Connect with us

Teknologi

Mengenal Leslar Metaverse, Proyek Gagasan Lesti Kejora dan Rizky Bilar

Published

on

Ilustrasi Leslar Metaverse

Leslar Metaverse yang diluncurkan oleh pasangan artis Lesti Kejora dan Rizky Billar ini adalah suatu proyek kripto yang digagas oleh mereka berdua.

“Leslar Metaverse adalah dunia digital masa depan yang bertema cyber future. Dimana Leslar Metaverse akan mempertemukan seluruh orang baik dari Indonesia dan Global untuk berkumpul atau mengadakan rapat, bekerja dan bermain,” hal ini dijelaskan keduanya melalui akun @leslarmetaverse itu sendiri.

Dalam akun instagram Leslar Universe juga dijelaskan bahwa di Leslar Mateverse setiap orang bisa megadakan berbagai acara seperti mengikuti konser, berbelanja online, berkompetisi hingga membeli sebuah properti digital.

Penjualan yang melesat sejak awal dirilis kepada khalayak luas ini membuat Leslar Meteaverse menjadi sempat viral di Twitter pada 11 Maret 2022. Rizky Billar berharap atas pencapaiannya tersebut dapat membuat tim lebih bersemangat untuk proyek kripto milikinya.

Baca Juga:

  1. Hanya Dalam 30 Detik, Koin Kripto Lesti Kejora dan Rizky Billar Laku Rp3,1 Miliar
  2. Giliran Lesti Kejora dan Rizky Billar Bikin Token Kripto
  3. Jangan Sampai Tertipu, Ini Daftar Token Kripto yang Lolos Aturan Bappebti

Koin Leslar yang terjual habis pada private sale selama 30 detik dan habis terjual pada presale dalam waktu 12 menit ini membuatnya hingga 300% mengalami kenaikan.

Diketahui Leslar Metaverse naik 17,2% dalam jangka waktu 24 jam terakhir dan berada di posisi 3040 di dunia untuk saat ini.

Koin tersebut dianggap bisa dipergunakan sebagai akses bermain game Leslar Metaverse dan juga unutk membeli item digital lainnya. Sepasang kekasih itu pun akan segera merilis Leslar Coin yang dapat digunakan sebagai mata uang untuk bertransaksi di Leslar Metaverse, meski Leslar Metaverse itu sendiri masih terbatas.

Teknologi

Google Ajukan Bangkrut Usai Rekening Bank Dibekukan

Published

on

Google

Pemerintah Rusia membekukan rekening bank milik Google. Hal itu membuat Google tampaknya akan memilih bangkrut dan tak lagi melakukan operasional di Rusia.

Seperti dilansir dari Endgaget, Jumat (20/5/2022), Google telah menangguhkan sebagian besar kegiatan komersialnya di Rusia akibat dari invasi Rusia ke Ukraina pada Februari lalu.

“Langkah ini membuat kantor kami di Rusia tidak dapat berfungsi termasuk mempekerjakan dan membayar karyawan yang berbasis di Rusia, membayar suplier dan vendor, serta kewajiban keuangan lainnya,” demikian pernyataan Google.

Baca Juga:

  1. Make Up ‘Nyebrang’ Sunburn Blush, Sempat Trending bikin Rias Wajah Makin Natural
  2. Sejarah Kayu Cendana, Primadona Aroma Segala Aroma
  3. Mudah! Ini Cara Buat Air Mawar Di Rumah

Meskipun tengah mengurus proses kebangkrutan, Google tetap akan memberi Rusia akses untuk layanan gratis seperti Search, YouTube, Gmail, Maps, dan Android untuk saat ini.

Pada Mei 2021, Rusia mendenda Google sekitar USD 82.000 atau sekitar Rp1,2 miliar karena dinilai telah gagal menghapus ribuan konten yang dianggap ilegal.

Pihak berwenang kemudian mendenda perusahaan tersebut sekitar USD 98 juta atau sekitar Rp1,5 triliun pada bulan Desember dengan alasan yang sama. Jumlah denda itu diperkirakan sekitar 5,7% dari omset Google 2021 di Rusia.

Dalam beberapa bulan terakhir, regulator telekomunikasi Roskomnadzor telah menekan YouTube untuk mencabut pembatasan akses ke media Rusia.

Continue Reading

Teknologi

Pencipta iPod Kritik Metaverse: Merusak Hubungan Manusia

Published

on

By

Ilustrasi Metaverse

Dunia virtual metaverse, yang mana orang-orang dapat saling berinteraksi dengan avatar mereka masing-masing ternyata tidak melulu semua pihak terkesan dengan konsepnya.

Salah satunya ada bapak iPod Tony Fadell. Di mana dirinya dulu merupakan Senior Vice President di Apple yang menangani teknologi iPod.

Metaverse dikatakan olehnya bahwa sangat berisiko merusak interaksi atau hubungan antar manusia. Hal itu dikarenakan orang-orang tidak lagi secara fisik bertatap muka dan bertemu langsung.

Mengutip detikINET, dirinya mengatakan bahwa, “Jika kalian memberikan teknologi di antara koneksi manusia itu, maka di situlah terjadi hal toxic.”

Baca Juga:

  1. Meta Buka Opsi Monetisasi untuk Pengguna Horizon Worlds
  2. Headset VR Cambria, Pintu Masuk ke Dunia Metaverse
  3. Metaverse Lebih Berbahaya dari Media Sosial?

Diketahui, induk Facebook Meta tengah mempopulerkan metaverse. Dengan menggunakan headset virtual realituy (VR), orang-orang memasuki dunia virtual tersebut.

Menurutnya, mungkin saja teknologi metaversi ini bermanfaat. Akan tetapi teknologi digital itu bukanlah media komunikasi yang nyata antara manusia satu dengan lainnya.

“Ketika Anda mencoba membuat koneksi dan interaksi sosial, tapi Anda tidak bisa melihat wajah orang lain, tidak bisa melihat mata mereka, maka Anda tidak punya cara yang humanis untuk terhubung,” kata Fadell.

“Bisa menciptakan lebih banyak troll, orang yang suka bersembunyi dan menggunakan metaverse untuk mendapatkan perhatian,” imbuhnya.

Metaverse dianggap bisa memnuculkan risiko seperti memicu orang melakukan bully atau sengaja memancing emosi orang ketika berinteraksi di dalamnya.

Continue Reading

Teknologi

Selamat Tinggal Macet, Indonesia Bakal Terapkan Pembayaran Tol Tanpa Berhenti

Published

on

Ilustrasi bayar tol

Sebagai solusi agar perjalanan tol lebih lancar, Indonesia akan menerapkan sistem pembayaran tol tanpa berhenti.

Hal itu diungkapkan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi. Dia menegaskan, timnya saat ini tengah mengaji sistem pembayaran tol tanpa berhenti masih dikaji oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT). Dia berharap agar penerapan pembayaran tol tanpa berhenti bisa diterapkan secepatnya.

“Ini masih proses research and development oleh pihak BUJT termasuk PUPR, termasuk juga pihak dari BPJT. Mudah-mudahan saya berharap cepat ya, karena di beberapa negara sudah diterapkan juga,” ujarnya.

Baca Juga:

  1. Cocok untuk Healing, Inilah 4 Pulau Terindah di Jawa Tengah
  2. Pulau Sempu, Surga Tersembunyi Indonesia yang Terlarang untuk Wisatawan
  3. Pulau Labengki, Keindahannya Kini Jadi Bahan Gunjingan Dunia tapi Asing di Telinga Orang Indonesia

Budi menambahkan, saat kendaraan melaju 40-50 km/jam, mobil bisa langsung lewat tanpa berhenti untuk transaksi tol. Ini, menurut Budi, pastinya akan membantu memperlancar perjalanan.

“Apalagi nanti Palimanan juga sudah tidak ada transaksi, jadi transaksi itu hanya ada di –katakan– Cikampek Utama, setelah itu nanti di exit-exit jalan tol di beberapa daerah,” sebutnya.

Budi mengatakan, pihaknya bakal menagih kepada pihak BPJT kapan sistem bayar tol tanpa berhenti diterapkan di Indonesia. Dia berharap sistem ini bisa diterapkan tahun ini.

“Tentunya sudah mendengar terkait hal ini sekaligus mengingatkan kepada saya untuk menagih juga nanti kepada teman-teman BPJT kapan ini dilakukan pendalaman atau penguatan kembali sehingga minimal dalam waktu yang tidak terlampau lama sebelum tahun 2023 bisa dijalankan,” dia mengakhiri.

Transaksi tol tanpa berhenti yang bakal diterapkan di Indonesia akan menggunakan sistem MLFF atau multi lane free flow (MLFF). Sistem ini memungkinkan transaksi pembayaran tol dilakukan saat kendaraan sedang melaju.

Continue Reading

Trending