Connect with us

Teknologi

Media Sosial Makin Ngeri, Simak Sederet Tips untuk Lindungi Privasi

Published

on

ilustrasi privasi

Beberapa waktu silam, publik gempar dan merasa keberatan dengan kebijakan privasi yang baru diterapkan oleh Whatsapp.

Whatsapp memaksa penggunanya untuk menyetujui sederet ketentuan yang dirasa mengancam privasi penggunanya. Imbasnya, publik ramai-ramai menyerukan uninstall aplikasi berwarna hijau tersebut.

Masalah privasi memang krusial karena persoalannya adalah dengan data diri pribadi yang sifatnya terbatas untuk publik. Tak hanya whatsapp yang dinilai melanggar kebijakan privasi yang dikhawatirkan dapat timbul dampak kriminalisasi, orang awam pun bisa melanggar kebijakan privasi dengan berbagai alasan.

Misalnya pengancaman, pemerasan dan komersialisasi pribadi maupun tindakan-tindakan yang menjurus pada masalah privasi.

Untuk meminimalisir hal tersebut, berikut beberapa tips yang bisa melindungi privasi di media sosial maupun aplikasi percakapan

  • Pisahkan akun pribadi dengan akun publik

Menggunakan beberapa akun untuk memisahkan hal-hal bersifat pribadi dan hal-hal yang bisa dibagi ke publik bisa menjadi alternatif untuk melindungi diri di dunia maya

  • Cek dan atur ulang pengaturan privasi

Sesuaikan pengaturan privasi dengan level kenyamanan diri dalam berbagi data pribadi seperti nama, foto, nomor ponsel, lokasi (geo tag atau location sharing), aplikasi yang diberikan akses atau akun media sosial atau aplikasi percakapan yang pengguna miliki. Kendalikan sendiri siapa atau apa saja yang mengakses akun pemilik.

  • Buat kata kunci yang kuat dan nyalakan verifikasi login

Hindari peretasan akun media sosial dengan menciptakan password login yang kuat (panjang dan mengandung unsur huruf, angka dan symbol) dan aktifkan verifikasi login.

Dalam beberapa platform media sosial atau aplikasi percakapan, verifikasi login tersebut dengan istilah 2 step verification atau 2 factor authentication. Hal ini juga berlaku untuk e-mail pribadi.

  • Jangan sembarang percaya pada aplikasi pihak ketiga

Pengguna diharapkan berhati-hati ketika berselancar di media sosial dan memutuskan untuk mengisi kuis-kuis seperti kuis kepribadian, pengubah wajah dan prediksi-prediksi yang nampak menyenangkan dari aplikasi pihak ketiga ini.

Baca Juga:

  1. Dunia Metaverse Hilangkan Dunia Asli Manusia?
  2. Hati-Hati Saat Memakai Aplikasi Kencan Online, Ketahui Catfishing dan Bahayanya
  3. Fitur Baru Tinder, Bisa Cek Rekam Jejak Calon Pasangan Kencan

Aplikasi pihak ketiga, misalnya yang mengadakan kuis di facebook biasanya meminta akses akun media sosial.

Aplikasi pihak ketiga yang tidak bertanggung jawab bisa saja menggunakan informasi atau data pribadi yang mereka dapat dari akses tersebut secara tidak bertanggung jawab dan bisa jadi berdampak pada kehidupan pengguna, baik online maupun offline

  • Hindari berbagi lokasi pada waktu nyata (real time location sharing)

Lokasi pada waktu nyata atau lokasi tempat seseorang sering kali lewati atau kunjungi dapat menjadi informasi yang berharga bagi orang-orang yang ingin berniat jahat. Misalnya penguntit

  • Berhati-hati dengan URL yang dipendekkan

Ada potensi bahaya ketika mengklik URL yang dipendekkan. Bila berasal dari akun yang mencurigakan, bisa saja URL tersebut mengarahkan pengguna ke situs-situs berbahaya atau jahat yang dapat mencuri data pribadi pengguna. URL ini juga rawan physing dan peretasan.

  • Lakukan data detox

Tactical Tech dan Mozilla telah menyusun data detoks untuk mengecek keberadaan data diri pribadi di internet. Silakan coba data detox agar dapat menjadi pengguna yang lebih mempunyai kendali atas data diri di ranah online dengan mengakses https://datadetox.myshadow.org

  • Jaga kerahasiaan pin atau password pada ponsel atau laptop pribadi

Seringkali pelaku kekerasan berbasis gender online dan offline adalah orang-orang terdekat. Untuk itu perlu memasang dan menjaga kerahasiaan pin atau password pada gawai dan perangkat elektronik pribadi lainnya, terutama yang menyimpan data-data pribadi.

Di dunia maya, sangat tidak dianjurkan untuk mengumbar data-data yang sifatnya pribadi. Diharapkan pengguna lebih bijak dalam menggunakan sosial media sehari-hari agar meminimalisir tindak kriminal yang tidak dihendaki.

Teknologi

Bos Ray-Ban Meninggal Dunia

Published

on

By

Kabar duka datang dari pengusaha Italia pemilik merek kacamata Ray-Ban, Leonardo Del Vecchio. Melansir Bloomberg pada Selasa (28/6/2022), dilaporkan Del Vecchio menghembuskan napas terakhirnya di usianya yang ke 87 tahun.

Diketahui pada Senin 27 Juni 2022 waktu setempat, pengecer kacamata top dunia dan produsen lensa korektif terbesar yang berbasis di Paris, Prancis EssilorLuxocttica mengumkan kematian pendiri mereka itu.

Kemudian untuk menentukan langkah selanjutnya, pihaknya mengatakan akan bertemu dengan dewan perusahaan.

Sementara itu dalam sebuah tweet desainer Giorgio Armani menuliskan kalimat yang berbunyi bahwa, “Saya kehilangan seorang teman dan pendamping dalam petualangan profesional yang panjang ini.”

Baca Juga:

  1. Mulai 1 Juli 2022, Beli Pertalite Wajib Daftar di Aplikasi Pertamina
  2. Instagram Punya Fitur Baru Verifikasi Pengguna di Bawah Umur
  3. Begini Tips Ampuh Mengatasi Internet di HP Android

“Kepergianmu membuat saya sangat sedih,” sambungnya.

Diketahui, Del Vecchio dibesarkan di panti asuhan Milan. Selanjutnya dirinya memutuskan untuk mendirikan toko di kota Agordo di Pegunungan Alpen di utara Venesia. Di mana suku cadang kacamatanya berubah jadi pemain global dari sana.

Hingga akhirnya membuat serangkaian akuisisi yang sering kali tidak terduga untuk akhirnya jadi EssilorLuxottica. Dalam perjalanan Del Vecchio menuju puncak karier, sejumlah target telah berhasil diraihnya. Sebut saja seperti merek-merek ikonis, seperti Ray-Ban dan Oakley yang termasuk sebagai contohnya.

Del Vecchio menjadi orang terkaya kedua di Italia, atas kesuksesan bisnisnya tersebut. Menurut Bloomberg Billionaires Index, hanya dilampaui pebisnis cokelat: keluarga Ferrero dengan kekayaan bersih 25,7 miliar dolar AS pada 1 Juni 2022.

Continue Reading

Teknologi

Inilah 11 Kota & Kabupaten yang Wajib Daftar di Aplikasi untuk Beli Pertalite

Published

on

Ilustrasi BBM Pertalite

Mulai 1 Juli 2022, Pemerintah melakukan uji coba pembelian BBM subsidi pertalite dan solar melalui aplikasi MyPertamina.

Rencananya pada tahap awal, ada 11 kota dan kabupaten di 5 provinsi yang akan diterapkan uji coba pembelian pertalite dan solar melalui sistem MyPertamina ini.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Alfian Nasution mengatakan jika saat ini Pertamina Patra Niaga terus memperkuat infrastruktur serta kesisteman untuk mendukung program penyaluran Pertalite dan Solar secara tepat sasaran ini.

Baca Juga:

  1. 5 Gunung Unik di Indonesia yang Wajib Kamu Kunjungi
  2. Pesona Desa Hilisimaetano Nias, Salah Satu Desa Wisata Terindah di Indonesia
  3. Pesona Telaga Cicerem, Airnya Berwarna Biru

“Direncanakan, uji coba awal akan dilakukan di beberapa kota/kabupaten yang tersebar di 5 Propinsi antara lain Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Jawa Barat, dan DI Yogyakarta,”ujar dia, seperti dikutip Selasa (28/6/2022).

Dia mengatakan jika Pertamina menyiapkan website MyPertamina yang dibuka pada 1 Juli 2022.

“Masyarakat yang merasa berhak menggunakan Pertalite dan Solar dapat mendaftarkan datanya melalui website ini, untuk kemudian menunggu apakah kendaraan dan identitasnya terkonfirmasi sebagai pengguna yang terdaftar. Sistem MyPertamina ini akan membantu kami dalam mencocokan data pengguna,” lanjut Alfian.

Alfian mengatakan jika penyaluran bahan bakar minyak (BBM) subsidi, merupakan salah satu amanah yang diberikan kepada Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) dalam rangka memenuhi kebutuhan energi yang terjangkau bagi masyarakat.

“Sebagai BBM bersubdisi, penyaluran Solar dan Pertalite penugasan ini diatur oleh regulasi, antara lain Peraturan Presiden No. 191/2014 dan Surat Keputusan (SK) BPH Migas No. 4/2020,” tegas dia.

Berikut Daftar 11 Kota dan Kabupaten Uji Coba Aplikasi MyPertamina:

  1. Kota Bukit Tinggi
  2. Kabupaten Agam
  3. Kota Padang Panjang
  4. Kabupaten Tanah Datar
  5. Kota Banjarmasin
  6. Kota Bandung
  7. Kota Tasikmalaya
  8. Kabupaten Ciamis
  9. Kota Manado
  10. Kota Yogyakarta
  11. Kota Sukabumi

Continue Reading

Teknologi

Mulai 1 Juli 2022, Beli Pertalite Wajib Daftar di Aplikasi Pertamina

Published

on

By

Beli Pertalite Wajib Daftar di Aplikasi Pertamina

Mulai 1 Juli 2022, aplikasi My Pertamina bakal menjadi syarat bagi pembeli untuk mereka dapat membeli bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan Solar.

Hal tersebut dingungkapkan oleh PT Pertamina (Persero) agar penyaluran bisa tepat sasaran. Menurut Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution mulai 1 Juli 2022 bagi pengguna yang telah terdaftar dalam sistem MyPertamina, pihaknya berinisiatif untuk melakukan uji coba penyaluran Pertalite dan Solar.

“Kami menyiapkan website MyPertamina, yakni https://subsiditepat.mypertamina.id/ yang dibuka pada 1 Juli 2022,” tuturnya.

Dengan laman tersebut, masyarakat yang berhak menggunakan Pertalite dan Solar dapat mendaftarkan data mereka. Kemudian setelah itu tinggal menunggu apakah kendaraan serta identitasnya terkonfirmasi sebagai pengguna yang terdaftar atau tidak.

Baca Juga:

  1. Anies Pastikan Biaya Pergantian Dokumen Akibat Perubahan Nama Jalan Gratis
  2. Gara-Gara Anies Ganti Nama Sejumlah Jalan di DKI, 50 Ribu Warga Jakarta Wajib Bikin e-KTP Baru
  3. Beli Minyak Goreng Kini Wajib Pakai Aplikasi PeduliLindungi

Dalam melakukan pencocokan data pengguna yang akan membeli BBM bersubsidi, sistem MyPertamina ini akan membantu perseroan. Jika tidak memiliki aplikasi MyPertamina, masyarakat juga tidak perlu khawatir.

Hal ini dikarenakan semua pendaftaran dilakukan di laman MyPertamina https://subsiditepat.mypertamina.id/. Nantinya melalui email yang didaftarkan, pengguna yang telah melakukan pendaftaran kendaraan dan identitasnya akan mendapatkan notifikasi.

“Pengguna terdaftar akan mendapatkan kode QR khusus yang menunjukkan bahwa data mereka telah cocok dan dapat membeli Pertalite dan Solar,” terang Alfian.

Pertamina juga menjamin konsumen dapat melakukan transaksi di SPBU dan seluruh transaksinya akan tercatat secara digital jika seluruh data mereka telah cocok.

“Inilah yang kami harapkan, Pertamina dapat mengenali siapa saja konsumen Pertalite dan Solar, sehingga bisa menjadi acuan dalam membuat program ataupun kebijakan terkait subsidi energi bersama pemerintah sekaligus melindungi masyarakat yang saat ini berhak menikmati bahan bakar bersubsidi,” jelasnya.

Diketahui untuk mendukung program penyaluran Pertalite dan Solar secara tepat sasaran, Pertamina Patra Niaga saat ini terus memperkuat infrastruktur dan sistem mereka.

Continue Reading

Trending