Connect with us

Edukasi

MPASI Bergizi Bantu Cegah Stunting

Published

on

Webinar MPASI yang dilakukan BKKBN. Foto: dok. BKKBN

Webinar MPASI yang dilakukan BKKBN. Foto: dok. BKKBN

mycity.co.id – Bayi berusia enam bulan sudah bisa menikmati makanan pendamping air susu ibu (MPASI). Sebab dengan adanya MPASI, bayi berusia enam bulan tersebut memiliki tambahan nutrisi untuk tumbuh kembangnya.

Sebab pemberian MPASI yang bergizi ternyata menjadi salah satu upaya mencegah bayi tumbuh stunting atau gagal tumbuh dan kembang. Sehingga bisa dikatakan, makanan seimbang sangat dibutuhkan bayi dalam pemberian MPASI itu.

Direktur Bina Keluarga Balita dan Anak Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr. Irma Ardiana, MAPSI mengatakan, hal ini saat membuka wabinar seri ke 7 : MPASI Tepat Cegah Stunting, Rabu, 23 November 2022 kemarin. Selain itu juga hadir Anggota Komisi IX DPR RI Dr. Hj. Kurniasih Mufidayanti, M.Si dan Ahli Gizi Dr. dr. Tan Shot Yen, M.Hum.

Baca Juga :  Pendaftaran LTMPT Ditutup pada 12 Maret 2021

Irma mengatakan, dengan acara MPASI yang dibahas akan sangat relecan karena, terlepas dari ASI eksklusif sekitar usia lima bulan, maka harus disiapkan MPASI yang tepat. Dia menambahkan, agar perkembangan bayi tumbuh pesat sesuai dengan harapan maka salah satunya bisa di pastikan adalah pemenuhan gizi melalui MPASI setelah ASI Eksklusif.

“Para orangtua pun sebaiknya harus mempelajari bagaimana memberikan MPASI, mengolah makanannya, dan bagaimana keberagaman itu bisa diberikan dengan pangan-pangan lokal yang sudah ada,“ kata Irma yang dikutip dari siaran pers.

Senada dengan Irma, Anggota Komisi IX DPR RI Dr. Hj. Kurniasih Mufidayanti, M.Si mengatakan MPASI menjadi salah satu hal yang sangat penting bagi perkembangan bayi di 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Baca Juga :  Bunda Harus Tahu! Ini 4 Tanda Bayi Sudah Siap Diberikan MPASI

“Karena periode ini menjadi periode yang penting untuk pembentukan organ metabolik, perkembangan kognitif, pertumbuhan fisik, kematangan sistem imun, ini semua penting terjadi di 1000 HPK,” kata Kurniasih.

Kurniasih menjelaskan, MPASI merupakan satu hal yang sangat penting untuk dipahami bahwa ASI dan MPASI menjadi variabel yang sangat berpengaruh terhadap penanganan stunting.

“Jadi MPASI ini pendamping bukan menghilangkan ASI, dan ASI nya tetap diberikan ketika memang produksi ASI nya masih ada itu sangat bagus, sekurang-kurangnya enam bulan ASI ini bisa diberikan, dan MPASI ini menjadi pelengkap untuk melengkapi ASI sampai dua tahun,” ucapnya.

Baca Juga :  UNJ Putuskan Gelar Pembelajaran Tatap Muka Semester Ini

Sementara itu Ahli Gizi Dr. dr. Tan Shot Yen, M.Hum menambahkan, syarat MPASI yaitu bayi memasuki usia pas enam bulan. MPASI harus berisikan komposisi yang pas, memiliki tekstur MPASI yang pas, secara bertahap memberi makan harus 125ml perkali makan, rutin memberikan MPASI secara pas sehari 3 kali dan menjaga kebersihan diri bayi dan sekitar.

“Stunting itu berbicara tentang panjang badan menurut umur jadi kalo anaknya satu tahun dua bulan panjang badannya cuman 70 sentimeter maka anak ini berada di minus tiga yang dikatakan sebagai risiko stunting,” kata Tan.

Dia juga menambahkan, risiko stunting adalah ketika usia baru lahir sampai dengan dua tahun. Apabila bayi belum genap dua tahun, maka bayi tersebut masih bisa mengejar keterlambatannya dengan memberikan MPASI.

Edukasi

Kenapa Minggu Jadi Hari Libur dalam Sepekan? Ini Sejarahnya

Published

on

Tiap negara memang punya hari libur sendiri, tapi Minggu jadi yang paling umum. Meski begitu, ada juga beberapa negara yang menetapkan libur sekali dalam sepekan di hari Jumat atau Sabtu/Repro

Tiap negara memang punya hari libur sendiri, tapi Minggu jadi yang paling umum. Meski begitu, ada juga beberapa negara yang menetapkan libur sekali dalam sepekan di hari Jumat atau Sabtu/Repro

mycity.co.id – Hari Minggu jadi salah satu hari yang ditunggu-tunggu karena merupakan hari libur dalam setiap pekan.

Tiap negara memang punya hari libur sendiri, tapi Minggu jadi yang paling umum. Meski begitu, ada juga beberapa negara yang menetapkan libur sekali dalam sepekan di hari Jumat atau Sabtu.

Baca Juga :  Hikmah Pembelajaran Jarak Jauh bagi Dunia Pendidikan Indonesia

Tahukah kamu, di balik penentuan Minggu sebagai hari libur yang diterapkan di banyak negara, ternyata ada sejarah yang menarik untuk diketahui.

Melansir Bobo.id, penetapan libur sekali setiap pekan di hari Minggu berasal dari tradisi Romawi Kuno, yang menguasai banyak negara di Eropa.

Baca Juga :  Bunda Harus Tahu! Ini 4 Tanda Bayi Sudah Siap Diberikan MPASI

Dalam perumusan kalender Romawi Kuno, hari pertama dalam satu pekan bukan jatuh di hari Senin, melainkan hari Minggu.

Bangsa Romawi Kuno meyakini kalau hari Minggu merupakan hari yang baik untuk beribadah, sehingga segala aktivitas pada hari Minggu diliburkan.

Pengaruh ini kemudian menyebar juga ke berbagai wilayah kekuasaan bangsa Romawi, sehingga peraturan yang menetapkan Minggu sebagai hari libur ini diikuti oleh banyak negara yang menggunakan kalender Masehi, termasuk Indonesia.

Baca Juga :  Pendaftaran LTMPT Ditutup pada 12 Maret 2021

Selain Minggu, libur dalam sepekan juga umumnya diberikan di hari Sabtu. Melansir BBC, Sabtu dan Minggu yang dinikmati sebagai hari libur akhir pekan oleh para pekerja saat ini, diperjuangkan gerakan buruh pada abad ke-19.

Aturan ini kemudian menjadi popular dan diterapkan di berbagai negara di dunia, sebab libur pada Sabtu dan Minggu membuat para pekerja menjadi lebih segar dan lebih semangat bekerja di hari Senin.

Continue Reading

Edukasi

Bayi Kembar ‘Tertua’ di Dunia Lahir dari Pembekuan Embrio 30 Tahun

Published

on

Bayi kembar Lydia dan Timothy Ridgeway yang lahir dari embrio yang dibekukan selama 30 tahun ((National Embryo Donation Center))

Ada yang tak biasa dari kelahiran kembar Lydia dan Timothy Ridgeway yang lahir ke dunia pada 31 Oktober 2022.

Mereka rupanya menjadi bayi “tertua” yang lahir berkat pembekuaan embrio yang dilakukan 30 tahun yang lalu. Embrio itu pun menjadi embrio beku terlama yang berhasil lahir dengan selamat.

Sementara itu, pemegang rekor bayi “tertua” sebelumnya adalah Molly Everette Gibson yang lahir pada 26 Oktober 2020 dari embrio yang telah dibekukan selama 28 tahun.

Baca Juga :  Advan Rilis Tab Belajar Elite, Cocok untuk Kebutuhan Sekolah Online

Mengutip Science Alert, Kamis (24/11/2022); embrio si kembar tersebut berasal dari pasangan suami istri anonim yang melakukan fertilisasi in vitro (IVF). Embrio yang sudah dibuahi itu kemudian disimpan pada suhu -196 derajat Celcius dalam nitrogen cair pada tanggal 22 April 1992.

Proses IVF memang dapat menghasilkan lebih banyak embrio daripada yang dibutuhkan. Kelebihannya kemudian dapat disumbangkan untuk ilmu pengetahuan atau pasangan yang menginginkan anak.

Pada kasus ini, embrio yang berkembang menjadi si kembar disumbangkan ke Pusat Donasi Embrio Nasional (NEDC) di Knoxville, Tennessee, sebelum kemudian diteruskan ke Rachel dan Philip Ridgeway dari Portland, Oregon yang menjadi orangtua si kembar. Sebelumnya, dia dan istrinya telah memiliki empat anak yang semuanya berusia di bawah 10 tahun.

Baca Juga :  5 Cara Agar Tidak Kecanduan Sosial Media

Menariknya, Philip sendiri masih berusia lima tahun ketika embrio dibekukan. Embrio dapat dibekukan untuk waktu yang hampir tanpa batas, meskipun tingkat kelangsungan hidup setelah pencairan sekitar 80 persen dan hanya sebagian kecil dari embrio yang ditransfer menghasilkan kelahiran hidup.

Baca Juga :  Pendaftaran LTMPT Ditutup pada 12 Maret 2021

Dalam kasus ini, lima embrio dicairkan dan hanya tiga yang cukup layak untuk dipindahkan, setelah itu dihasilkan dua kelahiran hidup.

Terlepas dari proses pembekuan yang panjang, usia donor dan penerima embriolah yang menentukan keberhasilan prosedur sehingga mereka bisa lahir sehat seperti anak-anak yang lain.

Sekarang, setelah menunggu lama, kehidupan dapat dimulai dengan baik untuk Lydia (lahir dengan berat sekitar 2,6 kilogram) dan Timothy (sekitar 2,9 kilogram).

Continue Reading

Edukasi

Kucing Tertua di Dunia Ini Umurnya Setara 120 Tahun pada Manusia

Published

on

Flossie menjadi kucing tertua di dunia yang berusia 26 tahun. Usia kucing ini pun setara dengan umur manusia yakni 120 tahun lebih. (Cats Protection / Guinness World Records via IFL SCIENCE)

Mycity.co.id – Guinness World Records telah mengumumkan pemecah rekor baru sebagai kucing tertua di dunia. Kucing itu adalah Flossie, kucing asal London yang berusia 26 tahun atau setara usia manusia 120 tahun.

Pada 10 November 2022, Flossie berusia 26 tahun 316 hari, menjadikannya kucing tertua di dunia dengan umur setara manusia 120 tahun.

“Kami tercengang ketika catatan dokter hewan menunjukkan Flossie hampir berusia 27 tahun. Dia kucing tertua yang pernah saya temui. Usianya setara manusia 120 tahun,” kata koordinator cabang Cats Protection, Naomi Rosling.

Seperti dilansir IFL Science, Jumat (25/11/2022), kisah panjang rekor Flossie jadi kucing tertua di dunia ini bermula ketika ia diadopsi sebuah keluarga tahun 1995.

Baca Juga :  UNINDRA Gelar Abdimas Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Digital

Pemilik aslinya meninggal setelah 10 tahun bersama, setelah itu Flossie tinggal bersama saudara perempuan pemiliknya, tetapi dia juga meninggal 14 tahun kemudian.

Akhirnya muncul situasi di mana Flossie perlu dibawa oleh badan amal Cats Protection. Setelah itu, Flossie akhirnya berhasil tinggal di rumah baru dengan pemilik bernama Vicki Green dari Orpington, Inggris.

“Saya tahu sejak awal bahwa Flossie adalah kucing yang istimewa, tetapi saya tak membayangkan akan berbagi rumah dengan pemegang gelar Rekor Dunia Guinness,” kata Green.

Baca Juga :  Pendaftaran LTMPT Ditutup pada 12 Maret 2021

Ia pun menyebut Flossie sebagai kucing yang penyanyang dan menyenangkan. Sebagai otoritas global dalam pemecahan rekor, Guinness World Records kemudian menganugerahi Flossie dengan gelar kucing tertua di dunia.

Flossie mungkin tuli dan agak sulit melihat. Akan tetapi Flossie dilaporkan sebagai kucing yang bahagia dengan nafsu makan yang rakus dan memiliki selimut kuning favorit.

“Kami sangat senang mendengar tentang Flossie yang merayakan umur panjangnya. Tidak setiap hari Anda menemukan kucing yang hidup sejak pertengahan tahun sembilan puluhan,” ungkap Craig Glenday, Pemimpin Redaksi Guinness World Records.

Dikutip dari Cats Protection, umur kucing dipengaruhi oleh banyak faktor seperti kesehatan, diet, dan lingkungan. Namun rata-rata umur untuk kucing domestik adalah 12-14 tahun.

Baca Juga :  Bunda Harus Tahu! Ini 4 Tanda Bayi Sudah Siap Diberikan MPASI

Beberapa kucing yang memang bisa hidup hingga 20 tahun. Usia kucing ras juga bisa menjadi salah satu pertimbangan sebagai faktor lamanya usia hidup mereka, seperti kucing ras Siam, Burma dan Ragdoll, tetapi tak ada jaminan mengenai ini. Flossie sebagai

Pemegang rekor kucing tertua di dunia ini, usianya setara manusia yakni lebih dari 120 tahun, yang juga membuatnya setara dengan usia Jeanne Calment, supercentenarian Perancis yang berusia 122 tahun 164 hari dan memegang rekor sebagai orang tertua di dunia.

Continue Reading
Advertisement

Trending