Connect with us

Teknologi

Menakar Keamanan Dunia Metaverse

Published

on

Ilustrasi Metaverse

Saat ini metaverse menjadi topik yang hangat untuk diperbincangkan. Bahkan telah banyak perusahaan-perusahaan besar yang telah terjun ke dunia virtual tersebut.

Banyak orang bertanya-tanya apakah ada implikasi keamanan siber dan privasi dengan semua kompleksitas terkait teknologi baru ini. Akan tetapi dengan perspektif yang sama kita dapat memandangnya.

Kemungkinan pengguna masih memiliki isu pengambil alihan akun yang dapat menyebabkan penipuan dan juga pencurian identitas. Seperti penjahat siber masih dengan cara yang sama memperoleh akses ke korespondensi pribadi atau perusahaan anda.

Hal itu terjadi jika mereka meretas akun email Anda melalui phishing, malware, atau isian kredensial. Terlebih mereka juga bisa mendapatkan akses ke data pribadi yang disimpan di platform Metaverse yang telah dipilih.

Baca Juga:

  1. Meta Buat Uang Virtual di Metaverse, Seperti Apa?
  2. Mark Zuckerberg Jadi Pemimpin Dunia Metaverse?
  3. Dampak Metaverse ke Perekonomian Indonesia

Itu masih berarti bahwa manusia adalah mata rantai terlemah dalam hal keamanan siber dari perspektif perusahaan. Diketahui interoperabilitas merupakan salah satu janji metaverse.

Mengutip dari laman medcom.id, misalnya seperti rumah yang Anda beli di Decentraland dan sepasang sepatu kets virtual mewah dari OpenSea akan dapat diakses di semua platform, termasuk yang Anda gunakan untuk pergi bekerja di kantor virtual Anda.

Terhadap kebutuhan lebih besar dalam melindungi akun Anda, hal itu membuat satu titik celah dan memberi tekanan yang lebih. Kemudian interoperabilitas ini yang dapat didasarkan pada blockchain, seperti Ethereum juga menjadi masalah lain.

Karena blockchain saat ini menurut definisi, tidak memiliki otoritas pusat itu menempatkan lebih banyak tanggung jawab pada pengguna akhir untuk menjaga identitas dan properti digital mereka tetap aman.

“Tentu saja, Metaverse masih jauh dari kenyataan yang solid, tetapi ketika itu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, tidak semua merek dapat tumbuh di pasar yang kompetitif ini. Seperti orang yang mengendalikannya, avatar akan memiliki waktu, kesempatan, dan energi yang terbatas untuk berinteraksi dengan perusahaan.” ucap Sandra Lee Managing Director untuk Asia Pasifik di Kaspersky.

Teknologi

David Beckham Daftarkan Merek Dagang NFT dan Metaverse

Published

on

By

David Beckham Daftarkan Merek Dagang NFT dan Metaverse

David Beckham mengikuti langkah banyak selebriti, organisasi, dan perusahaan yang merambah dunia metaverse. Di mana dirinya menjadi nama baru dalam dunia virtual tersebut.

David Beckham mengajukan beberapa merek dagang terkait metaverse dan Non-fungible Token (NFT) secara resmi. Di Kantor Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat (USPTO) pada 19 April, pesepakbola ternama itu mengajukan tiga aplikasi merek dagangnya.

Hal ini berdasarkan dari tweet pengacara merek dagang, Mike Kondoudis. Mengutip dari Yahoo Finance pada Minggu (22/5/2022) Kondoudis menuliskan kalimat yang berbunyi, “Bintang sepak bola internasional telah mengajukan 3 aplikasi merek dagang yang mengisyaratkan rencana untuk NFT, token digital, pakaian virtual, alas kaki dan tutup kepala, serta pertunjukan virtual dan acara hiburan.”

Dengan nomor seri 97369672 yang diajukan oleh DB Ventures Limited yang berbasis di California, merek dagang Beckham secara resmi terdaftar. Di mana dirinya merupakan pemilik dar perusahaan modal ventura.

Baca Juga:

  1. Bisa Live Streaming, TikTok Uji Coba Minigame di Vietnam
  2. Google Ajukan Bangkrut Usai Rekening Bank Dibekukan
  3. Pencipta iPod Kritik Metaverse: Merusak Hubungan Manusia

DB Ventura sendiri merupakan perusahaan manajemen merek global David Beckham. Pesepakbola legendaris itu menjual 55 persen saham DB Ventures ke Authentic Brands Group (ABG), konglomerat ritel dan hiburan pada tahun ini.

Sementara itu, ia menjadi duta merek DigitalBits, protokol blockchain lapisan satu yang memungkinkan tokenisasi aset, termasuk NFT pada Maret lalu. Untuk memperingati kepergian Beckham ke metaverse pun DigitalBits merilis video pendek melalui Twitter.

Diketahui dalam memasuki ruang digital sebagai brand ambassador, Beckham tidak sendirian. Di mana berita berita bulan lalu bertepatan dengan juara grand slam tenis Naomi Osaka menjadi brand ambassador untuk FTX.

Continue Reading

Gadget-Telekomunikasi

iPhone 5 & 5C Tak Bisa Pakai WhatsApp Mulai Oktober 2022

Published

on

iPhone 5

Ada kabar buruk bagi aklian pengguna iPhone 5 dan 5C. WhatsApp akan menghentikan kompatibilitas iOS 10 dan 11. Dengan demikian, pengguna iPhone 5 dan 5C tak bisa langi menggunakan apilkasi ini pada Oktober 2022 nanti.

Seperti dilansir dari The Verge, Senin (23/5/2022), para pengguna yang saat ini masih menggunakan iOS 10 dan iOS 11 diminta melakukan update maksimal 24 Oktober 2022. Jika tidak, pengguna tidak bisa lagi menjalankan Whatsapp di perangkat mereka.

Namun untuk pengguna iPhone 5 dan 5c yang hanya maksimal iOS 10 diimbau mengganti ponsel ter-update bila tetap mau menggunakan Whatsapp.

Baca Juga:

  1. Dikenal Sebagai Kota Pahlawan, Inilah Sederet Rekomendasi Wisata Sejarah di Surabaya
  2. Keris dan Perubahan Budaya bagi Masyarakat Jawa
  3. Gua Liang Bua, Rumah Manusia Kerdil Indonesia dari NTT

“Saat ini, kami menyediakan dukungan untuk dan direkomendasikan menggunakan gawai berikut: Android OS 4.1 dan terbaru, iphone iOS 12 dan terbaru, KaiOS 2.5.0 dan terbaru, termasuk JiOPhone dan JiPhone 2,” tulis Whatsapp dalam halaman FAQ.

Whatsapp sudah memberi peringatan kepada pengguna iPhone iOS 10 dan iOS 11 bahwa mereka harus update agar bisa tetap menggunakan Whatsapp setelah 24 Oktober.

“Whatsapp akan menghentikan dukungan untuk iOS setelah 24 Oktober 2022,” demikian keterangan dari Whatsapp dari tangkapan layar peringatan kepada pengguna.

“Mohon pergi ke Setelan > Umum, kemudian klik Perbarui Perangkat Lunak untuk mendapatkan versi iOS terkini,” tulis mereka lagi.

Beda dari pengguna iPhone 5 dan 5c, para pengguna iPhone 6 dan 6s tidak perlu khawatir karena Whatsapp memastikan layanan mereka akan tetap berjalan di iOS 12.

Mengutip Yahoo Finance, iPhone 5 dan iPhone5c sudah berumur 10 tahun saat ini. Pengumuman Whatsapp ini diprediksi tak berdampak kepada banyak orang.

Pasalnya, sudah banyak pengguna Apple yang memperbarui perangkat mereka. Saat ini, iPhone sendiri sudah sampai ke versi iPhone 13.

Continue Reading

Teknologi

Bisa Live Streaming, TikTok Uji Coba Minigame di Vietnam

Published

on

By

TikTok

Pada platformnya di Vietnam, TikTok diketahui sedang menguji coba fitur game yang dapat disiarkan langsung atau live streaming.

TikTok ingin memanfaatkan fitur game tersebut untuk mendapatkan keuntungan uang dari iklan. Tidak hanya itu saja TikTok ternyata juga inigin agar di aplikasi mereka, penggunanya menghabiskan waktu yang lama di sana.

Mengutip Reuters, sumber TikTok mengatakan bahwa, “Kami selalu mencoba memperkaya platform kami dan secara teratur mencoba fitur baru dan integrasi yang membawa nilai positif ke komunitas kami.”

Dikarenakan Vietnam menawarkan populasi melek teknologi dengan 70 persen warganya berusia di bawah 35 tahun, membuatnya diduga menjadi yang terpilih dalam hal ini. Tiktok yang dimiliki oleh ByteDance China, menguji minigame atau gim sederhana berbasis HTML-5 semisal Disco Loco 3D dan Garden of Good pada tahap awal.

Baca Juga:

  1. Google Ajukan Bangkrut Usai Rekening Bank Dibekukan
  2. Pencipta iPod Kritik Metaverse: Merusak Hubungan Manusia
  3. Samsung: Sekarang Waktu yang Tepat untuk Masuk ke Zaman 6G

Kemudian untuk mengembangkan fitur game, TikTok turut menggandeng pihak ketiga yaitu Zynga. TikTok di sisi lain, bahkan juga berencana di dalam fitur live video miliki mereka turut akan menyertakan fitur game ini.

Di mana nantinya seorang pengguna bisa menyiarkan permainannya kepada pengguna lain, dikutip Tech Crunch. Selain itu, para pengguna TikTok pun dapat bermain bersama.

Tiktok bekerjasama dengan perusahaan yang berbasis di Tel Aviv Israel, Watchful untuk mengembangkan fitur game di Live Video. Akan tetapi terkait apakah fitur game akan tersedia secara global atau hanya di Vietnam saja, TikTok belum mengonfirmasinya.

Continue Reading

Trending