Connect with us

Religi

Muhammadiyah Tak Berpaham Wahabi

Published

on

Muhammadiyah

Banyak orang mengira Muhammadiyah berpaham wahabi karena beberapa pandangannya yang terkesan sama. Padahal sependek yang saya tahu, keduanya secara epistemologis berjarak ribuan mil.

Kaum wahabi menolak apapun yang tidak ada dalil tekstualnya dengan klaim mengikuti Al-Quran dan Sunnah serta menyerukan pemurnian agama dari modernisasi. Sedangkan Muhammadiyah mendukung pembaruan yang dirintis oleh Afghani yang berpaham Syiah dan membuka diri terhadap modernisasi pemikiran Islam yang dicetuskan oleh Muhammad Abduh yang bermazhab Sunni.

Mungkin karena inilah, saya diterima sebagai sahabat oleh kader utama Muhammadiyah, Abdul Mu’thi, sejak kuliah bersama di program doktoral awal 2000an yang saat ini menjadi Sekjen PP Muhammadiyah.

Bila mengkritisi sejumlah tradisi seperti tahlil dan maulid, maka itu mungkin itu bukan karena menganggapnya haram dan bukan karena menolak peringatan hari kelahiran Nabi tapi sangat mungkin karena sebagian praktiknya dianggap berlebihan, kehilangan esensi yang bergeser dari tujuan penyelenggaraannya, cenderung mubazir dan mengabaikan asas prioritas.

Baca Juga:

  1. Inilah 5 Destinasi Religi Terbaik di Indonesia
  2. Bubohu, Desa Wisata Religi Berbasis Alam di Gorontalo
  3. Kampung Gelgel, Desa Islam Tertua di Pulau Dewata

Fakta ini diperkuat oleh Prof. Abdul Mu’thi yang mengungkapkan bahwa dirinya tidak menolak untuk menghadiri undangan tahlil dan maulid Nabi di kampung. Dapat disimpulkan, Muhammadiyah tidak menentang pengucapan  la ilaha illallah yang dalam terminologi Islam disebut tahlil tapi tidak setuju bila pengucapannya dibakukan dalam tata cara tertentu. Muhammadiyah juga tidak menentang peringatan Milad Nabi dan siapapun, termasuk memperingati Milad Muhammadiyah sendiri, tapi tidak setuju bila seolah diwajibkan dan dibakukan dalam prosesi tertentu.

Banyaknya orang yang salah paham terhadap Muhammadiyah dan menuduhnya berpaham wahabi karena mungkin kurang jeli membedakan Muhammadiyah dengan beberapa organisasi Islam yang getol menentang tradisi umat Islam di Indonesia dan sangat aktif berpolemik dengan sejumlah ulama NU tentang isu dari Maulid danTahlil hingga beduk dalam majalah Almuslimun dan beberapa buletin yang diedarkan di sejumlah kota pada awal masa orde baru hingga jelang akhir 90an.

Redupnya beberapa organisasi berpaham salafi dan wahabi yang ditandai dengan sepinya pesantrennya di Bangil dan Bandung sebagai akibat sikap frontalnya terhadap Islam mainstream terutama di Jawa dan kian menguatnya Muhammadiyah dalam kiprah sosialnya ditambah masuknya gerakan wahabi politik yang lebih militan dan radikal,  boleh jadi menjadi alasan beberapa anasir wahabi ortodok itu bermigrasi dan mencari suaka di dalamnya seraya tetap mempertahankan pola pemahamannya yang skriptualistik bahkan mencari kesempatan menguasai bagian yang strategis untuk memasarkan sikap intoleran dan visi radikalnya.

Tapi untungnya para agen wahabi ini tidak punya bekal kompetensi yang cukup terutama dalam keorganisasian dan cukup puas menempati pos bidang tablig yang tidak kokoh karena sewaktu-waktu bisa mengalami rotasi dan restorasi. Pak Haedar Nasir dan Pak Abdul Mu’thi adalah pilot dan copilot dengan jam terbang tinggi yang punya stamina ketelatenam ekstra untuk menerbangkan Muhammadiyah menuju Islam Berkemajuan.

Sambutan hangat Pengurus Muhammadiyah atas kedatangan rombongan Pengurus Ahlulbait Indonesia beberapa waktu lalu adalah peristiwa monumental yang melukiskan kerendahan hati, pengorbanan penuh risiko dan komitmen nyata para pewaris KH Ahmad Dahlan dalam meneguhkan sikap tolerannya sebagai salah satu dari dua elemen besar umat Islam di Indonesia tercinta.

Oleh: Dr. Muhsin Labib

Penulis adalah Dosen Filsafat Islam di Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lifestyle

5 Cara Menenangkan Hati yang Gelisah Menurut Islam

Published

on

By

Menenangkan Hati yang Gelisah Menurut Islam

Manusia tentunya membutuhkan ketenangan dalam hidupnya. Namun, kadang kala gelisah turut datang dalam hati seseorang yang dapat mengganggu pikiran serta perasaan.

Dalam hal ini, Islam memiliki berbagai cara untuk dapat kembali menenang hati. Bahkan dalam suatu hadis diterangkan bahwa hati yang tenang adalah hati yang senantiasa mengingat Allah.

Berikut mycity telah merangkum 5 cara menenangkan hati yang gelisah menurut islam:

Membaca dan mendengarkan Al quran

Ibnu Mas’ud mengatakan, “Kalau perasaan tak tenteram, jiwa gelisah dan pikiran kusut menimpamu, maka bawalah hatimu mengunjungi tiga tempat; pertama, tempat orang membaca Al Quran, engkau baca Al Quran atau kau dengarkan dengan baik orang membacanya. Kedua, engkau pergi ke majelis ilmu yang mengingatkan hatimu kepada Allah SWT. Ketiga, engkau cari waktu dan tempat yang sunyi, di sana engkau berkhalwat mengabdikan diri kepada Allah SWT.”

Dengan begitu, hal ini dapat diterapkan ketika hatimu tengah dilanda kegelisahan yang tidak berkesudahan. Hendaklah membaca dan mendengarkan Al quran, dan hadir ke majelis ilmu.

Baca Juga:

  1. Bertentangan dengan Hukum Islam, Ini Empat Sultan Wanita yang Pernah Memimpin Aceh
  2. 5 Cara Tegarkan Diri Seandainya Doa Belum Terkabul
  3. Merasa Insecure? Ini Tips Makin Mencintai Diri Sendiri

Melihat orang yang di bawah kita

Seperti yang dijelaskan dalam hadist berikut: “Lihatlah orang yang di bawah kalian dan janganlah melihat orang yang di atas kalian, karena dengan demikian itu lebih layak bagi kalian untuk tidak memandang rendah nikmat Allah yang dilimpahkan kepada kalian.” (HR. Muslim dan Tirmidzi)

Dengan melihat orang yang ada di bawah kita, dapat menimbulkan hati yang selalu bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah SWT berikan. Namun jika kita melihat ke atas, bisa jadi diri ini akan iri dan merasa kekurangan.

Menjaga silaturahmi

Rasullah SAW bersabda bahwa Allah SWT berifirman, “Siapa yang menyambung silaturahim, maka Aku sambung rahmat-Ku untuknya. Dan siapa yang memutuskan silaturahim, maka aku putuskan pula rahmat-Ku untuknya.” HR. Tirmidzi dan Abu Daud)

Seseorang bisa bercerita dengan sesama dengan menjalin silaturahmi. Dengan begitu beban pikiran tidak lagi menumpuk di dalam kepala dan perasaan pun lebih lega.

Memperbanyak berdzikir

Salah satu bentuk latihan untuk mengencalikan diri dan pikiran-pikiran negatif adalah dengan berdzikir. Seseorang hati dan pikirannya akan senantiasa tenang jika menyerahkan segala urusan hanya kepada Allah SWT. Hal ini tentunya membuat tentram dan damai.

Tegar dan kuat

Bersikap tegar dan kuat akan membuat hati dan pikiran seseorang menjadi tenang atau tidak gelisah. Oleh sebab itu, penting untuk setiap orang yakin dalam melalui setiap pemarsalahan. Sehingga mereka bisa kuat dan bertahan menjalaninya.

Continue Reading

Religi

Inilah Hukum Islam Pakai Baju Baru Saat Lebaran

Published

on

Hukum Islam pakai baju baru saat Lebaran

Kurang lengkap rasanya jika lebaran tidak memakai baju baru. Membeli baju baru seakan telah menjadi suatu kebiasaan umat muslim ketika merayakan Idul Fitri. Dari sini banyak yang mempertanyakan, tentang hukum pakai baju baru lebaran.

Bagi sebagian orang, memakai baju baru ketika lebaran memberikan kesenangan tersendiri. Meskipun pada hari lain mereka juga bisa membeli baju baru. Namun hal ini tentu berbeda ketika mereka membeli dan memakai baju baru saat hari raya Idul Fitri.

Pengasuh Al Bahjah KH Yahya Zainul Ma’arif alias Buya Yahya memberikan penjelasan terkait hal ini. Menurutnya, membeli baju baru lebaran adalah kebiasaan orang dalam berhari raya.

Baca Juga:

  1. Mendengar Tembang Dakwah Sunan Drajat, Si Sunan yang Gemar Mencipta Lagu
  2. Peran Sunan Gresik, Si Kakek Bantal dalam Membangun Sistem Irigasi di Tanah Jawa
  3. Pelabuhan Gresik: Bahari Para Wali, Awal Mula Islamisasi

“Imam Bukhari meriwayatkan satu hadis dari Sayyidina Abdullah bin Umar bahwasanya Sayyidina Umar bin Khattab itu beli jubah dari sutra. Kemudian dibawa jubah itu dan berkata nabi, beli ini dan pakailah untuk hari raya dan menyambut tamu,” katanya dikutip dari YouTube Al Bahjah TV, Senin (25/4/2022).

Rasulullah SAW mendengar apa yang disampaikan Sayyidina Umar. Lalu Rasul berkata bahwa baju tersebut adalah milik orang yang tidak mendapatkan baju di akhirat. Rasul juga mengatakan tidak diperkenankan memakai baju sutra bagi laki laki seperti dirinya dan Sayyidina Umar.

Meski Rasulullah SAW melarang memakai baju sutra untuk laki-laki, namun kata Buya Yahya, Rasulullah SAW tidak melarang memakai baju bagus saat hari raya. Para ulama menyebut jika menggunakan baju bagus dan baru saat hari raya adalah sunah.

“Sunahnya kita pakai baju yang bagus kalau bisa baru, kalau punya duit. Gak usah ngutang, gak wajib. Nanti gara-gara wajib para suami bingunglah semuanya,” tutur Buya Yahya.

Buya Yahya mengingatkan, hari raya Idul Fitri bukan soal bajunya yang baru. Tapi, orang yang berhari raya itu adalah yang imannya bertambah.

“Boleh pakai baju yang bagus, tapi jangan maksa siapapun membelikan baju yang baru. Yang penting menutup aurat dulu, baru nanti peningkatan kalau ada rezeki,” ujarnya.

“Memang diimbau kita keluarga untuk menyenangkan keluarganya di hari raya itu. Apakah dengan makan enak, baju bagus, itu sunah. Dengan catatan tidak boleh melakukan sunah dengan cara yang haram, mencuri, mengambil harta orang lain, dan sebagainya,” pungkasnya.

Continue Reading

Pojok

Begini Doa Saat Dapat Hampers & Bingkisan Lebaran

Published

on

hampers lebaran
Hampers Lebaran

Hari Raya Idul Fitri merupakan omen suka cita bagi seluruh umat Islam di dunia. Setelah sebulan penuh berpuasa, umat Islam merayakannya dengan kegiatan silaturahmi, saling memaafkan, dan berbagi.

Satu di antara kebiasaan menjelang Lebaran adalah bertukar hantaran lebaran. Hantaran ini bisa berupa parcel, hampers, dan hadiah-hadiah lainnya. Tujuan memberi hantaran ini adalah sebagai wujud berbagi suka cita lebaran.

Menerima hantaran pastinya menjadi rezeki yang menyenangkan. Sebagai bentuk rasa syukur, ada doa yang bisa dibaca ketika menerima hantaran lebaran. Doa ini sekaligus juga bisa menjadi doa untuk pemberi hantaran.

Baca Juga:

  1. Ini 7 Keunggulan OPPO A96
  2. Twitter Akhirnya Setuju Jual Perusahaan ke Elon Musk
  3. Resmi Jadi Pemilik Baru, Elon Musk Ingin Semua Orang Bebas Berbicara di Twitter

Berikut MyCity telah merangkum beberapa doa ketika kita mendapatkan hampers atau bingkisan Lebaran.

Doa pertama

Allahumma aktsir malahu wa barik lahu fima a’thoitahu wa yassir lahu ayyaf’ala fihi khoiran wa qonni’hu fima a’thoitahu waj’alna wa iyyahu minasy syakirin.

Artinya: “Ya Allah, perbanyaklah hartanya, berkahilah rezeki yang Engkau berikan padanya, mudahkanlah dia melakukan kebaikan dengan rezeki tersebut, berilah kelapangan hati padanya agar menerima rezeki yang Engkau berikan, jadikanlah kami dan dia bagian dari orang-orang yang bersyukur”.

Doa kedua

Allahumma barik lahum fima rozaqtahum waghfirlahum warhamhum.

Artinya: “Ya Allah, berilah keberkahan atas apa yang Engkau rezekikan pada mereka, ampunilah dan kasihanilah mereka.”

Doa ketiga

Berikut doa saat mendapat rezeki yang tak terduga:

Alhamdulillahil ladzi razaqoni haza min ghairi hawlin minni wala quwwatin. Allahumma barik fihi.

Artinya: ” Segala puji bagi Allah yang telah memberikan rezeki ini kepadaku tanpa daya dan upayaku. Ya Allah, berilah keberkahan di dalamnya.”

Sementara, bagi yang memberikan hampers atau bingkisan Lebaran, doanya adalah sebagai berikut.

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

‘Robbanaa taqobbal minnaa innaka antas samii’ul aliim

Artinya:

“Wahai Tuhan kami, terimalah dari kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”

Continue Reading

Trending