Connect with us

Nasional

Mengenal Sejarah Hari Nusantara

Published

on

Hari Nusantara
Hari Nusantara

Pada tahun 1999, Presiden Abdurrahman Wahid mencanangkan tanggal 13 Desember sebagai Hari Nusantara. Hari Nusantara pun disahkan menjadi hari perayaan nasional sejak diterbitkannya Keputusan RI Nomor 126 tahun 2001 yang diresmikan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri.

Hari Nusantara merupakan perwujudan dari Deklarasi Djuanda yang dianggap sebagai Deklarasi Kemerdekaan Indonesia kedua. Melalui deklarasi tersebut, Indonesia merajut dan mempersatukan kembali wilayah dan lautannya yang luas, menyatu menjadi kesatuan yang utuh dan berdaulat.

Sejarah Nusantara diawali sejak Deklarasi Djuanda pada tanggal 13 Desember 1957 yang akhirnya mengubah konsepsi tentang negara kepulauan terutama batas wilayahnya.

Sebelumnya, luas wilayah Indonesia masih berdasarkan Territoriale Zee en Marietieme Kringen Ordonantie (TZMKO) yang menyatakan bahwa luas wilayah Indonesia hanya sebesar 2.027.087 km2 dan batas territorial laut Indonesia sejauh 3 mil dari garis pantai.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Deklarasi Djuanda dicetuskan oleh Perdana Menteri Djuanda Kartawijaya kemudian dikenal sebagai konsepsi Wawasan Nusantara. Kini, luas wilayah kedaulatan Indonesia adalah seluas 8.300.000 km2 setelah batas teritorial laut Indonesia menjadi sejauh 12 mil dari garis pantai.

Sejak saat itu, laut Indonesia termasuk laut di dalam dan di antara kepulauan Indonesia, dan wilayah Indonesia mencakup daratan maupun perairan. Deklarasi ini kemudian disahkan melalui UU No. 4/PRP/Tahun 1960 tentang Perairan Indonesia.

Hari Nusantara yang diperingati setiap tanggal 13 Desember merupakan penegasan dan pengingatan bahwa Indonesia adalah Negara Kepulauan terbesar di dunia. Sayangnya, potensi sumberdaya kelautan Indonesia sebesar kurang lebih 3000 triliun rupiah/tahun belum tergarap secara maksimal.

Laut belum dilihat sebagai sumber pertumbuhan, penciptaan lapangan kerja, dan pemecah masalah kemiskinan.

Dalam rangka memperingati Hari Nusantara 2021 yang diperingati pada tanggal 13 Desember 2021, mari bersama kita meriahkan dengan membuat twibbonize yang diposting di akun medsos masing2 dengan menyertakan tagar #PartaiKebangkitanNusantara #BersatuDalamPersahabatan #HariNusantara2021.

Nasional

Buntut Pernyataannya Soal Bahasa Sunda, Arteria Dahlan Meminta Maaf Kepada Seluruh Masyarakat Jawa Barat

Published

on

Anggota DPR RI Arteria Dahlan
Anggota DPR RI Arteria Dahlan

Politikus PDIP yang juga anggota DPR RI, Arteria Dahlan, akhirnya meminta maaf kepada masyarakat Jawa Barat terkait pernyataannya meminta Jaksa Agung yang memecat Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) yang menggunakan Bahasa Sunda saat rapat.

Arteria Dahlan menyampaikan permintaan maaf itu dan klarifikasi di hadapan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto, dan Ketua DPP PDIP, Komarudin Watubun.

“Saya dengan sungguh-sungguh menyatakan permohonan maaf kepada masyarakat Jawa Barat, khususnya masyarakat Sunda atas pernyataan saya beberapa waktu lalu,” katanya.

Baca Juga:

  1. Ini Dia Alasan Deklarasi Pendirian PKN di Petilasan Gajah Mada
  2. PKN, Partai Pencipta Anak Bangsa yang Unggul dan Calon Pemimpin Indonesia
  3. Bahas Ibu Kota Negara Baru Nusantara, Wiranto Temui Wapres Ma’ruf Amin

Terkait pernyataanya itu, Arteria Dahlan menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut ke PDIP dan mengaku siap menanggung segala sanksi atas perbuatannya itu di Rapat Komisi III DPR RI beberapa waktu lalu.

“Saya menyerahkan sepenuhnya kepada DPP Partai. Sebagai kader partai saya siap menerima sanksi yang diberikan partai,” tegas dia.

Arteria mengaku telah belajar dari kasus tersebut. Ia juga berterima kasih kepada setiap kritik atas ucapannya yang telah menyinggung masyarakat Jawa Barat, terutama suku Sunda.

Ucapan Arteria Dahlan di rapat Komisi III DPR dengan Jaksa Agung pada Senin (17/1/2022) mendadak viral. Dia meminta Jaksa Agung agar memecat oknum Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) yang berbahasa Sunda dalam rapat.

“Ada kritik sedikit, Pak JA (Jaksa Agung), ada Kajati Pak, yang dalam rapat dalam raker itu ngomong pakai bahasa Sunda, ganti Pak itu,” katanya kala itu.

Continue Reading

Nasional

Menyakiti Hati Orang Sunda, Masyarakat Adat Sunda Laporkan Arteria Dahlan ke Polisi

Published

on

Anggota DPR RI Arteria Dahlan
Anggota DPR RI Arteria Dahlan

Buntut pernyataannya yang menyinggung Jaksa Agung agar memecat seorang kepala kejaksaan tinggi karena berbahasa Sunda dalam rapat DPR, Politikus PDIP, Arteria Dahlan, dilaporkan ke pihak berwajib.

Laporan itu dilayangkan Majelis Adat Sunda bersama perwakilan Adat Minang dan sejumlah komunitas adat kesundanan ke Polda Jabar hari ini, Kamis (20/1/2022).

“Iya, kami hari ini melaporkan saudara Arteria Dahlan, anggota DPR RI yang telah menyatakan dalam berita yang viral di Youtube dan media sosial meminta mencopot kepala kejaksaan tinggi yang berbicara dalam rapat menggunakan bahasa Sunda,” kata Pupuhu Agung Dewan Karatuan Majelis Adat Sunda Ari Mulia Subagja Husein di Mapolda Jabar, Kota Bandung.

Baca Juga:

  1. Ini Dia Alasan Deklarasi Pendirian PKN di Petilasan Gajah Mada
  2. PKN, Partai Pencipta Anak Bangsa yang Unggul dan Calon Pemimpin Indonesia
  3. Bahas Ibu Kota Negara Baru Nusantara, Wiranto Temui Wapres Ma’ruf Amin

Ari Mulia Subagja menyatakan bahwa kata-kata yang dilontarkan Arteria Dahlan di Gedung DPR amat menyakiti perasaan masyarakat Sunda. Dia menyayangkan Arteria tidak menghormati. Pasal 32 UUD 1945 ayat 2 yang mana setiap warga negara harus memelihara bahasa daerah, bukannya melarang bahasa daerah. Serta UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Lebih jauh Ari menuturkan, pernyataan kontroversial tersebut bisa saja dialami bukan hanya orang Sunda. Namun juga suku lain di Indonesia.

“Hari ini mungkin nasib jeleknya lagi menimpa orang Sunda diperlukan seperti itu. Tidak menutup kemungkinan di kemudian hari suku bangsa lain bakal diperlakukan hal yang sama,” tegas dia.

Ucapan Arteria Dahlan di rapat Komisi III DPR dengan Jaksa Agung pada Senin (17/1/2022) mendadak viral. Dia meminta Jaksa Agung agar memecat oknum Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) yang berbahasa Sunda dalam rapat.

“Ada kritik sedikit, Pak JA (Jaksa Agung), ada Kajati Pak, yang dalam rapat dalam raker itu ngomong pakai bahasa Sunda, ganti Pak itu,” katanya kala itu.

Continue Reading

Nasional

PKN: Jokowi Baik dan Berani Ambil Risiko!

Published

on

By

Presiden Joko Widodo

Menurut Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), pemerintahan Jokowi sudah cukup baik. Selain itu, Jokowi merupakan sosok pemimpin yang berani mengambil risiko.

Partai yang dikomandani oleh loyalis Anas Urbaningrum, dan dipimpin I Gede Pasek Suardika ini didirikan pada tanggal 29 Okteber 2020. Setelah itu, partai ini baru saja diresmikan oleh Kemenkumham pada 7 Januari 2022. PKN memberikan harapan kepada bangsa ini untuk membangun partai politik berdasarkan demokrasi pancasila.

Partai politik ini nantinya untuk membangkitkan kembali spirit Nusantara di masa lalu. Hal ini dilakukan untuk menciptakan pemuda berjiwa nasionalisme yang tinggi dan cerdas, sebagai calon pemimpin Indonesia di masa mendatang.

PKN, untuk saat ini mendukung penuh pemerintah. Dengan catatan, pemerintah mengambil kebijakan yang baik untuk rakyat dan menguntungkan rakyat. Sistem pemerintahan seperti itu lah, yang sangat partai ini dukung.

Baca Juga:

  1. Ini Dia Alasan Deklarasi Pendirian PKN di Petilasan Gajah Mada
  2. PKN, Partai Pencipta Anak Bangsa yang Unggul dan Calon Pemimpin Indonesia
  3. Bahas Ibu Kota Negara Baru Nusantara, Wiranto Temui Wapres Ma’ruf Amin

PKN juga melihat pemerintahan yang dipimpin oleh Jokowi berjalan dengan baik, dan Jokowi termasuk berani dalam mengambil keputusan serta berani ambil risiko. Seperti dalam sesi wawancara mycity.co.id  dengan Sekjen PKN Sri Mulyono  (19/1/2022), Dirinya mengatakan bahwa, “Pemerintahan Jokowi cukup baik, dan beliau cukup berani mengambil keputusan meski berisiko. Seperti keputusan pemindahan ibu kota, misalnya.”

Sri Mulyono juga memberikan tanggapannya terkait dengan nama Ibu kota yang baru. Menurutnya, nama Ibu kota dengan nama Nusantara yang berarti sama dengan nama partai politiknya, adalah sesuatu yang sangat positif. Ia menyimpulkan bahwa ini mungkin merupakan alam semesta yang juga turut mendukung, untuk kedepannya agar PKN dapat semakin menusantara atau berjaya. Baginya, tidak ada sesuatu yang kebetulan.

“Dan keputusan nama Ibu kota baru ini sangat baik, dan diharapkan memberikan efek positif kepada Partai Kebangkitan Nusantara. Mudah-mudahan hal ini bertanda baik, dengan diresmikannya nama Ibu kota baru yang bernama Nusantara juga.” Ucap Sri Mulyono.

Tidak hanya itu, menurutnya juga kebijakan Jokowi soal Indonesia yang tidak boleh mengekspor nikel mentah, merupakan kebijkan yang sangat hebat, dan wajib didukung. Akan tetapi di sisi lain ada kebijakan yang perlu dikritisi. Seperti kebijakan terkait Omnibus Law atau undang-undang cipta kerja, yang ia anggap hanya memanjakan atau menguntungkan para perusahaan atau pengusaha besar saja.

Continue Reading

Trending