Connect with us

Hangout

Mi Lendir, Makanan Tanjungpinang yang Wajib Dicoba

Published

on

Mi Lendir

Tak lengkap rasanya jika tidak mencicipi mi lendir kala berkunjung ke Tanjungpinang. Mi ini disebut lendir karena penampilannya dengan kuah kental berwarna kecoklatan.

Untuk isi dari seporsi mi lendiri itu sendiri terdapat mi kuning, taoge, telur rebus, dan kuah. Akan tetapi lauk-pauk lain seperti udang, bakso, atau irisan daging sapi juga bisa ditambahkan oleh pembeli.

Untuk menambah kepedasan, mi ini umumnya turut disajikan dengan irisan cabai rawit. Tekstur kental dari kuah mi ternyata juga dikarenakan dari campuran kacang tanah dan ubi jalar.

Rasa manis dan gurih sangat mendominasi pada makanan yang satu ini. Tentunya mi lendiri ini merupakan makanan yang wajib kamu coba karena cita rasa dan penampilannya yang menggugah selera.

Baca Juga:

  1. Mengenal Onde-Onde Ketawa, Camilan Khas Nganjuk yang Super Nikmat
  2. Ini Ragam Fakta Nasi Goreng yang Jadi Ikon Kuliner Indonesia
  3. Nasi Kentut, Kuliner Super Nikmat Asal Medan yang Punya Segudang Khasiat

Rasanya yang enak ini tercipta dari kekuatan pada kuahnya. Di mana dalam meracik mi lendir ini menggunakan resep rahasia turun menurun.

Bahan baku dari mi lendir, yakni mi lidi atau mi kuning basah. Sementara untuk bumbunya dibutuhkan ubi jalar, kacang tanah, saun salam, serai, gula merah, garam dan gula, bawang putih. Juga ada tauge, daun bawang, seledri, telur rebus, dan irisan cabe rawit.

Konon, mi lendir pertama kali dipopulerkan oleh seorang pedagang Jawa bernama Sailun (Pak Sailun). Di mana pada tahun 1960-an, dirinya berdagang dengan cara berkeliling kota Tanjungpinang.

Hangout

Uniknya Museum Sonobudoyo Yogyakarta, Punya Bioskop & 44 Ribu Koleksi Film

Published

on

Museum Sonobudoyo

Museum Sonobudoyo terletak di Jl. Trikora No. 6 Yogyakarta, berseberangan dengan Alun-alun Utara Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Cikal bakal berdirinya museum ini adalah Java institut, yaitu sebuah yayasan yang bergerak dalam bidang kebudayaan Jawa, Madura, Bali, dan Lombok yang didirikan di Surakarta pada tahun 1919 dengan tugas pokok kegiatannya membantu kegiatan pelestarian dan pengembangan kebudayaan lokal.

Tanah dan bangunan museum merupakan hadiah dari Sri Sultan Hamengku Buwono VIII dan dimulai dengan pembangunan pendapa kecil dengan candra sengkala Buta Ngrasa Esthining Lata yang bermakna tahun 1865 jawa atau tahun 1934 Masehi.

Peresmian museum ini dilakukan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono VIII pada tanggal 6 November 1935 dengan candra sengkala Kayu Winayang ing brahmana Budha, yaitu angka tahun 1866 Jawa atau tahun 1935 masehi.

Baca Juga:

  1. 5 Gunung Unik di Indonesia yang Wajib Kamu Kunjungi
  2. Pesona Desa Hilisimaetano Nias, Salah Satu Desa Wisata Terindah di Indonesia
  3. Pesona Telaga Cicerem, Airnya Berwarna Biru

Bangunan gedung museum direncanakan oleh Ir. Th. Karsten serta pengawas dan penasehat Ir. L. J. Moens di atas tanah seluas 7.867 m2.

Bangunan museum menggunakan tanah bekas “Shouten” tanah hadiah dari Sri Sultan Hamengkubuwono VIII dan ditandai dengan sengkalan candrasengkala “Buta ngrasa estining lata” yaitu tahun 1865 Jawa atau tahun 1934 Masehi.

Sedangkan peresmian dilakukan oleh Sri Sultan Hamengkubuwana VIII pada hari Rabu wage pada tanggal 9 Ruwah 1866 Jawa dengan ditandai candra sengkala “Kayu Kinayang Ing Brahmana Budha” yang berarti tahun Jawa atau tepatnya tanggal 6 Nopember 1935 tahun Masehi.

Museum Sonobudoyo

Pada masa pendudukan Jepang Museum Sonobudoyo dikelola oleh Bupati Paniradyapati Wiyata Praja (Kantor Sosial bagian pengajaran). Di jaman Kemerdekaan kemudian dikelola oleh Bupati Utorodyopati Budaya Prawito yaitu jajaran pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Selanjutnya pada akhir tahun 1974 Museum Sonobudoyo diserahkan ke Pemerintah Pusat / Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dan secara langsung bertanggung jawab kepada Direktorat Jenderal dengan berlakunya Undang-undang No. 22 tahun 2000 tentang kewenangan Pemerintah dan kewenangan Propinsi sebagai Otonomi Daerah.

Museum Sonobudoyo mulai Januari 2001 bergabung pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi DIY diusulkan menjadi UPTD Perda No. 7 / Th. 2002 Tgl. 3 Agustus 2002 tentang pembentukan dan organisasi UPTD pada Dinas Daerah di lingkungan Pemerintah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dan SK Gubernur No. 161 / Th. 2002 Tgl. 4 Nopember tentang TU – Poksi.

Salah satu yang membuat museum ini terasa unik karena memiliki sebuah bioskop yang buka setiap hari untuk menayangkan film-film karya orang Yogyakarta. Pemutaran film dibagi menjadi beberapa jam tayang dan bagi yang ingin mencoba pengalaman nonton di museum ini dapat diakses secara gratis.

Museum Sonobudoyo

Selain itu, Museum Sonobudoyo termasuk salah satu museum yang memiliki koleksi terbanyak. Secara keseluruhan, total koleksi di museum ini mencapai 43.263 buah yang terdiri dari batik, topeng, arca, keramik, gerabah, senjata, patung, dan masih banyak lagi.

Secara umum, koleksi di Museum Sonobudoyo dibagi dalam 10 kategori yaitu numismatik dan heraldika yang terdiri dari mata uang logam, mata uang kertas, serta tanda jasa dan pangkat resmi seperti cap dan stempel. Kemudian ada koleksi filologi seperti naskah kuno yang menguraikan sebuah peristiwa. Ada pula koleksi keramologika dari bahan tanah liat bakar seperti guci.

Selain itu, ada koleksi seni rupa berupa objek dua atau tiga dimensi, seni teknologi seperti gramofon, juga koleksi geologi seperti batuan, mineral, hingga fosil. Untuk koleksi biologi, ada burung yang dikeringkan dan koleksi arkeologi berupa peninggalan manusia dari zaman pra sejarah sampai dengan masuknya pengaruh kebudayaan barat.

Juga koleksi etnografi yang menggambarkan identitas suatu etnis seperti kacip dan koleksi historika yang bernilai sejarah, misalnya meriam dan senapan laras panjang.

Koleksi tersebut dipamerkan di ruang berbeda sesuai kategori. Misalnya di Ruang Pengenalan ada koleksi pasren atau krobongan, tempat menyepi dan berdoa dalam adat tradisional Jawa. Pasren ini terdiri dari tempat tidur, bantal-guling, kelambu, lampu robyong dan jlupak, dan sepasang patung Loro Blonyo.

Continue Reading

Hangout

Pesona Pasar Baroe, Pasar Paling Bersejarah di Bogor

Published

on

Pasar Baroe Bogor

Terletak di Jalan Klenteng No. 88 RT.02 RW.07 Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Hotel Pasar Baroe merupakan salah satu hotel tertua di Bogor, dibangun bersamaan dengan Hotel Belavue dan Hotel Salak pada tahun 1873 oleh seorang Tionghoa bernama Tan Kwan Hong.

Menurut Lim Hie Nio, cucu mantan pengurus Hotel Pasar Baroe, yaitu Lim Siang Hien, hotel tersebut beroperasi sejak zaman kolonial Belanda.

Hotel tersebut didirikan pada 1873 oleh keturunan China bernama Tan Kwan Hong. Kemudian hotel itu dibeli keluarga Lim dan Lie setelah dua kali berpindah tangan. Bangunan yang berdiri di atas lahan seluas 1.200 meter persegi tersebut memiliki keunikan arsitektur Eropa kombinasi Tionghoa.

Baca Juga:

  1. Mahfud MD: Pemerintah Mulai Pindah ke IKN Juli 2024
  2. Sejarah Jakarta Selatan, Kota Administratif Terkaya di Jakarta
  3. Melihat Komunitas Sastra di Kota Bekasi

Pasar Baru Bogor ini kian berkembang. Kini bahkan diberi gelar sebagai pasar tersibuk karena buka sepanjang hari. Jam 12 tengah malam, semua sayuran dan komoditi lainnya datang dari Puncak Bogor Cianjur. Pada jam tersebut biasanya pengumpul atau penadah membeli hasil panen petani dengan transaksi langsung secara tunai.

Kemudian pasar kembali sibuk pada jam 5-6 pagi. Inilah yang disebut pasar tumpah. Biasanya mulai jam 6.00 petugas mulai hilir mudik bersih-bersih, menyapu dan mengumpulkan sampah. Satpol PP pun bersiaga disana. Hingga sore dan malam hari pasar tetap buka dan melayani para pembeli.

Pedagang di pasar Baru Bogor cukup beragam. Mulai dari pedagang sayuran, ikan basah, aneka jenis ikan asin, daging ayam, daging sapi, kikil, tahu, tempe, bakso yang siap konsumsi, kerupuk, dan roti semuanya tersaji lengkap di dalam pasar.

Pasar Baroe Bogor

Pedagang perlengkapan dapur ini terlihat cukup sabar menantikan pembeli. Dia menata barang dagangan dengan menarik terlihat dari berbagai warna yang ‘eye catching’ itu. Pasar rakyat memang pasar terlengkap dan super murah. Kita bisa menemukan apa saja dengan harga relatif murah, ramah di kantong. saya rasa kualitasnya pun masih baik untuk digunakan jangka panjang. Tidak semua barang di pasar itu berkualitas rendah, ada juga yang tahan lama seperti centong nasi plastik, gayung, saringan dan lain-lain.

Ada juga pedagang yang berdagang sayuran. Pedagang tetap melayani pembeli dengan santai. Pedagang dan pembeli sesekali saling pandang, saling senyum dan menawar harga. Interaksi seperti ini tentu hanya ada di pasar rakyat.

Pasar Baroe Bogor

Pedagangnya pun beragam usia dan jenis kelaminnya. Mulai dari laki-laki, perempuan, bahkan yang menarik ada anak remaja pedagang sayur bayam. Anak lelaki dan para pembeli terlihat sangat akrab sesekali mereka saling bersendagurau. Ini pertanda terjalinnya hubungan positif antara sesama pedagang, pedagang dan pembeli.

Pasar rakyat ternyata menjadi tempat bagi sebagian orang mencari rezeki. Masih ada yang bergantung pada pasar rakyat dalam memenuhi kebutuhan pokoknya. Bagaimana mungkin kita meniadakan bahkan mengabaikan pasar rakyat di Indonesia, jika rakyat sendiri masih banyak yang mengandalkan hidup dan menggantungkan kesejahteraannya dari pasar tersebut. Mari kembali ke pasar rakyat.

Continue Reading

Hangout

Inilah Ragam Fakta Unik Dufan yang Wajib Kamu Tahu

Published

on

Dunia Fantasi

Dunia Fantasi (Dufan) merupakan tempat wisata hiburan di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara dan memiliki banyak wahana permainan serta sebagai kawasan edutainment. Dunia Fantasi merupakan theme park pertama di Indonesia layaknya Disney Land, Universal Studios atau Trans Studio.

Saat berkunjung ke Dufan Ancol, pengunjung akan merasakan tema-tema bernuansakan Indonesia, Jakarta, Asia, Eropa, Amerika, Yunani, Hikayat, dan Kalila. Dunia Fantasi Ancol dibuka untuk umum pada tahun 1985 dan hingga saat ini masih terus menambah unit wahana permainan dan kawasan bertematik.

Sebagai tujuan wisata untuk keluarga, terutama di musim liburan anak sekolah, Dunia Fantasi juga cocok untuk pengunjung yang ingin merasakan keseruan hiburan bermain di wahana permainan, menonton parade dan atraksi serta berpetualang menyusuri berbagai kawasan bertematik di Dufan.

Baca Juga:

  1. Mahfud MD: Pemerintah Mulai Pindah ke IKN Juli 2024
  2. Sejarah Jakarta Selatan, Kota Administratif Terkaya di Jakarta
  3. Melihat Komunitas Sastra di Kota Bekasi

Berikut MyCityy telah merangkum berbagai fakta unik mengenai Dufan yang pastinya Cityzen belum mengetahui.

Peran komponis Sudharnoto

Saat pertama kali memasuki area depan Dufan, biasanya pengunjung akan disambut dengan lagu tema Dufan yang ikonik dan menyambut kedatangan wisatawan. Terus digunakan sejak pertama kali berdiri hingga saat ini, nyatanya banyak yang mengaku sudah lekat dengan lagu Dufan.

Menjadi lagu yang di saat bersamaan menciptakan kenangan bermain di taman hiburan sejak tahun 1980-an, beberapa orang bahkan mengaku jika lagu tema tersebut telah menjadi simbol yang kerap kali membuat mereka ingin kembali berkunjung ke taman hiburan satu ini.

Tak terlepas dari kepopuleran lagu dufan, ternyata ada sosok berpengaruh yang berperan besar sebagai penciptanya, yakni Prohar Sudharnoto, seorang komponis yang juga menggubah lagu Mars Pancasila menjadi lagu yang saat ini dikenal dengan judul Garuda Pancasila.

Berasal dari Kendal, sosok komponis yang telah wafat pada tahun 2000 tersebut juga menciptakan berbagai lagu untuk setiap tema area atau wahana yang ada di Dufan. Sudharnoto mengaransemen lagu berjudul Harapan Suci ciptaan Teddy Darmanto, yang kemudian menjadi lagu untuk wahana istana boneka yang masih ada dan menjadi favorit hingga saat ini.

Lain itu ia juga menciptakan lagu tema atau suara latar belakang untuk wahana Balada Kera dan Puri Misteri, yang saat ini sudah tidak beroperasi dan digantikan dengan wahana lain.

Asal usul istilah ‘Segede Gaban’

Di masa kini, ada beberapa orang yang kerap menggunakan istilah unik untuk mendeskripsikan sesuatu, salah satu yang populer adalah istilah ‘segede gaban’ yang biasanya digunakan untuk mendeskripsikan sesuatu berukuran besar.

Rupanya, istilah tersebut juga memiliki kaitan dengan Dufan. Lebih tepatnya, di sekitar tahun 1990-an, Dufan membangun sebuah patung robot setinggi 10 meter yang dikenal sebagai Robot Gaban. Bukan nama sesungguhnya, patung yang dimaksud sendiri merupakan karakter dari film asal Jepang bernama Space Sheriff Gavan, yang populer di kalangan anak-anak Indonesia kala itu.

Saat dipajang, otomatis titik patung tersebut kerap menjadi lokasi foto favorit bagi anak-anak dan keluarga yang berkunjung ke Dufan. Penyebutan Gaban sendiri disebut disebabkan karena orang Jepang sulit melafalkan huruf ‘V’ dan akhirnya menggantinya dengan huruf ‘B’.

Sejak saat itu, istilah segede gaban banyak digunakan oleh berbagai kalangan hingga sekarang. Meski wujud patungnya sudah tidak ada, namun istilah tersebut tetap dikenal hingga saat ini.

Jejak wahana Puri Misteri dan Rama Shinta

Ada berbagai jenis wahana di Dufan yang masih berdiri dengan kokoh dan jadi favorit hingga saat ini, salah satu seperti yang disebutkan di atas adalah wahana Istana Boneka. Namun ada juga wahana yang sudah tidak beroperasi, dan di kalangan pengunjung atau masyarakat muncul berbagai rumor misteri mengenai tragedi penutupannya.

Salah dua wahana yang dimaksud adalah Puri Misteri dan Rama Shinta. Awalnya Puri Misteri lebih dulu dibuka dan kemudian mengalami kebakaran pada tahun 1990-an. Setelah itu, lokasinya digantikan oleh wahana Rama Shinta yang juga berhenti beroperasi karena kembali terbakar di tahun 2001.

Meski tak menimbulkan korban jiwa, waktu itu disebutkan kalau kerugian yang dialami akibat kebakaran mencapai Rp10 miliar. Kini, titik lokasi dua wahana yang ditutup karena kebakaran tersebut telah digantikan dengan wahana Ice Age yang dibuka pada tahun 2014, dan kabarnya membutuhkan biaya sekitar Rp200 miliar dalam pembangunannya.

Continue Reading

Trending