Connect with us

Hangout

Pakai Sendal Belasan Juta, Prilly Makan di Warmindo Yogyakarta

Published

on

Prilly Latuconsina. Foto: Istimewa

Prilly Latuconsina. Foto: Istimewa

Siapa sih yang tak kenal dengan dengan aktris cantik Prilly Latuconsina belum lama ini mengunjungi Yogyakarta. Prilly saat sedang nongkrong cantik di warmindo menggunakan sendal berharga belasan juta rupiah.

Seperti halnya pengunjung biasa, meski sendal mewah, tetapi pesanan prilly pun mie instan dan teh manis hangat seperti yang dia unggah di akun Instagramnya @prillylatuconsina96 (18/11/2022). Dalam foto tersebut, Prilly tak sendiri tetapi bersama dengan Dwi Sasono dan aktris muda Shena Cinnamon.

Baca Juga :  Aktris Prilly Latuconsina Jadi Pemilik Persikota Tangerang

Baca juga: 5 Fakta Unik Film Kukira Kau Rumah

“Bahagia itu sederhana ya. Pulang cepet terus makan mie instan pas lagi gerimis di warkop, atau burjonan kalo kata orang Jogja. Seneng banget,” tulis Prilly di akun Instagramnya.

Memang makanan dan minuman yang dipesan sederhana, tapi ternyata mata warganet cukup jeli dengan hal yang mungkin tak sesederhana itu. Yakni sendal yang digunakan Prilly dan warganet pun mengomentari hal tersebut.

Baca Juga :  Alasse Coffee Hadirkan Sensasi Ngopi di Tengah Hutan

Sandal dengan bran ternama Dior yang berjenis Dwayn in LIght Slide berwarna hitam putih memiliki kisaran harga Rp11,3 juta.

Baca juga: Diana Putri, Desainer yang Karyanya Banyak Dipakai Artis Hollywood

“Nongkrong di warkop makan mie, pake sandal dior. Besssttt,” komen akun @faridamarf.

Baca Juga :  Uniknya Pasar Dhoplang, Wajib Pakai Bahasa Jawa Saat Transaksi & Tak Boleh Pakai Plastik

“Baru sesekali makan mie di warkop, bahagia katanya. Kalau kaya kita anak kos, hampir tiap hari ke warkop, jadinya sedih,” tulis @jimmyzulfan_.

Baca juga: Aktris Prilly Latuconsina Jadi Pemilik Persikota Tangerang

“Makannya mie instan tapi pakai sandal Dior,” tulis warganet lainnya.

Selain makan dan minum di di warmindo, Prilly ke Yogyakarta juga memiliki berbagai agenda kegiatan lainnya.

Advertisement

Hangout

Culdesac Eatery, Coffee Shop Garden di Sudut Kota Wisata Cibubur

Published

on

Culdesac Eatery Green vibes di Galaxy Bekasi (Facebook)

Kaum milenial pasti sudah tidak asing dengan namanya cafe, menghabiskan waktu pergi ke cafe untuk melakukan banyak aktivitas seperti nongkrong, mengerjakan tugas, meeting dengan klien dan sebagainya.

Maka banyak orang yang berlomba-lomba membuka usaha cafe ini. Interior cafe yang instagramable menjadi salah satu hal menarik agar cafe ramai pengunjung, namun alangkah baiknya jika cafe tidak hanya punya konsep estetik namun juga menjadi tempat yang sehat dan dapat menjaga lingkungan.

Culdesac Eatery adalah rekomendasi cafe dengan dua perpaduan konsep tersebut. Bangunan cafe-nya berarsitektur rumah kaca yang memadukan konsep garden.

Lingkungan di sekitar cafe Culdesac Eatery dikelilingi oleh kawasan hijau yang luas dan rindang. Setiba di sini, kamu akan merasakan udara sejuk yang berpadu dengan vibes menenangkan.

Baca Juga :  Aktris Prilly Latuconsina Jadi Pemilik Persikota Tangerang

Dalam wawancara bersama Ailice Marketing Culdesac Eatery mengatakan Cafe Culdesac Eatery yang berada di Kawasan Kota Wisata ini merupakan Outlet kedua yang sebelumnya berada di Galaxy Bekasi.

“Culdesac Eatery di Kawasan Perumahan kota wisata ini merupakan Outlet kedua yang sebelumnya kami buka di Galaxy Bekasi.” ucapnya kepada Mycity 19/11/2022

Baca Juga :  5 Kuliner Unik Khas Lebaran di Indonesia

Ailice menambahkan, akan terus mengembangkan konsep Cafe garden di berbagai tempat.

“Kita sedang mengembangkan Culdesac Eatery tidak hanya di Galaxy tetapi juga di berbagai tempat dengan tetap membawa konsep garden.” tambahnya

Arti kata Kuldesak sendiri berasal dari frasa Bahasa Prancis cul-de-sac yang mengacu pada “buntu” atau “jalan tertutup” (in a good way).

“Sebetulnya Culdesac punya arti “berhenti sejenak untuk melanjutkan kembali” makna itulah yang kemudian menjadi konsep kami dalam penepatan lokasi yang berada di perumahan, dimana orang beristirahat dari aktivitasnya untuk melanjutkan lagi keesokan harinya.” tutupnya

Baca Juga :  Mengintip Pasar Kaget Wamena, Pasar Unik di Rimba Belantara

Cafe Culdesac Eatery berada di Kawasan Kota Wisata di kawasan perumahan Kota Wisata Cibubur.

Cafe ini juga menyediakan dua pilihan area duduk, yaitu indoor dan outdoor. Keduanya sama-sama nyaman dan menyuguhkan pemandangan asri.

Menu andalannya antara lain, berbagai varian kopi, non-kopi. Untuk makanannya bisa memesan wagyu steak & egg with, chimichurri sauce and chip, nasi jeruk ayam sambal matah & fish and chip with tartar sauce.

Continue Reading

Hangout

Wajib Tahu, Ini Dia 3 Jenis Sate Padang

Published

on

Sate Padang ternyata memiliki beberapa jenis. (Kompas)
Sate Padang ternyata memiliki beberapa jenis. (Kompas)

mycity.co.id – Daerah Minang, Sumatera Barat, memang dikenal sebagai provinsi yang memiliki ragam kuliner kaya akan rempah dan cita rasa pedas yang kuat.

Selain rendang yang sudah mendapat pengakuan sebagai salah satu makanan terenak di dunia, sate Padang juga termasuk kuliner nusantara yang banyak disukai masyarakat di Indonesia.

Baca juga: Welcoming Dinner KTT G20 Dihadiri Delegasi dan Mantan Presiden RI

Sate Padang merupakan makanan khas daerah Padang, Sumatera Barat yang menggunakan daging sapi, lidah sampai jeroan yang disiram dengan menggunakan kuah kacang yang kental.

Sate Padang memiliki tiga jenis yang dibedakan berdasarkan daerah asalnya. Perbedaan ini dapat dilihat dari setiap ciri khas kuah kentalnya yang penuh kelezatan.

Pertama, Sate Padang panjang yang terkenal dengan kuah kentalnya yang berwarna kuning ini berasal dari bumbu yang ditambahkan dengan kunyit dalam jumlah yang banyak.

Baca Juga :  Mengintip Pasar Kaget Wamena, Pasar Unik di Rimba Belantara

Kedua, sate pariaman dengan kuah kentalnya yang berwarna merah dari campuran cabai merah dalam jumlah yang banyak dan tentu saja Sate Padang satu ini lebih pedas daripada yang lainnya.

Terakhir yaitu Sate Padang kota dengan bumbunya yang lebih cokelat.

Di balik nikmatnya Sate Padang ternyata tersimpan sejarah menarik di zaman peperangan. Makanan ini awalnya dibawa oleh peziarah dan santri yang belajar mengaji ke salah satu wilayah Islam populer yaitu Pariaman.

Seiring berjalannya waktu, Sate Padang juga mulai berkembang dan beragam menyesuaikan dengan lidah masyarakat Indonesia. Walaupun rasanya yang beragam namun Sate Padang tetap dikenal sebagai sebutan Sate Padang.

Baca Juga :  Alasse Coffee Hadirkan Sensasi Ngopi di Tengah Hutan

Dihimpun dari buku Makanan Tradisional Indonesia Seri 1 karya Eni Harmayani, dkk., sate Padang pada dasarnya merupakan sebutan untuk tiga jenis sate yang terdapat di Sumatera Barat, yaitu sate Padang Dangung-Dangung, sate Pariaman, dan sate Padang Panjang.

Sate Padang Dangung-Dangung

Sate Padang Dangung-Dangung. (Suara)
Sate Padang Dangung-Dangung. (Suara)

Sesuai dengan namanya, jenis sate ini berasal dari negeri Dangung-Dangung yang terletak di Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat. Ciri khas dari sate Dangung-Dangung adalah rasanya yang gurih dan manis.

Sate ini juga memiliki tampilan yang paling berbeda dari sate Padang biasa. Daging sate Dangung-Dangung dibaluri dengan parutan bumbu kelapa kuning dan bumbu kental berwarna kecoklatan.

Sate Pariaman

Sate Padang Pariaman. (Pop Mama)
Sate Padang Pariaman. (Pop Mama)

Sate Pariaman merupakan jenis sate Padang yang berasal dari daerah Pariaman. Ciri khas dari sate Pariaman adalah bumbu kental dengan warna yang cenderung kemerahan. Warna merah ini berasal dari penggunaan cabai yang banyak, sehingga rasanya jauh lebih pedas dibanding sate Padang yang lain.

Baca Juga :  5 Kuliner Unik Khas Lebaran di Indonesia

Sate Darek (Sate Padang Panjang)

Sate Darek. (Sumbar Fokus)
Sate Darek. (Sumbar Fokus)

Ini adalah jenis sate Padang yang berasal dari daerah Padang Panjang. Ciri khas utama sate ini terlihat dari bumbunya yang berwarna kuning cerah dan kental karena penggunaan kulit dalam jumlah banyak.

Baca juga: KTT G20 Bawa Berkah untuk Indonesia & Masyarakat Bali

Sate Darek menggunakan daging, lidah, dan sedikit jeroan sapi sebagai bahan baku utama. Sebelum dibakar, daging sapi lebih dulu direbus dengan rempah hingga memiliki tekstur yang empuk. Sate ini biasa dihidangkan dengan ketupat dan taburan bawang merah.

Continue Reading

Hangout

Sate Lilit, Simbol Kejantanan Pria di Bali

Published

on

Sate Lilit menjadi sumber kejantanan masyarakat Bali. (IDN Times)
Sate Lilit menjadi sumber kejantanan masyarakat Bali. (IDN Times)

Pernah menyantap makanan khas Bali? Pastinya kamu tahu kuliner yang namanya sate lilit. Sate lilit merupakan salah satu kuliner khas Bali yang namanya memang sangat populer di Indonesia karena menjadi sate yang banyak dicari para wisatawan.

Berbeda dengan jenis sate khas Indonesia lainnya, sate lilit aslinya ini tidak dibuat dengan menggunakan tusukan sate, melainkan dengan menggunakan batang sereh.

“Nah, daging yang dicincang ini tadi dicampurkan dengan parutan kelapa, santan kental, dan berbagai bumbu lain,” ujar Latifahtur Rahmah, pengajar di Akademi Kuliner dan Patiseri Ottimmo International Surabaya.

Baca Juga :  Uniknya Pasar Dhoplang, Wajib Pakai Bahasa Jawa Saat Transaksi & Tak Boleh Pakai Plastik

Baca Juga: Tari Serimpi, Tarian Mimpi Sebagai Bentuk Perlawanan Terhadap Penjajah

Akan tetapi, beberapa ada juga yang menggunakan batang bambu untuk menusuknya. Selain itu, daging yang dijadikan untuk sate lilit ini harus dicincang terlebih dahulu dan dicampur dengan kelapa parut dan aneka bumbu rempah-rempah lainnya.

Inilah yang menjadikannya berbeda dibandingkan dengan sate khas Indonesia pada umumnya. Daging yang digunakan lebih banyak adalah daging ayam atau ikan, tapi ada juga yang menggunakan daging babi.

Berbicara tentang sejarah sate lilit, ternyata sate ini sudah ada sejak lama di Bali dan selalu disajikan saat ada upacara adat atau keagamaan. Hal ini bukanlah tanpa sebab karena ada filosofi di baliknya.

Baca Juga :  Alasse Coffee Hadirkan Sensasi Ngopi di Tengah Hutan

Usut punya usut, ternyata sate lilit ini menyimbolkan tanda pemersatu bagi masyarakat Bali. Sate lilit yang dagingnya dililitkan pada batang sereh ini melambangkan masyarakat Bali, sedangkan batang serehnya adalah pemersatu.

”Jadi, pas manggang sate lilit ini udah kayak kegiatan sosial masyarakat. Lewat kegiatan ini, masyarakat Bali bisa berkomunikasi tanpa adanya batasan kasta atau status Bali mereka,” tegas dia.

Simbol Kejantanan Masyarakat Bali

Coba saja kamu perhatikan, meski dibuat dari daging cincang, tapi dagingnya tetap merekat pada batang sereh alias menempel lekat dan tidak hancur saat dibakar.

Baca Juga :  Sedang Digandrungi Milenial, Ketahui Tips Belanja Baju Thrifting

Filosofi inilah yang dimiliki oleh sate lilit yang melambangkan masyarakat Bali yang selalu bersatu dan tidak akan tercerai-berai.

Masyarakat Bali mengharuskan hanya pria yang boleh membuat Sate Lilit mulai dari meracik adonan, menyembelih hewan, melilit sampai membakarnya.

Bagi masyarakat Bali, Sate Lilit dijadikan sebagai simbol kehidupan kejantanan seorang pria Bali. Konon katanya, jika terdapat pria Bali yang tidak bisa membuat Sate Lilit kejantanan sang pria akan dipertanyakan.

Continue Reading
Advertisement

Trending