Connect with us

Bisnis

Menelisik Sektor Ekonomi Kreatif, Kekuatan Baru Perekonomian Indonesia

Published

on

Ekonomi kreatif

Ekonomi kreatif saat ini menjadi sektor esensial baru dalam pengembangan perekonomian Indonesia. Ekonomi kreatif merupakan sektor yang berfokus pada kreatifitas sebuah produk atau layanan.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menekankan pada pena,mbahan nilai barang lewat daya pikir serta kreativitas manusia. Oleh karenanya, sektor ini digadang-gadang sebagai kekuatan baru ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2019, sektor ekonomi kreatif merupakan salah satu atu tulang punggung perekonomian Indonesia. Kontribusi sektor ekraf mencapai 8 persen PDB Indonesia dan menyumbang 13 persen ekspor nasional.

Baca Juga:

  1. NATO Pecat Setengah Diplomat Rusia
  2. Israel Akan Bangun 10 Ribu Unit Rumah di Yerusalem Timur
  3. Pemerintah India Berikan Santunan Rp9,5 Juta untuk Korban Meninggal Akibat Covid-19

Terlebih, mayoritas pelaku ekraf nasional adalah UMKM. Hal ini memperkokoh peran penting sektor ini sebagai salah satu sumber lapangan pekerjaan. Karenanya, penguatan daya saing dan ketahanan sektor ekraf merupakan salah satu prioritas yang penting bagi Indonesia.

Berdasarkan UU No.24 tahun 2019, ekraf adalah “perwujudan nilai tambah dari kekayaan intelektual yang bersumber dari kreativitas manusia yang berbasis warisan budaya, ilmu pengetahuan, dan/atau teknologi”.

Banyak pelaku usaha, termasuk pelaku ekraf dan UMKM, yang kurang memberikan perhatian terhadap KI sebagai bagian dari strategi pengembangan bisnis. Hal ini merupakan akibat dari miskonsepsi bahwa KI adalah isu teknis dan legal yang dianggap tidak ada hubungannya dengan strategi bisnis.

Miskonsepsi lain terkait KI adalah anggapan bahwa KI adalah urusan perusahaan besar, oleh karena itu pelaku ekraf dan UMKM tidak harus mempedulikan KI sebagai bagian dari strategi bisnisnya.

Salah satu sebab dari berbagai miskonsepsi di atas adalah pemikiran bahwa istilah “inovasi” dan “kreativitas” adalah jargon semata, hanya konsep abstrak yang banyak digunakan oleh pembicara, pelaku bisnis, dan pejabat di berbagai seminar atau konferensi.

Padahal, KI adalah perwujudan konkret dari konsep abstrak “inovasi” dan “kreativitas” yang biasa kita anggap sebagai jargon semata.

Di sinilah muncul pentingnya KI sebagai bagian dari strategi bisnis bagi seluruh pelaku ekonomi. KI ada dan nyata di hampir semua kegiatan ekonomi, baik untuk perusahaan besar, UMKM, hingga untuk pekerja kreatif perorangan.

Sejarah Perkembangan Ekonomi Kreatif

Ekonomi kreatif

Ekonomi kreatif mulai dikembangkan pada 2006 saat presiden masa jabatan 2004-2014, Susilo Bambang Yudhoyono, mengembangkan konsep ekonomi kreatif. Salah satu Perkembangan konsep ekonomi ini masih terus berlanjut hingga Presiden Joko Widodo mendirikan BEKRAF pada 2015 dan kini telah disatukan dengan Kemenparekraf.

Adapun sampai Juni 2019, Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah pelaku usaha kreatif terbanyak di Indonesia, yaitu sebanyak 1.504.103 usaha ekonomi kreatif. Selanjutnya, Jawa Timur di posisi ke-2 dengan jumlah usaha ekonomi kreatif sebanyak 1.495.148 dan Jawa Tengah sebanyak 1.410.155.

Di sisi lain, pandemi Covid-19 memang memberikan tekanan yang besar pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Meskipun demikian, terdapat beberapa subsektor ekonomi kreatif yang tumbuh positif dan disebut sebagai pandemic winner oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno.

Subsektor tersebut di antaranya televisi dan radio serta aplikasi dan game developer yang digabung menjadi istilah AGD. Ketika seluruh subsektor ekonomi kreatif mengalami pertumbuhan negatif sepanjang 2020, subsektor televisi dan radio berhasil tumbuh 10,48 persen. Lalu, subsektor AGD tumbuh 4,47 persen.

Sandiaga juga menambahkan bahwa industri film Indonesia memang kehilangan potensi pendapatan sekitar Rp3 triliun saat masa pembatasan sosial. Namun, di sisi lain, jumlah pelanggan over the top (OTT) seperti Netflix, Vidio, atau Disney Hotstar meningkat.

Kemudian, industri gim juga disebut sebagai modal untuk kebangkitan ekonomi kreatif di tengah pandemi. Pasalnya, AGD berada di posisi ke-7 penyumbang PDB ekonomi kreatif Indonesia terbesar.

“Sebesar Rp24,88 triliun atau sekitar 2,19 persen (merupakan) sumbangan subsektor aplikasi dan game developer untuk PDB nasional. Ini juga sejalan dengan janji Presiden Joko Widodo untuk mengembangkan e-sport dan industri gaming yang menjadi salah satu modal bangsa,” kata Sandiaga dalam pernyataan resmi di laman web Kemenparekraf.

Adapun subsektor kuliner merupakan penyumbang terbesar PDB ekonomi kreatif. Hal tersebut disampaikan Sandiaga pada webinar “Inovasi Bisnis F&B Tahunan Mitra Grabfood” yang diselenggarakan pada Jumat (6/8/2021) lalu.

Sandiaga menyatakan subsektor kuliner menyumbang Rp455,44 triliun atau sekitar 41 persen dari total PDB ekonomi kreatif sebesar Rp1.134 triliun pada 2020. Tak hanya itu, subsektor ini juga menyerap tenaga kerja paling banyak dibandingkan subsektor lain.

Subsektor Ekonomi Kreatif

Ekonomi kreatif

Pengembang Permainan (game developer), subsektor kekinian yang didorong masuk ke dalam dunia pendidikan dan diperkuat dengan kebijakan proteksi untuk membangun ekosistem yang sehat dan berkontribusi dalam ekonomi kreatif.

Arsitektur, subsektor ekonomi kreatif yang memiliki peran penting dalam menampilkan karakter budaya bangsa, serta berperan dalam pembangunan sebuah kota.

Desain Interior, masyarakat mulai mengapresiasi estetika ruangan secara lebih baik. Penggunaan jasa desainer interior untuk merancang estetika interior hunian, hotel, dan perkantoran pun semakin meningkat.

Musik, industri yang cukup menjanjikan dalam dunia showbiz. Besarnya minat dan antusiasme para musisi muda untuk terjun ke dalam bidang ini menunjukkan bahwa musik punya potensi menjadi industri yang lebih besar.

Seni Rupa, Indonesia memiliki potensi seni rupa terbesar di Asia Tenggara baik secara kualitas, kuantitas, pelaku kreatif, produktivitas, serta potensi pasar.

Desain Produk, desain produk merupakan proses kreasi sebuah produk yang menggabungkan unsur fungsi dengan estetika sehingga bermanfaat dan memiliki nilai tambah bagi masyarakat.

Fesyen, subsektor industri kreatif ini berjalan sangat dinamis karena tren fashion bermunculan setiap tahun yang diiringi peningkatan daya saing signifikan di tingkat global.

Kuliner, subsektor ini berkontribusi besar dalam pendapatan pariwisata dan ekonomi kreatif, juga berpotensi besar mempromosikan Indonesia yang beraneka ragam ke dunia internasional.

Film, Animasi dan Video, memiliki potensi menjadi lebih besar dengan peraturan hak karya intelektual, investasi dan permodalan, serta akses penonton yang lebih luas.

Fotografi, perkembangan subsektor ini didukung oleh meningkatnya minat anak muda terhadap fotografi seiring perkembangan media sosial dan peralatan yang makin terjangkau.
D
esain Komunikasi Visual, berperan mendukung pertumbuhan bisnis hingga bahkan kelancaran program-program pemerintah yang diiringi pertumbuhan praktisi lokal kompeten.

Televisi dan Radio, di tengah arus informasi digital yang masif, peranan kedua industri ini cukup besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan dalam penyerapan tenaga kerja.

Kriya, salah satu subsektor yang menjadi ciri khas Bangsa Indonesia dan sangat dekat dengan industri pariwisata dan ekonomi kreatif.

Periklanan, subsektor ekonomi kreatif yang karyanya memiliki daya sebar paling tinggi. Hal ini tak lepas dari peran sinergi para pemilik modal yang ingin memasarkan produk dan jasa mereka dengan media yang dimanfaatkan.

Seni Pertunjukan, Indonesia memiliki kekayaan dan keanekaragaman seni dan tradisi pertunjukan, seperti wayang, teater, tari, dan lain sebagainya yang telah diakui dan mendapatkan apresiasi dunia internasional.

Penerbitan, berperan dalam membangun kekuatan intelektual bangsa dan terus berupaya untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

Aplikasi, seiring dengan semakin meningkatnya penetrasi smartphone, industri pengembangan aplikasi semakin meningkat dan menjadi subsektor yang berpotensi besar ke depannya.

Bisnis

Ini 10 Tren Bisnis Digital Tahun 2022

Published

on

Tren bisnis digital
Tren bisnis digital

Strategi pemasaran yang luas membuat pemilik brand harus memerhatikan tren digital marketing yang berkembang. Hal ini dimaksudkan untuk mengikuti pola digital marketing efektif yang banyak dilakukan.

Di sisi lain, Teknologi tercipta untuk semakin memudahkan hidup manusia. Oleh karenanya, teknologi akan terus berevolusi mengikuti perkembangan kebutuhan manusia.

Kita saksikan bersama, tiap tahun kemunculan teknologi terbaru terus mewarnai kehidupan manusia. Banyak aspek yang tersentuh teknologi mulai dari medis, komunikasi, pendidikan hingga ekonomi.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Meski tahun 2022 ruang gerak manusia tetap akan terbatasi pandemi Covid-19, teknologi terbaru tetap hadir. Apa saja teknologi tersebut? Untuk membahasnya akan sulit jika memisahkan dari perkembangan teknologi yang saat ini terjadi.

Berikut MyCity telah merangkum 10 tren bisnis digital di tahun 2022.

Artificial intelligence

Artificial intelligence

Artificial intelligence (AI) adalah tren digital marketing di tahun 2022 yang paling sering dibahas oleh para pakar.

Sebenarnya, AI bukanlah teknologi yang baru. Hanya saja, di tahun-tahun mendatang, teknologi ini akan semakin mudah diakses dan makin banyak aplikasinya di berbagai aspek.

Menurut Bramework, 61% marketer berpendapat bahwa AI merupakan aspek paling penting dari strategi mereka. Selain itu, 80% pimpinan bisnis setuju bahwa penggunaan AI telah meningkatkan produktivitas.

Kamu bisa mulai mencoba beberapa tool AI seperti HubSpot, Google Cloud AI, Acquisio Turing, dan lainnya untuk strategi digital marketing-mu.

Voice search

Voice search
Voice search

Mengutip Business2Community, voice-based search akan mencapai market value sebesar 40 miliar dolar AS pada tahun 2022.

Teknologi ini memang memberi banyak kemudahan bagi para penggunanya. Jika digunakan untuk digital marketing, pengalaman konsumen akan semakin mudah dan nyaman. Dengan begitu, interaksi konsumen dan konversi bisa semakin tinggi.

Mobile-first marketing

Mobile-first marketing
Mobile-first marketing

Dari tahun ke tahun, pengguna smartphone semakin banyak. Bahkan, mayoritas traffic di internet saat ini datang dari smartphone.

Oleh karena itu, mobile–first marketing adalah tren digital marketing yang perlu diperhatikan untuk tahun 2022. Saat mendesain website untuk keperluan marketing, para marketer harus memastikan UX-nya nyaman untuk para pengguna smartphone.

Nah, kalau website-mu belum mobile–friendly, ini saatnya untuk mulai melakukan perbaikan.

Content marketing

Content marketing
Content marketing

Di tahun 2022, content marketing tetap menjadi tren yang perlu terus ditekuni para digital marketer.

Pasalnya, Google terus memprioritaskan konten berkualitas untuk tampil di halaman pertama SERP-nya. Konten-konten yang informatif, menarik, bermanfaat, dan sesuai dengan standar UX akan menjadi cara utama mendatangkan traffic ke website.

Hybrid event

Hybrid event
Hybrid event

Akibat pandemi Covid-19, banyak kegiatan yang beralih online. Setelah sekitar dua tahun kita terbiasa dengan rutinitas online, aktivitas offline harus mulai kembali dibiasakan di tahun 2022.

Akan tetapi, ada banyak orang yang memiliki preferensi untuk menghadiri event–event secara online dibanding offline.

Sebab itu, digital marketer sekarang harus siap untuk menyediakan metode hybrid atau gabungan saat menggelar event. Jadi, partisipan bisa bebas memilih datang secara langsung atau online.

Alternatif third-party cookies

Alternatif third-party cookies

HubSpot menyebut 2022 sebagai tahun kematian bagi third-party cookies di browser Chrome.

Jadi, metode tracking tidak lagi bergantung pada third-party cookies. Nah, hal ini mendatangkan kekhawatiran bagi banyak digital marketer. Pasalnya, tracking data akan menjadi lebih menantang.

Oleh karena itu, adaptasi harus segera dilakukan. Marketer harus mulai mengandalkan first-party cookies dan menggunakan tools–tools tambahan untuk tracking data-data yang dibutuhkan.

Visual search

Visual search
Visual search

Sekarang, mencari informasi lewat internet tak harus hanya dengan teks saja.

Teknologi yang berkembang pesat menimbulkan tren digital marketing baru yang akan semakin canggih di tahun 2022, yaitu visual search.

Pengguna akan sangat terbantu dengan fitur pencarian barang dengan mencari foto yang serupa tanpa harus memasukkan keyword tertentu.

Saat ini, fitur ini dapat ditemukan di Google Lens dan Pinterest. Sebagai digital marketer, kamu harus memastikan produk-produkmu dapat ditemukan dengan cara ini lewat alt text dan lain-lain.

Podcast

Podcast
Podcast

Di berbagai platform, podcast semakin banyak ragamnya, pendengarnya pun semakin banyak. Bahkan, Google juga telah menambahkan featured episode podcast di SERP seperti di bawah ini.

Tentunya, ada banyak kesempatan yang bisa diambil dari meningkatnya peminat podcast ini. Podcast adalah salah satu metode yang bisa dipilih untuk meningkatkan brand awareness dan audience engagement.

Mobile/live stream shopping

Mobile/live stream shopping

Siapa yang tidak pernah melakukan belanja dari smartphone? Hampir semua orang pasti telah mencobanya paling tidak satu kali.

Jadi, strategi digital marketing di tahun 2022 bisa berfokus pada tren yang satu ini. Pastikan kamu memiliki social commerce yang mobile–friendly dan manfaatkan fitur-fiturnya, seperti live stream, Instagram shopping, dan lainnya.

Chatbot

Chatbot

Di era serba cepat ini, konsumen semakin menginginkan respon yang instan. Oleh karena itu, chatbot diperkirakan akan menjadi salah satu tren digital marketing di tahun 2022.

Dengan chatbot di situsmu, kamu bisa mengatur respon otomatis untuk membantu konsumen bernavigasi dan menyelesaikan masalah.

Tak hanya cepat, chatbot juga mengurangi upaya yang biasa diperlukan untuk merespon pelanggan secara manual.

Continue Reading

Bisnis

Startup Media Indonesia Dapat Suntikan Dana Rp32,5 Triliun

Published

on

PT Fokus Cyber Media
PT Fokus Cyber Media

Investor asing kini mulai melirik binis startup Indonesia. Kini, PT Fokus Cyber Media, startup Indonesia yang berfokus pada content berita berbasis payment gateway, memperoleh suntikan dana sebesar 2,5 miliar dolar AS dari sindikat investor China dan Eropa.

Budi Purnomo, Corporate Secretary PT Fokus Cyber Media mengatakan, pengucuran dana tersebut rencananya akan dilakukan secara bertahap. Untuk tahap pertama, dana yang akan dikucurkan sebesar US$ 750 juta.

“Dana tersebut akan digunakan untuk mengakuisisi sejumlah media nasional dan media lokal, termasuk jaringan media siber Hallo Media Network (HMN),” kata Budi melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (29/7/2021).

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Dana tersebut rencananya juga akan digunakan untuk pembiayaan payment gateway Hallopay dan Hallomoney, serta memperluas jaringan outlet untuk mempermudah eksekusi transaksi finansial.

Setelah akuisisi, sebagian dana juga akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan, dan mengembangkan media siber yang fokus dalam dua segmen pemberitaan.

Hingga akhir tahun 2017 ini, lanjut Budi, ditargetkan lebih dari 100 media siber sudah live di seluruh Indonesia. Kelebihan dari media-media tersebut adalah semuanya berbasis payment gateway yang terintegrasi secara digital.

Continue Reading

Bisnis

Sektor Wisata Makin Menggeliat, IKEA Buka Cabang Pertama di Bali

Published

on

Ikea Bali
Ikea Bali

Pulau Bali sebagai salah satu destinasi wisata sempat terpukul akibat pandemi Covid-19. Seiring mulai membaiknya penanganan pandemi, kawasan wisata ini mulai bergeliat dan pengembang maupun sektor ritel kian optimistis berbisnis di Bali seperti Ikea yang membuka toko pertamanya di luar Pulau Jawa dan menghadirkan Ikea Bali.

Pariwisata menjadi salah satu sektor bisnis properti yang terpukul cukup dalam saat adanya pandemi Covid-19. Kawasan wisata global seperti Bali misalnya, menjadi wilayah yang terpukul itu namun seiring terus membaiknya penanganan pandemi, geliat bisnis di Pulau Bali juga terus meningkat.

Beberapa pengembang juga kian confident meluncurkan proyek barunya di Bali dan ini diikuti oleh sektor lainnya. Toko furnishing asal Swedia, Ikea, merambah ke Bali dengan membuka Customer Meeting Point di Pulau Dewata dan menjadi Ikea pertama yang hadir di luar Pulau Jawa.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Menurut President Director PT Rumah Mebel Nusantara (Ikea Indonesia) Patrik Lindvall, Ikea Bali merupakan salah satu langkah dan visi untuk menciptakan kehiduap sehari-hari yang lebih baik bagi lebih banyak orang. Kehadiran Ikea Bali ini juga untuk membawa solusi dan inspirasi perabot rumah tangga khususnya untuk menjawab kebutuhan masyarakat Bali.

“Untuk pertama kalinya kami hadir di luar Pulau Jawa dan Bali menjadi destinasi pilihan karena kawasan ini memiliki potensi yang sangat besar. Kami juga memberikan pelayanan untuk membeli langsung di toko maupun secara online dan mengirimkan produk ker setiap rumah,” ujarnya.

Tim Ikea Bali mayoritasnya direkrut secara lokal dan telah menggandeng berbagai instansi seperti Kementerian Koperasi dan UKM setempat melalui program Teras Indonesia. Di sini para UMKM lokal bisa mempergunakan area Ikea Bali untuk menjual produk lokal mereka sehingga keberadaan Ikea Bali ini juga untuk memberikan kontribusi langsung dan meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

“Kami hadir bukan hanya untuk memberikan solusi dan inspirasi aneka perabot rumah tangga tapi juga untuk membuat perbedaan dann memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Kami percaya serangkaiann inisiatif yang kami lakukan bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat,” imbuh Patrik.

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta juga menyambut baik inisiatif Ikea dan mengucapkan selamat atas peresmian Customer Meeting Point Ikea di Bali. “Mewakili masyarakat Bali, saya merasa bahagia dan berterima kasih melihat berbagai inisiatif positif yang Ikea Bali hadirkan. Semoga hal ini dapat menginspirasi kita semua untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Bali,” katanya.

Sejalan dengan misi keberlanjutan Ikea dan untuk mendukung gaya hidup masyarakat Bali, Ikea Bali juga menerapkan berbagai upaya keberlanjutan dengan menyediakan rangkaian solusi perabot rumah tangga ramah lingkungan. Selain itu, sebagai bentuk apresiasi dan upaya pelestarian budaya lokal, seluruh co-worker Ikea Bali akan menggunakan seragam pakaian tradisional Bali dan berinisiatif untuk menghiasi bangunannya dengan lukisan mural dan patung kuda Dala yang terinspirasi dari budaya Bali.

Continue Reading

Trending