Connect with us

Internasional

Naftali Bennett Berencana Membentuk Aliansi Regional Melawan Iran

Published

on

Perdana Menteri Israel Naftali Bennett

Dua hari sebelum pertemuan resmi pertamanya dengan Presiden AS, Perdana Menteri Israel, Naftali Bennet, mengumumkan niatnya untuk mengembangkan permukiman Yahudi di Tepi Barat.

Pada malam kunjungannya ke Washington dan pertemuan dengan para pejabat AS, Perdana Menteri Israel Naftali Bennett mengatakan dalam sebuah wawancara dengan New York Times yang diterbitkan pada hari Selasa (24/08) bahwa ia sedang mengembangkan pemukiman Yahudi.

Dia juga berjanji bahwa kabinet di bawah komandonya akan mengembangkan kebijakan jangka panjang berdasarkan “pertumbuhan normal” di permukiman Yahudi saat ini di Tepi Barat. Menurut hukum Internasional ini menjadi ilegal dan merupakan penghalang bagi pembentukan negara Palestina merdeka di masa depan.

Di sisi lain, beberapa laporan menunjukkan bahwa Naftali Bennett berharap bahwa dengan berfokus pada Iran, ia akan bertemu dengan Presiden AS Joe Biden sebagai kesempatan untuk meyakinkan pejabat tinggi Gedung Putih bahwa ada alternatif yang lebih baik dengan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir Iran 2015 (NPT).

Baca Juga :

  1. Inilah Bahaya Jika Kamu Menolak Divaksin Covid-19
  2. Kota Depok Buka Kembali Sekolah Tatap Muka Mulai September Nanti
  3. Kegiatan Pembelajaran Tatap Muka Diizinkan untuk Wilayah PPKM Level 2-3

Dalam wawancara tersebut, Bennett mengatakan bahwa dalam pertemuan dengan Biden, dia akan mengusulkan strategi baru tentang Iran termasuk memperkuat hubungan dengan negara-negara Arab yang menentang pengaruh regional dan ambisi nuklir Iran, dan akan menggunakan tindakan ekonomi dan politik ini terhadap Iran. Serangan rahasia Israel terhadap Iran akan terus berlanjut.

“Yang perlu kita lakukan adalah membentuk aliansi regional negara-negara Arab untuk bekerja sama mencegah ekspansionisme dan hegemoni Iran,” kata Bennet blak-blakan dalam wawancara.

Perdana menteri Israel juga mengkonfirmasi laporan penyelesaian tinjauan kebijakan Tel Aviv terhadap Teheran, menyatakan bahwa kabinetnya telah meninjau ancaman Iran dalam segala hal dan mengembangkan strategi baru.

“Kami akan pergi ke Gedung Putih dengan fokus tinggi dan pendekatan kemitraan. Pendekatan ini ditujukan untuk menghentikan tindakan negatif Iran di kawasan dan mencegah Iran mendekati titik pelarian (nuklir),” kata Bennet.

Internasional

Omicron Bikin Tak Bisa Dugem, Prancis Tutup Klub Malam 4 Pekan

Published

on

Pub Prancis
Pub Prancis

Kasus Covid-19 dan Varian Omicron di Prancis melonjak pesat dalam beberapa pekan terakhir. Hal itu membuat Pemerintah setempat memutuskan menutup semua klub malam selama empat pekan.

Tak hanya itu saja, siswa sekolah juga dikenakan aturan jarak sosial yang lebih ketat dan penggunaan masker wajah yang lebih lama. Ini akibat meningkatnya kasus di kelompok muda.

Begitu pula para pekerja. Pengusaha diminta mendorong staf untuk bekerja dari rumah dan mendesak perusahaan untuk mengurangi keterlibatan sosial seperti pesta kantor saat mendekati liburan akhir tahun.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

“Rumah sakit di bawah tekanan parah,” kata Perdana Menteri Castex, dikstip dari AFP, Selasa (7/12/2021).

“Kita semua memiliki kecenderungan menurunkan kewaspadaan kita dalam beberapa pekan terakhir,” katanya.

Prancis mengonfirmasi ada 25 kasus varian baru Covid-19 Omicron. Tetapi para pejabat mengatakan jumlahnya bisa melonjak secara signifikan dalam beberapa minggu mendatang.

Pada hari Minggu, kementerian kesehatan melaporkan lebih dari 42.000 kasus dalam 24 jam sebelumnya, dan lebih dari 11.000 pasien di rumah sakit. Jumlah pasien RS ini tertinggi sejak Agustus, di mana ada 2.000 dalam perawatan intensif.

“Izin kesehatan sekarang akan diperlukan untuk tempat makan di pasar Natal luar ruangan,” tegas dia.

Continue Reading

Internasional

Jokowi: Saatnya Indonesia Memimpin Negara-Negara Terkaya di Dunia

Published

on

Jokowi di Presidensi G20
Jokowi di Presidensi G20

Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi), ingin ajang G20 dimanfaatkan Tanah Air sebagai ajang untuk menunjukkan kepemimpinan di mata dunia.

“Sekarang ini kita memimpin negara-negara terkaya dunia untuk membangun dunia yang lebih baik, yang lebih berkeadilan bagi kita semua, bagi masyarakat masa depan dunia,” kata Jokowi saat memberikan sambutan dalam Pembukaan Kongres IV Persatuan Alumni GMNI, Senin (6/12/2021).

Jokowi menganggap Presidensi G20 ini sebagai hal yang sakral. Dia mengibaratkan kerja keras Indonesia di Presidensi G20 selayaknya perjuangan Presiden Soekarn ketika mendukung negara-negara jajahan untuk memperoleh kemerdekaan.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Perjuangan itu juga diibaratkan seperti perjuangan Bung Karno dalam memimpin kedaulatan negara-negara Asia Afrika. Jokowi ingin momentum Presidensi G20 dimanfaatkan Indonesia untuk memperjuangkan kepentingan negara-negara berkembang.

“Ini sebagai momentum untuk menunjukkan kepemimpinan Indonesia di dunia internasional, kepemimpinan Indonesia untuk mewarnai arah dunia,” ujarnya.
Jokowi mengatakan, dunia yang semakin terbuka belakangan ini melahirkan gelombang globalisasi.

Sementara, globalisasi melahirkan dunia yang hiperkompetisi. Oleh karenanya, ia ingin Indonesia memenangkan kompetisi, baik dalam negeri, di pasar global, dan pasar luar negeri. Presiden ingin Indonesia menemukan cara-cara baru untuk lebih unggul dan mendahului negara lain.

Continue Reading

Internasional

Terlanjur Kaya, Orang Ini Beli 1 Kota AS

Published

on

Mark Cuban

Orang yang terlanjur memiliki harta berlebih memang terkadang melakukan hal-hal di luar nalar. Pemilik klub Dallas Maverick, Mark Cuban, membeli sebuah kota kecil Mustang di Texas.

Seperti dinukil dari CNN International, Senin (6/12/2021), Kota kecil di Texas ini hanya berpenghuni 21 orang. Menariknya, Cuban memutuskan membeli kota ini karena rekomendasi.

“Saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan dengan itu,” kata Cuban.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Hingga saat ini, belum diketahui berapa biaya yang harus dibayarkan oleh Cuban. Namun, kota ini pada tahun 2017 sempat dijual seharga 4 juta dolar AS.

Mustang sendiri merupakan lahan kosong seluas 77 hektar. Kota ini didirikan pada awal 1970-an, ketika sebagian besar wilayah ini dikenal sebagai sumber air lokal di Navarro County yang mengalami kekeringan.

Saat ini, di kota tersebut hanya ada taman trailer dan klub tari telanjang, Wispers Cabaret, yang dilaporkan dalam kondisi rusak di kota tersebut. Selain itu, menurut broker real estate Dallas Mike Turner, kota ini juga memiliki seekor buaya di salah satu kolamnya.

Dari kota ini, hanya membutuhkan waktu 45 menit ke utara menuju Kota Dalas. Disebutkan para penggemar sejarah akan senang mengetahui bahwa kota Waco hanya berjarak lebih dari satu jam berkendara ke barat daya dari Mustang.

Continue Reading

Trending