Connect with us

Teknologi

Mark Zuckerberg Perkenalkan 5 Prototipe Kacamata VR Metaverse, Mana Lebih Baik?

Published

on

Mark Zuckerberg Perkenalkan 5 Prototipe Kacamata VR Metaverse

Diketahui, baru-baru ini prototipe kacamata yang jadi bagian dari perangkat virtual reality (VR) untuk metaverse telah dipernalkan oleh CEO Meta Mark Zuckeberg.

Di mana terdapat lima prototipe Virtual Reality yang dibuat Zuckeberg khusus untuk Metaverse sejauh ini. Manakah yang lebih baik? berikut 5 prototipe Virtual Reality tersebut.

Butterscotch

Ini dirancang untuk menguji tampilan beresolusi lebih tinggi yang mempunyai piksel cukup kecil. Sehingga nantinya mata manusia tidak dapat membedakannya. Butterscotch diketahui mempunyai lensa baru yang dikembangkan Meta yang membatasi bidang pandang. Hal ini pun memungkinkan untuk menampilkan realisme yang lebih baik lagi.

Half Dome 3

Untuk menguji jenis tampilan yang dapat menggeser seberapa jauh titik fokus optik, sejak 2017 Meta sudah mengerjakan headset Half Dome. Menta menyebut dengan teknologi Half Dome, resolusi dan kualitas gambar dapat ditingkatkan. Dengan begitu membuat pengguna melihat benda yang sangat dekat atau jauh menggunakan fokus.

Baca Juga:

  1. Keren, Mark Zuckerberg Pamer Kacamata VR untuk Metaverse
  2. Meta Buka Toko Pakaian, Siap Jual Merek Prada, Balenciaga, Hingga Thom Browne
  3. Beli di Toko Online Metaverse, Mark Zuckerberg Bergaya dengan Prada

Holocake 2

Holocake 2 dikatakan merupakan headset VR tertipis dan teringan yang dibuat perusahaan. Selain itu juga jika terhubung ke PC, sepenuhnya akan mampu menjalankan perangkat lunak VR apa pun. Namun untuk digunakan konsumen, itu membutuhkan laser khusus yang terlalu mahal. Di mana memerlukan tindakan pencegahan keamanan tambahan dalam penggunaannya.

Starburst

Diketahui, Starbust adalah prototipe penelitian yang berfokus pada tampilan rentang dinamis tinggi (HDR) yang lebih cerah. Bahkan juga menunjukkan rentang warna yang lebih luas.

“Tujuan dari semua pekerjaan ini adalah untuk mengidentifikasi jalur teknis mana yang akan memungkinkan kami untuk meningkatkan cara mulai mendekati realisme visual yang kami butuhkan,” kata CEO Meta tersebut.

Mirror Lake

Mirror Lake yang merupakan headset bergaya ski-goggle ternyata juga turut dipamerkan desain konsepnya oleh perusahaan. Ini dirancang untuk menggabungkan semua teknologi headset Meta yang berbeda, dan tengah dikembangkan menjadi satu layar untuk generasi selanjutnya.

Terkait hal itu kepala ilmuwan Meta Reality Labs Michael Abrash mengatakan bahwa, “Konsep Mirror Lake menjanjikan, tetapi saat ini hanya sebuah konsep tanpa headset yang berfungsi penuh untuk membuktikan arsitekturnya secara meyakinkan.”

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Teknologi

Instagram Punya Fitur Baru Verifikasi Pengguna di Bawah Umur

Published

on

By

Instagram

Untuk memverifikasi usia di Instagram, kini platform tersebut tengah menguji opsi baru bagi penggunanya. Dari para pengguna di Amerika Serikat, uji coba itu akan mulai dilakukan.

Demi memverifikasi usia seseorang, layanan berbagi foto dan video miliki Meta tersebut mengungkapkan sedang menguji dua cara baru.

Mengutip dari Reuters pada Senin (27/6/2022) direktur tata kelola data di Meta Erica Finkle mengatakan bahwa, “Ketika kami mengetahui jika seseorang masih remaja [13-17 tahun], kami memberi mereka pengalaman yang sesuai dengan usia seperti memasukkan mereka ke akun pribadi, mencegah kontak yang tidak diinginkan dari orang dewasa yang tidak mereka kenal dan membatasi opsi yang dimiliki pengiklan untuk menjangkau mereka. dengan iklan.”

Dalam verifikasi usia online untuk memastikan privasi pengguna ini Instagram mengatakan sudah bermitra dengan Yoti, sebuah perusahaan yang berspesialisasi.

Baca Juga:

  1. Begini Tips Ampuh Mengatasi Internet di HP Android
  2. Twitter Punya Fitur Baru Bernama Twitter Notes, Seperti Apa?
  3. Keren, WIR Group Dipercaya Bangun Metaverse di 22 Negara Mediterania

Untuk memverifikasi usia mereka, pengguna bissa mengunggah video selfie. Teknologi dari Yoti setalah itu bakal memperkirakan usia mereka berdasarkan fitur wajah.

Seusai usia diverifikasi, Instagram berjanji bahwa baik Meta dan Yoti akan menghapus gambar. Kemudian pemilihan lainnya adalah pengguna memilih tiga pengikut untuk mengonfirmasi usia pengguna, dan harus berusia minimal 18 tahun orang yang memberikan verifikasi.

Usai menerima kritik dan penolakan keras karena peluncuran Instagram Kids, akhirnya mereka mengehentikan hal tersebut. Setalah setahun berlalu, barulah mereka mulai melakukan langkah tersebut.

Continue Reading

Teknologi

Begini Tips Ampuh Mengatasi Internet di HP Android

Published

on

Internet lemot di HP Android

Internet saat ini telah menjadi kebutuhan mendasar bagi masyarakat di era digital. Lambatnya kecepatan internet di handphone (hp) Android tentu menjadi kendala utama di saat orang-orang beraktivitas di rumah.

Padahal Kebutuhan terhadap internet semakin meningkat di kala wabah Covid-19 yang mengharuskan orang-orang berada di rumah

Berikut MyCity telah merangkum beberapa tips mengatasi internet lemot di HP Android.

Baca Juga:

  1. Mahfud MD: Pemerintah Mulai Pindah ke IKN Juli 2024
  2. Sejarah Jakarta Selatan, Kota Administratif Terkaya di Jakarta
  3. Melihat Komunitas Sastra di Kota Bekasi

Lakukan restart smartphone secara berkala

Setiap hari, pengguna selalu menggunakan smartphone mereka berjam-jam. Ada kalanya, ketika dipakai terus menerus, smartphone mengalami overheat. Hal ini bisa membuat smartphone jadi lemot dan koneksi internetnya pun menjadi lemot.

Untuk itu, pengguna perlu me-restart smartphone mereka secara berkala agar kinerja smartphone tetap terjangka dalam jangka panjang.

Koneksi internet di smartphone juga bisa melambat, disebabkan oleh hal-hal yang tidak kita ketahui. Di saat seperti itu, me-restart smartphone juga bisa menjadi solusi karena sistem smartphone bisa bekerja kembali dalam kondisi bersih dan pulih dengan fungsi yang normal seperti sebelumnya.

Selain me-restart saat terjadi kendala, pengguna juga bisa mematikan smartphone saat sedang diisi daya dengan tujuan agar sistem smartphone benar-benar istirahat dan menghindari perangkat mengalami kepanasan karena dipakai sembari diisi daya.

Tutup dan nonaktifkan Aplikasi

Semakin sering menggunakan smartphone untuk membuka berbagai aplikasi, smartphone bisa saja mengalami hang dan internetnya ikut lemot.

Selain restart smartphone secara berkala agar ponsel selalu responsif, pengguna juga bisa meningkatkan kenyamanan internet menggunakan smartphone dengan memperhatikan kebiasaan-kebiasaan dalam menggunakan aplikasi.

Misalnya, pengguna sering hanya menekan tombol back atau home setelah memakai aplikasi.

Nah, ada baiknya hal tersebut dihindari karena aplikasi tidak sepenuhnya tertutup dan masih berjalan diam-diam, sehingga tetap memakan RAM, bahkan ikut mengkonsumsi kuota data dan membuat internet lambat.

Kebiasaan yang perlu dihindari adalah mengunduh dan menyimpan banyak aplikasi yang tidak terlalu dibutuhkan yang akan memakan terlalu banyak memori.

Pengguna bisa menutup aplikasi secara utuh dengan cara:

  • Tekan ikon garis tiga pada navigasi di bagian bawah
  • Pilih opsi Tutup Semua. Kalau hanya ingin menutup aplikasi tertentu, swipe tampilan aplikasi yang tidak dibutuhkan ke arah atas untuk menutup aplikasi tersebut.

Hapus Aplikasi

Untuk menghapus aplikasi:

  • Masuk ke Setting
  • Pilih menu Aplikasi
  • Pilih aplikasi yang ingin diatur
  • Pilih Nonaktifkan atau Hapus Instalan sesuai pilihan yang tersedia

Cara kedua:

  • Saat tampilan utama atau home, swipe ke atas untuk masuk ke app drawer
  • Tekan agak lama pada ikon aplikasi yang ingin diatur, lalu pilih Nonaktifkan atau hapus instalasi sesuai pilihan yang tersedia.

Dengan menutup aplikasi atau menonaktifkan dan menghapus aplikasi yang tidak terlalu dibutuhkan, kinerja smartphone akan makin maksimal.

Pasalnya hal ini membuat RAM dan ruang penyimpanan menjadi lebih lega, dengan begitu smartphone punya lebih banyak memori untuk menjalankan berbagai aplikasi dengan lebih lancar.

Blokir iklan yang mengganggu agar browser lebih lancar

Browsing atau berselancar di internet merupakan salah satu kegiatan yang paling sering dilakukan di smartphone.

Namun, jika browsing terus menerus dilakukan, apalagi saat membuka situs dengan banner iklan, hal ini bisa membuat smartphone jadi lemot dan memperlambat koneksi internet.

Untuk browsing lebih nyaman dan lancar, pengguna bisa menggunakan fungsi blokir iklan yang bisa ditemukan di aplikasi browser seperti di Google Chrome dan Samsung Internet.

Cara aktifkan blokir iklan di Google Chrome:

  • Buka Google Chrome di smartphone, klik ikon titik tiga yang ada di bagian kanan atas layar
  • Pilih Setelan atau Setting
  • Pilih Setelan Situs
  • Pilih Iklan
  • Matikan toggle yang ada (artinya pengguna memblokir atau tidak mengizinkan iklan muncul).

Continue Reading

Teknologi

Twitter Punya Fitur Baru Bernama Twitter Notes, Seperti Apa?

Published

on

Twitter

Twitter saat ini menguji fitur baru bernama Twitter Notes. Fitur ini kabarnya sedang diujicoba untuk beberapa pengguna tertentu.

Sejumlah pengguna di negara-negara tertentu, seperti Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan Ghana berkesempatan untuk menggunakan Twitter Notes.

Bagaimana cara memakai Notes ini? Mengutip postingan Twitter, Sabtu (25/6/2022), pengguna cukup mengeklik tab “Write” untuk mulai menulis Notes.

Baca Juga:

  1. Mahfud MD: Pemerintah Mulai Pindah ke IKN Juli 2024
  2. Sejarah Jakarta Selatan, Kota Administratif Terkaya di Jakarta
  3. Melihat Komunitas Sastra di Kota Bekasi

Setelah selesai menuliskan teks hingga menambahkan video, gambar, dan GIF ke Notes, mereka dapat menyematkannya ke dalam tweet.

Sebelum dikonfirmasi langsung oleh Twitter, perusahaan sudah dikabarkan telah mengembangkan fitur Notes ini sejak awal 2022.

Kala itu, reverse engineer Jane Manchun Wong yang dikenal kerap menemukan bocoran soal pengembangan fitur baru Twitter tersebut.

Mengutip informasi dari Engadget, Jane menemukan keberadaan tab baru yang diberi nama Twitter Articles–belum nama sebenarnya. Namun, ia belum mengetahui secara pasti fungsi tab tersebut.

Berdasarkan nama yang digunakan, fitur ini ditengarai memungkinkan pengguna membuat tulisan dalam format panjang di Twitter, sama seperti sebuah artikel.

Selain itu, belum dapat dipastikan apakah fitur ini akan tersedia untuk seluruh pengguna atau hanya tersedia bagi pelanggan yang terdaftar di Twitter Blue.

Di sisi lain, Twitter juga dilaporkan tengah mengembangkan sebuah fitur yang memungkinkan pengguna berbagi cuitan hanya dengan sejumlah akun tertentu. Twitter menamainya dengan Flock.

Continue Reading

Trending