Connect with us

Bisnis

Mengenal Dapur Kolektif, Layanan Bisnis Kuliner Gojek & Rebel Food

Published

on

Rebel Food menjadi buah bibir di Indonesia setelah Gojek menanamkan investasi ke raksasa kuliner asal India itu pada 2019 lalu.

Rebel Food mendapatkan dana senilai 125 juta dolar AS atau sekitar Rp1,8 triliun dari Coatue Management, Goldman Sachs, dan Gojek. Mereka menggunakan investasi tersebut untuk melakukan ekspansi ke Asia Tenggara dan Timur Tengah.

Bersama Gojek, Rebel Food membuat jaringan cloud kitchen dan dapur kolektif. Mereka kemudian mendirikan PT Rebel GoFood Indonesia untuk menghadirkan konsep dapur kolektif yang beroperasi dengan nama Rebel GoFood.

Baca Juga:

  1. Anies Baswedan Perpanjang PSBB dengan Masa Transisi
  2. New Normal, Risma Minta Kantin Sekolah Tak Buka
  3. Novel Baswedan Mengadu ke Jokowi Soal Hukuman Kasus Penyiraman Air Keras
  4. Lockdown 5 Bulan, Berat Badan Pria di Wuhan Naik 100 Kg

Lantas, apa itu cloud kitchen atau yang biasa disebut dapur kolektif? Ini adalah sebuah model bisnis kuliner terdiri atas berbagai macam restoran yang hanya menyediakan layanan pengantaran, atau tanpa makan di tempat (dine in).

Restoran tradisional biasanya memiliki kebutuhan seperti pegawai, pelayan,sewa gedung toko dengan fasilitas memadai dan lokasi strategis dengan harga yang cocok, serta fasilitas restoran untuk pelanggan (dine-in), dan peralatan inventaris untuk keindahan toko.

Model bisnis ini telah ada di dunia bisnis kuliner sejak lama dan efektif dalam membantu pelaku bisnis mengembangkan usahanya dengan berkurangnya berbagai biaya operasional. Konsep dapur kolektif telah banyak diusung oleh para pemain layanan pesan-antar makanan terkemuka di dunia dan terbukti sukses membawa UMKM melaju dengan skala bisnis lebih besar.

“Sesuai dengan misi utama Gojek sebagai perusahaan anak bangsa, kami berkomitmen untuk memberikan solusi bagi tantangan dan kebutuhan sektor informal dan masyarakat,” ujar VP Corporate Affairs Food Ecosystem Gojek, Rosel Lavina, kepada MyCity, Rabu (24/6/2020).

“Dengan layanan dapur kolektif ini, kami bertujuan membantu UMKM mempercepat pertumbuhan usahanya dengan skala yang lebih besar,” dia menambahkan.

Hingga saat ini, ada 27 lokasi dapur kolektif GoFood yang tersebar di Jabodetabek, Bandung, dan Medan. 90 persen di antaranya merupakan UMKM yang sebelumnya telah berada di ekosistem GoFood. Seluruh jajaran karyawan resto di cloud kitchen juga merupakan karyawan dari mitra usaha GoFood.

Ada berbagai macam manfaat dari layanan dapur kolektif yang bisa dimanfaatkan oleh UMKM:

1. Biaya operasional yang lebih rendah

Dapur kolektif GoFood menyediakan dapur, kelengkapan infrastruktur, serta utilitas dasar

(drainase, saluran listrik, dan pipa gas) yang siap digunakan, sehingga mitra UMKM bisa

mengurangi beban biaya sewa dan renovasi bangunan.

2. Pengantaran pesanan yang lebih efisien

Dengan dapur berbasis delivery-only (berfokus pada pengantaran), mitra UMKM bisa

memproses pesanan yang masuk dengan lebih cepat. Dibandingkan proses pick-up di pusat perbelanjaan atau gerai biasa, pick-up di dapur kolektif akan lebih efisien dan sederhana bagi mitra driver

3. Kesempatan menjangkau lebih banyak pelanggan

UMKM kuliner dapat memanfaatkan cloud kitchen untuk melakukan ekspansi ke wilayah lain dan lebih dekat dengan konsumennya karena dapat mengoptimalkan lokasi untuk kemudahan pengantaran dengan driver Gojek. (Arie Nugroho)

Advertisement

Bisnis

Mengandung Zat Pembuat Tekstil & Deterjen, BPOM Tarik Produk Es Krim Haagen-Dazs

Published

on

Es krim Haagen-Dazs

Pemerintah Prancis beberapa waktu lalu menemukan produk es krim vanila merek Haagen-Dazs memiliki kandungan etilen oksida. Hal itu membuat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI memutuskan untuk menarik produk tersebut di Indonesia.

Lantas, apa itu etilen oksida (EtO)? Itu adalah jenis gas tidak berwarna yang mudah terbakar dan berbau manis. Dikutip dari laman resmi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, etilen oksida biasanya digunakan untuk pembuatan etilen glikol (antibeku), tekstil, deterjen, pelarut, atau produk lainnya.

Melansir keterangan BOPM, Rabu (20/7/2022), penarikan es krim Haagen-Dazs ini ditujukan untuk melindungi masyarakat. BPOM menginstruksikan importir untuk melakukan penarikan dari peredaran terhadap kedua produk Es Krim Rasa Vanila merek Haagen-Dazs tersebut dan memperluas penarikan ke jenis kemasan lainnya, yaitu bulkcan (9,46 L).

Baca Juga:

  1. Begini Upaya Pemerintah Atasi PMK pada Hewan Ternak Jelang Idul Adha
  2. 5 Tradisi Unik Idul Adha di Indonesia
  3. 5 Cara Menenangkan Hati yang Gelisah Menurut Islam

Penarikan es krim Haagen-Dazs disebutkan sehubungan dengan informasi yang diterima Indonesia Rapid Alert System for Food and Feed (INRASFF) tanggal 8 Juli 2022 dari European Union Rapid Alert System for Food and Feed (EURASFF) tentang ditemukannya Etilen Oksida (EtO), dengan kadar melebihi batas yang diizinkan oleh European Union (EU), pada produk Es Krim Rasa Vanila merek Haagen-Dazs, Badan POM RI memandang perlu menyampaikan informasi kepada masyarakat sebagai berikut:

Sebelumnya pada tanggal 6 Juli 2022, Otoritas di Prancis melalui RappelConso dan pada tanggal 7 Juli 2022, Food Standards Australia New Zealand (FSANZ) menerbitkan informasi publik terkait penarikan secara sukarela Es Krim Rasa Vanila merek Haagen-Dazs oleh produsen, karena mengandung EtO.

Sementara itu pada tanggal 8 Juli 2022, Singapore Food Agency (SFA) memerintahkan importir untuk melakukan penarikan produk es krim Haagen-Dazs tersebut.

Sebagai langkah kehati-hatian, Badan POM juga menginstruksikan importir untuk menghentikan sementara peredaran/penjualan produk es krim merek Haagen-Dazs lainnya dengan komposisi yang mengandung perisa vanila sampai produk tersebut dipastikan aman.

Badan POM mengawal dan memastikan penarikan dan/atau penghentian sementara peredaran/penjualan produk sebagaimana dalam lampiran dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Es krim merek Haagen-Dazs lainnya yang terdaftar di Badan POM tetap dapat beredar di Indonesia. Badan POM sedang berproses melakukan kajian kebijakan terkait EtO, termasuk memantau perkembangan terbaru terkait peraturan dan standar keamanan pangan internasional, serta melaksanakan sampling dan pengujian untuk mengetahui tingkat paparannya.

Continue Reading

Bisnis

Tinggal Selangkah Lagi Jadi Unicorn, Startup Fesyen Zilingo Kini Terancam Bangkrut

Published

on

CEO Zilingo Dhruv Kapoor

Meskipun dua pendirinya Dhruv Kapoor dan Ankiti Bose memilih berdamai demi menyelamatkan perusahaan, namun, nasi startup fesyen business-to-business Zilingo saat ini berada di ujung tanduk.

Seperti dinukil dari CNN International, Selasa (5/7/2022), pertemuan dewan direksi Zilingo sejatinya dilakukan pada pertengahan bulan lalu. Namun, poin kunci termasuk potensi likuidasi perusahaan dan tawaran buyout dari Kapoor, diputuskan untuk diundur.

Dewan direksi Zilingo dikabarkan sepakat untuk mendiskusikan tawaran buyout oleh manajemen. Namun, keputusan baru bisa diambil paling cepat pada Rabu (22/7/2022).

Baca Juga:

  1. Roti Gambang, Disebut Bantalan Rel, Ternyata Terbaik di Dunia
  2. Sate Bulayak, Sate Sedap Khas Lombok yang Sarat Nilai Filosofis
  3. Lontong Roomo, Makanan Nikmat Khas Gresik yang Lahir di Era Sunan Giri

Tawaran pembelian perusahaan oleh manajemen, termasuk komitmen dari investor yang namanya tidak diungkapkan, untuk menyuntikkan US$8 juta ke perusahaan secara bertahap.

Proposal yang diajukan juga menyinggung rencana untuk melikuidasi entitas perusahaan yang berada di balik Zilingo saat ini serta pembentukan perusahaan baru bernama NewCo, yang akan mengambil alih seluruh unit bisnis Zilingo.

Zilingo adalah salah satu startup dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara. Perusahaan ini menyediakan dukungan infrastruktur dan rantai pasok untuk produsen fesyen regional.

Namun, permasalahan internal membuat Zilingo goncang hingga berujung dengan dipecatnya Bose dari posisi CEO olah dewan direksi perusahaan.

Continue Reading

Bisnis

Presiden Komisaris & Dewan Direksi Mengundurkan Diri, Ada Apa Unilever?

Published

on

PT Unilever Indonesia

Berdasarkan laporan keterbukaan informasi diketahui bahwa seorang direktur dan Dewan Komisaris PT Unilever Indonesia Tbk mengundurkan diri sejak 28 Juli 2022.

Menanggapi hal itu, Direktur dan Sekretaris PT Unilever Indonesia Reski Damayanti menyatakan perseroan mengusulkan Sanjiv Mehta sebagai Presiden Komisaris Perseroan yang baru dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Perseroan yang akan diadakan pada tanggal 28 Juli 2022.

“Pengunduran diri Hemant Bakshi sehubungan dengan penempatan posisi barunya di perusahaan afiliasi Unilever,” ujarnya.

Baca Juga:

  1. Asal-usul Senayan, Tempat Adu Ketangkasan Berkuda yang Kini Jadi Jantung Jakarta
  2. Asal-usul Nama Ancol & Awal Mula Berdirinya di Indonesia
  3. Asal-usul Menteng, Hutan Sarang Binatang Buas yang Jadi Kawasan Elite

Di sisi lain, PT Unilever Indonesia juga menyampaikan perihal pengunduran diri Hemant Bakshi dari jabatan Presiden Komisaris per tanggal 28 Juli 2022.

“Bersama ini kami informasikan bahwa perseroan telah menerima surat pengunduran diri dari Bapak Hemant Bakshi selaku Presiden Komisaris Perseroan yang akan berlaku efektif terhitung sejak tanggal 28 Juli 2022,” tulis perusahaan seperti dikutip dari Keterbukaan Informasi, Jumat (1/7/2022).

“Beliau akan menempati posisi baru di perusahaan afiliasi Perseroan. Perseroan akan mengusulkan Bapak Sanjiv Mehta sebagai Presiden Komisaris Perseroan yang baru pada Rapat Umum Pemegang Saham berikutnya,” sambung keterangan tersebut.

Continue Reading

Trending