Connect with us

Edukasi

Menkes: Sebelum Sekolah Tatap Muka Dimulai, Guru Wajib Divaksin!

Published

on

Menkes Budi Gunadi

Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi), sudah mengeluarkan arahan terkait sekolah tatap muka. Terkait hal itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menekankan seluruh guru harus lebih dulu divaksin sebelum sekolah tatap muka dimulai.

Jokowi ingin sekolah tatap muka hanya dihadiri maksimal 25 persen murid. Sekolah tatap muka setiap hari dilakukan maksimal hanya 2 jam.

“Semua guru harus selesai divaksin sebelum mulai. Jadi mohon bantuan juga kepala daerah prioritaskan guru dan lansia terutama guru-guru harus sudah divaksin sebelum tatap muka terbatas dilaksanakan,” kata Budi dalam konferensi pers yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (7/6/2021).

Baca Juga:

  1. Saat Buka Puasa, Sebaiknya Tak Konsumsi 5 Makanan Ini Secara Berlebihan
  2. Hindari 5 Kebiasaan Tak Sehat Ini Saat Berbuka Puasa
  3. Catat! Ini 5 Cara Makan untuk Hindari Asam Lambung Saat Puasa

Budi menegaskan keputusan siswa belajar di sekolah tetap ada di tangan orang tua/wali. Jika orang tua/wali tidak berkenan, siswa masih bisa belajar dari rumah.

“Tidak lebih dua hari seminggu dan setiap hari maksimal hanya dua jam. Opsi menghadirkan anak ke sekolah ditentukan orang tua,” kata dia.

Sementara itu, target vaksinasi guru dan tenaga kependidikan yang ditetapkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) molor dari target.

Mulanya, Mendikbudristek Nadiem Makarim menargetkan vaksinasi guru rampung pada pekan kedua Juni hingga jenjang pendidikan tinggi. Namun kini Nadiem menetapkan vaksinasi paling telat selesai Agustus 2021.

Terbaru, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPA) menemukan kasus guru menolak disuntik vaksin virus corona di Bengkulu. Berdasarkan data KPAI, guru yang sudah disuntik vaksin di Bengkulu baru sekitar 50 persen.

Edukasi

Ketua Badan Wakaf Indonesia: Kualitas Bangsa Bergantung pada Guru

Published

on

By

Ketua Badan Wakaf Indonesia Prof. Dr. Ir. K.H. Mohamad Nuh, Dea memberikan sambutannya dalam Parayaaan Milad ke-65 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada Jumat (20/5/2020).

Dirinya mengatakan UIN Jakarta telah memberikan dedikasi dan kontribusi yang luar biasa dalam dunia pendidikan Indonesia. Dirinya ingin UIN sebagai lembaga institusi guru bangsa yang bisa memberikan pencerahan bagi masyarakat dan institusi yang lain.

“Kualitas bangsa negara tergantung kualitas warga negara, kualitas warga negara tergantung pada kualitas pendidikan, kualitas pendidikan tergantung pada guru,” tuturnya.

Di mana esensinya dari seorang guru adalah memberikan kecerahan. Ia juga mengatakan UIN bisa mengambil peran ketidamutuan publik menjadi diskursus intelektual yang sangat strategis dan perlu dikembangkan.

Baca Juga:

  1. Pesan Jokowi di Harkitnas: Bangsa Indonesia Harus Maju Bersama-sama
  2. Sah, Jokowi Akhirnya Cabut Larangan Ekspor Minyak Goreng
  3. Jokowi Kembali Buka Ekspor Minyak Goreng, Serikat Petani Indonesia Beri Apresiasi Tinggi

Selain itu ia turut berbeagi pengetahuan terkait buku yang pernah ia baca, yakni “Vibe Mindset”.

“Ada 5 mindset untuk kedepan yang perlu dikembangkan dan dijaga,” ujarnya.

Pertama adalah discipline mind, membuat orang yang menekuni segala sesuatu paham betul tentang apa yang ia lakukan. Namun, menurutnya hal ini belum bisa menjawab tentang persoalan.

“Tapi ini saja tidak cukup, kopleksitas lebih cepat muncul dari pada kepemahaman kita. Masih banyak lagi fenomena-fenomena yang akan muncul,” terangnya.

Oleh sebab itu ia kembali menjautkan mindset yang kedua, yaitu cityzaining mind. Pola pikir yang menggabungkan antara disiplin. Karena baginya tidak mungkin menyelesaikan perkara hanya dengan 1 disiplin saja.

Kemudian yang ketiga creatif mind, pola pikir yang mencoba mencari terobosan-terobosan baru. Dirinya mengtakan jangan ada kata puas di bidang prestasi, meski bersyukur boleh. Namun tidak boleh berhenti dan merasa puas.

“Dengan adanya terobosan-terobosan banyak pikiran-pikiran baru, dan inovasi. Ada sesuatu yang baru sehingga potensi untuk konflik,” ucap Ketua Badan Wakaf Indonesia tersebut.

Selanjutnya respectfull mind, pola pikir yang saling menghargai dan menghormati. Sebab creatif mind menurutnya juga belum cukup. Karena dari sana muncul perbedaan atau peluang konflik, sehingga butuh pola pikir ini untuk dapat saling menghargai dan menghormati.

Berikutnya yang terakir ethical mind, pola pikir yang di dasarkan atas etika. Ia mengatakan akan pentingnya etika bagi kehidupan, sebab segala hal tidak melulu cukuo dengan logika saja.

“Etika itu sangat-sangat penting, karena kalau kita hanya memanfaatkan logika saja tidak cukup,” kata Nuh.

Continue Reading

Edukasi

Ma’ruf Amin: UIN Jakarta Harus Jadi Universitas Internasional

Published

on

By

Wakil Presiden RI Prof. Dr. K.H. Ma’arif Amin

Wakil Presiden RI Prof. Dr. K.H. Ma’arif Amin memberikan sambutannya dalam Perayaan Milad ke-65 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Jakarta pada Jumat (20/5/2022).

Namun sambutannya itu ia sampaikan secara virtual, dengan berupa tayangan video. Hal ini lantaran dirinya tidak bisa hadir pada acara yang diselenggaran di Auditorium Harun Natsution tersebut.

Atas hal itu pun Ma’ruf hanya bisa memberikan sambutan sekaligus ucapan selamat kepada UIN Jakarta secara singkat saja.

Ma’ruf mengatakan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta telah memberikan peran dan manfaat di banyak bidang, terutama keagamaan. Dengan begitu UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai tingkat perguruan tinggi yang unggul.

Baca Juga:

  1. Ini Dia 10 Kampus Swasta Terbaik Indonesia Versi THE Impact Rankings 2022
  2. 5 Universitas Luar Negeri yang Punya Program Kuliah Online
  3. Ingin Kuliah Online? 10 Kampus Terbaik di Indonesia Ini Bisa Jadi Referensi

Ma’ruf pun berharap agar perguruan tinggi negeri tersebut tetap bekerja keras sebagai perguruan tinggi dengan berstandar internasional. Tidak hanya studi keislaman, melainkan juga untuk studi lainnya. Terkait fasilatas pendidikan pun juga singkat ia bahas sebagai penunjang.

“Saya mengharapkan UIN Jakarta tetap bekerja keras dengan berstandar internasional. Tidak studi keislaman atau keagamaan saja, tapi juga studi yang lain,” kata Ma’ruf.

“UIN Jakarta harus lebih aktif lagi untuk melakukan promosi ke luar negeri,” imbuhnya.

Menurutnya, hal ini menjadi kekuatan Indonesia untuk berperang secara global. Selanjutnya ia tak lupa mengucapkan selamat milad kepada UIN Jakarta, serta mendoakan yang terbaik untuk kedepannya.

Continue Reading

Edukasi

Ini Dia 10 Kampus Swasta Terbaik Indonesia Versi THE Impact Rankings 2022

Published

on

By

Kampus Swasta Terbaik Indonesia, Telkom University

Pada Rabu 27 April 2022, Times Higher Education (THE) kembali merilis universitas terbaik dunia. Di mana kali ini untuk kategori Impact Rankings 2022.

Diketahui, satu-satunya tabel kinerja global yang menilai universitas terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB adalah Times Higher Education Impact Rankings.

Untuk memberikan perbandingan yang komprehensif dan seimbang di empat bidang yang luas yankni penelitian penatalayanan, penjangkauan dan pengajaran, The memakai indikator yang dikalibrasi dengan cermat.

Pemeringkatan THE Impact Rakings ini sebagai bentuk penilaian aktivitas tridarma perguruan tinggi kepada 17 indikator Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selain itu juga, bagaimana pengaruh yang dihasilkan perguruan tinggi terhadap kesejahteraan masyarakat pun turut dinilai dalam pemeringkatan ini.

Baca Juga:

  1. 5 Universitas Luar Negeri yang Punya Program Kuliah Online
  2. 10 Daftar Beasiswa ke Luar Negeri yang Menawarka Biaya Pendidikan Penuh
  3. Mantap, Mahasiswa UNY Ciptakan Tempe dari Biji Karet

Empat indikator SDGs yang dinilai baik oleh THE anatara lain seperti Life Below Water (SDGs 14), Life on Land (SDGs 15), Sustainable Cities and Communities (SDGs 11), serta Partnership for the Goals (SDGs 17).

Melansir laman Times Higher Education, berikut daftar PTS Indonesia yang masuk pemeringkatan:

  1. Telkom University

    Peringkat dunia: 401-600
    Skor total: 65,0-71,9
  2. Universitas Islam Indonesia

    Peringkat dunia: 601-800
    Skor total: 57,3-64,9
  3. Bakrie University

    Peringkat dunia: 801-1.000
    Skor total: 50,3-57,2
  4. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

    Peringkat dunia: 801-1.000
    Skor total: 50,3-57,2
  5. Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung

    Peringkat dunia: 801-1.000
    Skor total: 50,3-57,2
  6. Binus University

    Peringkat dunia: 1.001 +
    Skor total: 9,2-50,2
  7. Institut Teknologi PLN

    Peringkat dunia: 1.001 +
    Skor total: 9,2-50,2
  8. Universitas Kristen Maranatha

    Peringkat dunia: 1.001 +
    Skor total: 9,2-50,2
  9. Universitas Kristen Satya Wacana

    Peringkat dunia: 1.001 +
    Skor total: 9,2-50,2
  10. Universitas Yarsi

    Peringkat dunia: 1.001 +
    Skor total: 9,2-50,2

Continue Reading

Trending