Connect with us

Properti

Pahami Tentang PPJB Saat Anda Hendak Membeli Rumah

Published

on

PPJB merupakan dokumen otentik yang dibuat oleh calon penjual dan calon pembeli. Banyak orang yang masih belum memahami tentang Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) atau akta pengikatan jual beli.

Kedua belah pihak dapat membuat PPJB tanpa harus membuat akta, namun demikian PPJB ini tetap mengikat semua pihak. Perjanjian ini menjadi pengikatan di awal sebelum calon pembeli dan calon penjual membuat Akta Jual Beli (AJB) di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).

Harus diingat, ini bisa terjadi jika PPJB dibuat dengan memenuhi persyaratan sah perjanjian sesuai perundangan.

Baca Juga:

  1. Prancis Tegaskan Akan Terus Lawan Ekstremisme Islam
  2. Serukan Boikot Produk Prancis, Erdogan Ditantang Tutup Pabrik Renault
  3. Pernyataan Kontroversial Macron Soal Islam, Negara Arab Ramai-ramai Boikot Produk Prancis

PPJB yang dibuat di hadapan notaris merupakan akta otentik, bisa dilihat dalam Pasal 1868 KUH Perdata. Menutut pasal 1870 KUH Perdata menyatakan penegasan bahwa akta yang dibuat di hadapan notaris mempunyai kekuatan pembuktian yang sempurna.

Karena suatu akta otentik memberikan para pihak beserta ahli waris-ahli warisnya atau orang-orang yang mendapat hak dari mereka dan suatu bukti yang sempurna tentang apa yang dimuat di dalamnya. Jadi, calon pembeli sebaiknya membuat PPJB di hadapan PPAT.

Sepuluh poin penting yang diatur dalam PPJB adalah pihak pelaku kesepakatan, kewajiban penjual, uraian obyek pengikatan jual-beli. Kemudian jaminan penjual, waktu serah-terima bangunan, pemeliharaan bangunan, penggunaan bangunan.

Semua hal ini mengatur sejumlah unsur yang belum terpenuhi, terlebih jika Anda membeli rumah dari developer. Selanjutnya isi PPJB adalah pengalihan hak, pembatalan pengikatan, dan juga penyelesaian perselisihan.

Misalnya pembeli belum melunasi pembayaran atau developer belum melakukan pemecahan sertifikat tanah. PPJB sendiri tidak bisa diinggap sebagai alas hak kepemilikan tanah, karena bukti pengalihan baru terjadi ketika ada AJB.

Properti

Ribuan Orang Lakukan Akad Kredit Masal Rumah KPR Bank BRI Secara Serentak

Published

on

Bank BRI Lakukan akad kredit masala unuk KPR subsidi FLPP
Bank BRI Lakukan akad kredit masala unuk KPR subsidi FLPP

Bank BRI melakukan akad kredit masal untuk KPR subsidi FLPP yang dilakukan serentak di 17 kantor cabangnya di seluruh Indonesia. KPR FLPP merupakan pembiayaan perumahan bagi MBR yang pasarnya sangat besar dan sangat diharapkan oleh masyarakat maupun kalangan pengembang.

Kalangan perbankan terus mendorong penyaluran kredit perumahan (KPR) subsidi fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP). KPR FLPP merupakan pembiayaan perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan suku bunga yang disubsidi sepanjang tenor kreditnya.

Salah satu bank yang terus mendorong penyaluran KPR FLPP yaitu Bank BRI. Bank BUMN ini melakukan akad kredit masal untuk KPR FLPP hingga lebih dari 1.000 debitur yang dilakukan di 17 kantor wilayah (kanwil) seperti Jakarta 2, Jakarta 3, Bandung, Banjarmasin, Semarang, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Denpasar, Makassar, Manado, Jayapura, Padang, Palembang, Lampung, Medan, dan Pekanbaru.

Baca Juga:

  1. Ini Dia Alasan Deklarasi Pendirian PKN di Petilasan Gajah Mada
  2. PKN, Partai Pencipta Anak Bangsa yang Unggul dan Calon Pemimpin Indonesia
  3. Bahas Ibu Kota Negara Baru Nusantara, Wiranto Temui Wapres Ma’ruf Amin

Executive Vice President Consumer Lending, Sales, Development Division Bank BRI Handaru Sakti mengatakan, untuk terus meningkatkan pembiayaan perumahan bagi segmen MBR, Bank BRI melaksanakan acara akad kredit masal ini untuk pertama kalinya di tahun 2022 dengan Manado sebagai kanwil yang menyalurkan bantuan KPR subsidi kepada 181 debitur.

“Lebih dari seribu orang debitur yang tersebar di berbagai kota Indonesia melaksanakan seremoni penandatanganan KPR subsidi FLPP ini. Hal ini merupakan bentuk komitmen dan dukungan Bank BRI terhadap program sejutar rumah pemerintah dan untuk terus memperbesar aksesibilitas masyarakat terhadap pembiayaan rumah pertamanya,” ujarnya.

Pembiayaan perumahan khususnya bagi segmen MBR membutuhkan kerja sama dengan seluruh stakeholder seperti bank, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), dan asosiasi pengembang. Dengan kolaborasi bersama diharapkan akses masyarakat bisa terus diperbesar dan dipermudah.

Direktur Layanan FLPP BP Tapera Hari Sunjojo menambahkan, akad kredit masal seperti ini harus terus ditingkatkan untuk menunjukan kalau KPR subsidi FLPP yang disalurkan BP Tapera dari sebelumnya PPDPP bisa berjalan dengan normal dan tanpa kendala sehingga masyarakat, pengembang, maupun perbankan tidak perlu khawatir.

“Kami berharap akan makin banyak bank penyalur yang terus mengedepankan percepatan untuk penyaluran KPR FLPP ini. Tentu dengan tetap menjaga kualitas maupun ketepatsasaran selain ikut memastikan rumah yang dibiayainya telah memenuhi syarat sehingga masyarakat mendapatkan rumah yang layak dan berkualitas,” pungkasnya.

Continue Reading

Properti

DPR RI Dorong Pengembang Permudah Kaum Milenial Punya Rumah

Published

on

Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar

Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar menyoroti khusus berbagai kendala aksesibilitas masyarakat kepada perumahan. Dengan sedikitnya anggaran dibutuhkan sinergitas dari seluruh stakeholder untuk terus meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap perumahan.

Sektor perumahan merupakan kebutuhan pokok yang merupakan salah satu amanat undang-undang dasar (UUD) 1945. Karena itu menjadi kewajiban negara untuk memberikan akses yang besar terhadap pembiayaan maupun kepemilikan hunian bagi seluruh masyarakat.

Terkait pemenuhan akses terhadap hunian yang layak ini juga menjadi perhatian legislatif di Senayan. Menurut Wakil Ketua DPR A. Muhaimin Iskandar, akse kepemilikan rumah bagi masyarakat khususnya segmen milenial harus terus dipermudah dan karena itu harus menjadi perhatian seluruh stakeholder.

Baca Juga:

  1. Ini Dia Alasan Deklarasi Pendirian PKN di Petilasan Gajah Mada
  2. PKN, Partai Pencipta Anak Bangsa yang Unggul dan Calon Pemimpin Indonesia
  3. Bahas Ibu Kota Negara Baru Nusantara, Wiranto Temui Wapres Ma’ruf Amin

“Ini merupakan kebutuhan pokok dan demografi kita sangat besar di segmen milenial. Untuk itu negara dan seluruh stakeholder seperti dunia perbankan, Perum Perumnas, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) harus saling bersinergi untuk terus meningkatkan aksesibilitas pengadaan rumah layak huni bagi masyarakat,” katanya.

Pentingnya sektor perumahan ini akan didukung penuh oleh DPR salah satunya dengan alokasi penganggaran. Muhaimin menyatakan, negara harus memprioritaskan program perumahan dan itu salah satunya dengan mengalokasikan anggaran yang cukup sehingga bisa dikeluarkan program keringanan pinjaman maupun berbagai kemudahan lain bagi masyarakat mengakses fasilitas huniannya.

DPR sendiri akan siap membantu dengan kebijakan penganggaran untuk pengadaan perumahan bagi rakyat. Program depe nol persen misalnya, bisa menjadi satu sulusi untuk terus meningkatkan aksesibilitas selain akses pinjaman perbankan yang mudah juga harus terus ditingkatkan.

Kementerian PUPR juga harus bisa mengorkestrasi berbagai stakeholder perumahan khususnya pihak perbankan sehingga bisa terus dikembangkan berbagai skema pembiayaan yang murah dan terjangkau. Hal ini untuk terus meningkatkan akses kepemilikan perumahan bagi kalangan milenial.

Berbagai riset dan laporan telah memaparkan kalau kalangan milenial kian terancam menjadi kelompok yang tidak bisa mengakses perumahan. Beberapa hal yang memunculkan potensi ini yaitu lahan yang kian terbatas dan tingkat penghasilan yang tidak memadai bila dikaitkan dengan peningkatan harga rumahnya.

“Hal ini harus jadi perhatian kita bersama dan khususnya pemerintah, Kementerian PUPR, perbankan, Perumnas, itu harus bahu membahu memberikan kemudahan khususnya untuk terus memperbesar akses milenial terhadap perumahan yang layak huni. Kita tahu anggaran sangat terbatas dan untuk itu dibutuhkan sinergitas kita semua,” pungkasnya.

Continue Reading

Properti

Hasil Survei Global: Tren Bisnis Properti di Tahun 2022 Bakal Fantastis

Published

on

Properti Asia Pasifik

Berbagai perusahaan riset global melaporkan situasi bisnis properti di kawasan Asia Pasifik yang akan terus berkembang pada tahun 2022. Ada banyak faktor pendorong seperti kinerja proyek mixed use, residensial, logistik, pusat data, dan sebagainya yang akan membuat sektor properti di kawasan Asia Pasifik akan menjadi pendorong perekonomian.

Bisnis properti disebut akan terus melanjutkan tren peningkatan kinerja bisnisnya bukan hanya di Indonesia tapi kawasan Asia Pasifik. Hal ini ditunjukkan dengan transaksi kinerja bisnis yang terus meningkat di hampir semua sektor properti seiring makin baiknya penanganan pandemi Covid-19.

Berbagai riset untuk sektor properti yang dilakukan institusi global menyebutkan, sektor properti akan terus menunjukan peningkatan kinerja bisnis di atas pertumbuhan ekonomi setiap negara. Hal ini karena properti memiliki banyak industri turunan yang akan ikut bergerak saat sektor ini bergerak.

Baca Juga:

  1. Kabar Baik, Studi Terbaru Menujukkan 3 Dosis Vaksin Sinovac Ampuh Lawan Omicron
  2. Kemenkes: Puncak Omicron Terjadi Sebentar Lagi
  3. Omicron Makin Merebak, Pemerintah Tambah Hotel Isolasi

Asia Pasifik menjadi kawasan regional yang mencatatkan perbaikan bisnis properti di hampir semua sektornya. Pada tahun 2022 ini, para pakar juga telah menyatakan akan ada penyerapan investasi yang lebih besar untuk sektor properti khususnya mencakup sektor perkantoran dan ritel. Berdasarkan laporan AsiaInvestor, saat ini perkantoran dan ritel memakan porsi 66 persen dari portofolio investasi di kawasan Asia Pasifik.

Menurut Chief Investment Officer & Head of Fund Management Asia Pasifik Real Estate Louise Kavanagh, sektor yang mencakup pengembangan mixed use, residensial, pusat data, dan logistik menjadi sektor properti yang akan tetap diminati karena sektor ini memiliki landasan dari stabilitas pendapatannya.

“Dari sektor ini bisa diharapkan keuntungan yang lebih tinggi untuk periode jangka pendek. Selain itu sektor telekomunikasi, farmasi, biotek, energi terbarukan, data, e-commerce juga terus meningkat. Hal yang sama berlaku untuk sektor-sektor yang fokus pada pergeseran demogarfi seperti kebutuhan tempat tinggal maupun fasilitas untuk senior living (manula) khususnya untuk pasar di Jepang dan Australia yang populasi manulanya besar,” katanya.

Sementara itu di Korea Selatan, segmen logistik kendati potensinya sangat besar tapi masih kekurangan pasokan. Mayoritas penduduk Korea Selatan juga berada di sekitaran Seol yang membuat penduduk lokal maupun investor luar negeri berharap bisa menembus pasar negeri ginseng ini.

Pendapat lainnya dikemukakann oleh Simon Wallace, Co-Head of Real Estate Research DWS, untuk mengantisipasi pemulihan yang kuat di wilayah Australira, kota-kota di sana tumbuh dengan cepat dan ada koreksi harga yang lebih besar untuk rata-rata propeti di dua kota utama Australia yaitu Melbaourne dan Sydney.

“Di kota-kota lainnya di kawasan Asia Pasifik trennya juga hampir sama seperti pertumbuhan di Fukuoka, pasar logistik regional seperti di Busan, dan lokasi yang sangat berkembang dii Pangyo, Seol, hingga Sydney bagian utara. Saat ini pasar real estat di seluruh kawasan tengah dalam masa pemulihan terutama dengan meningkatnya aktivitas sewa. Situasi pemulihan ini akan membuat bisnis properti tahun 2022 seperti memiliki tembok modal yang akan terus berputar,” bebernya.

Continue Reading

Trending