Connect with us

CityView

Mengenal Ciri Khas & Karakteristik 4 Rumah Adat Betawi

Published

on

Rumah adat Betawi

Masyarakat Betawi mempunyai beberapa jenis rumah adat. Ada rumah adat yang bernama rumah panggung, rumah kebaya, rumah gudang, hingga rumah joglo.

Setiap rumah adat masyarakat Betawi tentu berciri khas budaya Betawi itu sendiri. Hal ini sesuai dengan yang dijabarkan dalam e-modul Bersama Meskipun Beragam yang menyebutkan bahwa rumah adat merupakan rumah penduduk asli suatu daerah.

Rumah adat suatu daerah berciri khas budaya setempat karena merupakan produk pemanfaatan teknologi dan sumber daya suatu wilayah. Selain itu, ciri khas rumah adat juga dipengaruhi oleh letak geografis serta kepercayaan masyarakat setempat.

Baca Juga:

  1. Khawatir Keselamatan Keluarga di Kiev, Shevchenko Kirim Pesan Menyentuh untuk Ukraina
  2. Kota Kherson di Ukraina Kini Jatuh ke Tangan Rusia
  3. Dalam 24 Jam, Serangan Rusia di Kota Kharkiv Tewaskan 21 Orang Ukraina

Masyarakat Betawi sendiri secara geografis mendiami banyak kawasan, seperti pesisir atau dataran rendah. Selain itu, masyarakatnya datang dari berbagai etnis, sehingga menyebabkan rumah adatnya memiliki jenis yang beragam.

Rumah Adat Betawi Kebaya

Rumah Adat Betawi Kebaya

Kebaya terdengar seperti pakaian tradisional, tetapi berbeda dengan yang satu ini. Menyebut Rumah Kebaya karena atapnya berbentuk seperti pelana yang dilipat dan apabila Anda melihat lipatannya dari samping, akan terlihat seperti Kebaya.

Dulunya, rumah Betawi ini ditempati oleh orang-orang terpandang di Betawi karena tanahnya luas serta desainnya yang elegan. Terdapat dua bagian, yakni semi publik dan pribadi.

Semi publik ada pada teras yang dibuat cukup luas untuk tamu yang berdatangan ke rumah. Akan diberikan meja dan kursi rotan atau bale untuk duduk-duduk santai. Sementara untuk pribadi adalah pada kamar tidur dan pekarangan belakang. Biasanya hanya boleh untuk orang/sanak saudara terdekat. Walau pribadi, kamar tamu tetap disediakan oleh pemilik rumah supaya hawa kekeluargaan dan keramahan masih bisa terasa.

Pada bangunan sendiri, batu kali menjadi pondasi awal rumah ini. Makanya tidak heran jika Anda menemukan rumah betawi berumur tua, tetapi masih sangat kokoh.

Bagian atap pelana yang telah disebut di atas biasanya dibuat dari genteng tanah atau anyaman daun kirai. Daun pintu memiliki ukuran yang besar dan diberi ukiran. Ventilasi udara dibuat cukup lebar supaya udara tetap masuk walau suhu sedang panas.

Rumah Adat Betawi Panggung

Rumah Adat Betawi Panggung

Dulu, Jakarta masih berbentuk seperti hutan. Cukup banyak hewan buas yang berkeliaran. Beberapa bagian Jakarta juga berlokasi di dekat sungai dan laut. Nah biasanya rumah panggung dapat Anda temukan di sana karena konsep rumah ini dipercaya paling aman menghadapi lingkungan alam di sekitarnya.

Sesuai namanya, rumah adat Betawi yang satu ini berbentuk seperti panggung. Terdapat tiang-tiang kayu sebagai penyangga. Di antara luar dan teras, tangga penghubung yang disebut sebagai “balak suji”. Lantai rumah berlandaskan bahan bambu dan dinding menggunakan kayu. Sementara dibuat menggunakan anyaman bambu atau genteng merah. Ya benar, sebagian besar Rumah Panggung dibuat dengan kayu karena dulu bahan dasar ini paling mudah ditemukan

Saat Anda masuk ke dalam rumah, akan ditemukan berbagai ornamen khas Betawi yang terlihat. Ukurannya bermacam-macam mulai dari belah ketupat, segi empat dan juga lingkaran. Penempatannya berada di jendela, daun pintu dan sejumlah titik di dalam rumah lainnya.

Rumah Adat Betawi Joglo

Rumah Adat Betawi Joglo

Rumah Joglo? Terdengar seperti rumah tradisional dari Jawa. Benar, tetapi yang satu ini berasal adalah rumah adat Betawi yang berakulturasi dari Jawa, terutama pada atapnya. Perbedaannya adalah pada bagian teras, di mana Betawi tidak memiliki Soko (tiang penyangga) seperti di Rumah Joglo Jawa.

Rumah adat suku Betawi yang satu ini dulu biasanya ditemukan di tengah kota karena penghuninya adalah masyarakat kelas atas. Lahannya luas dan desainnya begitu mewah. Berbentuk bujur sangkar, terdapat tiga bagian ruangan yaitu ruang depan, tengah dan belakang. Ruang depan ditujukkan untuk tamu yang datang.

Terlihat meja dan bangku rotan serta beberapa ornamen Betawi yang menggantung. Ruang tengah dipergunakan sebagai area pribadi seperti ruang keluarga dan ruang tidur. Sementara ruang belakang ada dapur dan kamar mandi.

Rumah Gudang

Rumah Gudang

Rumah gudang adalah jenis rumah adat Betawi yang dapat Anda temukan di pedalaman dan pinggiran kota Jakarta. Bentuk rumah ini terinspirasi dari bangunan milik Portugis, yang berbeda adalah pada atap yang berbentuk seperti perisai/pelana kuda yang dibuat se-Betawi mungkin.

Pada bagian depan, akan terlihat atap miring ke depan yang disebut sebagai markis untuk penahan air hujan dan sinar matahari. Pada bagian teras, sama seperti rumah adat Jakarta lainnya yang dibangun teras dengan bangku rotan serta ornamen Betawi. Selain ruang depan untuk teras, ada ruang dalam yang ditujukkan untuk keluarga. Biasanya, ruang tengah dan belakang disatukan.

Setelah mengenal semua rumah adat Betawi di atas, selain menambah kebudayaan Indonesia, tentu ini bisa menjadi inspirasi desain rumah impian Anda sehingga nantinya rumah tetap modern tanpa meninggalkan kesan tradisional yang telah ada sejak dulu.

CityView

Meraih Kemerdekaan dan Kedigdayaan: Amerika Serikat Melompat Jauh Ke depan

Published

on

ilustrasi patung liberty

Amerika tidak akan pernah dihancurkan dari luar. Jika kita goyah dan kehilangan kebebasan kita, maka kita menghancurkan diri kita sendiri”, – Abraham Lincoln

Kini raksasa dunia kian melonglong. Negara Adidaya Amerika Serikat menerima tantangan dari raksasa lain, dari benua yang kaya akan mitos, sejarah dan budaya. China meraung dan memamerkan taringnya dalam unjuk gigi perang dagang.

Negara China mengobarkan semangat mengembalikan kejayaan perdagangan yang telah terkubur berabad-abad silam.

Sementara Amerika Serikat ‘memaksakan diri’ untuk melanjutkan posisi sentralnya sebagai negara penguasa perekonomian global. Sayangnya, artikel ini hanya mengupas sejarah Amerika Serikat merangkak menuju digdaya.

Semua bermula pasca Deklarasi Kemerdekaan, bangsa Amerika telah memperoleh kemerdekaan pada 4 Juni 1776. Founding Father Amerika bukan saja mengumumkan kelahiran sebuah negara baru, melainkan juga mencanangkan sebuah filosofi kebebasan manusia.

Seiring sejalan, negara Amerika senantiasa berusaha meningkatkan kemakmuran rakyatnya melalui upaya diplomatik, yang di kemudian hari menjelma menjadi imperium raksasa, bahkan mempengaruhi segala penjuru bangsa di berbagai belahan dunia.

Demi mematahkan kepentingan Inggris, negara baru Amerika mengoptimalkan kinerja diplomatik dan mengadakan penetrasi militer terhadap pelabuhan dagang yang berada dalam kekuasaan Inggris (pelabuhan dagang West Indies).

Pemerintah negara baru Amerika menjalin relasi dengan para pedagang, terutama yang berkebangsaan Amerika, sehingga Inggris tersudutkan dan terpaksa membuka pelabuhan lainnya di daerah koloninya.

Langkah sukses berupaya dipertahankan, bahkan negara baru tersebut terus-menerus menggerogoti imperium Inggris di benua Amerika.

Baca Juga:

  1. Mengenal Presiden Amerika Tersingkat
  2. Ambang Kehancuran Meksiko
  3. Asmara di Tengah Konflik: Kisah Cinta Para Pejuang di Masa Revolusi Fisik

Bangsa Amerika menyakini revolusi ini merupakan tonggak awal untuk mengakhiri kolonialisme Eropa sekaligus pertanda kebangkitan imperium raksasa yang akan menguasai daratan dan lautan.

Relatif cukup lama, bangsa Amerika menyusun pilar-pilar imperium kontinental, terlebih mengembangkan perdagangan yang mengusung perekonomian pasar ekspansif dengan target seluruh penjuru dunia, guna menggantikan posisi dan peran bangsa Eropa (Portugal pada abad ke-16; Belanda pada abad ke-17; Inggris pada abad ke-18).

Akhir abad ke-20, bangsa Amerika boleh bangga atas prestasinya yang mempengaruhi bangsa-bangsa di dunia, baik dari segi politik, ekonomi, militer maupun budaya.

Semenjak perang dingin (cold-war) usai, Uni Soviet tumbang, dan Amerika Serikat terangkat menuju podium tertinggi panggung dunia.

Kemajuan Amerika Serikat dapat dilacak, berawal dari penetapan kebijakan luar negeri guna melakukan ekspansi agresif ke beberapa wilayah disekitarnya.

Dengan menjunjung nilai-nilai kebebasan individu, Amerika Serikat menunjukkan sikap dan ketegasannya dalam kebijakan politik luar negerinya.

Setiap ekspansi militer mengusung kepentingan perekonomian Amerika, karena prinsipnya tak jauh beda dengan kolonialisme Eropa, yang membonceng perusahaan dibalik tank dan ribuan serdadu bersenjata.

Tahun 1776, Amerika Serikat sudah terdiri dari 13 negara bagian yang harus menghadapi negara-negara imperalis Eropa, seperti Inggris, Perancis dan Spanyol.

Oleh karena itu, menurut David F. Burg dalam The America Revolution, Amerika Serikat berperan aktif mengupayakan cara diplomasi untuk menjaga dan memperluas wilayah teritorialnya. Ekspansi militer pun berlangsung sporadis sejak zaman koloni.

Para pionir Amerika menjelajah ke arah barat untuk membuka lahan-lahan baru sampai ke pegunungan Appalachian.

Setelah mendapatkan wilayah Lousina, Amerika Serikat masih dihadapkan dengan ancaman dari Inggris yang masih menguasai wilayah Canada.

John Soule dalam Garis Besar Sejarah America melanjutkan, terpikat oleh tanah yang subur yang belum pernah dijumpai, mendorong para perintis berdatangan ke pegunungan Appalachian dan daerah disekitarnya.

Hingga pada 1790, penduduk daerah lintas pegunungan Appalanchian berkembang mencapai angka 120.000 jiwa.

Keadaan Negara terus berkembang mantab, disusul migrasi dari Eropa meningkat. Penduduk Amerika pun mulai pindah kearah barat.

Penduduk New England dan Pennsylvania beranjak ke Ohio, sedangkan orang-orang Virginia dan Carolina masuk ke Kentucky dan Tennessee.

Lahan pertanian yang bagus bisa dimiliki dengan harga murah, tenaga kerja sangat dibutuhkan.

Faktor yang paling utama adalah meningkatnya perkembangan industri kapas yang sangat besar di wilayah selatan yang terdorong oleh pengenalan jenis-jenis baru teknologi pembangunan.

Perang tahun 1812, dalam batas tertentu merupakan perang kemerdekaan kedua, karena sebelumnya Amerika Serikat masih dianggap setara dengan rumpun bangsa terjajah lainnya.

Dengan diakuinya negara baru Amerika, banyak kesulitan serius yang menerjangnya. Persatuan nasional di bawah konstitusi membawa keseimbangan antara kemerdekaaan dan ketertiban.

Utang nasional yang rendah dan tanah yang luas menunggu untuk diolah menjadi modal utama yang diharapkan dapat menunjang kemakmuran dan kemajuan negara baru tersebut.

Melalui semangat itulah kemudian Amerika berkeinginan menyalurkan hasratnya dengan mengadakan ekspansi dan politk luar negerinya.

Continue Reading

CityView

Bikin Penasaran Dunia, Ini 7 Misteri di Indonesia yang Belum Terpecahkan

Published

on

By

Ilustrasi Misteri di Indonesia yang Belum Terpecahkan

Beragam mitos yang saat ini masih terjadi, pasti tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Di mana mitos atau misteri tersebut datang dari berbagai wilayah di Tanah Air.

Berikut mycity telah merangkum untuk cityzen 7 misteri di Indonesia yang belum terpecahkan:

Kerajaan Ghaib Laut Selatan dan Nyi Roro Kidul

Kerajaan Ghaib di Laut selatan dan kisah Nyi Roro Kidul ini diyakini oleh sebagian besar penduduk Indonesia. Namun sampai kini masih menjadi misteri dan kisah legenda yang dipercaya banyak orang, terutama bagi masyarakat Pulau Jawa terkait keberadaan Nyi Roro Kidul sebagai penguasa pantai selatan.

Larangan memakai baju berwarna hijau saat berada di pantai selatan pun merupakan salah satu mitos yang berkembang di tengah masyarakat Tanah Air. Diyakini Nyi Roro Kidul tidak suka dengan orang yang memakai baju berwana hijau kala datang ke pantai tersebut.

Situs Gunung Padang

Selanjutnya, Gunung Padang yang berada di Cianjur, Jawa Barat yang menyimpan misteri mengenai penemuan situs megalitikum terbesar di Asia Tenggara. Jika dibandingkan dengan luas Candi Borobudur, tempat ini memiliki luas dua puluh kali.

Situs tersebut masih menyimpan banyak misteri sampai saat ini. Dipercaya Situs Gunung Padang memiliki usia yang sama dengan Piramida di Mesir, bahkan dikatakan lebih tua.

Baca Juga:

  1. Dikenal Sebagai Kota Pahlawan, Inilah Sederet Rekomendasi Wisata Sejarah di Surabaya
  2. Keris dan Perubahan Budaya bagi Masyarakat Jawa
  3. Gua Liang Bua, Rumah Manusia Kerdil Indonesia dari NTT

Piramida Sadahurip di Garut

Tak hanya Situs Padang saja ternyata yang disebutkan lebih tua dari Piramida di Mesir, melainkan Piramida Sadahurip di Garut pun juga demikian. Bahkan kebenaran tentang Piramida Sadahurip masih menjadi hingga sekarang.

Dusun Karang Kenek

Karena hanya dihuni oleh 26 kepala kelurga dan tidak boleh lebih, Dusun Karang Kakeng termasuk ke dalam dusun yang unik. Dipercayai akan ada penduduk yang meninggal atau memutuskan untuk pindah jika desa ini diisi lebih dari angka tersebut.

Suku Lingon yang Bermata Biru

Suku Lingon yang berada di Halmahera tentu sangat menarik perhatian bagi banyak orang. Hal ini dikarenak suku Lingon yang mempunyai ciri fisik tidak sama dengan kebanyakan masyarakat Indonesia. Mereka bertubuh besar dan tinggi, berambut pirang, berkulit putih hingga memilki bola mata berwarna biru layaknya orang Eropa.

Suku Mante di Aceh

Masih menjadi misteri sampai saat ini tentang keberadaan suku Mante di Aceh. Kamera seorang pengendara motor tidak sengaja menangkap sesosok manusia yang dipercaya adalah orang dari suku Mante pada tahun 2017. Sebagian besar orang percaya bahwa suku ini telah punah. Akan tetapi juga banyak meyakini jika suku mante masih ada dan pelosok hutan di Aceh merupakan tempat mereka.

Benteng Raksasa di Bawah Laut Papua

Ilustrasi Benteng Raksasa di Bawah Laut Papua

Sebuah penampakan yang menyerupai benteng raksasa yang berada di bawah laut Papua sempat ditangkap oleh satelit luar angkasa. Namun kebenaran akan adanya Benteng raksasa itu masih menjadi misteri hingga kini.

Continue Reading

CityView

Mengenal Ha Anim, Provinsi Baru di Papua

Published

on

By

Ha Anim, Provinsi Baru di Papua

Terdapat provinsi baru di Papua, yakni Papua Selatan (Ha Anim). Marind Anim dan Asmat merupakan sejumlah suku yang mendiami wilayah tersebut.

Provinsi ini dengan ibu kota Marauke meliputi empat kabupaten seperti Kabupaten Merauke, Kabupaten Mappi, Kabupaten Asmat, dan Kabupaten Boven Digoel.

Badan Penghubung Pemerintah Provinsi Papua Anim Ha adalah wilayah terluas sekaligus kawasan terdepan Indonesia yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini, dikutip dari laman penghubung.papua.go.id.

Sementara itu masyarakat Marin Anim yang tinggal di wilayah itu, hidup di dalam kampung-kampung yang biasanya memiliki sebuah rumah untuk para lelaki remaja. Di mana rumah itu biasa disebut gotad.

Baca Juga:

  1. Mengadu Nasib di Kota: Migrasi Orang-Orang Madura ke Surabaya
  2. Kapitalisme di Ujung Kota: Tumbuhnya Kapitalisme di Perkebunan Kampung Medan Putri
  3. Surabaya dalam Struktur Kota Bawah: Benteng yang Mengelilingi Kota

Kemudian berdiri rumah-rumah keluarga (oram aha) atau rumah kaum wanita yang lebih kecil ukurannya di sekitar gotad. Sedangkan suku Asmat di sini terbagi menjadi dua, yaitu ada yang tinggal di pesisir pantai dan ada juga yang hidup di pedalaman. Perbedaan cara hidup, sturktur sosial dan ritual tentu tercipta dari kedua populasi ini.

Diketahui, dengan melalui Pengembangan Kawasan Pangan Merauke (PKPM), Pemerintah Provinsi Papua menetapkan Anim Ha sebagai pusat pengembangan pangan.

Tidak hanya itu saja, kawasan Anim Ha juga menjadi pusat pengembangan perkebunan untuk karet dan sawit serta tanaman tebu. Selain itu pengembangan perikanan di Merauke dan Asmat, pengembangan wisata budaya Asmat, dan pengembangan peternakan sapi di Merauke.

Continue Reading

Trending