Connect with us

Investment

Mega Skandal Kasus BLBI

Published

on

ilustrasi korupsi dan pencucian uang

Heboh dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia atau BLBI kembali menyita perhatian publik setelah lebih dari dua puluh tahun kasus ini terpendam. 

Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Dana BLBI alias Satgas BLBI, atas perintah Presiden Joko Widodo- hanya memiliki tenggat hingga Desember 2023 untuk memburu 48 obligor dan debitur dana BLBI.

Upaya pemerintah untuk menyelesaikan skandal tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 2021 mengenai Satgas Penanganan Hak Tagih BLBI yang disahkan pada 6 April 2021.

Dalam dua tahun mendatang, Satgas mesti bisa mengeksekusi utang Rp 110,45 triliun dari para obligor tersebut.

Rinciannya, Rp 84,8 triliun diselewengkan dari dana yang disalurkan Bank Indonesia kepada perbankan.

Pada tahap penggunaan rekening 502 (untuk tambahan BLBI dan blank guarantee) yang merupakan rekening pemerintah, diselewengkan Rp 17,76 triliun.

Selanjutnya penyelewengan pada tahap penyuntikan obligasi rekap kepada pihak perbankan sebanyak Rp 431,6 triliun, dan pembayaran bunga Rp 600 triliun.

Inilah yang dalam buku “Bantuan Likuiditas Bank Indonesia” karya Agus Pandoman dihitung sebagai potensi total kerugian negara. Dampaknya, beban utang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara alias APBN setiap tahunnya mencapai Rp 40 triliun, dan Rp 50 triliun harus dilakukan hingga 2021. 

Berawal dari Upaya Penyelamatan

Kasus BLBI lahir dari dampak krisis moneter yang terjadi pada 1998. Bermula dari upaya pemerintah menyelamatkan perekonomian Tanah Air dari melemahnya rupiah ke level 15.000 per dolar Amerika kala itu.

Pelemahan mata uang Garuda terhadap greenback secara signifikan menyebabkan aksi penarikan uang berjamaah di bank-bank Tanah Air pada 1997.

Alhasil, tidak butuh waktu lama likuiditas di perbankan Tanah Air ikut terkuras dan berujung pada kredit perbankan macet.

Untuk mengatasi kesulitan likuiditas bank-bank tersebut, pemerintah dan Bank Indonesia (BI) sepakat menanggung beban bersama lewat skema bantuan yang dikenal dengan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia BLBI.

Baca Juga:

  1. Terjunkan 426 Aparat, Satgas BLBI Sita Harta Tommy Soeharto
  2. BW Salahkan Revisi UU KPK di Era Jokowi soal SP3 Kasus BLBI
  3. Mantan Ketua KPK Kecewa SP3 Kasus BLBI: Bukti Tumpul-Tandusnya Keadilan!

Dana Moneter Internasional (IMF) juga meminta Indonesia untuk menyuntikkan dana bantuan kepada sejumlah bank yang mengalami krisis

Kemudian, pada Desember 1998, BI mengguyur bantuan kepada 48 bank di Indonesia melalui skema BLBI dengan besaran mencapai Rp 144,53 triliun.

Namun, pada 2000, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan indikasi kerugian negara sebanyak Rp 138,7 triliun dari penyaluran dana BLBI.

Selain itu, hasil temuan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) memperlihatkan penyimpangan dana hingga Rp 54,5 triliun oleh 28 bank penerima dana BLBI tersebut.

Berbuntut Aksi Penyelewengan Massal

Kasus semakin memanas pada 2002, saat Presiden Megawati Soekarnoputri menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2002.

Instruksi tersebut mengenai pemberian jaminan kepastian hukum kepada debitur yang telah menuntaskan kewajiban maupun yang mangkir dari kewajibannya.

Berdasarkan kebijakan tersebut, Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) juga ditugaskan menerbitkan Surat Keterangan Lunas (SKL) untuk bank yang membereskan utangnya.

Sedangkan mereka yang belum membayarkan kewajibannya akan dikenakan sanksi. Ada 12 debitur yang menerima SKL di masa pemerintahan Megawati.

Lahirnya Inpres menyimpan banyak kejanggalan dengan indikasi personal approach oleh para debitor terhadap pemerintahan masa itu.

Para debitor tersebut di antaranya Hendra Liem (Bank Budi Internasional), The Nin King (Bank Danahutama), dan Ibrahim Risjad (Bank RSI).

Lalu ada Sudwikatmono (Bank Surya), Siti Hardijanti Rukmana (Bank Yakin Makmur), Anthony Salim (Bank BCA), Suparno Adijanto (Bank Bumi Raya), dan Mulianto Tanaga dan Hadi Wijaya Tanaga (Bank Indotrade).

Pengusaha selanjutnya ykani Philip S. Widjaja (Bank Mashill), Ganda Eka Handria (Bank Sanho), serta Sjamsul Nursalim (Bank Dagang Nasional Indonesia).

Beberapa bankir lain yang terindikasi menyelewengkan dana BLBI pun diburu dan diseret ke meja hijau.

Sejumlah mantan direktur Bank Indonesia seperti Hendro Budiyanto, Paul Soetopo Tjokronegoro, dan Heru Supratomo menjadi terpidana kasus korupsi tersebut.

Sejumlah obligor juga tercatat melarikan diri saat dipidana, seperti Direktur Bank Pelita Agus Anwar dan Alexander.

Ada juga Direktur Bank Indonesia Raya atau Bank Bira, Atang Latif. Selanjutnya, ada juga terpidana seumur hidup untuk kasus penyelewengan dana BLBI. Hukuman tersebut jatuh pada Hendra Rahardja, yang kemudian meninggal ketika melarikan diri ke Australia.

Dia terbukti bersalah dan diketahui melakukan penggelapan dana sebesar Rp 2,65 triliun. Sederet nama dari penerima dana pun diduga bersalah terhadap dugaan penyelewengan BLBI, namun banyak kasus yang akhirnya terhenti lantaran pemberian SP3 (Surat Pemberhentian Penyidikan Perkara) oleh pihak berwenang.

Pada September 2008, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan ketersediaannya untuk membantu mengusut kembali skandal korupsi tersebut.

Hingga 2013, KPK mulai melakukan penyidikan terhadap proses pemberian SKL pada penerimanya. Pada 2004 pemilik Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) Sjamsul Nursalim berhasil mendapatkan SKL oleh BPPN.

Namun, setelah diusut KPK, terdapat dugaan kerja sama antara Sjamsul dengan mantan Kepala BPPN Syafruddin Arsyad Temenggung.

Berdasarkan hasil temuan tersebut, Syafruddin kemudian dijatuhi vonis 13 tahun penjara di pengadilan, karena dianggap merugikan negara dalam upayanya membantu Sjamsul menggelapkan Rp 4,5 triliun.

Syafrudin bersama kuasa hukumnya mengajukan banding pada 2018, namun dia malah mendapat penambahan vonis dua tahun penjara oleh pengadilan.

Hingga 2019, Syafruddin dibebaskan melalui keputusan Mahkamah Agung (MA) yang mengabulkan kasasinya.

Sementara itu, Sjamsul dan Istrinya, Itjih Nursalim ditetapkan sebagai tersangka pada tahun 2019. Mereka kabur ke Singapura dan berstatus buron alias masuk ke dalam daftar pencarian orang lantaran tidak mau diajak bekerja sama oleh pihak berwenang.

Namun pada 2021, KPK menghentikan penyidikan kasus Sjamsul dan Itjih dengan menerbitkan SP3. Hal ini menuai kritik terhadap KPK karena berhenti mengusut kasus korupsi sebesar Rp 4,58 triliun itu.

Mantan Pimpinan KPK Bambang Widjojanto mengatakan bahwa keputusan penghentian penyidikan ini justru menggadaikan janji pimpinan KPK terdahulu, untuk membasmi tuntas kerugian keuangan negara dalam kasus penyelewengan dana BLBI tersebut.

KPK dikabarkan menutup penyidikan terhadap Sjamsul dan Itjih dengan alasan kepastian hukum lantaran Syafruddin, sebelumnya telah divonis bebas oleh MA dengan pengajuan kasasi.

Investment

Indonesia Bukukan Transaksi Bisnis Rp23,3 Triliun dari CAExpo 2022

Published

on

Suasana CAExpo 2022 di Nanning, Cina. (Istimewa)

Indonesia berhasil membukukan transaksi bisnis senilai Rp23,3 triliun dari keikutsertaannya di ajang Pameran China-ASEAN (CAExpo) ke-19 di Nanning, Daerah Otonomi Guangxi, pada 16-19 September 2022.

“Nilai akumulasi transaksi senilai Rp23,3 triliun tersebut didapat dari perdagangan langsung (B2C), kesepakatan bisnis (B2B), dan MoU investasi selama pameran berlangsung,” kata Duta Besar RI untuk China Djauhari Oratmangun di Beijing, Sabtu.

Dalam ajang tahunan yang digelar di wilayah selatan daratan Tiongkok tersebut, Indonesia selalu mendirikan anjungan.

Baca Juga:

  1. Pemerintah Minta Pertamina Turunkan Harga Pertamax, Apa Syaratnya?
  2. Penghapusan Listrik Daya 450 VA Dinilai Tambah Beban Rakyat
  3. Hadapi Krisis Ekonomi, Pemerintah Perkuat Bauran Kebijakan Pangan Nasional

Tahun ini anjungan tersebut diberi nama Paviliun Indonesia yang berdiri di atas lahan seluas 270 meter persegi, terbagi menjadi dua, yakni Paviliun Komoditas seluas 180 meter persegi dan Paviliun Nasional seluas 90 meter persegi.

Di Paviliun Komoditas terdapat beberapa produk, seperti perhiasan, makanan dan minuman, pertanian dan kerajinan tangan.

Sementara di Paviliun Nasional ada pertunjukan seni dan budaya tradisional, baik tari-tarian maupun musik gamelan.

Di Paviliun Indonesia juga tersedia informasi potensi perdagangan, investasi, dan pariwisata di Indonesia serta informasi mengenai Trade Expo Indonesia yang akan diselenggarakan di Tangerang, Banten, pada 19-23 Oktober 2022, baik daring maupun luring.

Di sela-sela CAExpo, Indonesia juga turut hadir dalam beberapa forum investasi dan perdagangan, seperti Forum Kemitraan Media ASEAN 2022, Konferensi Perdagangan dan Ekonomi Negara anggota RCEP, Forum Kerja Sama Ekonomi, Perdagangan dan Infrastruktur China-ASEAN, Forum Informasi Pelabuhan China-ASEAN, dan lain-lain.

Ajang CAExpo digelar dengan menerapkan protokol kesehatan antipandemi Covid-19.

Continue Reading

Investment

UMKM Harus Bersiap, Indonesia Jadi Negara Ekonomi Terbesar Keempat Dunia Tahun 2045

Published

on

Ilustrasi Indonesia menuju negara ekonomi terbesar keempat di dunia. (Istimewa)

The International Monetary Fund (IMF) memprediksi pada tahun 2045 Indonesia akan menjadi negara ekonomi terbesar ke-4 di dunia setelah China, India dan Amerika Serikat.

Selaras dengan prediksi IMF, menurut data dari Kementerian Koperasi dan UKM pada tahun 2021 mengatakan bahwa 61 persen dari peningkatan ekonomi dan Produk Domestik Bruto (PDB) disumbang oleh bisnis UKM. Bahkan bisnis UMKM ini menyerap 97 persen dari lapangan pekerjaan bagi tenaga kerja yang membutuhkan.

“International Business Times mengatakan bahwa pendekatan trial & error adalah salah satu cara para pebisnis untuk mengidentifikasi strategi yang tidak berhasil dan menggunakannya sebagai batu loncatan untuk mengembangkan bisnis Tapi pendekatan trial & error ini membutuhkan uang, tenaga, dan waktu yang tidak sedikit,” jelas Global Awards Winning Business Coach sekaligus Founder GRATYOⓇ Practical Business Coaching, Yohanes G. Pauly.

Baca Juga:

  1. Begini Trailer Kisah God of War Ragnarok Terbaru
  2. Inilah 4 Fitur Baru iPhone 14 yang Sudah Lama Ada di Android
  3. Tingkatkan Kualitas SDM Industri, Kemenperin Terapkan TVET 4.0

“Jika kita bisa mempercepat proses pembelajaran trial and error ini, maka pebisnis UMKM bisa mengakselerasi pertumbuhan bisnisnya,” lanjut dia.

Saat ini banyak pihak yang berupaya menggenjot pertumbuhan UMKM baik dari sisi pemerintah maupun swasta. Salah satu cara yang dipercaya bisa membantu akselerasi adalah dengan business coaching.

Dengan business coaching, pelaku bisnis bisa menerapkan strategi-strategi praktis yang terbukti berhasil di lapangan, hingga menemukan blind-spot yang selama ini tidak disadari pebisnis yang membuat bisnisnya belum bisa Profitable & AUTO-PILOT.

Sebagai salah satu bentuk kontribusi terhadap pertumbuhan UMKM di Indonesia, GRATYOⓇ Practical Business Coaching yang merupakan business coaching company kelas dunia, menghadirkan kompetisi Indonesia Mencari Founders (IMF). Kompetisi ini bertujuan untuk mencari pemilik bisnis UMKM dan calon entrepreneur untuk di-coaching gratis selama 1 tahun agar bisnisnya bisa naik kelas.

Sebenarnya, optimisme tentang Indonesia menjadi negara ekonomi terbesar keempat dunia sudah digaungkan sejak lama. Sebelumnya, Standard Chartered Plc memprediksi Indonesia akan menjadi negara ekonomi terbesar keempat dunia di tahun 2030.

Pada tahun 2030, China akan menjadi negara ekonomi terbesar di dunia. Adapun India akan lebih besar ekonominya ketimbang AS dan Indonesia akan menduduki posisi keempat. Begitu menurut penelitian mereka.

Adapun, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengklaim RI akan menjadi negara dengan ekonomi terbesar ke-4 di dunia pada 2045 mendatang. Hal ini karena tingkat pendapatan per kapita diperkirakan tembus US$29.300 atau setara Rp420,3 juta (kurs Rp14.345 per dolar AS) pada periode tersebut.

“Kalau terus menjaga stabilitas politik, ekonomi, sosial, kita akan menjadi negara penghasilan menengah mencapai US$29.300 per kapita. Ini akan menjadi ekonomi terbesar keempat di dunia,” ujarnya.

Menurut Ani, ketika menjadi negara dengan ekonomi terbesar ke-4 di dunia, maka Indonesia akan memiliki struktur ekonomi yang lebih produktif. Struktur ini utamanya ditopang oleh sektor bisnis jasa.

Bersamaan dengan proyeksi pendapatan dan ekonomi tersebut, Ani mengatakan jumlah penduduk Indonesia diperkirakan mencapai 309 juta penduduk. Mayoritas merupakan usia produktif sekitar 52 persen.

“75 persen hidup di perkotaan dan 80 persen berpenghasilan menengah,” terangnya.

Kendati begitu, ada beberapa syarat pendukung agar peningkatan ekonomi dan pendapatan per kapita bisa dicapai. Pertama, infrastruktur yang memadai.

Kedua, sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas tinggi. Ketiga, kemampuan adopsi teknologi. Keempat, pembangunan daerah yang baik. Kelima, kebijakan ekonomi yang baik.

Continue Reading

Investment

Investasi Berbasis Perusahaan Hijau Kini Makin Diminati

Published

on

Investasi Perusahaan Hijau. (Istimewa)

CGB-CIMB Sekuritas, salah satu perusahaan sekuritas Indonesia yang menerapkan Environmental, Social, and Governance (ESG) menyebut produk investasi berbasis ESG memiliki minat yang tinggi di kalangan investor.

Direktur CGB-CIMB Sekuritas, Sugiharto Widjaja mengatakan banyak investor saat ini mulai menjelajahi perusahaan ESG atau istilahnya perusahaan hijau.

“Antusias investor terhadap produk investasi ESG sangat menjanjikan. Investor juga tak hanya melihat perusahaan yang menerapkan ESG, tetapi juga melihat kita sebagai perantara atau perusahaan sekuritas,” ujar Sugiharto.

Baca Juga:

  1. Begini Trailer Kisah God of War Ragnarok Terbaru
  2. Inilah 4 Fitur Baru iPhone 14 yang Sudah Lama Ada di Android
  3. Tingkatkan Kualitas SDM Industri, Kemenperin Terapkan TVET 4.0

Antusiasme yang tinggi ini terjadi karena isu lingkungan sudah menjadi bahasan global, sehingga dalam praktiknya perlu terlibat semua pihak, salah satunya investor.

“Investor mulai memberikan penilaian lebih pada perusahaan yang menerapkan ESG. Di bursa sendiri saat ini sudah ada indeks-indeks ESG yang menunjukkan antusias baik dari investor,” jelas Sugiharto.

Adapun menurut Sugiharto produk investasi berbasis ESG akan semakin dilirik investor bahkan banyak dana-dana besar yang akan masuk pada produk investasi berbasis ESG.

“Di masa depan investor tidak hanya berorientasi pada profit investasi, tetapi juga pada dampak yang bisa diberikan untuk menjaga kelestarian lingkungan,” pungkas Sugiharto.

Di sisi lain, Asisten Direktur Departemen Makropudensial Bank Indonesia (BI) Heru Rahadyan meminta masyarakat memilih produk keuangan atau investasi hijau untuk mendukung pembangunan proyek hijau yang dapat mendorong upaya transisi energi ke Energi Baru Terbarukan (EBT).

Ia meminta masyarakat dapat menempatkan dananya pada produk keuangan atau investasi milik perusahaan-perusahaan yang menjalankan proyek hijau, agar berperan dalam upaya transisi energi, sekaligus mencegah terjadinya perubahan iklim.

“Pilihlah bank yang hijau, lihat laporan keuangannya, dia investasi di hijau atau tidak, kreditnya banyak yang hijau atau tidak,” ujar Heru.

Dalam memilih produk investasi, ia menyarankan masyarakat memilih saham-saham perusahaan yang terdaftar dalam Indeks Sustainable and Responsible Investment-KEHATI (SRI-KEHATI). Sedangkan, untuk instrumen obligasi dapat memilih sukuk hijau.

“Obligasi hijau, reksadana hijau, banyak sekali sekarang proyek- proyek hijau mulai berkembang, Jadi kita mulai dari diri kita sendiri, lalu ajak orang-orang di sekitar kita,” ujar Heru.

Menurut dia, upaya selektif dalam memilih produk keuangan atau investasi sangat perlu dilakukan karena akan berdampak terhadap keberlanjutan lingkungan di masa depan, terutama terkait dengan perubahan iklim.

Ia mengatakan kerugian Indonesia yang diakibatkan oleh perubahan iklim dapat mencapai 40 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2050, yang saat ini sudah mencapai kisaran Rp 100 triliun per tahun.

Dalam kesempatan sama, Direktur Surat Utang Negara DJPPR Kementerian Keuangan Deni Ridwan meminta masyarakat mempertimbangkan aspek Triple Bottom Line (BTL) dalam memilih produk keuangan atau investasi.

Ia menjelaskan ketiga aspek ini, meliputi, People artinya dampak produk terhadap pegawai dan masyarakat, Planet artinya dampak produk terhadap lingkungan, dan Profit artinya dampak produk terhadap perekonomian.

“Apabila kita ingin investasi yang aman, harus memilih instrumen investasi yang produknya menerapkan konsep Triple Bottom Line (BTL) ini,” ujar Deni.

Selain itu, masyarakat dapat menerapkan rumus 2L, yakni legal artinya produk itu mendapat izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan logic artinya masyarakat mengetahui asal keuntungan perusahaan didapatkan.

Kemudian, rumus 2R yakni, risk artinya harus paham risiko yang ada pada produk itu dan return artinya mengetahui kemungkinan keuntungan yang bisa didapatkan dari produk itu.

Continue Reading
Internasional10 hours ago

Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik Jarak Pendek, AS: Itu Bukan Ancaman

Nasional11 hours ago

Perjuangan Aspar Jaelolo Jadi Raja Panjat Tebing Dunia 2022

Lifestyle12 hours ago

Hati-hati, Menyimpan Buah dan Sayuran Ternyata Ada Ilmunya!

Nasional15 hours ago

Menang Lawan Curacao, Peringkat FIFA Timnas Indonesia Merangkak Naik

Investment16 hours ago

Indonesia Bukukan Transaksi Bisnis Rp23,3 Triliun dari CAExpo 2022

Culture18 hours ago

Ritual Sikerei, Pengobatan Supranatural Suku Mentawai

Nasional19 hours ago

Siaran TV Analog Berhenti Total di 112 Wilayah Mulai 2 November 2022

Hangout20 hours ago

Jepang Izinkan Wisatawan Masuk Bebas Visa Mulai 11 Oktober 2022

Internasional21 hours ago

Mengenal Sosok Joelle Rich, Pacar Baru Johnny Depp

Nasional22 hours ago

Anies Baswedan Pastikan Jakpro Tak Akan Komersialisasi Taman Ismail Marzuki

Edukasi1 day ago

Begini Syarat Dapat Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah

Investment2 days ago

UMKM Harus Bersiap, Indonesia Jadi Negara Ekonomi Terbesar Keempat Dunia Tahun 2045

Investment2 days ago

Investasi Berbasis Perusahaan Hijau Kini Makin Diminati

Teknologi2 days ago

Sudah Meluncur di Indonesia, Begini Cara Pakai TikTok Now

Investment2 days ago

Inilah Ragam Tantangan Perekonomian Indonesia di Tahun 2023

Investment2 days ago

Kredit Mesra, Solusi Pemprov Jabar Agar Warganya Tak Terlilit Hutang Rentenir

Properti2 days ago

Bintaro Jaya Tawarkan Properti Beragam dan Berkelas

CityView2 days ago

Harumnya Tembakau Deli, Bikin Kota Medan Beraroma Eropa

Investment2 days ago

Meluncur November, Inilah Pengertian Papan New Economy BEI & Kriteria Perusahaan yang Masuk Papan Pemantauan Khusus

Teknologi2 days ago

Elon Musk Ciptakan Manusia Pekerja, Jutaan Karyawan Terancam

Lifestyle3 days ago

Lagi Diet? Berikut 7 Manfaat Tahu Rebus untuk Kesehatan

Internasional3 days ago

Disney Rilis Cuplikan Film Animasi Berjudul “Strange World”

Culture5 days ago

Kesenian Dongkrek, Ritual Tolak Pagebluk khas Madiun

Nasional6 days ago

Yogyakarta Siap Gelar Turnamen Bulutangkis Indonesia International Series 2022

Investment2 days ago

UMKM Harus Bersiap, Indonesia Jadi Negara Ekonomi Terbesar Keempat Dunia Tahun 2045

Investment1 week ago

Perusahaan Fintech Paygua Jajaki Rencana IPO

Culture5 days ago

Makna Luhur ‘Tari Bambu Gila’ di Maluku

Nasional7 days ago

SBY Menduga Pemilu 2024 Berpotensi Ada Kecurangan, KPU: Laporkan ke Bawaslu RI

Nasional7 days ago

Timnas U-20 Indonesia Lolos ke Piala Asia 2023

Teknologi2 days ago

Elon Musk Ciptakan Manusia Pekerja, Jutaan Karyawan Terancam

Lifestyle6 days ago

Hati-hati, Gaya Hidup yang Tidak Aktif Bisa Jadi Penyebab Kematian

Anggota Komisi I DPR RI Fadli Zon. (DPR RI)
Nasional3 days ago

Luhut: Orang Luar Jawa Tak Bisa Jadi Presiden RI, Fadli Zon Singgung Politik Identitas

BEI
Investment2 days ago

BEI Catat Ada 29 Perusahaan Siap IPO, Berikut Daftarnya

CityView1 week ago

Sentra Industri Sepatu Cibaduyut, Dulu Mendunia, Kini?

Hangout3 days ago

Deretan 10 Museum Termahal di Indonesia

Investment2 days ago

Meluncur November, Inilah Pengertian Papan New Economy BEI & Kriteria Perusahaan yang Masuk Papan Pemantauan Khusus

Nasional3 days ago

Indonesia Pastikan Gelar Ganda Campuran di Indonesia International Series 2022

Investment3 days ago

Zulkifli Hasan: TIIMM G20 Hasilkan Capaian Konkret

Nasional6 days ago

Alasan AHM Berikan Sentuhan Baru CBR250RR

Nasional3 days ago

KPK Tetapkan Hakim Agung Sudrajad Dimyati Sebagai Tersangka

Hangout5 months ago

Pasar Cimol Gedebage, Pusatnya Baju Bekas Bermerek di Bandung

Traveling5 months ago

Desa Wisata Sawai, Desa Tertua di Maluku yang Punya Sungai Keramik

Nasional5 months ago

Kalisari, Surga Takjil di Jakarta Timur

Properti5 months ago

Kisah Pengusaha Properti Bangun Rumah Subsidi untuk Berdayakan Masyarakat Banjarmasin

Uncategorized6 months ago

Kisah Mumun, Sang Hantu Legendaris Cibubur

Advetorial6 months ago

Pentingnya Literasi Finansial Melalui Kesetaraan Gender untuk Generasi Milenial

Showbiz11 months ago

Tega! Ada Youtuber Bikin Konten Mistis Soal Vanessa Angel

Showbiz11 months ago

Detik-detik Usai Mobil Vanessa Angel Alami Kecelakaan

Nasional11 months ago

The Power of Emak-Emak! Bubarkan Demo yang Blokir Jalan

Showbiz11 months ago

Inilah yang Terjadi Usai Miss World Malaysia Klaim Batik dari Negaranya

Showbiz11 months ago

Skandal Aborsi, Aktor Kim Seon-ho Tinggalkan 1 Day 2 Nights

Teknologi11 months ago

Mark Zuckerberg Rugi Triliunan Rupiah, Saham Facebook Anjlok

Nasional11 months ago

Mensos Risma Ngamuk Lagi, Warga Marahi Balik

Showbiz11 months ago

Akui Salah, Baim Wong Ingin Temui Kakek Suhud

Showbiz11 months ago

Kakek Suhud Penjual Buku Agama, Bukan Pengemis Seperti Anggapan Baim Wong

Internasional11 months ago

Eropa Krisis Energi, Peta Kekuatan Dunia Akan Berubah?

Sport11 months ago

Indonesia Juara Piala Thomas, Merah Putih Tak Bisa Berkibar

Culture11 months ago

Ampyang Maulid, Cara Leluhur Berintropeksi Diri di Perayaan Maulid Nabi

Internasional1 year ago

Kronologi Bom Bunuh Diri di Bandara Kabul

COVID-19Update1 year ago

Aturan Ibadah Ramadhan Pemkot Tangsel: SOTR Dilarang-Tarawih 50%

Advertisement

Trending