Connect with us

Teknologi

NFT Art, Peluang Besar Seniman Perluas Pasar & Menjual Karya Seni

Published

on

NFT Art
NFT Art

Bagi Cityzen yang mengikuti perkembangan teknologi, kalian mungkin tak asing dengan NFT. Ini merupakan salah satu cara untuk para pegiat seni untuk menjual karya mereka.

Seperti dilansir dari Forbes, Senin (6/12/02021), NFT adalah aset digital yang mewakili wujud berbagai bentuk aset di dunia nyata, seperti objek seni layaknya lukisan, musik, dan lain-lain, yang dibuat tercatat dalam ekosistem blockchain.

Jika bicara mengenai ekosistem blockchain, pada kenyataannya transaksi jual beli aset digital ini lazimnya memanfaatkan mata uang kripto, yang untuk NFT sendiri lebih umum menggunakan kripto berjenis ethereum, namun tidak menutup transaksi dengan mata uang kripto lainnya.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Jika NFT adalah aset yang diperjualbelikan, maka sudah pasti ada pasar tempat di mana transaksi jual beli tersebut berjalan. Adapun salah satu pasar atau marketplace NFT pertama sekaligus terbesar yang saat ini paling populer adalah OpenSea.

Jadi jika dijabarkan secara sederhana, NFT adalah suatu sarana yang memungkinkan setiap orang terutama seniman yang memiliki karya seni untuk dapat memasarkan karyanya, setelah diubah ke dalam bentuk digital, lewat akses lebih luas di pasar global melalui ekosistem blockchain, menggunakan mata uang kripto yang selanjutnya dapat dikonversi ke mata uang masing-masing negara.

Di Indonesia sendiri, belakangan semakin banyak karya seni berupa aset digital yang sudah terjual dengan harga fantastis. Salah satu yang paling terkenal yaitu lukisan karya seni Denny JA dengan tajuk A Portrait of Denny JA: 40 Years in the World of Ideas, yang mencatatkan rekor sebagai harga lelang tertinggi untuk penjualan sebuah aset digital yang berasal dari Indonesia, yaitu mencapai Rp1 miliar di OpenSea.

Sekadar informasi, Denny JA sendiri adalah seorang pengusaha dan penulis buku yang oleh majalah TIME dinobatkan sebagai salah satu dari 30 orang paling berpengaruh di Internet pada tahun 2015.

Karya tersebut awalnya adalah sebuah lukisan yang dibuat berdasarkan kumpulan sebanyak 102 sampul buku karangan Denny JA selama 40 tahun berkarya yang dibuat oleh seorang pelukis bernama Galam Zulkifi, karya tersebut kemudian dibeli oleh Denny JA dan diubah ke bentuk NFT lalu dipasarkan di OpenSea.

Bukan hanya Denny JA, sebenarnya sudah banyak seniman muda sekaligus seniman kontemporer di Indonesia yang diketahui terjun ke dunia NFT dalam memasarkan karyanya dan berhasil mendapatkan harga penawaran yang fantastis. Beberapa di antaranya sebut saja Mico Prasetya, dan seniman asal Bali bernama Dewa Gede Raka Jana Nuraga.

Peluang yang ditawarkan oleh keberadaan NFT rupanya dipandang sebagai kesempatan besar bagi para pelaku seni termasuk di Indonesia. Hingga saat ini, diketahui terdapat segelintir seniman tanah air yang mulai merambah sarana NFT dan mengaku bahwa hal tersebut dilakukan untuk semakin memperluas pasar dan memanfaatkan momentum yang ada.

Salah satu seniman terkenal yang tak mau terlewat memanfaatkan NFT adalah Ida Bagus Ratu Antoni Putra, atau yang dalam dunia seni lebih dikenal dengan julukan Monez.

Seniman di bidang ilustrasi digital yang telah berkarya selama 15 tahun dan melayani klien dari nama-nama besar layaknya Apple, Starbucks, dan Walt Disney Indonesia tersebut diketahui terjun ke ranah NFT demi tujuan utama yaitu masalah pembajakan.

Seperti yang diketahui, setiap aset digital dalam bentuk NFT memang tidak dapat diduplikasi karena memiliki kode unik tertentu.

“Pembajakan dan kebutuhan untuk melindungi karya saya adalah salah satu alasan utama saya masuk NFT,” terang Monez.

“NFT adalah sebuah fenomena besar, karena orang dapat menjual karya dengan harga fantastis ke pasar yang sama sekali baru,” tambahnya.

Tak ingin kalah dan tertinggal dari perkembangan teknologi yang ada, munculnya NFT ternyata juga sampai ke jangkauan seniman kawakan nan senior berusia lebih dari 70 tahun, yaitu Teguh Ostenrik.

Sama halnya seperti Monez, Teguh menilai bahwa NFT memiliki keunggulan dari segi transparansi yang menghadirkan keadilan bagi para seniman.

Teknologi

Paruh Pertama 2022, TikTok Jadi Aplikasi Terbaik di Dunia

Published

on

A0likasi TikTok

Pada paruh pertama 2022, TikTok menjadi aplikasi non-game yang paling banyak diunduh dan mendapat penghasilan tertinggi di dunia.

Seperti dinukil dari The Verge, Senin (11/7/2022), TikTok juga memiliki salah satu basis pengguna yang paling aktif di antara aplikasi jejaring sosial.

Menurut Power User Curve di Consumer Intelligence dari Sensor Tower, TikTok memiliki basis pengguna kedua paling aktif jika dibandingkan dengan pesaingnya. Tepatnya, 29 persen pengguna TikTok aktif membuka aplikasi itu secara harian setiap bulan pada kuartal kedua 2022.

Baca Juga:

  1. Begini Upaya Pemerintah Atasi PMK pada Hewan Ternak Jelang Idul Adha
  2. 5 Tradisi Unik Idul Adha di Indonesia
  3. 5 Cara Menenangkan Hati yang Gelisah Menurut Islam

Secara global, rata-rata pengguna TikTok menghabiskan 95 menit per hari pada kuartal kedua 2022. Itu lebih dari empat kali durasi rata-rata yang dihabiskan di Snapchat (21 menit), lebih dari tiga kali waktu yang dihabiskan di Twitter (29 menit), dan hampir dua kali lipat dari Facebook (49 menit) dan Instagram (51 menit).

Sementara itu, YouTube mencatat waktu rata-rata tertinggi kedua yang dihabiskan setiap hari pada paruh kedua 2022 dengan 74 menit.

Sementara itu, bayang-bayang pemblokiran di toko aplikasi berdasarkan usulan pemerintah AS bukanlah hal pertama bagi TikTok.TikTok telah terbukti tangguh di masa lalu ketika dihapus dari pasar terbesarnya, India.

Terlepas dari pemblokiran di India, TikTok menjadi aplikasi pertama selain ekosistem Meta yang mencapai tiga miliar pemasangan di seluruh dunia.

Namun, penghapusan dari App Store dan Google Play di Amerika Serikat dapat berdampak lebih besar pada operasi bisnis ByteDance karena Amerika Serikat adalah pasar terbesar TikTok dalam hal pendapatan setelah China.

Pasar Amerika Serikat mewakili sekitar 19 persen belanja pengguna pada paruh pertama tahun 2022. Pengguna TikTok di Amerika Serikat pun menghabiskan sekitar USD 322,6 itu pada paruh pertama 2022, naik 398 persen secara tahunan dibandingkan paruh pertama 2021 yang mencapai USD 64,8 juta saja.

Continue Reading

Teknologi

Ini Dia 3 Hal yang Bikin Elon Musk Batal Beli Twitter

Published

on

Elon Musk

Elon Musk membatalkan kesepakatan rencana pembelian Twitter senilai USD 44 miliar pada Jumat (8/7/2022), waktu Amerika Serikat (AS).

Dilansir Reuters, bos Tesla itu menilai perusahaan media sosial tersebut gagal memberikan informasi tentang akun palsu di platformnya.

Imbas keputusan Musk itu, saham Twitter turun 6 persen dalam perdagangan yang diperpanjang pada hari yang sama.

Baca Juga:

  1. Diperiksa Kasus ‘Stupa Jokowi’, Roy Suryo Penuhi Panggilan Polda Metro
  2. Ibu Iriana, Ibu Negara Pertama yang Kunjungi Ukraina
  3. Pesan Menyentuh Sri Mulyani Kepada PNS yang Dapat Gaji ke-13 1 Juni 2022

Ketua Dewan Twitter Bret Taylor mengatakan akan membawa Elon Musk ke pengadilan setelah menyatakan membatalkan kesepakatan pembelian Twitter senilai USD44 miliar (sekitar Rp659 triliun).

Berdasarkan ketentuan perjanjian, Elon Musk harus membayar USD1 miliar (Rp14,9 triliun) kepada Twitter atas pembatalan pembelian ini. “Dewan Twitter berkomitmen untuk menutup transaksi pada harga dan persyaratan yang disepakati dengan Mr.

Musk dan berencana untuk mengambil tindakan hukum untuk menegakkan perjanjian merger. Kami yakin kami akan menang di Pengadilan Negeri Delaware,” kata Bret Taylor.

Ada beberapa hal yang menyebabkan Elon Musk batal membeli Twitter.

Informasi palsu soal akun bot

“Tn. Musk mengakhiri Perjanjian Penggabungan karena Twitter melakukan pelanggaran material terhadap beberapa ketentuan Perjanjian itu, dan tampaknya membuat pernyataan palsu dan menyesatkan yang diandalkan oleh Musk saat memasuki Perjanjian Penggabungan, dan kemungkinan akan mengalami Efek Merugikan Material Perusahaan,” tulis pengacara Musk dalam sebuah surat kepada Chief Legal Officer Twitter, Vijaya Gadde, dikutip dari Techcrunch, Sabtu (9/7).

Musk menuding Twitter menyesatkan investor dan pengguna tentang jumlah akun palsu di platformnya, yang telah lama diperkirakan perusahaan di bawah 5 persen.

“Twitter telah berulang kali membuat pernyataan dalam pengajuan tersebut mengenai bagian mDAU (monetizable daily active users/pengguna aktif harian yang dapat dimonetisasi)-nya yang palsu atau spam,” lanjut pernyataan tim hukum itu.

Tak dapat akses ke pusat data

Pihak Musk juga mengklaim bahwa Twitter tidak memberinya akses yang cukup ke pusat data untuk melakukan analisisnya sendiri. Padahal, Twitter sudah memberinya akses ke ‘firehose’, pusat data mentah media sosial itu.

Hal itu terutama dilakukan setelah Musk bertemu dan melakukan sesi tanya jawab dengan jajaran karyawan Twitter, belum lama ini

Data pengguna tak murni

Surat itu juga menyatakan bahwa Twitter memberi tahu Musk dalam panggilan telepon yang tidak dilaporkan bahwa perusahaan memasukkan akun yang ditangguhkan dalam nomor pengguna aktif hariannya yang dapat dimonetisasi (mDAU).

“Pengakuan Twitter bahwa mereka berhenti menghitung pengguna palsu atau spam di mDAU-nya ketika menentukan bahwa pengguna tersebut palsu tampaknya adalah hal yang salah.”

“Sebaliknya, kami memahami, berdasarkan representasi Twitter selama panggilan telepon 30 Juni 2022 dengan kami, bahwa Twitter menyertakan akun yang telah ditangguhkan – dan dengan demikian diketahui palsu atau spam,” lanjut pernyataan itu.

Continue Reading

Teknologi

Elon Musk Batal Beli Twitter

Published

on

Elon Musk

Desas-desus Elon Musk yang ingin membatalkan rencananya membeli Twitter, akhirnya benar-benar terjadi. CEO SpaceX dan Tesla itu mengumumkan bahwa dia batal merampungkan transaksi pembelian Twitter.

Seperti dilansir dari CNN International, Sabtu (9/7/2022), bos Tesla itu menilai perusahaan media sosial tersebut gagal memberikan informasi tentang akun palsu di platformnya.

Imbas keputusan Musk itu, saham Twitter turun 6 persen dalam perdagangan yang diperpanjang pada hari yang sama.

Baca Juga:

  1. Diperiksa Kasus ‘Stupa Jokowi’, Roy Suryo Penuhi Panggilan Polda Metro
  2. Ibu Iriana, Ibu Negara Pertama yang Kunjungi Ukraina
  3. Pesan Menyentuh Sri Mulyani Kepada PNS yang Dapat Gaji ke-13 1 Juni 2022

Hal ini disampaikan Musk melalui kuasa hukumnya dalam sebuah dokumen yang dikirimkan ke Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (AS) alias SEC belum lama ini.

Pelanggaran tersebut konon berupa “pelanggaran materi” dan pelanggaran lainnya berupa “pernyataan yang menyesatkan” terkait jumlah akun robot (bot) dan akun palsu (spam) di Twitter.

“Selama hampir dua bulan, Musk telah meminta data dan informasi yang diperlukan untuk ‘membuat penilaian independen terhadap prevalensi akun palsu atau spam di platform Twitter,’” tulis kuasa hukum Musk, dikutip KompasTekno dari TheVerge, Sabtu (9/7/2022).

“Namun, Twitter telah gagal atau menolak untuk memberikan informasi ini,” imbuh Musk via tim legalnya.

Setelah Musk mengatakan bahwa dia tak jadi membeli Twitter, pihak Twitter berencana menuntut Musk dan memastikan bahwa akan terus berupaya untuk menyelesaikan proses transaksi. Informasi tersebut disampaikan oleh ketua dewan direksi Twitter Bret Taylor melalui akun Twitter dengan handle @btaylor.

“Dewan direksi Twitter berkomitmen untuk merampungkan proses transaksi dengan harga dan persyaratan yang telah disepakati Musk sebelumnya,” ujar Taylor dalam sebuah twit.

Continue Reading

Trending