Connect with us

CityView

Menelusuri Jejak Manusia Purba di Desa Sangiran, Situs Purbakala Dunia yang Diakui UNESCO

Published

on

Desa Wisata Sangiran

Desa Wisata Sangiran di Desa Krikilan, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, adalah rumah bagi situs sejarah yang mendapat pengakuan Unesco.

UNESCO menetapkan Desa Wisata Sangiran sebagai World Culture Heritage pada tahun 1996. Desa di Pulau Jawa ini merupakan salah satu situs arkeologi penting dunia . Sebab fosil manusia purba banyak muncul di sini.

“Desa Wisata Sangiran ini kelasnya dunia, karena ada situs yang sudah diakui dunia oleh UNESCO sebagai situs yang umurnya 1,8 juta tahun,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno saat mengunjungi desa wisata itu.

Baca Juga:

  1. NATO Pecat Setengah Diplomat Rusia
  2. Israel Akan Bangun 10 Ribu Unit Rumah di Yerusalem Timur
  3. Pemerintah India Berikan Santunan Rp9,5 Juta untuk Korban Meninggal Akibat Covid-19

Sandiaga menyebutkan bahwa Sangiran termasuk desa wisata rintisan yang usianya baru tahun dan memiliki potensi untuk menjadi desa berkembang, maju, hingga mandiri. Harapannya, desa ini bisa mempunyai ketersediaan dan akses terhadap pelayanan dasar yang mencukupi, infrastruktur yang memadai, transportasi tidak sulit, pelayanan umum yang bagus.

“Saya lihat potensinya luar biasa Desa Wisata Sangiran ini, karena ada wisata edukasi, wisata berbasis sejarah, wisata berbasis budaya, dan yang tadi saya kaget saya distop oleh teman-temen yang sedang menggagas Sangiran yaitu lomba lari 25 km di malam hari menuju Solo, ini menurut saya potensinya sangat luar biasa. Tapi yang paling betul-betul menyentuh saya adalah produk-produk ekonomi kreatifnya,” tambah dia.

Desa wisata Sangiran memiliki banyak potensi wisata yang dapat menarik wisatawan. Di antaranya, wisata air asin Pablengan, sumber mata air asin berusia lebih dari 2 juta tahun. Terbentuk dari pergeseran bumi serta letusan gunung berapi, yang menjadikan Sangiran yang tadinya laut dalam akhirnya menjadi darat.

Tak hanya itu, desa wisata tersebut juga memiliki Punden Tingkir, yang merupakan peninggalan masa lalu. Masyarakat percaya Punden Tingkir sebagai peninggalan Joko Tingkir, karena adanya petilasan Joko Tingkir di dalamnya. Tempat tersebut, kini juga memiliki beberapa spot foto yang menarik bagi wisatawan.

Sejarah Arkeologi Desa Wisata Sangiran

Dari laporan UNESCO, Sangiran telah mendapat pengakuan para ilmuwan untuk menjadi salah satu situs yang paling penting di dunia untuk mempelajari fosil manusia. Posisinya pun sejajar dengan situs lain seperti Zhoukoudian (China), Willandra Lakes (Australia), Olduvai Gorge (Tanzania), dan Sterkfontein (Afrika Selatan).

Desa Wisata Sangiran

Posisi Desa Sangiran terletak tak jauh dari Surakarta dan secara administratif berada di dua kabupaten, yaitu Sragen dan Karanganyar.

Situs Sangiran pertama kali ditemukan oleh P.E.C schemulling pada tahun 1883. Saat melakukan eksplorasi pada akhir abad ke-19 pun Eugene Dubois pernah melakukan penelitian di sini. Tahun 1993, ahli antropologi Gustav Heinrich Ralph von Koenigswald pun memulai penelitian di desa tersebut setelah mencermati berbagai laporan tentang balung buta atau tulang raksasa. Pada masa itu, perdagangan fossil mulai ramai setelah adanya penemuan tengkorak dan tulang paha Pithecanthropus erectus oleh Eugene Dubois.

Tahun-tahun berikutnya, hasil penggalian menemukan berbagai fosil Homo erectus lain, bahkan termasuk variasi besar seperti Meganthropus palaeojavanicus. Selain manusia purba, ditemukan pula fosil tulang hewan seperti buaya, kuda nil, rusa, harimau purba, dan gajah purba.

Baru pada tahun 1977, Pemerintah Indonesiamenjadikan Sangiran sebagai daerah cagar budaya sampai akhirnya tahun 1966 terdaftar di UNESCO sebagai Sangiran Early Man Site dalam Situs Warisan Dunia.

Di Desa Sangiran kini terdapat Museum Purbakala. Gedung tersebut berisi tiga ruangan yang menampilkan diorama daerah Sangiran yang diyakini seperti sekitar sejuta tahun lalu. Ruang pertama berisi diorama tentang manusia purba dan hewan yang ada di sekitaran Sangiran. Kemudian ruang kedua yang lebih luas menampilkan banyak informasi soal fosil-fosil yang ditemukan di Sangiran, termasuk sejarah situs.

Pada ruangan ketiga, terdapat diorama besar yang memberikan pandangan tentang Sangiran secara menyeluruh, termasuk kondisi dan suasana gunung berapi Gunung Lawu sejuta tahun lalu.

Potensi Wisata Desa Sangiran

Desa Wisaya Sangiran

Tak hanya menampilkan sisi sejarah dari situs purbakala, di Sangiran juga kegiatan berwisata akan terasa menyenangkan dengan berbagai tempat dan kegiatan. Di sana terdapat wisata air asin Pablengan yang sudah berusia lebih dari dua juta tahun. Sumber mata air tersebut terbentuk dari pergeseran bumi dan letusan gunung berapi yang membuat Sangiran menjadi daratan, padahal sebelumnya adalah lautan.

Dari sisi kesenian, pengunjung pun bisa menikmati beragam seni tradisional yang ada di Sangiran, misalnya Gamelan Renteng, gamelan berusia satu abad yang masih berfungsi dengan baik hingga saat ini. Selain itu, ada tari gerbang sukowati yang memiliki pesan kepada warga untuk turut membangun Kabupaten Sragen. Kemudian, ada tari bubak kawan yaitu tradisi saat orang tua melepaskan anaknya, yang digambarkan dengan memanggul perabotan rumah tangga.

Desa ini juga memiliki produk ekonomi kreatif dan kuliner, mulai dari aneka jajanan pasar, sate lontong, sego kuning, sego bancaan, gendar pecel, bubur srintil, dan kopi purba. Untuk produk kerajinan, ada watu lurik, watu akik, watu sangir, kapuk purba, dan kerajinan bambu.

CityView

Gunung Semeru: Tempat Bersemayam Para Dewa & Catatan Sejarah Panjang Letusannya

Published

on

Gunung Semeru
Gunung Semeru

Gunung Semeru, yang berlokasi di Provinsi Jawa Timur, mengalami erupsi dan mengeluarkan awan panas pada Sabtu (4/12/2021) sore WIB. Hal itu membuat petugas gabungan segera mengevakuasi warga.

Hari ini, Senin (6/12/2021), sekitar pukul 08.30 WIB, kembali terdengar gemuruh kencang dari Gunung Semeru. Petugas gabungan yang berjaga terpaksa mengevakuasi warga Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh.

Petugas gabungan juga menjemput warga yang nekat kembali ke rumah mereka. Saat gemuruh kencang terdengar, debit air turun deras dari Gunung Semeru. Alhasi, status berubah menjadi zona merah dan petugas meminta warga menjauh.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Petugas langsung menggendong warga yang sudah tua dan anak-anak. Sebagian lagi membawa mereka dengan menggunakan sepeda motor. Bahkan petugas dengan tergopoh-gopoh menggendong beberapa kambing, karena warga memaksa menuntun hewan ternaknya yang selamat.

Ya, ini bukan kali pertama Gunung Semeru meletus. Gunung ini pertama kali meletus pada 1818. Namun, catatan mengenai letusan dari tahun 1818 hingga 1913 tak banyak terdokumentasikan.

Baru tahun 1941, catatan mengenai letusan Gunung Semeru ada. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebutkan leleran lava terjadi pada periode 21 September 1941 hingga Februari 1942. Saat itu letusan sampai di lereng sebelah timur dengan ketinggian 1.400 hingga 1.775 meter. Material vulkanik hingga menimbun pos pengairan Bantengan.

Selanjutnya beberapa aktivitas vulkanik tercatat beruntun pada 1945, 1946, 1947, 1950, 1951, 1952, 1953, 1954, 1955 – 1957, 1958, 1959, 1960. Tak berhenti sampai di sini, Gunung Semeru termasuk salah satu gunung api aktif yang melanjutkan aktivitas vulkaniknya. Seperti pada 1 Desember 1977, guguran lava menghasilkan awan panas guguran dengan jarak hingga 10 km di Besuk Kembar. Volume endapan material vulkanik yang teramati mencapai 6,4 juta m3. Awan panas juga mengarah ke wilayah Besuk Kobokan. Saat itu sawah, jembatan dan rumah warga rusak. Aktivitas vulkanik berlanjut dan tercatat pada 1978 – 1989.

PVMBG juga mencatat aktivitas vulkanik Gunung Semeru pada 1990, 1992, 1994, 2002, 2004, 2005, 2007 dan 2008. Pada tahun 2008, tercatat beberapa kali erupsi, yaitu pada rentang 15 Mei hingga 22 Mei 2008. Teramati pada 22 Mei 2008, empat kali guguran awan panas yang mengarah ke wilayah Besuk Kobokan dengan jarak luncur 2.500 meter.

Menurut data PVMBG, aktivitas Gunung Semeru berada di kawah Jonggring Seloko. Kawah ini berada di sisi tenggara puncak Mahameru. Sedangkan karakter letusannya, Gunung Semeru ini bertipe vulkanian dan strombolian yang terjadi 3 – 4 kali setiap jam. Karakter letusan vulcanian berupa letusan eksplosif yang dapat menghancurkan kubah dan lidah lava yang telah terbentuk sebelumnya. Sementara, karakter letusan strombolian biasanya terjadi pembentukan kawan dan lidah lava baru.

Keindahan Gunung Semeru

Gunung Semeru
Gunung Semeru

Orang-orang di Pulau Jawa menyebut Gunung Semeru tempat bersemayam para dewa. Semeru merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa yang dalam kosmologi Hindu diartikan sebagai pusat jagat raya.

Gunung ini memang mewakili sebuah wujud kebesaran, karena memiliki ketinggian yang mencapai 3.676 m. Kedigdayaan Semeru tidak hanya tercatat dalam naskah Belanda, tetapi juga sudah terekam dalam naskah kuno Tantu Panggelaran dari abad 15.

Dalam naskah itu, diceritakan Semeru merupakan gunung yang berasal dari India. Kala itu Pulau Jawa masih terombang-ambing oleh Samudra dan kedudukannya masih belum mantap di dunia ini.

Kemudian para dewa dan raksasa beramai-ramai mengangkat gunung itu. Dewa Wisnu menjelma menjadi kura-kura yang besar bukan main, lalu menggendong Mahameru.

Dewa Brahma mengubah dirinya menjadi ular yang panjang sekali, lalu melilit gunung itu agar bisa ditarik. Para dewa dan raksasa bergotong royong menyeretnya ke Tanah Jawa.

Pada proses pemindahan ini, para dewa kesulitan memilih tempat untuk menancapkan Mahameru, bila ditaruh di Jawa bagian barat, ternyata membuat bagian timur Pulau Jawa menjungkit ke atas.

Akhirnya mereka memindahkan lagi ke arah Timur, sehingga mantaplah kedudukannya di Pulau Jawa sekarang. Dalam pemindahan ini, banyak bagian dari Semeru yang tercecer dan membentuk gunung-gunung di Pulau Jawa.

Tetapi masalah belum selesai, Mahameru miring ke arah utara, sehingga diputuskanlah untuk memotong ujung gunung itu, setelahnya dipindahkan ke barat laut dengan nama Gunung Pawitra.

“Mahameru itu adalah Gunung Semeru sedangkan Pawitra sekarang dikenal sebagai Gunung Pananggungan,” jelas Edwin.

Gunung Semeru
Gunung Semeru

Dalam naskah Tantu Panggelaran juga diceritakan Gunung Semeru merupakan pertapaan Dewa Syiwa. Untuk memperindah pertapaannya, diceritakan lagi bahwa Dewa Syiwa telah membuat tempat pemandian yang konon itu adalah Ranu Kumbolo.

Kisah ini diperkuat dengan penemuan beberapa situs purbakala di Gunung Semeru. Prasasti itu terdapat di Ranu Kumbolo dan Arcapada.

Misalnya pada prasasti di Ranu Kumbolo yang diperkirakan telah ada sejak awal abad 12. Diceritakan sebuah kunjungan dari Kameswara, raja yang berasal dari
kerajaan Kediri.

Raja itu meninggalkan kerajaan untuk berziarah ke pemandian suci dan diduga dirinya datang ke Gunung Semeru untuk melakukan pertapaan.

Gunung Semeru memiliki dua jalur pendakian yaitu jalur Ranu Pane yang dapat diakses melalui kota Malang dan jalur kedua yaitu Jalur Senduro, dapat diakses melalui Lumajang. Dari kedua jalur ini, jalur Ranu Pane lah yang paling umum digunakan oleh para pendaki.

Untuk menggapai puncak Gunung Semeru waktu paling cepat yang diperlukan yaitu 2 hari 1 malam atau agar lebih santai bisa 3 hari 2 malam dengan mendaki lewat jalur kota Malang atau Lumajang. Perjalanan dapat dimulai dari terminal kota Malang menuju Desa Tumpang, kemudian naik jeep menuju Pos Ranu Pani di mana para peserta trekking diharuskan mengurus terlebih dahulu surat ijin pendakian di Desa Gubuk Klakah.

Setelah berjalan sekitar 3 jam dari pos Ranu Pani, kita akan menemui sebuah pemandangan alam dari surga cantik tersembunyi yaitu Ranu Kumbolo. Ranu Kumbolo merupakan sebuah danau seluas 14 hektar yang terletak pada ketinggian 2.400 mdpl. Danau dengan air yang sangat jernih ini dijadikan sebagai pos bagi para pendaki sebelum mereka meneruskan perjalanan menuju puncak Mahameru. Pendaki dapat menikmati keindahan pesona alam yang damai di Ranu Kumbolo serta menikmati sunrise di pagi harinya.

Dari Ranu Kumbolo, para pendaki masih harus melewati beberapa daerah diantaranya Padang Oro-Oro Ombo, Cemoro Kandang, pos Kalimati, dan pos terakhir sebelum menuju Mahameru, yaitu Arcopodo.

Meskipun mendaki Semeru bagi beberapa orang terdengar menyeramkan karena medan yang cukup sulit dan menantang, namun keindahan Gunung Semeru memiliki banyak keistimewaan yang tidak dapat dipungkiri. Penikmat alam dan pendaki mana yang tak ingin kesana? Menikmati indahnya Ranu Kumbolo dan sensasi menggapai atap tertinggi di Pulau Jawa tentunya akan memberi kesan dan pengalaman yang luar biasa.

Continue Reading

CityView

Inilah Kota Termahal di Dunia

Published

on

Kota Tel Aviv
Kota Tel Aviv

Economist Intelligence Unit (EIU) merilis daftar kota termahal di dunia untuk ditempati. Namun, tak disangka jika kota termahal di dunia justru berada di negara Israel.

Seperti dilansir dari CNN International, Kamis (2/12/2021), Kota itu adalah Tel Aviv. Kota itu kini menempati posisi pertama usai sebelumnya berada di peringkat kelima.

EIU mengatakan bahwa Tel Aviv naik peringkat terutama karena mata uang Israel, shekel, telah melonjak. Shekel perks terhadap dolar AS, dan menuet 4% tahun ini.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Belum lagi keberhasilan peluncuran vaksin Covid-19 Israel, yang merupakan tercepat di dunia. Menurut angka dari Our World in Data, 62% populasi Israel telah divaksinasi penuh.

Disebutkan bahwa sekitar sepersepuluh harga telah mengalami kenaikan di kota itu. Ini merujuk 200 produk dan layanan di 173 kota.

EIU mengatakan bahwa tingkat inflasi dari harga yang dilacaknya telah meningkat sebesar 3,5% tahun-ke-tahun dalam mata uang lokal hingga September 2021 atau naik dari hanya 1,9% pada tahun 2020. Dikatakan ini mewakili laju inflasi tercepat dalam indeksnya selama lima tahun terakhir.

“Masalah rantai pasokan, fluktuasi nilai tukar mata uang dan perubahan permintaan konsumen menyebabkan kenaikan harga komoditas dan barang lainnya,” tulis laporan EIU.

“Transportasi mengalami kenaikan biaya terbesar, dengan harga bensin per liter naik rata-rata 21% pada tahun 2021.”

Kepala biaya hidup di seluruh dunia di EIU, Upasana Dutt, mengatakan bahwa harga diperkirakan akan naik lebih jauh di banyak kota selama tahun mendatang. Ini karena gaji meningkat.

“Namun, kami juga mengharapkan bank sentral menaikkan suku bunga, hati-hati, untuk membendung inflasi,” katanya, seraya menambahkan bahwa kenaikan harga ini harus, oleh karena itu, mulai moderat dari level saat ini.

Sementara itu di peringkat dua, ada ibu kota Prancis, Paris. Tetangga RI, Singapura brada di peringkat yang sama.

Daftar Kota Termahal di Dunia:

  1. Tel Aviv, Israel
  2. Paris, Prancis
  3. Singapore
  4. Zurich, Swiss
  5. Hong Kong, China
  6. New York, AS
  7. Geneva, Swiss
  8. Copenhagen, Denmark
  9. Los Angeles, AS
  10. Osaka, Jepang

Continue Reading

CityView

Ini Rencana Proyek Aerotropolis di Ibu Kota Negara Baru

Published

on

Ibu Kota Negara Baru
Ibu Kota Negara Baru

Penyesuaian sektor transportasi di proyek kawasan aerotropolis dilakukan Pemerintah dalam rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) baru ke Kalimantan Timur.

Kepala Puslitbang Transportasi Udara, Capt. Novyanto Widadi menyampaikan bahwa wilayah di sekitar Provinsi Kalimantan Timur termasuk provinsi lainnya di Pulau Kalimantan diharapkan akan mendukung konektivitas dan pengembangan IKN salah satu caranya melalui pengembangan bandar udara di sekitar wilayah IKN tersebut dengan penerapan konsep aerotropolis.

Dia juga menegaskan, aerotropolis pada dasarnya adalah daerah yang terintegrasi dengan bandar udara, dan disekitarnya terdapat kluster hotel, kantor, fasilitas distribusi dan logistik dimana semua jenis aktivitas tersebut disediakan dan ditingkatkan oleh bandar udara.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

“Untuk mendukung pengembangan bandara-bandara di sekitar wilayah Ibu Kota Negara melalui konsep Aerotropolis, maka diperlukan adanya analisis kriteria sebagai acuan dan berbagai tahapan pengembangan bandara dan wilayah sekitarnya agar tepat sasaran dan sesuai dengan perencanaan daerah,” ujarnya melalui siaran pers

Di sisi lain, Tim Ahli Pustral UGM, Ikaputra, menyebutkan bahwa secara prinsip ada tiga ilmu besar di dalam Aerotropolis, yakni Urban Planning, Airport Planning dan Business Site Planning yang merupakan kesatuan yang penting.

“Konsep Aerotropolis IKN pun harus memiliki global and national link, yang masing-masing memiliki peran besar dalam mendukung IKN, juga ada Hub integrasi berupa Borneo Forest link yang menjadikan hubungan antar Aero City yang ada di Balikpapan terkoneksi dan lengkap,” tuturnya.

Jenis kegiatan yang akan dikembangkan di Aerotropolis sendiri dibagi menjadi tiga wilayah, yang pertama yaitu wilayah terminal, baik terminal penumpang maupun terminal kargo, yang kedua adalah Airport City, yang masuk ke dalam kawasan bandara namun berada di luar terminal, dan ketiga adalah area Aerotropolis yang berada di luar kawasan properti bandara.

Continue Reading

Trending