Connect with us

Optimistis! Pemerintah Targetkan Penerimaan Negara dari Migas Sebesar US$121 Miliar

Published

on

Pemerintah menargetkan peningkatan penerimaan sektor hulu minyak dan gas bumi naik secara signifikan menjadi US$121 miliar dalam beberapa tahun mendatang.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Dwi Soetjipto dalam webinar bertema “Oil and Gas Industries: The Challenge and Opportunity During and Beyond Crisis,” Rabu (19/8/2020).

Dwi mengatakan target tersebut seiring dengan target lifting minyak sebesar 1 juta barel per hari (bph) pada 2030.

Menurut data SKK Migas, perkiraan pendapatan kotor dari penjualan migas tahun ini hanya US$19,9 miliar dan negara hanya menerima US$7,2 miliar.

“Kami harapkan bisa mewujudkan target lifting migas jangka pendek, tapi juga memaksimalkan penerimaan negara dari hulu migas hingga US$ 121 miliar,” ungkap Dwi.

Selain menggenjot pendapatan, SKK Migas juga berusaha menari investasi baru sebesar US$70 miliar.

Dwi memandang prospek industri hulu migas Indonesia cukup besar karena Indonesia mempunyai 128 cekungan. Dari total cekungan, hanya 20 cekungan yang sudah diproduksi.

Sebanyak 27 cekungan ada penemuan namun belum diproduksi, 13 cekungan belum ada penemuan, dan 68 cekungan belum dilakukan pemboran eksplorasi.

“Kondisi seperti ini ada harapan yang bisa kita temukan ke depan,” papar Dwi.

Selanjutnya, Dwi menjelaskan lifting minyak ditargetkan mencapai 1 juta bph dan lifting gas sebesar 12.000 juta kaki kubik per hari (mmscfd) pada 2020.

Target ini meningkat secara signifikan dari realisasi lifting minyak yang mencapai 713,3 ribu bph dan 5.605 mmscfd lifting gas pada semester I tahun 2020.

Bahkan, angka ini masih di bawah target awal APBN yang sebesar 755 ribu bph untuk lifting minyak dan 6.670 mmscfd untuk lifting gas.

Untuk mencapainya, Dwi mengatakan pihaknya melakukan berbagai upaya mulai dari mempertahankan tingkat produksi yang tinggi jangan sampai turun, lalu melakukan transformasi sumberdaya ke produksi, mempercepat pengerjaan chemical Enhanced Oil Recovery (EOR) hingga terus melakukan eksplorasi untuk penemuan besar.

Ada beberapa proyek yang diandalkan untuk meningkatkan lifing migas dalam beberapa tahun, diantaranya Indonesia Deepwater Development (IDD) oleh Chevron, Lapangan Abadi, Blok Masela oleh Inpex, Jambaran Tiung Biru oleh Pertamina, dan proyek Train 3 Kilang LNG Tangguh oleh BP Indonesia.

Total investasi proyek strategis itu mencapai US$37,21 miliar dengan proyeksi tambahan produksi sebanyak 65 ribu bph minyak dan 3.484 mmscfd gas.

Pandemi Covid-19 merupakan tantangan sendiri bagi industri hulu migas. Di akhir 2019, industri hulu migas mengalami tekanan akibat perang antaranggota OPEC. Pandemi Covid-19 berdampak pada pasokan dan permintaan gas di pasar internasional.

Selain harga minyak, harga gas alam cari (LNG) juga menurun karena kelebihan pasokan dan penurunan permintaan di pasar LNG. Harga LNG jatuh hingga US$1,93 per mmbtu. Namun, sekarang kondisi mulai membaik.

“Yang mempengaruhi berbagai investasi, LNG jatuh cukup tajam 2020 di bawah 2 (US$ 2 per mmbtu) meski hari-hari ini mulai ada peningkatan,” tandas Dwi.

Perusahaan minyak global juga banyak yang mengoreksi laporan belanja modal (capital expenditure) sebesar 30%. Investasi global awalnya US$325 miliar dikoreksi menjadi US$228 miliar.

Indonesia juga melakukan hal yang sama. Banyak Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang menunda program kerja. Untuk itu, SKK Migas melakukan upaya bersama KKKS untuk meninjau kembali rencana kerja.

“Kami rayu-rayu agar rencana penundaan bisa dibatalkan. Kami harap betul investasi jalan terus,” katanya. (Al-Hanaan)

Foto oleh Martin Damboldt dari Pexels

Advertisement

Properti

Potensi Raksasa Township untuk Pengembangan Hunian

Published

on

Pengembangan township menghadirkan potensi hunian yang baik. (Digital Marketing)
Pengembangan township menghadirkan potensi hunian yang baik. (Digital Marketing)

mycity.co.id – Pengembangan township yang didukung dengan infrastruktur masif menghadirkan berbagai potensi properti baik hunian hingga komersial.

Township yang lengkap dan masih akan terus berkembang menjadi daya tarik besar bukan hanya untuk kawasannya tapi juga wilayah lain.

Banyak kalangan yang menyebut sektor properti merupakan salah satu sektor bisnis yang tidak terpuruk.

Meski dihantam pandemi Covid-19, disusul dengan situasi perekonomian global yang memburuk. Sektor properti di Indonesia juga tetap mencatatkan pertumbuhan kendati tidak sebesar saat situasi krisis.

Pasar yang besar, peningkatan populasi, maupun perkembangan infrastruktur merupakan beberapa hal yang membuat sektor properti tanah air lebih resilient dibandingkan sektor lainnya.

Kawasan kota baru atau township juga menawarkan berbagai perkembangan dan value produk yang menarik seiring kawasannya yang masih sangat berkembang.

Potensi itu ditawarkan di salah satu wilayah koridor barat Jakarta yang banyak dikembangkan township oleh pengembang-pengembang nasional.

Kawasan Serpong, Gading Serpong, maupun wilayah lainnya di Tangerang Raya menawarkan potensi yang baik itu dengan perkembangan fasilitas maupun infrastruktur di kawasannya.

Menurut Senior Associate Director Capital Market & Investment Services Coolliers International Indonesia Aldi Garibaldi, situasi ini membuat kalangan pengembang kian percaya diri untuk menghadirkan produk baru di pengembangan kawasan township-nya khususnya yang berada di koridor barat Jakarta.

“Fenomena ini terjadi di township Gading Serpong, Tangerang, Banten, yang kawasannya dikelilingi infrastruktur maupun fasilitas yang masih akan terus berkembang<‘ ujarnya.

“Situasi ini membuat Gading Serpong bukan hanya dicari untuk lokasi hunian, tapi juga bisnis di mana kawasannya menjadi destinasi bukan hanya untuk Tangerang tapi seluruh kawasan Jabodetabek,” dia menambahkan.

Continue Reading

CityView

Masa Depan Bisnis Wisata di Tahun 2023 Cerah

Published

on

Masa depan pariwisata Indonesia di tahun 2023 cerah. (kompas)
Masa depan pariwisata Indonesia di tahun 2023 cerah. (kompas)

mycity.co.id – Pertumbuhan ekonomi nasional di tahun 2023 mendatang menjadi perhatian sejumlah lembaga keuangan dunia. Lembaga dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 0223 cukup baik.

“Berbagai lembaga dunia, baik itu OECD, IMF, World Bank, ADB (Asian Development Bank) itu memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kita antara 4,7 sampai 5,1% di tahun depan,” ujar Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Ia menjelaskan proyeksi tersebut didasarkan pada peningkatan penanganan risiko COVID-19 dan percepatan vaksinasi yang relatif baik, dukungan fungsi APBN fiskal sebagai shock absorber, harga-harga komoditas yang tinggi, dan sukses presidensi G20 yang meningkatkan kredibilitas Indonesia di pasar internasional.

“Kemudian yang kedua, tentu kita memperhatikan lingkungan geopolitik global, inflasi global, scarring effect terhadap inflasi, kemudian cuaca ekstrem, dan terkait dengan inflasi,” tambahnya.

Oleh sebab itu, Airlangga memperkirakan inflasi dapat terkendali di angka 5,34 sampai 5,5% sampai akhir tahun. Sebelumnya, inflasi Indonesia tercatat di angka 5,9%, 5,72%, dan terakhir 5,34%.

Pariwisata Indonesia di Tahun 2023 Cerah

Di sisi lain, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno tetap optimistis terkait pariwisata Indonesia di tahun 2023.

Dia menyatakan, di tengah kondisi ketidakpastian global, Sandi optimistis pergerakan wisatawan nusantara bisa tercapai 1,2 hingga 1,4 miliar pergerakan.

“Optimis, kita bisa mencapai target pergerakan wisatawan Nusantara 1,2 sampai 1,4 miliar pergerakan wisata nusantara,” kata Sandiaga Uno dalam siaran langsung Profit CNBC Indonesia TV.

Sandi juga menyatakan kunjungan wisatawan mancanegara yang akan dibidik untuk ambang batas bawah berada di angka 3,6 juta kunjungan. Batas atas 7,2 juta kunjungan. Di mana angka tersebut juga merupakan dua kali lipat dari target kunjungan pada tahun 2022.

“Optimis kita bisa menarik wisatawan yang lebih berkualitas dan berkelanjutan. Dan sangat optimis untuk penciptaan 4,4 juta lapangan kerja baru di tahun 2024,” ujarnya.

Sandi menyampaikan, pihaknya saat ini tengah Menyusun paket bangga berwisata di Indonesia. Hal ini melihat dari banyaknya generasi muda yang mulai mengambil ancang-ancang menyiapkan liburan. Namun, lanjut dia, banyak dari mereka yang ternyata belum mengetahui destinasi wisata menarik di Indonesia.

Oleh karena itu, untuk memaksimalkan pergerakan wisatawan nusantara yang ditargetkan 1,2 sampai dengan 1,4 miliar pergerakan atau perjalanan wisata nusantara, Kemenparekraf telah meluncurkan program Beti Dewi (Beli Kreatif Desa Wisata).

Continue Reading

Bisnis

TransJakarta Dukung Mobilitas Kodam Jaya

Published

on

TransJakarta bagikan kartu layanan pelanggan pada TNI AD

TransJakarta bagikan kartu layanan pelanggan pada TNI AD

mycity.co.id Sebagai pelaksanaan dari Pergub No.133/2018, PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) menyerahkan kartu layanan kepada TNI Angkaran Darat Kodam Jaya pada Jumat, 9 Desember 2022. Penyerahan kartu tersebut dimaksudkan agar anggota Kodam Jaya dapat memanfaatkan transportasi publik untuk berkegiatan.

Penyerahan ini dilakukan langsung oleh Dirut TransJakarta M. Yana Aditya kepada Pangdam Jaya Mayjen TNI Untung Budiharto. Selain itu juga hadir Kadis Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Syafrin Liputo dan Direktur Komersial dan Kelembagaan Bank DKI Herry Djufraini.

Berdasarkan Pergub DKI Jakarta No.133/2018 tentang pelayanan TransJakarta gratis dan bus gratis bagi masyarakat, terdapat 15 kelompok yang dilayani oleh TransJakarta dan Bank DKI untuk mendapatkan Kartu Layanan Gratis demi mendukung mobilitasnya, salah satunya adalah TNI.

“Penyerahan kali ini, merupakan tahap pertama dari 16 ribu kartu yang diserahkan untuk prajurit Kodam Jaya yang didukung penuh oleh Bank DKI sebagai penerbit kartu,” ujar Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan TransJakarta Anang Rizkani Noor.

Penyerahan kartu layanan yang merupakan bagian pelaksanaan dari Nota Kesepahaman kedua pihak ini ditargetkan tahapan penyerahannya selesai Februari 2023 mendatang.

Continue Reading
Advertisement

Trending