Connect with us

CityBoomer

Nabila Larasati Pranoto, Membawa Kesadaran Baru Lewat Karyanya

Published

on

Nabila Larasati Pranoto (23) adalah perempuan arsitek Indonesia lulusan Singapore University of Technology and Design (SUTD). Melihat musibah akibat pemanasan global, perubahan iklim dan gelombang air laut pasang membuat Nabila tersadar akan warganya yang tinggal di pesisir pantai.

Pada 22 Januari 2020 lalu, arsitek muda Indonesia yang bermukim di Singapura ini meraih penghargaan internasional tahunan bergengsi di bidang arsitektur lingkungan dari Jacques Rougerie Foundation, Prancis. Tanpa banyak diberitakan media massa Indonesia sendiri.

Kompetisi ini dibuat untuk menanggapi tantangan perubahan iklim dan kenaikan permukaan air laut yang menjadi salah satu isu lingkungan paling ramai dalam beberapa tahun terakhir. dan kompetisi ini diikuti oleh desainer arsitektur dari berbagai negara.

Dewan juri tahun ini dipimpin Dominique Perrault, arsitek dan urban planner Prancis; Claudie Haignere, politikus dan astronot; Justin Ahanhanzo, pakar Intergovernmental Oceanographic Commission UNESCO; dan Francis Rembert, Director of the Cite de l’Architecture.

Baca Juga:

  1. Prancis Tegaskan Akan Terus Lawan Ekstremisme Islam
  2. Serukan Boikot Produk Prancis, Erdogan Ditantang Tutup Pabrik Renault
  3. Pernyataan Kontroversial Macron Soal Islam, Negara Arab Ramai-ramai Boikot Produk Prancis

Karya Nabila yang berjudul “A Living Organism”, menang 2019 Coup de Coeur Award kategori “Architecture and Sea level Rise” Leonardo da Vinci Promotion, mengalahkan peserta dari Denmark, USA, India, Namibia, Prancis serta ratusan peserta lainnya dalam seleksi awal.

Disain yang Nabila buat mengeksplorasi cara-cara untuk mereka (komunitas-komunitas pinggir laut-pen.) mampu menata-ulang kehidupan dan perekonomian dengan penggunaan teknologi, sehingga mereka bisa menghidupkan kembali mata pencaharian dengan hal-hal seperti aquaculture dan aquaphonics.

Dengan memberdayakan komunitas-komunitas yang bakal paling dirugikan dalam musibah banjir atau tsunami, juga kenaikan permukaan air laut membuat Nabila mengedepankan karya ini sebagai caranya merespons kepedulian terhadap climate change dan sea level rise. Ia menggunakan imajinasinya yang dikolaborasikan dengan ilmu yang diampunya.

Arsitek yang sekarang bekerja di Ong&Ong Singapura ini berharap bisa berkolaborasi dengan orang-orang dari bidang lain, seperti sosio-ekonomi, kesehatan, dan infrastruktur keselamatan, yang kesemuanya terkait dengan arsitektur lingkungan.

Advertisement

CityBoomer

Sosok Ghozali Everyday, Viral Berkat Foto Selfie NFT yang Terjual Miliaran Rupiah

Published

on

By

Ghozali Everyday

Ghozali Everyday, pemuda viral berkat foto selfienya yang berhasil terjual seharga milyaran rupiah di NFT.

Nama asli dari Ghozali Everday adalah, Sultan Gustaf Al Ghozali. Pemuda ini lahir pada tanggal 4 Juni, 1999. Usianya yang kini baru 22 tahun, sudah mampu mengantongi uang kurang lebih Rp 13,8 miliar. Uang yang ia dapatkan itu berasal dari foto selfienya, yang berhasil terjual di NFT dengan harga begitu fantatis.

Sebelum hal ini terjadi, Ghozali merupakan seorang mahasiswa di Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Semarang. Dirinya kini baru menginjak semester 7, di Fakultas Ilmu Komputer Prodi Animasi D-4 Udinus.

Baca Juga:

  1. Mau Raup Uang Miliaran Rupiah Seperti Ghozali? Begini Cara Jual Foto Selfie Pakai NFT
  2. Modal Selfie Tiap Hari, Ghozali Raup Miliaran Rupiah dari NFT
  3. Mengupas NFT OpenSea, Marketplace yang Bikin Ghozali Tajir Melintir

Pada laman twitter pribadi miliknya, Ghozali bercerita bahwa dirinya gemar menonton Netflix dan anime, layaknya kaum millennial pada umumnya. Kemudian di usia 18 tahun atau tepatnya pada tahun 2017, Ghozali baru aktif untuk mulai mengabadikan foto selfienya. Terkumpul ada 933 foto selfienya dari 5 tahun belakangan ini.

Ghozali mengungkapkan bahwa mulanya ia tidak ada tujuan untuk menjual foto selfienya dalam format NFT. Dirinya rutin melalukan selfie, hanya untuk dokumentasi pribadi ketika ia lulus kuliah saja. Ghozali baru memiliki ide untuk menjual foto selfienya, seusai dirinya selesai membuat vidio rangkuman foto selama lima tahun.

Untuk harga foto yang ia tawarkan bervariatif, dari yang paling termurah Rp 47 ribu, hingga yang paling mahal yaitu Rp 3,1 miliar. Hal yang membuat foto selfie Ghozali ini unik adalah, di mana dirinya selalu berfoto dengan ekspresi wajah yang sama, tepat di depan komputer yang sama pula. Hanya saja latar belakangnya yang berbeda.

Berita tentang dirinya pun semakin heboh, setelah dikabarkan publik figur Indonesia Arnold poernomo, dan Reza Arap turut membeli foto NFT milik Ghozali. Ghozali sendiri mengatakan bahwa ia mengenal NFT dari kampus, dan referensi internet.

Awal ia mengunggah foto di NFT, ia membayangkan NFT isinya seperti 2D atau 3D. Kemudian setelah itu ia berfikir, sepertinya lucu juga kalau ada salah satu kolektor yang memiliki foto wajahnya.

Continue Reading

CityBoomer

Changpeng Zhao, CEO Binance yang Jadi Salah Satu Orang Terkaya Dunia & Siap Sumbangkan 99 Persen Hartanya

Published

on

Changpeng Zhao
Changpeng Zhao

Changpeng Zhao, pendiri dan juga Chief Executive Officer (CEO) Binance, masuk dalam jajaran orang terkaya dunia versi Bloomberg Billionaires Index.

Seperti dinukil dari CNN International, Rabu (12/1/2022), Zhao memiliki kekayaan sebesar 96 miliar dolar AS atau Rp1.372 triliun.

Bahkan, kekayaan Zhao melampaui pendiri Oracle (ORCL) Larry Ellison dan taipan asal India Mukesh Ambani yang kekayaannya melonjak selama dua tahun terakhir.

Baca Juga:

  1. Demi Cegah Penyebaran Covid-19, Wagub Minta Warga Tak Nobar Timnas Indonesia
  2. Mampukah Timnas Balas Kekalahan Telak dari Thailand? Ini Jawaban Shin Tae-yong
  3. Ford Tahun Depan Siap Kembali Jualan Mobil di Indonesia

Meski begitu, Zhao mengaku tak terlalu memikirkan mengenai peringkat orang kaya di dunia.

“Jangan khawatir tentang peringkat. Fokus pada berapa banyak orang yang bisa kamu bantu,” ujar Zhao.

Pencapaian jumlah kekayaan Zhao ditunjang oleh harga mata uang digital di dunia yang bergerak signifikan.

Tahun 2021 lalu, Binance diperkirakan mendapat keuntungan hingga 20 miliar dollar AS.

Nilai tersebut tiga kali lipat lebih besar dari nilai penjualan Coinbase, perusahaan cryptocurrency terbesar di Amerika Serikat.

Nilai kekayaan Changpeng sebesar 96 miliar dollar AS tidak termasuk saham cryptocurrency pribadinya, termasuk Bitcoin dan koin Binance.

Changpeng Zhao lahir pada tahun 1977 di Provinsi Jiangsu. Tahun 1987, seluruh anggota keluarganya bermigrasi ke Kanada setelah diusir dengan cap pemberontak politik.

Setelah mengenyam pendidikan ilmu komputer di Universitas McGill, Montreal, Changpeng bekerja di perusahaan keuangan di Jepang dan Amerika Serikat.

Changpeng pertama kali belajar tentang Bitcoin saat bermain poker bersama teman-temannya pada 2013. Ia mendirikan Binance tahun 2017 di Cayman Island.

Zhao meluncurkan Binance pada 2017 lalu. Secara bertahap, ia berhasil mengembangkannya menjadi salah satu mata uang kripto dengan kapitalisasi terbesar di dunia.

Tak ingin hidup bergaya sultan, ia berniat membagikan sebagian besar kekayaannya seperti entrepreneur kaya raya lainnya sejak masa Rockefeller hingga sekarang.

“Saya ingin membagikan 90%, 95%, atau 99% dari kekayaan saya,” tegas dia.

Continue Reading

CityBoomer

Doni Salmanan, Mantan Kuli Bangunan yang Kini Menjelma Jadi Crazy Rich Bandung

Published

on

Doni Salmanan

Doni Salmamanan dikenal sebagai crazy rich Bandung. Dia juga seorang YouTuber yang kerap membuat konten berbagai di channel miliknya.

Meski demikian, kisah kesuksesan yang didapat Doni Salmanan tak diraihnya dengan hanya menjentikkan jari. Doni harus berkerja ekstra keras untuk meraih kesuksesannya.

Doni Salmanan pernah bekerja sebagai tukang parkir dan kuli bangunan. Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Doni pada saat berbincang dengan Nikita Mirzani dalam konten YouTube Langit Entertainment.

Awalnya, Nikita bertanya mengenai siapa orang yang paling berjasa bagi Doni Salmanan, selain orang tua. Doni kemudian menjawab bahwa orang yang paling berjasa dalam hidupnya selain orang tua adalah mentor dan juga teman-temannya.

Baca Juga:

  1. Demi Cegah Penyebaran Covid-19, Wagub Minta Warga Tak Nobar Timnas Indonesia
  2. Mampukah Timnas Balas Kekalahan Telak dari Thailand? Ini Jawaban Shin Tae-yong
  3. Ford Tahun Depan Siap Kembali Jualan Mobil di Indonesia

Menurut Doni, orang-orang tersebut lah yang selalu ada memberi dukungan kepada dirinya, dari nol hingga saat ini.

“Siapa sih orang yang paling berjasa buat kamu dari dulu sampai sekarang, selain orang tua?” tanya Nikita Mirzani.

“Ada, mentor saya dan juga sahabat saya lima orang. Karena dari nol banget mereka itu nemenin saya, dari zaman parkir, dari zaman roko satu batang itu dikelilingin. Dari zaman kuli bangunan, sampai ngelamar kerja ke sana sini, gak ada yang nerima,” jawab Doni.

“Kamu pernah jadi kuli?” tanya Nikita lagi.

“Pernah, kuli bangunan. Jadi yang ngaduk (semen) yang bawa-bawain bata,” jawab Doni.

Doni Salmanan dan Dina Fajrina

Doni Salmanan baru saja menikahi Dinan Fajrina pada 14 Desember lalu. Melalui akun Instagram-nya Doni Salmanan meminta agar para follower-nya mendoakan mereka agar cepat mendapatkan momongan.

“Tempat isi daya ulang hidupku @dinanfajrina. Bismillah cepet punya anak. Doain dong guys di komen supaya cepet punya momongan hihi,” katanya.

Lantas, unggahan tersebut mendapat respons dari istri Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Atalia Praratya.

“Kang doniii… Kapan2 kenalin dong istrinyaa,” kata Atalia Praratya.

Kemudian, sang istri Doni Salmanan pun mengaminkan harapannya.

“Aamiin alahuma aamiin,” ucap Dinan Fajrina.

Continue Reading

Trending