Connect with us

COVID-19Update

Mengerikan, Varian Delta Hantui Indonesia

Published

on

ilustrasi Varian Delta
ilustrasi Varian Delta

Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan bahwa Covid-19 varian Delta menjadi kasus yang paling banyak ditemukan di Tanah Air.

Data terbaru Kemenkes awal pekan ini menunjukkan bahwa ada total 4.732 kasus varian Delta. Posisi kedua menjadi milik varian Alpha dengan 76 kasus. Adapun, posisi ketiga ditempati varian Beta dengan 22 kasus. Angka ini meningkat 719 kasus dalam waktu sebulan terakhir.

DKI jakarta menjadi salah satu provinsi dengan sebaran tertinggi varian Delta di Indonesia sebanyak 1.278 kasus, disusul oleh Jawa Barat sebanyak 757 kasus, dan Kalimantan Timur sebanyak 393 kasus.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Di sisi lain, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan bahwa varian Delta saat ini menjadi yang paling dominan dalam sebaran kasus di dunia.

Berdasarkan catatan WHO, varian yang pertama kali terdeteksi di India kurang dari satu tahun lalu itu menyumbang 99 kasus Covid-19 di seluruh antero dunia.

“Delta benar-benar yang dominan,” kata Maria Van Kerkhove, Pimpinan Teknis WHO seperti dinukil dari CNBC International, Kamis (18/11/2021).

Van Kerkhove mengatakan hingga 900 ribu kasus Covid-19 yang ditemukan di seluruh dunia dalam 60 hari terakhir berkaitan dengan strain Delta.

“Ada dua varian yang menarik [Wu dan Lambda] yang telah kami lacak juga. Tetapi sekali lagi, di mana Delta hadir, Delta yang mengambil alih,” katanya.

Daftar Sebaran Kasus Covid-19 di Indonesia:

Varian Delta 4.732 Kasus

Sumatera Utara: 150 kasus
Sumatera Barat: 75 kasus
Sumatera Selatan: 59 kasus
Aceh: 54 kasus
Bengkulu: 22 kasus
Riau: 58 kasus
Lampung: 6 kasus
Jambi: 195 kasus
Kepulauan Riau: 52 kasus
Kepulauan Bangka Belitung: 43 kasus
Banten: 29 kasus
Jawa Barat: 757 kasus
DKI Jakarta: 1.278 kasus
DI Yogyakarta: 67 kasus
Jawa Timur: 85 kasus
Jawa Tengah: 309 kasus
Bali: 134 kasus
Nusa Tenggara Barat: 66 kasus
Nusa Tenggara Timur: 102 kasus
Kalimantan Tengah: 3 kasus
Kalimantan Timur: 393 kasus
Kalimantan Utara: 70 kasus
Kalimantan Barat: 56 kasus
Kalimantan Selatan: 126 kasus
Sulawesi Selatan: 24 kasus
Sulawesi Barat: 40 kasus
Sulawesi Utara: 186 kasus
Sulawesi Tengah: 66 kasus
Sulawesi Tenggara: 20 kasus
Gorontalo: 29 kasus
Maluku: 43 kasus
Maluku Utara: 43 kasus
Papua: 53 kasus
Papua Barat: 39 kasus

Varian Alpha 76 kasus

Sumatera Utara: 2 kasus
Riau: 1 kasus
Sumatera Selatan: 1 kasus
Lampung: 1 kasus
Kepulauan Riau: 7 kasus
DKI Jakarta: 37 kasus
Jawa Barat: 20 kasus
Jawa Timur: 4 kasus
Jawa Tengah: 1 kasus
Kalimantan Selatan: 1 kasus
Bali: 1 kasus

Varian Beta 22 kasus

Jawa Barat: 3 kasus
DKI Jakarta: 12 kasus
Jawa Timur: 6 kasus
Bali: 1 kasus

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

COVID-19Update

Kemenkes: Covid-19 Varian Botswana Belum Masuk Indonesia

Published

on

varian Botswana
varian Botswana

Dunia saat ini digegerkan dengan varian Covid-19 B.1.1.529 atau yang biasa dikenal dengan sebutan Varian Botswana. Namun, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PL) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi, menegaskan varian itu belum masuk ke Indonesia.

Nadia menyebut varian Botswana sudah menjadi perhatian pemerintah Indonesia karena berpotensi lebih menular. Meski demikian, Nadia mengatakan antisipasi yang dilakukan pemerintah masih sama seperti sebelumnya.

Antisipasi itu berupa pembatasan Warga Negara Asing (WNA) masuk ke Indonesia. Sejauh ini, Indonesia baru mengizinkan 19 negara untuk masuk ke Indonesia melalui Bandara Ngurah Rai, Bali.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

WNA yang diperbolehkan masuk Indonesia di antaranya berasal dari Saudi Arabia, United Arab Emirates, Selandia Baru, Kuwait, Bahrain, Qatar, China, India, Jepang, Korea Selatan, Liechtenstein, Italia, Perancis, Portugal, Spanyol, Swedia, Polandia, Hungaria, dan Norwegia.

“Antisipasi kami masih sama, karena aturan WNA yang masuk ke Indonesia kan juga masih terbatas di 19 negara,” ucap Nadia.

Continue Reading

COVID-19Update

Mengulas Covid-19 Varian Botswana, Si Pembawa 32 Mutasi

Published

on

Covid-19 varian Botswana
Covid-19 varian Botswana

Virus Covid-19 terus bermutasi. Kini, muncul varian baru bernama Covid-19 Botswana atau B.1.1.529. Hingga kini, sudah ada 50 kasus terkonfirmasi di Afrika Selatan, Hong Kong, dan Botswana.

Seperti dinukil dari Independent, Jumat (26/11/2021), ilmuwan khawatir varian Botswana, yang merupakan turunan dari B.1.1, dapat memicu penyebaran lebih lanjut. Varian B.1.1.529 dari Botswana ini memiliki 32 mutasi pada bagian protein lonjakan virus (spike protein). Padahal bagian ini banyak digunakan berbagai vaksin untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh melawan Covid.

Sehingga, jika terjadi mutasi pada lonjakan protein, dapat mempengaruhi kemampuan virus untuk menginfeksi sel manusia dan mempersulit kekebalan sel untuk menyerang patogen.

Varian ini pertama kali terdeteksi di Botswana, setelah para peneliti melakukan sequencing virus corona pada tiga kasus. Enam kasus lain telah dikonfirmasi di Afrika Selatan dan satu di Hong Kong yang dibawa oleh pasien yang baru kembali dari Afrika Selatan.

Dr Tom Peacock, seorang ahli virologi di Imperial College London, menekankan varian ini perlu perhatian khusus. Peacock sendiri adalah ilmuwan yang memposting rincian varian baru tersebut di situs berbagi genom.

“Harus dipantau ketat karena profil (mutasi) protein lonjakan yang mengerikan itu,” kata Peacock dalam serangkaian cuitannya di Twitter.

Meski demikian ia membuka dua kemungkinan. Pertama, bisa jadi varian ini hanya akan menjadi cluster aneh yang tidak terlalu menular. Kemungkinan kedua, menjadi sangat menular dan menjadi gelombang Covid-19 berikutnya seperti Delta.

Varian B.1.1.529 dari Botswana membawa sejumlah mutasi dari varian lain yaitu Mutasi P681H dan mutasi N679K. Varian mutasi P681H, juga dilaporkan sempat terlihat pada virus corona varian Alpha, Mu, beberapa varian Gamma, dan B.1.1.318.

“Ini pertama kalinya saya melihat dua mutasi ini dalam satu varian,” seperti dicuitkan Dr. Peacock.

Varian Botswana ini juga membawa mutasi N501Y dan mutasi D614G yang sempat ramai ada di Malaysia dan Indonesia. Varian N501Y merupakan salah satu varian yang menjadi perhatian WHO.

Kumpulan berbagai mutasi varian Covid-19 ini disebut peneliti bisa membuat varian ini menjadi lebih menular. Ini juga memungkinkan virus lebih mudah berikatan dengan sel manusia lewat reseptor angiotensin-converting enzyme 2 (ACE2).

Dr. Divya Tej Sowpati dari CSIR-Centre for Cellular and Molecular Biology mengatakan masih perlu lebih banyak penelitian mengenai varian ini sebab saat ini hanya sedikit urutan genom yang tersedia dari varian baru ini.

Melansir Indian Express, WHO menetapkan empat varian virus corona yang menjadi varian mengkhawatirkan (VoC), yaitu varian Alpha (garis keturunan B.1.1.7, yang disebut ‘varian Inggris’), Beta (garis keturunan B.1.351, yang disebut ‘ Varian Afrika Selatan’), Gamma (silsilah P.1, yang disebut ‘varian Brasil’) dan Delta (silsilah B.1.617.2 atau ‘varian India’).

Terkait hal itu, Afrika Selatan ditempatkan di bawah pembatasan perjalanan daftar merah Inggris mulai tengah hari pada Jumat, mempengaruhi antara 500 dan 700 orang yang biasanya melakukan perjalanan ke Inggris dari Afrika Selatan setiap hari melalui operator termasuk British Airways dan Virgin Airlines.

Larangan itu juga akan mencakup penerbangan dari Namibia, Lesotho, Botswana, Eswatini dan Zimbabwe.

Skotlandia mengkonfirmasi semua kedatangan dari negara-negara tersebut harus mengisolasi diri dan mengambil dua tes PCR mulai tengah hari pada hari Jumat, sementara siapa pun yang tiba setelah jam 4 pagi pada hari Sabtu harus menginap di hotel karantina yang dikelola.

Pendatang baru-baru ini dari Afrika selatan juga akan dilacak dan ditawarkan tes dalam upaya untuk menghindari pengenalan jenis baru.

Israel juga mengumumkan akan melarang warganya bepergian ke Afrika selatan, mencakup enam negara yang sama serta Mozambik, dan melarang masuknya pelancong asing dari wilayah tersebut.

Continue Reading

COVID-19Update

Bahaya, Covid-19 Varian B.1.1.529 Ditemukan di Hong Kong

Published

on

Covid-19 Varian B.1.1.529

Hong Kong membawa kabar buruk soal pandemi Covid-19. Pemerintah setempat mengumumkan menemukan dua kasus Covid-19 Varian B.1.1.529. Dua infeksi virus ini ditemukan dari wisatawan asal Afrika Selatan dan Kanada.

Seperti dinukil dari Strait Times, Jumat (26/11/2021), penemuan dua varian Covid-19 baru itu terjadi pada tanggal 11 November dan 14 November 2021. Pusat Perlindungan Kesehatan (CHP) menemukan virus ini saat kedua pasien itu menjalani karantina di Regal Airport Hotel.

“Informasi ilmiah tentang pentingnya kesehatan masyarakat tentang garis keturunan ini kurang saat ini. Ini diklasifikasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia sebagai varian dalam pemantauan,” lapor radio publik Hong Kong RTHK.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Otoritas Hong Kong menyatakan bahwa kronologi bermula dari wisatawan asal Afrika Selatan yang tak mengganti maskernya pada saat melakukan karantina. Virus kemudian menulari warga Kanada yang sama-sama melakukan karantina.

“Penyelidikan lebih lanjut oleh ahli mikrobiologi Universitas Hong Kong Yuen Kwok Yung menemukan bahwa masker telah berkontribusi pada penyebaran virus melalui transmisi udara ke orang kedua,” RTHK melaporkan kembali.

Varian B.1.1.529 saat ini sendiri sedang menjadi ketakutan baru. Pasalnya virus yang ditemukan di Botswana ini membawa 32 mutasi pada sisi lonjakan proteinnya. Mutasi pada protein lonjakan dapat mempengaruhi kemampuan virus untuk menginfeksi sel dan juga menghambat kekebalan.

“Sangat, sangat banyak yang harus dipantau karena profil lonjakan yang mengerikan itu,” ujar Dr Tom Peacock, seorang ahli virologi di Imperial College London, kepada Guardians, Rabu (24/11/2021).

WHO sendiri telah melakukan pertemuan mendadak untuk mengamati varian B.1,1.529 ini. Inggris mengambil langkah cepat dengan melarang enam penerbangan dari Afrika, termasuk Afsel.

Continue Reading

Trending