adaptasi terkait kendala karena pandemi Covid-19. Semua pihak harus menyesuaikan baik developer maupun owner dan di sisi lain situasi ini membuat ada berbagai kemudahan bagi pengguna baik sewa maupun beli (strate title).

Sektor perkantoran masih suffer di tengah situasi pandemi Covid-19 kendati berbagai adaptasi dan penyesuaian terus dilakukan. Suplai ruang perkantoran di Jakarta juga relatif tidak berubah khususnya untuk ruang perkantoran di kawasan CBD Jakarta seluas 6,96 juta m2 sementara di luar CBD 3,62 juta m2.

Menurut Ferry Salanto, Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia (CII), pada tahun 2022 ini akan ada tujuh perkantoran baru yang akan selesai dan menambah suplai ruang kantor baru di CBD seluas 350 ribu m2. Sementara itu area non CBD juga mendapatkan tambahan tujuh gedung baru yang akan menambah 200 ribu m2.

Baca Juga:

  1. Tren Baru, Orang Kaya Ramai-Ramai Beli Tanah di Metaverse
  2. Elon Musk Akui Tak Tertarik dengan Metaverse
  3. Bill Gates: Bakal Banyak Orang Berkantor di Metaverse

“Situasi ini masih akan membuat pasokan ruang perkantoran baru sangat terbatas hingga tahun 2024 dan 2025 baik di CBD maupun non CBD. Sementara itu untuk tingkat hunian atau okupansi di CBD tercatat 78,4 persen atau turun sekitar 5 persen dibandingkan situasi sebelum pandemi tahun 2019 lalu,” katanya.

Untuk perkantoran di luar CBD tingkat huniannya tercatat 79,2 persen atau turun sekitar 3 persen dibandingkan situasi sebelum pandemi. Hal ini membuat beberapa perusahaan tidak memperpanjang masa sewanya atau beberapa lainnya melakukan downsizing atau mengurangi luasan kantornya.

Dari sisi pengguna, perusahaan di sektor tekonologi, produk konsumsi harian, logistik, telekomunikasi, serta instansi dan perusahaan yang berhubungan dengan pemerintah masih terlihat aktif mencari ruang kantor baru. Dengan adanya penambahan ruang perkantoran pada tahun 2022 ini juga akan kembali memicu penurunan tingkat hunian.

Beberapa strategi diterapkan perusahaan developer, pemilik gedung, maupun landlord. Salah satunya dengan terus memberikan berbagai insentif untuk menjaga tingkat keterisian gedung yang dikelolanya. Hal ini juga berimbas pada tarif sewa yang masih stagnan bahkan menurun maupun diskon yang relatif besar dari patokan price list.

Continue Reading

Trending