Connect with us

Market

Mengulas Peran Keji Indra Kenz di Binomo

Published

on

Indra Kenz

Indra Kenz membuat heboh Indonesia karena menjadi tersangka kasus investasi bodong apilkasi Binomo. Padahal, dia dulunya dikenal sebagai crazy rich Medan, anak muda yang memiliki harta dan aset melimpah.

Indra Kenz selama ini dikenal sebagai influencer yang membagikan tips dan trik trading. Bahkan, dia memiliki kelas trading khusus bagi masyarakat yang ingin mengikuti jejaknya, yakni mendapatkan uang berlimpah lewat trading.

Indra Kenz diketahui mengemban tugas sebagai afiliator untuk platform aplikasi Binomo. Afiliator adalah orang yang bertugas mempromosikan bisnis digital.

Baca Juga:

  1. Khawatir Keselamatan Keluarga di Kiev, Shevchenko Kirim Pesan Menyentuh untuk Ukraina
  2. Kota Kherson di Ukraina Kini Jatuh ke Tangan Rusia
  3. Dalam 24 Jam, Serangan Rusia di Kota Kharkiv Tewaskan 21 Orang Ukraina

Jadi, Indra Kenz memiliki peran dalam merekrut orang untuk ikut dalam platform Binomo. Cara bermainnya, member yang bertransaksi di platform tersebut diberikan pilihan untuk menebak.

Tebakan terkait apakah harga suatu aset keuangan bakal naik atau turun. Aset keuangan yang ditebak ini beragam mulai dari foreign exchange (FX), komoditas seperti minyak, emas, indeks saham hingga kripto.

Yang membedakan antara trading dan opsi biner ini dalam trading ada ditransaksikan dan berpindah tangan.

Nah, Indra Kenz mendapatkan keuntungan besar dari setiap member yang mendaftar di aplikasi Binomo lewat dia. Kini, pertanyaannya adalah berapa keuntungan yang didapat Indra Kenz jika member kalah?

Perhitungan sederhana income yang didapatkan setiap affiliator binary option adalah dari member yang bertransaksi menggunakan kode referral mereka, kemudian transaksi tersebut loss, kalah atau rugi.

Nilai transaksi yang loss dikalikan dengan persentase komisi affiliator binary option.

Contoh kasusnya, jumlah member telegram kursus trading milik Indra Kenz berjumlah 130.000.

Anggaplah dari total tersebut hanya 10% member yang aktif melakukan trading di binary option.

10% dari 130.000 = 13.000

Jika diambil rata-rata transaksi setiap member 5juta dan 70% diantaranya mengalami loss, maka keuntungan yang affiliator binary option dapatkan adalah sebagai berikut.

13.000 x 5juta x 70% (persentase loss) = 45,4 miliar

Sebuah data menunjukkan 90% trader amatir rata-rata akan mengalami loss dan kehilangan uang, sehingga diambil rata-rata persentase loss adalah 70%.

Sementara menurut pengakuan mantan affiliator binary option dan Bin Partner komisi yang mereka dapatkan sebesar 70% dari transaksi yang loss, sehingga dapat dihitung seperti berikut.

45,4 miliar x 70% = 31,8 miliar per bulan.

Mencengangkan bukan keuntungan yang didapat Indra Kenz? Namun, sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya terjatuh juga. Mungkin, pepatah itu cocok menggambarkan situasi yang dialami Indra Kenz saat ini.

Sang influencer kini ditetapakan polisi sebagai tersangka penipuan dan kasus pencucian uang. Seluruh harta dan aset miliknya pun disita. Indra Kenz kini terancam hukuman penjara 20 tahun.

Market

Mengenal CBDC Kripto, Mata Uang Digital dari Bank Sentral

Published

on

CBDC Kripto

Digitalisasi dalam bidang teknologi dan komunikasi memicu revolusi baru dalam berbagai dunia industri, tak terkecuali keuangan. Setelah menghadirkan beragam layanan digital, kini perbankan mesti menghadapi kehadiran aset kripto.

Seiring popularitasnya yang turut meningkat, nilai aset kripto pun kini makin diperhitungkan. Tidak sedikit orang yang akhirnya beralih ke aset kripto untuk investasi. Sementara yang lainnya mulai menggunakan aset kripto sebagai alat transaksi jual beli.

Kendati penggunaan aset kripto di Indonesia sebagai alat tukar dianggap ilegal. Nyatanya di banyak negara asing, sudah banyak merchant yang menambahkan aset kripto sebagai salah satu metode pembayaran. Bahkan Pemerintah Amerika Serikat kini telah mengeluarkan aset kripto berupa stablecoin bernama USDT yang mengacu pada harga dolar AS di pasar.

Baca Juga:

  1. Make Up ‘Nyebrang’ Sunburn Blush, Sempat Trending bikin Rias Wajah Makin Natural
  2. Sejarah Kayu Cendana, Primadona Aroma Segala Aroma
  3. Mudah! Ini Cara Buat Air Mawar Di Rumah

Peningkatan minat masyarakat pada aset kripto membuat industri perbankan konvensional berjuang untuk mengendalikan aset kripto populer. Dua di antaranya adalah Bitcoin dan Ethereum. Sayangnya, kedua aset digital tersebut sudah dikenal luas sebagai cryptocurrency yang terdesentralisasi dan bebas regulasi.

Dalam operasinya pun, Bitcoin dan Ethereum berjalan di atas blockchain. Sehingga, konfirmasi transaksi yang dilakukan tidak tergantung pada satu pihak saja. Melainkan melalui proses mining yang berisi teka-teki operasi matematis rumit dan tentu saja persetujuan dari seluruh nodes yang terlibat.

Ketidakmampuan bank sentral atau otoritas pusat untuk mempengaruhi serta mengontrol Bitcoin dan Ethereum lantas membuahkan ide baru. Ide tersebut adalah membuat mata uang resmi dalam versi aset kripto. Cryptocurrency itu lantas akan bersifat sentralisasi. Sehingga diatur, dioperasikan, dan dikontrol oleh otoritas moneter masing-masing negara.

Sebelum membahas mengenai daftar negara yang mulai mengembangkan CBDC, mari kita berkenalan terlebih dahulu dengan konsep CBDC itu sendiri.

Sebagai mata uang digital, CBDC memiliki berbagai manfaat. Di antaranya memungkinkan proses transaksi menjadi lebih cepat, fleksibel dan berbiaya rendah, memudahkan sistem pengiriman uang di dalam dan antar negara, serta mendorong orang untuk dapat berdagang.

Layaknya angin segar, CBDC dapat menjadi pertanda baik bagi produktivitas dan pertumbuhan ekonomi suatu negara.

Dikarenakan CBDC adalah mata uang digital, maka seluruh transaksi dapat dengan mudah untuk dilacak dan diverifikasi. Hal ini tentu akan memudahkan pemerintah untuk menemukan aktivitas yang mencurigakan atau ilegal.

Saat ini, pemerintah melihat CBDC sebagai sebuah inovasi keuangan yang bisa meringankan tugas negara dalam manajemen risiko dan memvalidasi berbagai investasi pada lembaga keuangan.

Kendala keamanan finansial yang kerap dialami oleh beberapa bank dan lembaga keuangan dapat ditingkatkan dengan mengimplementasikan CBDC. Uang CBDC dapat ditransfer menggunakan dompet digital (digital wallet) tanpa rekening bank atau negara tertentu dapat menggunakan bank sentral sebagai fasilitator.

Adapun fungsi nyata CBDC adalah dapat meminimalkan biaya pencetakan, pengangkutan, penyimpanan, dan pembuangan uang kertas yang cukup tinggi.

Di sisi lain, CBDC adalah subjek dari beberapa masalah keamanan dunia maya. Secara khusus, kehadiran CBDC dapat mengundang serangan siber yang membahayakan sistem pembayaran dan kliring.

Sebagai penemuan keuangan yang relatif baru, CBDC perlu usaha yang lebih dalam mempertahankan reputasi untuk keselamatan dan operasi bebas risiko. Untuk mengatasi masalah ini, sistem AML, CTF, dan KYC (Know Your Customer) CBDC harus diperketat semaksimal mungkin.

CBDC adalah mata uang digital yang mengandalkan sistem terpusat. Kendati begitu, masih banyak pihak yang mempertanyakan apakah pemerintah akan membocorkan data pengguna ke pihak lain atau apakah iklan politik akan muncul dari eksploitasi data atau tidak.

Persoalan ini adalah kekhawatiran CBDC lain yang perlu kamu waspadai. Mata uang versi kripto tersebutlah yang dikenal sebagai CBDC (Central Bank Digital Currency).

Berdasarkan data terakhir, sekitar 87 dari 195 negara di dunia telah mengeksplorasi CBDC. Masing-masing melalui tahapan eksplorasi yang berbeda, seperti Launched, Piloted, Development, Research, Inactive, Canceled, dan lain-lain.

CBDC menyediakan berbagai fungsi. Yang paling umum adalah ritel dan grosir. CBDC Ritel diterbitkan secara digital untuk transaksi yang melibatkan masyarakat dan usaha kecil. Sedangkan, CBDC Grosir diberikan kepada lembaga keuangan untuk menyelesaikan transaksi skala besar.

Continue Reading

Market

Keren, Singapura Mulai Terima Pembayaran dengan Kripto

Published

on

By

Ilustrasi Aset Kripto

Kini pembayaran dengan mata uang kripto atau cryptocurrency telah diterima oleh berbagai bisnis di Singapura. Diantaranya yaitu, e-retailer peralatan rumah tangga “&glazed”.

Bahkan &glazed menerima pembayaran menggunakan mata uang kripto sebelum memiliki opsi pembayaran tanpa uang tunai (cashless) yang sudah biasa ada di toko-toko, dikutip Channel New Asia (CNA) pada Kamis (19/5/2022).

Bitcoin, Ethereum, dan Litecoin merupakan sejumlah jenis cryptocurrency yang diterima untuk pembayaran di toko online mereka dari awal tahun. Minatnya pada sektor yang terus berkembang tersebut membuat pendiri &glazed Lionel Lim mengambil keputusam tidak biasa itu.

Di bursa kripto yang berbasis di Singapura, Lim berinvestasi dalam cryptocurrency serta juga memiliki pekerjaan penuh waktu. Diketahui, alasan lain toko online mereka menirima aset digital tersebut, karena baginya akan semakin banyak orang berbelanja di toko onlinenya jika memiliki metode pembayaran yang banyak.

Baca Juga:

  1. Ini yang Wajib Dilakukan Investor Ketika Harga Kripto Anjlok
  2. Ini 5 Saran untuk Pemula yang Ingin Mulai Investasi Kripto
  3. Atasi Ponzi, AS, Kanada, Australia, & Belanda Sepakat Berbagi Data Kriminal Kripto

Kepada CNA dirinya mengatakan bahwa, “Kami ingin membuatnya semulus mungkin-sejauh apa pun yang Anda ingin bayar, kami mendapatkannya.”

Lim mengatakan sampai sekarang masih sangat sedikit yang mau membayar menggunakan kripto, meski telah cukup lama menerima pembayaran dengan kripto. Menurutnya, dengan pembayaran mata uang kripto hanya menghasilkan 1 persen dari total pesanan tingkat penerimaannya begitu rendah.

Ia menyebutkan sudah disimpan pemasukan itu dari dompet digital perusahaan di platform pembayaran yang digunakan untuk menerima cryptocurrency, yakni Coinbase Commerce. Untuk mencairkannya, dirinya juga mengaku tidak terlalu terburu-buru.

Continue Reading

Market

Curhat Bos Bursa Kripto Terbesar di Dunia yang Kini Kembali Miskin

Published

on

By

Perusahaan Pertukaran (exchange) Kripto Terbesar di Dunia, Binance

Setelah adanya kejatuhan dua kripto besutan Terra yakni Terra Luna (LUNA) dan TerraUSD (UST), perusahaan pertukaran (exchange) kripto terbesar di dunia Binance alami kerugian yang cukup besar.

Diketahui Binance menempatkan dananya sebesar US$ 3 juta dalam bentuk token LUNA serta sebagai imbalannya, menerima 15 juta token tersebut pada tahun 208 lalu. Dana Binance yang ditempatkan di LUNA melonjak menjadi US$ 1,6 miliar kala harga LUNA mencapai rekor tertingginya pada April kemarin.

Akan tetapi token LUNA yang dimiliki Binance pun menyusut parah hingga kini bernilai sekitar US$ 2.391 saja ketika harganya ambruk.

Mengutip Fortune, dalam sebuah tweet CEO Binance Changpeng Zhao mengatakan bahwa, “Modal kami di LUNA mencapai US$ 3 juta, kemudian melonjak menjadi US$ 1,6 miliar. Tetapi saat harga LUNA jatuh, kami menderita kerugian yang amat besar, di mana nilai LUNA kami kini hanya mencapai US$ 2.391 saja.”

Baca Juga:

  1. Ini yang Wajib Dilakukan Investor Ketika Harga Kripto Anjlok
  2. Ini 5 Saran untuk Pemula yang Ingin Mulai Investasi Kripto
  3. Mengenal BTR Coin, Token Asli Pertukaran Kripto Bitrue

Namun dirinya masih ingin memberikan kompensasi kepada trader ritel yang kehilangan dananya yang cukup besar saat LUNA mengalami koreksi parah pada pekan lalu. Hal ini terlepas dari kerugian besar yang di alami oleh Binance.

Mengenai kerugian yang diderita oleh trader-nya kepada LUNA, Binance menyerahkan sepenuhnya. Di mana atas kesalahan yang berimbas pada kerugian yang diderita trader Binance, mereka meminta pertanggungjawabannya.

“Binance akan memberikan kompensasi kepada setelah trader kami mendapatkan kompensasi dari tim proyek Terra. Kami meminta Terra bertanggung jawab atas kejatuhan dua tokennya yang membuat trader Binance mengalami kerugian besar,” ujar Zhao dalam tweetnya.

Stablecoin algoritmik besutan Terraform Labs TerraUSD (UST) turun menjadi sekitar 13 sen dolar Amerika Serikat (AS), secara teoritis terkait dengan harga dolar AS pada pekan lalu.

LUNA mata uang kripto yang dimaksudkan untuk membantu stablecoin UST mempertahankan pasak dolarnya pun runtuh akibat dari kecelakaan itu. Saat ini harganya hanya sekitar 1 sen dolar AS, setelah sebelumnya sekitar sekitar US$ 119 pada April silam.

Continue Reading

Trending