Connect with us

Pojok

Merak Hijau, Si Cantik yang Hampir Punah

Published

on

Merak Hijau

Merak hijau sering dijadikan sebagai lambang kecantikan karena bulu-bulunya yang berwarna indah. Namun sayangnya, populasi hewan ini sangat memprihatinkan.

Merak hijau adalah salah satu burung dari tiga spesies merak. Seperti burung-burung lainnya yang ditemukan di suku Phasianidae, merak hijau mempunyai bulu yang indah. Bulu-bulunya berwarna hijau keemasan.

Merak hijau atau merak jawa (Pavo muticus), ditemukan pertama kali di Myanmar sampai pulau Jawa. Perburuan bebas yang dilakukan oleh masyarakat, membuat keberadaan hewan ini terancam. Hal ini juga berdampak pada habitat mereka yang menjadi rusak.

Merak hijau merupakan satwa yang unik, baik dari segi bentuk fisiknya maupun tingkah lakunya. Selain terkenal karena keindahan pada bulunya, hewan ini ternyata juga memiliki suara yang khas. Keunggulan-keunggulan ini lah, yang membuat Merak Hijau menjadi incaran dan berharga tinggi di pasaran.

Baca Juga:

  1. Pantai Napabale, Kepingan Surga Sulawesi Tenggara yang Menyimpan Cerita Bajak Laut
  2. Pulau Samalona, Surga Mungil dari Makassar
  3. Wow, Kafe Anjing di Arab Saudi Kini Punya Cabang Baru di Riyadh

Kawasan hutan yang dialokasikan menjadi pertanian, perladangan, dan pemukiman penduduk, membuat populasi merak hijau kian menurun. Hal itu dikarenakan merak hijau menjadi kehilangan habitat asli mereka.

Tidak hanya itu saja, populasinya yang semakin langka juga diakibatkan oleh banyaknya predator atau pemangsa dari merak hijau itu sendiri.

Pemerintah harus meningkatkan kebijakan dan peraturan terkait perburuan, dan perdagangan ilegal merak hijau ini. Selain itu juga, perlu diadakannya edukasi terhadap seluruh masyarakat tentang satwa yang mulai langka ini, agar mereka tidak menyalah gunakannya.

Pojok

Apa Itu Panggih dalam Pernikahan Adat Jawa?

Published

on

ilustrasi pengantin adat jawa

Menikah dengan adat merupakan kebanggaan tersendiri bagi manusia, termasuk yang berasal dari Suku Jawa. Di antara prosesi adat yang panjang, salah satunya upacara Panggih yang sarat akan makna.

Siapa yang tidak mendamba untuk menikah dan membangun biduk rumah tangga? Pernikahan merupakan cita-cita dan impian rerata orang. Di era modern, pernikahan dikapitallisasi dengan munculnya berbagai pesta pernikahan dan perayaan yang beraneka ragam.

Banyak pasangan yang lebih memilih prosesi pernikahan modern karena dirasa lebih praktis. Walau tak jarang pula yang tetap menggunakan adat untuk merayakan hari bahagianya.

Pernikahan adat masih menjadi sorotan dan pilihan bagi masyarakat luas. Kendati identik dengan proses dan ritual yang panjang nan rumit, namun muda-mudi modern tetap melirik pernikahan adat sebagai pilihan dalam menyelenggarakan pernikahan nantinya.

Pernikahan adat khas suku Jawa, misalnya, memiliki tata cara khusus dalam mempertemukan pasangan setelah akad pernikahan berlangsung. Mereka menyebutnya sebagai Upacara Panggih.

Upacara Panggih merupakan salah satu dari sekian rangkaian acara adat khas Jawa yang jarang dilewatkan oleh pengantin Jawa.

Upacara Panggih dilakukan pada awal sebelum resepsi atau pesta pernikahan berlangsung dan dilakukan dari sebelum duduk di pelaminan sampai berada di pemainan, biasanya dilakukan siang hari setelah akad.

Kata Panggih dalam bahasa Jawa yaitu ‘bertemu’. Prosesi ini mempertemukan mempelai pria dan wanita sebagai sepasang suami istri setelah sah secara agama dan pencatatan sipil dilakukan. Biasanya, orang-orang tua menyebut Panggih dengan istilah ‘temu manten’ atau bertemunya sepasang pengantin.

Panjangnya ritual upacara Panggih bukanlah tanpa alasan, berbagai ritual tersebut memiliki makna dan doa baik untuk kehidupan berumah tangga.

Untuk Upacara Panggih, orang tua dari mempelai pria tidak boleh ikut. Memakai pakaian tradisional khas Jawa, kedua mempelai dipertemukan.

Baca Juga:

  1. Kesenian Senjang, Tradisi Lisan Sarat Sejarah Masyarakat Musi Banyuasin
  2. Tradisi Mitoni, Adat Tujuh Bulanan Masyarakat Jawa
  3. Awal Mula Suku Tengger dan Tradisi Unan-Unan

Pengantin pria membawa pisang raja sebagai tanda bahwa dia telah siap, lalu ia berjalan menghampiri pengantin wanita didampingi dua orang saudara atau teman akrab orang tuanya yang membawa payung.

Setelah itu, upacara Panggih diawali dengan balangan gantal sirih (sirih yang diikat dengan benang putih). Pengantin pria dan wanita saling melempar gantal sirih tersebut. Ritual ini melambangkan bertemunya perasaan atau melempar hati.

Menurut kepercayaan masyarakat, daun sirih dapat mengusir makhluk jahat, yakni dapat membuat makhluk yang menyamar sebagai pengantin kembali ke bentuk aslinya.

Kemudian pengantin pria akan menginjak sebutir telur mentah sebagai tanda bahwa keduanya berharap memiliki keturunan. Ritual ini bernama ngidak tagan atau nincak endog. 

Setelah itu, pengantin wanita akan membasuh kaki pengantin pria sebagai wujud bakti dan kasih sayangnya.

Lalu kedua mempelai berpegangan tangan dengan jari kelingking. Ibu pengantin wanita akan menutup bahu keduanya dengan kain berwarna merah dan putih dan diantar menuju pelaminan oleh sang Ayah pengantin wanita.

Ritual ini disebut sinduran. Dalam ritual ini bermakna Ayah yang mengantar menunjukkan pasangan supaya menjalani hidup yang baik, sedangkan sang Ibu memberi semangat.

Sampai di pelaminan, kedua pengantin duduk di pangkuan Ayah dari pengantin wanita. Nantinya sang Ibu akan bertanya kepada Ayah siapa yang lebih berat, lalu Ayah akan berkata berat dari keduanya sama saja. Ritual yang dinamai bobot timbang ini dimaknai bahwa sepasang pengantin sepadan dan tidak ada perbedaan.

Tak sampai situ, keluarga akan bergiliran meminum rujak degan yang berasal dari daging dan air kelapa muda yang bertujuan untuk membersihkan seluruh keluarga.

Lalu dilanjutkan dengan kacar kucur yang dilakukan pengantin pria yang mengucurkan uang logam, beras, dan biji-bijian kepada pengantin wanita.

Ritual yang satu ini sebagai simbol bahwa pengantin pria akan bertanggung jawab penuh kepada keluarganya kelak.

Ritual dilanjutkan dengan suapan nasi kuning dan lauk pauk antara pengantin pria dan wanita, sebagai tanda bahwa mereka akan selalu menolong satu sama lain dan saling menyayangi hingga tua.

Seluruh prosesi upacara Panggih akan diakhiri dengan sungkeman. Yang mana pasangan tersebut akan berlutut di depan kedua orang tua masing-masing dan orang tua pasangannya.

Hal tersebut sebagai penghormatan terakhir karena telah membesarkan mereka, sebelum menjalankan bahtera rumah tangga sebagai suami istri.

Prosesi upacara Panggih berakhir, dan kedua mempelai kembali ke pelaminan untuk menerima ucapan selamat dari para tamu yang datang.

Walaupun rumit dan terkesan tidak praktis, masyarakat Suku Jawa percaya bahwa upacara Panggih dan rangkaian ritual adat pernikahan lainnya begitu sarat akan makna yang baik untuk kehidupan pernikahan mereka.

Continue Reading

Pojok

Memahami Esensi Manusia Sebagai Homo sapiens

Published

on

yuval noah harari, penulis homo sapiens

Homo Sapiens is the Species that Invents Symbols in Which to Invest Passion and Authority, then Forgets That Symbols are Inventions

Pada penghujung tahun 2018, Indonesia sedang mengalami duka yang diakibatkan oleh beberapa bencana alam.

Dari data yang direkam BNPB, sepanjang 2018 bencana Puting Beliung, Banjir & Tanah Longsor menjadi bencana dengan kejadian paling sering terjadi.

Selain tiga bencana yang sering terjadi tersebut juga terdapat bencana lain seperti kebakaran hutan, gelombang pasang, kekeringan dan letusan gunung.

Sepanjang 2018 dapat  dikalkulasi terdapat 1.245 bencana yang telah terjadi di Indonesia.

Menghadapi awal tahun 2019, sudah muncul prediksi ancaman bencana yang akan terjadi di sepanjang tahun 2019 yang diperkirakan sebanyak 2.500 bencana.

Tulisan ini tidak bertujuan untuk memberikan rasa takut terhadap pembaca, akan tetapi dengan data yang ditampilkan diatas dapat digunakan sebagai pegangan dalam menghadapi ancaman bencana.

Dalam beberapa minggu terakhir bahkan muncul isu kebencanaan yang dikaitkan dengan keadaan politik pemerintah. Ambilah contoh mengenai bencana Tsunami Anyer dan Lampung pada 22 Desember 2018 silam.

Beberapa pihak mulai menyalahkan salah satu lembaga pemerintah dikarenakan gagal melakukan mitigasi bencana.

Sebelum permasalahan tersebut melebar luas, ada baiknya kita sebagai individu mulai merenungkan permasalah-permasalahan tersebut sebagai “Manusia Bijak”.

Beberapa pihak mungkin dengan seenaknya sendiri mencari ‘siapa yang paling bersalah’ dalam suatu peristiwa tanpa adanya pemikiran sebijak-bijaknya untuk mengambil pelajarannya.

Sebagai Manusia Bijak ada baiknya sejenak waktu kita menengok sejarah kebelakang bagaimana Homo sapiens bisa bertahan hidup hingga sekarang.

Jawaban simpelnya adalah karena mereka bisa beradaptasi dengan baik. Benarkah seperti itu? Mari kita urai satu persatu.

Menurut Yuval Noah Hariri dalam buku Sapiens; Riwayata Singkat Umat Manusia, ada beberapa spesies manusia purba selain Homo sapiens – spesies sapiens (bijak) dalam genus homo (manusia).

Fakta tersebut menyeret pemahaman kita tentang klasifikasi ilmiah manusia yang masuk kedalam kingdom Animalia.

Hal tersebut semakin mendukung teori Darwin bahwa manusia dan kera adalah kerabat dekat dalam satu famili besar.

Dengan begitu juga menyiratkan arti bahwa selain spesies Sapiens ada spesies lain dalam genus Homo.

Di Eropa dan Asia Barat muncul Homo neanderthalensis (manusia dari lembah Neander) atau lebih singkat disebut Neandertal.

Baca Juga:

  1. Peranan Tanaman Akar Wangi Sebagai Pencegah Bencana
  2. Jokowi : Ego Sektoral dalam Penanganan Bencana Dihilangkan
  3. Mengadu Nasib di Kota: Migrasi Orang-Orang Madura ke Surabaya

Neandertal memiliki perawakan gempal dan lebih berotot daripada sapiens yang memang cocok beradaptasi di iklim yang dingin.

Di wilayah tropis seperti Pulau Jawa muncul Homo soloensis (manusia dari lembah Solo), sedangkan di Flores juga muncul Homo floresiensis dengan perawakan yang lebih kecil dengan tinggi tidak lebih dari satu meter.

Selain itu beberapa ilmuwan menemukan spesies manusia lainnya seperti Homo denisova di Siberia, Homo rudolfensis (manusia dari danau Rudolf), Homo ergaster (manusia bekerja) hingga spesies kita saat ini Homo sapiens.

Keberadaan spesies tunggal Homo sapiens saat ini sebenarnya menjadi pertanyaan besar para ahli.

Apa yang terjadi dengan spesies manusia lainnya, apakah yang membuat Homo sapiens sedemikian istimewa sehingga membuatnya menjadi penguasa tunggal kehidupan yang ada di bumi.

Jika dilihat dari ciri-ciri yang melekat pada masing-masing spesies manusia, terdapat beberapa persamaan yakni volume otak yang luar biasa besar jika dibandingkan dengan hewan.

Besaran volume otak sebenarnya tidak banyak berpengaruh dalam kehidupan manusia di rimba belantara.

Kelemahan volume otak yang besar memerlukan energi yang besar untuk memulihkannya kembali, kelebihannya manusia bisa menganalisa lebih baik informasi yang diterima otak.

Kemampuan analisa inilah yang membuat manusia berada di puncak rantai makanan.

Kemampuan analisa yang baik membuat manusia mulai membuat dan menciptakan peralatan-peralatan yang dapat mempermudah kebutuhan hidup mereka.

Kemampuan memanfaatkan api juga mempermudah kehidupan manusia seperti mengolah bahan makanan hingga menghalau hewan buas. Kemampuan-kemampuan alamiah tersebut yang menjadikan manusia sebagai penguasa tunggal di muka bumi.

Kemampuan analisa yang baik inilah yang membedakan Homo sapiens dengan spesies manusia lainnya.

Persebaran Homo sapiens menurut ahli dimulai dari Afrika Timur yang menyebar ke semenanjung Arab hingga ke daratan Erasia.

Persebaran Sapiens ke Eropa telah mempertemukan spesies Sapiens dengan Neandertal yang lebih berotot dan memiliki otak lebih besar.

Ciri fisik Neandertal beradaptasi dengan baik di iklim dingin Eropa. Perjumpaan Sapiens dengan Neandertal memunculkan beragam teori yang menyimpulkan pertanyaan kenapa Sapiens lebih bisa beradaptasi sedangkan Neandertal punah.

Jika dilihat dari struktur DNA manusia masa kini, populasi manusia Timur Tengah dan Eropa terdapat 1-4% DNA Neandertal, sedangkan populasi manusia Malenesia dan Aborigin terdapat 6% DNA Denisova.

Teori tersebut sebenarnya cukup lemah untuk menjelaskan kenapa Neandertal dan Denisova punah.

Kemungkinan terbesar yang membuat spesies selain Sapiens punah adalah karena Homo Sapiens-lah yang mendorong spesies lain untuk punah.

Aktivitas Sapiens dalam mendorong kepunahan spesies manusia lainnya bukan dikarenakan terjadi pembunuhan besar-besaran, akan tetapi lebih kepada sifat Sapiens yang lebih handal dalam memburu dan mengumpulakan makanan.

Perkembangan otak yang lebih sempurna memungkinkan Sapiens dapat beradaptasi dengan baik, bahkan dengan kondisi iklim yang buruk.

Kecerdikan Sapiens itulah yang mendorong spesies lain seperti Neandertal di Eropa menjadi punah karena kalah dalam mempertahankan hidupnya.

Selain Neandertal di Eropa, spesies Homo soloensis, Homo Denisova dan Homo floresiensis menyusul punah setelah wilayah mereka kedatangan Homo sapiens.

Meskipun jawaban-jawaban yang dijelaskan oleh para ahli belum dapat memuaskan pertanyaan kenapa Sapiens bisa begitu sukses bertahan hidup dibandingkan spesies lainnya, yang pasti Homo sapiens memiliki kemampuan adaptasi yang lebih baik dibandingkan spesies yang lainnya.

Jika penjelasan mengenai Homo sapiens dihubungkan dengan ancaman 2.500 bencana yang akan terjadi di Indonesia, kata kuncinya adalah adaptasi.

Kemampuan adaptasi-lah yang membuat Sapiens dapat bertahan ribuan tahun dengan iklim yang berbeda-beda hingga saat ini.

Kemampuan analisa yang lebih baik daripada binatang atau spesies Homo lainnya juga menjadi hal teristimewa yang dimiliki oleh spesies Sapiens.

Dengan tanpa menyalahkan salah satu pihak, sebagai Homo sapiens harus memiliki kesadaran bahwa wilayah Indonesia yang kita tempati merupakan wilayah dengan ancaman bencana yang besar.

Untuk menghadapi itu semua kemampuan yang seharusnya dimiliki oleh setiap individu adalah sikap Tanggap dan Sadar Bencana.

Pola pikir tanggap dan sadar bencana juga harus diiringi dengan pola pikir evakuasi mandiri.

Setiap individu dalam sebuah keluarga yang bertempat tinggal di zona rawan bencana harus memiliki tas emergency yang berisi perlengkapan kebutuhan darurat.

Selain itu pemerintah juga mendukung dengan membuat fasilitas jalur evakuasi di zona rawan bencana. Simulasi keadaan darurat juga mulai dipraktikkan guna melatih kesadaran masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana kapanpun dan dimanapun.

Melalui kesadaran dan dukungan penuh dari pemerintah pusat hingga daerah (berbagai lembaga pemerintah mulai BMKG, BNPB, PVMBG, DIKNAS dan lainnya) keberadaan kita sebagai Homo sapiens di zona rawan bencana pun bukan menjadi masalah besar bagi Manusia Bijak yang cerdik dan adaptif.

Continue Reading

Inspirasi

The Sage of Monticello, Kisah Anak Ajaib dari Perkebunan Virginia

Published

on

lukisan thomas jefferson

It is the strong in body who are both the strong and free in mind ~ Peter Jefferson”

Washington, DC, Musim Dingin 1801. Terik cahaya matahari menyilaukan membangunkan Thomas Jefferson dari tidur pulasnya. Spontan Thomas Jefferson menganyunkan kakinya yang panjang dari kasurnya menuju baskom berisi air.

Bagi Thomas Jefferson mendinginkan kaki merupakan upaya menjaga kesehatan, jadi aktivitas semacam itu telah menjadi kebiasaannya seumur hidupnya.

Saat masih berkebun di perkebunan dekat Blue Ridge Virginia, setiap pagi Thomas Jefferson membawa ember logam untuk ditaruh di lantai sebelah ceruk di mana ia tidur.

Kini, Thomas Jefferson berusia hampir lima puluh delapan tahun. Rambut hitamnya mulai memutih, kulit berbintik-bintik kemerahan di masa mudanya yang selalu rentan terhadap matahari kini mengernyit sedikit. 

Sorot matanya tajam namun sulit dipahami, ada yang menggambarkan bola matanya berwarna biru meskipun ada pula yang berkata bola matanya berwarna cokelat. Akan tetapi semua sepakat, jika Thomas Jefferson memiliki rahang kuat dengan gigi yang besar.

John Meacham dalam bukunya Thomas Jefferson; The Art of Power menulis, sejak awal Februari 1801, ia terlibat dalam kekacauan dan berupaya menenangkannya dengan merendam kakinya pada baskom berisi air.

Thomas Jefferson terjerumus dalam kegundahan menunggu hasil pemilihan umum di mana ia telah menantang John Adams dan akan mengalahkannya pada pemungutan suara.

Thomas Jefferson lahir pada 13 April 1743 di area perkebunan Shawell yang terletak tepat di luar Charlottesville, Virginia. Thomas Jefferson adalah anak ketiga dari sepuluh bersaudara.

Ibunya, Jane Randolph Jefferson berasal dari keluarga yang mengklaim masih keturunan dari Inggris-Skotlandia sedangkan ayahnya, Peter Jefferson, merupakan seorang petani sukses, surveyor terampil dan kartografer handal yang bisa menghasilkan peta pertama Provinsi Virginia dengan akurat.

Thomas Jefferson senang bermain-main di hutan. Ia juga rutin berlatih biola dan gemar membaca. Pendidikan formalnya dimulai pada usia sembilan tahun, ia mempelajari bahasa Yunani dan Latin di sebuah sekolah swasta lokal yang dijalankan oleh Pendeta William Douglas. Saat usianya menginjak 14 tahun, ia belajar bahasa klasik, sastra dan matematika dari Pendeta James Meury.

Sejak tahun 1760, Thomas Jefferson mendalami filsafat, sastra dan sejarah di College of William and Mary di Williamsburg, ibukota Provinsi Virginia.

Thomas Jefferson harus menelan mentah-mentah perasaan kecewanya, ternyata disana hanya berisi pelajar-pelajar penyuka pertaruhan pacuan kuda, terobsesi hubungan percintaan dan gemar menghabiskan waktu bermain kartu. 

Baca Juga:

  1. Ambang Kehancuran Meksiko
  2. 5 Fakta Unik Thailand Izinkan Warga Tanam Ganja di Rumah
  3. Anak Menangi Pilpres Filipina, Inilah Keluarga Marcos yang Penuh Kontroversial

Setamat belajar College of William and Mary Thomas Jefferson menemui pakar-pakar keilmuan seperti Profesor William dan Letnan Gubernur Francis Fauquier.

Ia juga belajar ilmu hukum dari George Wythe, seorang pengacara terkemuka. Selama lima tahun belajar dengan George Wythe, Thomas Jefferson langsung menjelma menjadi salah satu pengaca paling terpelajar di Amerika.

Selama menekuni profesi sebagai pengacara, Thomas Jefferson hampir memenangkan semua kasusnya.

Selama itu pula, Thomas Jefferson mengenal dan mencintai janda terkaya di Virginia, Martha Wayles Skelton. Akhirnya, mereka menikah pada tanggal 1 Januari 1772 dan dikaruniai enam anak.

Thomas Jefferson pernah membacakan catatan-catatan tentang cita-citanya kepada temannya, Will Fleming. Thomas Jefferson dan Will Fleming merupakan pemuda yang berkemauan keras dan selalu optimis terhadap masa depannya.

Jefferson dan Fleming akan membeli perkebunan, menikah dengan perempuan setempat, mendirikan rumah bersebelahan dan bekerja di pengadilan yang sama.

Thomas Jefferson menikahi Rebecca Burwell sedangkan Will Fleming menikahi Sukey Potter. Thomas Jefferson terus-menerus berusaha mewujudkan rencana masa depan yang indah meskipun sejak remaja telah kehilangan ayahnya, Peter Jefferson.

Thomas Jefferson tumbuh dewasa dengan pandangan dunia sebagai bangsawan terpelajar. Lorri Glover dalam Founders as Fathers; the Private Lives And Politics of the American Revolutaniries menggambarkan bahwa Thomas Jefferson menjaga citra keluarganya sekaligus menjamin reputasinya dengan menemukan pendamping hidup yang tepat.

Rebecca Burwell adalah pilihan yang tepat. Gadis berparas jelita, cerdas dan cantik ini diasuh oleh pamannya, William Nelson, seorang politisi kaya dari keluarga terpandang meskipun pada akhirnya mereka bercerai.

Karir Politik Thomas Jefferson

Dilansir dari biography.com, Thomas Jefferson merupakan salah satu pihak oposisi radikal terhadap kebijakan Stamp Act yang dikomandoi oleh Patrick Henry dan George Washington.

Pada tahun 1774, Thomas Jefferson menulis Summary View of the Rights of British America sebagai penegasan atas sikapnya. Pada tahun 1775, ia menghadiri Kongres Kontinental Kedua dan ditunjuk oleh George Washington sebagai komandan.

Setahun kemudian, Kongres menunjuk Thomas Jefferson, John Adams, Benjamin Franklin, Roger Sherman dan Robert Livingston untuk menyusun Deklarasi Kemerdekaan.

Thomas Jefferson adalah penulis draft pertama yang berisi wasiat paling indah life, liberty, and the pursuit of happiness

Setelah menyusun Deklarasi Kemerdekaan, Thomas Jefferson kembali ke Virginia untuk mengisi jabatan sebagai anggota dari Virginia House of Delegates (1776-1779).

Thomas Jefferson merevisi undang-undang Virginia agar bisa selaras dengan cita-cita Amerika yang telah digariskan dalam Deklarasi Kemerdekaan.

Pada tahun 1777, Thomas Jefferson menulis Virginia Statuta yang bertujuan untuk melindungi kebebasan beragama masing-masing individu sekaligus mengatur  pemisahan gereja dan negara.

Dokumen itu merupakan prestasi paling membanggakan bagi Thomas Jefferson, meskipun pada akhirnya Virginia Statuta tidak diadopsi sebagai hukum resmi oleh Provinsi Virginia. 

Pada tahun 1797, Partai Republik mengusung Thomas Jefferson sebagai kandidat presiden. John Adams dari Partai Federalis, pesaing politik paling tangguh yang menang tipis atas Thomas Jefferson.

Oleh karena itu, John Adams berhasil menjadi presiden kedua Amerika dan secara otomatis Thomas Jefferson menjadi wakil presidennya.

Perbedaan pemikiran politik antara John Adams dan Thomas Jefferson mengakibatkan John Adams tidak mau berkonsultasi kepada wakil presidennya saat akan mengambil keputusan penting.

Selama empat tahun menjabat sebagai wakil presiden, Thomas Jefferson menulis panduan paling berguna dalam proses legislatif.

Pemilihan umum pada tahun 1804 memberikan Thomas Jefferson kemenangan mudah. Namun, ia masih kesulitan menyingkirkan lawan-lawan politiknya (Federalis) yang banyak menjabat sebagai hakim.

Sebagai presiden Amerika ketiga, Thomas Jefferson berusaha mengakhiri masalah bajak laut yang telah lama mengganggu pengiriman produk – produk Amerika.

Para perompak berasal dari Afrika Utara (Tunisia, Tripoli, Aljazair) yang menguasai perairan Mediterania dibasmi kapal perang Amerika, Louisiana Purchase. 

Tantangan eksternal masih berlanjut, serangkaian penaklukan Napoleon yang spektakuler atas Eropa daratan berujung pemboikotan atas semua jalinan perdagangan.

The Sage of Monticello

Aktivitas ekspor ke Eropa terhambat, perekonomian Amerika pun melemah sehingga memicu ketidakperacayaan dan kebingungan internasional.

Perang tahun 1812 atau Perang Kesalahan Komunikasi menandai berakhirnya masa jabatan Thomas Jefferson. Setelah pulang ke Monticello, pada tanggal 7 Maret 1825 Thomas Jefferson membuka Universitas Virginia, universitas sekuler pertama di Amerika yang menghidupkan kembali korespondensi antara politik, filsafat, sastra dan sejarah.

Krisis keuangan yang melebihi batas gaji pesiunannya mengakibatkan Thomas Jefferson terlilit hutang dan tidak mampu membayarnya sehingga terpaksa menjual seluruh buku di perpustakaan pribadinya.

Koleksi buku-buku Thomas Jefferson kini dapat ditemui di Perpustakaan Kongres. Thomas Jefferson meninggal dunia pada 4 Juli 1860, hanya selisih beberapa jam sebelum John Adams menyusulnya.

Rekan sekaligus musuh politiknya, John Adams dimakamkan bersamanya di tanah Messachuttes.

Kini, Thomas Jefferson tetap dikenal sebagai The Sage of Monticello (cerita sejarah seorang anak ajaib dari perkebunan Monticello, Virginia), gelar atas kecakapan intelektual, kecerdasan (bahkan menguasai berbagai bidang keilmuan termasuk arsitektur, ilmu pemerintahan, literatur klasik, bahasa dan musik) dan kebijaksanaannya.

Continue Reading

Trending