Connect with us

Nasional

Muhammadiyah: Jangan Politisasi Pancasila

Published

on

Logo Muhammadiyah

Di Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada hari ini, Selasa (1/6/2021), Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, meminta seluruh elemen masyarakat untuk menjauhi politisasi Pancasila.

Haedar juga menyatakan masyarakat tak boleh membawa Pancasila menjadi sesuatu yang sempit. Jangan pula membawa Pancasila melebihi jati dirinya sebagai dasar dan ideologi negara.

“Jauhi politisasi Pancasila untuk kepentingan apa pun, karena kita belajar dari sejarah setiap reduksi, penyimpangan, dan politisasi Pancasila akan menimbulkan ketidakpercayaan pada Pancasila itu sendiri,” kata Haedar dalam keterangan resminya.

Baca Juga:

  1. Saat Buka Puasa, Sebaiknya Tak Konsumsi 5 Makanan Ini Secara Berlebihan
  2. Hindari 5 Kebiasaan Tak Sehat Ini Saat Berbuka Puasa
  3. Catat! Ini 5 Cara Makan untuk Hindari Asam Lambung Saat Puasa

“Pancasila tidak cukup hanya dihapal, menjadi doktrin, dan pemikiran. Pancasila harus kita praktekkan dan kita warga bangsa, elit bangsa di mana pun berada dan dalam posisi apa pun harus menjadi contoh teladan di dalam mempraktekkan Pancasila,” kata dia.

Selain itu, Haedar berpesan untuk memperingati hari lahirnya Pancasila yang jatuh pada 1 Juni tak sekadar ritual dan seremonial maupun jargon dan retorika.

Lebih dari itu, ia mengajak seluruh warga bangsa untuk mewujudkan Pancasila, salah satunya dapat diimplementasikan melalui kehidupan bernegara dan sebagai dasar nilai, dasar pijakan mengambil keputusan, dan orientasi dalam kebijakan.

Di sisi lain, Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan pesatnya perkembangan ideologi transnasional radikal di tengah perkembangan teknologi.

“Ketika konektivitas 5G melanda dunia maka interaksi antar dunia juga akan semakin mudah dan cepat. Kemudahan ini bisa digunakan oleh ideologi-ideologi transnasional radikal untuk merambah ke seluruh pelosok Indonesia, ke seluruh kalangan, dan ke seluruh usia tidak mengenal lokasi dan waktu,” ujarnya.

Menurutnya, kecepatan ekspansi ideologi transnasional radikal bisa melampaui standar normal dengan memanfaatkan perkembangan teknologi tersebut.

Oleh sebab itu, ia mengimbau semua lapisan masyarakat untuk memanfaatkan momentum peringatan Hari Lahir Pancasila ini untuk memperkokoh nilai-nilai Pancasila.

Nasional

DPR: Pertalite Hanya untuk Motor & Angkot

Published

on

Pemerintah Indonesia segera merilis kebijakan pembatasan kendaraan yang boleh membeli bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Nantinya, beberapa kendaraan terutama mobil pribadi dilarang beli Pertalite dan Solar subsidi.

Namun, tidak semua mobil pribadi tidak boleh beli Pertalite dan Solar subsidi. Untuk mobil pribadi usulannya adalah hanya kendaraan dengan mesin 1.500 cc ke bawah yang boleh membeli Pertalite dan Solar subsidi yang termasuk sebagai Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP).

Namun, Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto tidak setuju dengan usulan tersebut. Dia menilai, BBM subsidi harusnya cuma untuk sepeda motor dan kendaraan umum. Kendaraan jenis itu yang dinilai berhak mendapatkan BBM subsidi.

Baca Juga:

  1. Memahami Four Tasks of Mouning, Tahapan Kala Berduka
  2. Kenali Apa Itu Gaslighting, Manipulasi Pikiran Secara Psikologis
  3. Kenali Relationship Red Flags, Tanda Merah Sebelum Terlambat

Soalnya, menurut Sugeng, kendaraan roda empat kebanyakan dimiliki oleh masyarakat mampu. Jadi menurutnya, kelompok masyarakat mampu yang memiliki kendaraan roda empat tidak berhak menggunakan Pertalite.

“Kita inginkan yang disubsidi hanya untuk kendaraan umum dan motor saja. Titik,” kata Sugeng seperti dikutip CNBC Indonesia, Kamis (28/7/2022).

“Itu untuk membatasi subsidi. Kenapa? Karena tidak adil, masak subsidi untuk orang yang mampu beli. Karena dengan tangki bensin yang lebih besar dari motor justru orang yang mampu beli mobil itulah yang masak disubsidi lebih besar,”

Sugeng mengatakan, pemberian subsidi yang masih berdasarkan barang atau kendaraan masih terjadi potensi tidak tepat sasaran. Oleh karena itu ia mendorong agar ke depan pemberian subsidi dapat langsung ke orang.

Continue Reading

Nasional

Jokowi Perintahkan Masyarakat Indonesia Kembali Kenakan Masker

Published

on

Presiden RI Joko Widodo

Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi), kembali memerintahkan seluruh masyarakat Indonesia untuk menggunakan masker di dalam dan luar ruangan.

“Saya juga ingin mengingatkan kepada kita semuanya bahwa Covid-19 masih ada. Oleh sebab itu, baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan, memakai masker adalah masih sebuah keharusan,” ujarnya.

Jokowi tidak menjelaskan secara spesifik alasannya kembali menganjurkan masyarakat memakai masker di luar ruangan. Namun, Jokowi menekankan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dan waspada.

Baca Juga:

  1. Begini Upaya Pemerintah Atasi PMK pada Hewan Ternak Jelang Idul Adha
  2. 5 Tradisi Unik Idul Adha di Indonesia
  3. 5 Cara Menenangkan Hati yang Gelisah Menurut Islam

“Karena emang faktanya Covid-19 itu masih ada, utamanya yang varian BA.4 dan BA.5 di semua negara. Alhamdulillah kita masih berada pada angka-angka yang masih terkendali, negara-negara lain ada yang masih di atas 100 ribu kasus hariannya,” katanya.

Pada Mei lalu, Jokowi dengan lantas mengumumkan kebijakan pelonggaran penggunaan masker. Keputusan tersebut diambil sejalan dengan penanganan pandemi Covid-19 yang semakin terkendali.

“Pemerintah memutuskan untuk melonggarkan kebijakan pemakaian masker. Jika masyarakat sedang beraktivitas di luar ruangan, atau di area terbuka yang tidak padat orang, maka diperbolehkan untuk tidak menggunakan masker,” kata Jokowi.

Namun, Jokowi menggarisbawahi pemakaian masker tetap dianjurkan saat masyarakat berada di dalam ruangan. Memakai masker juga wajib bagi masyarakat yang memiliki komorbid atau sakit.

“Masyarakat yang berkategori rentan, lansia atau ada komorbid maka saya sarankan memakai masker saat beraktivitas,” demikian Jokowi.

Continue Reading

Nasional

Pertamina Tegaskan Aplikasi MyPertamina Bukan Satu-satunya Cara Beli Pertalite

Published

on

Aplikasi MyPertamina

Pembelian BBM jenis Pertalite saat ini harus melalui aplikasi MyPertamina. Namun, Pertamina menyangkal bahwa isu yang menyebut pembelian BBM bersubsidi Pertalite cuma bisa dilakukan menggunakan aplikasi MyPertamina.

Hal itun ditegaskan oleh Coroprate SDecretary PT Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting. Dia mengatakan, mengatakan pembelian BBM bersubsidi masih bisa dilakukan dengan cara konvensional sampai saat ini.

Aplikasi MyPertamina saat ini sedang banyak digunakan masyarakat karena dipakai untuk uji coba pembelian BBM subsidi, Pertalite dan Solar, di 11 daerah pada 1-30 Juli 2022. Sebab itu, aplikasi sempat menjadi buruan masyarakat yang ingin membeli Pertalite maupun Solar.

Baca Juga:

  1. Diperiksa Kasus ‘Stupa Jokowi’, Roy Suryo Penuhi Panggilan Polda Metro
  2. Ibu Iriana, Ibu Negara Pertama yang Kunjungi Ukraina
  3. Pesan Menyentuh Sri Mulyani Kepada PNS yang Dapat Gaji ke-13 1 Juni 2022

Sejak penggunaannya meningkat banyak warga menanggapi pemakaian aplikasi yang sebagian di antaranya mengungkap respons melalui tagar #MyPertaminaUnFaedah. Tagar ini sempat trending topic di Twitter.

Rating aplikasi Android MyPertamina di Playstore saat ini 1,2 setelah 224 ribu review dan sudah diunduh lebih dari 5 juta kali. Sementara versi iOS di App Store terlihat 2,3 dari sekitar 13.400 ulasan.

Continue Reading

Trending