Connect with us

Nasional

Marak Skimming, Uang Nasabah Bank Mandiri Ini Raib

Published

on

ilustrasi skimming

Maraknya aksi pencurian lewat duplikasi kartu ATM atau skimming kembali beredar baru-baru ini. Seperti kasus nasabah bank BCA, Hebbie Agus Kurnia yang kehilangan uang sejumlah Rp135 juta dengan rincian penarikan uang sebesar Rp 2,5 juta sebanyak empat kali. Setelah itu dana senilai Rp 100 juta dan Rp 25 juta ditransfer ke sesama rekening BCA dan Maybank.

Hebbie tentu menghubungi customer service BCA untuk menangani kasus ini. Dia sempat menyayangkan jika pihak BCA hanya berperan sebagai investigator saja. Dengan catatan, dana tidak dijamin bisa kembali.

Kendati demikian, dirinya berhasil mendapatkan keadilan dan dananya dikembalikan 100%. Sebabnya, ada indikasi skimming di sana.

Lain halnya dengan nasib Manda Firmansyah, nasabah dari bank Mandiri ini tidak berhasil mendapat keadilan atas kasus hilangnya uang yang menimpa dirinya pada awal Januari lalu.

Manda sudah kehilangan uang sejumlah Rp8,4 juta dalam rekeningnya. Kronologinya, istri Manda hendak menarik uang sekaligus mengecek mutasi saldo dengan mencari ATM Mandiri di Rumah Sakit (RS) Taman Harapan Baru pada Minggu (2/1), pukul 17.30 WIB. Namun, ternyata di ATM tersebut tidak bisa digunakan untuk bertransaksi. Istrinya pun pindah ke ATM Link di sebelah dealer motor Taman Harapan Baru, namun lagi-lagi, ATM tidak bisa digunakan sebab sedang offline.

Istrinya lalu berpindah ke ATM Bank BJB yang berada di sekitar tempat yang sama. Istrinya menarik uang tunai sebanyak Rp600.000. Namun, dirinya tidak bisa mengecek saldo dan mencetak mutasi.

Sekilas tertera di layar ATM bahwa saldo berjumlah 14,378 juta. Namun, informasi saldo di layar ATM itu menghilang. Istri Manda kemudian berupaya kembali mencetak mutasi dan hasilnya tetap nihil.

Baca Juga:

  1. Museum Bank Mandiri, Sebuah Alternatif Wisata Edukasi
  2. Mengenal Ransomware Conti, yang Menyerang Data Bank Indonesia
  3. Libur Natal & Tahun Baru, Bank Mandiri Siapkan Dana Rp20 Triliun

Keesokan harinya (Senin, 3/1/2022), Manda mencetak mutasi dan saldo yang tertera hanya Rp6,378 juta. Manda dan istrinya pun sempat cekcok karena saldo ATM hanya Rp6,378 juta.

Selanjutnya, sang istri pergi ke Bank Mandiri Kantor Cabang Taman Harapan Indah, Bekasi, pada Selasa (4/1/2022). Istrinya atas nama Manda Firmansyah meminta klarifikasi terkait kehilangan uang Rp8 juta tersebut.

Bank Mandiri Kantor Cabang Taman Harapan Indah menyuruh istrinya menunggu konfirmasi/izin dari Bank Mandiri Kantor Cabang Universitas Airlangga, Surabaya.

Saat itu, Bank Mandiri juga berjanji akan menginvestigasi kasus ini dan terus menyakinkan istri Manda agar sekali lagi mengecek mutasi.

Sebenarnya, Manda mulai merasa ada yang ganjil dengan uang direkeningnya sejak Oktober 2021, tetapi baru benar-benar disadari pada awal Januari 2022 kemarin. Sejak Oktober 2021, ditemukan transaksi berupa penarikan yang mencurigakan.

Humas Bank Mandiri pusat sempat memberikan respon dan berjanji akan menelusuri kasus Manda. Mereka sempat berkata akan menghubungi Manda saat investigasi dan analisis kasus sudah selesai.

Namun, Manda sempat dibuat kesal sebab pihak bank seakan mengulur waktu investigasi dikarenakan beberapa alasan. Misalnya berkas CCTV yang belum lengkap. alhasil, dia dibuat menunggu.

“Pihak bank tidak akan menghubungi jika saya tidak menghubungi terlebih dahulu untuk follow up kasus” ujar Manda, Rabu (30/3/2022).

Ironisnya, setelah membutuhkan waktu yang panjang, uang Manda tidak berhasil kembali. Pasalnya, pihak Bank Mandiri berkata bahwa transaksi yang dilakukan oleh Manda sah dan tidak ada unsur skimming di sana. Dirinya bingung sekaligus kecewa.

“Saya jelas kecewa sebab seakan tidak mendapat titik terang. Mereka (pihak Bank Mandiri) bilang jika transaksinya sah dan tidak ada skimming, jadi uang tidak bisa balik. Padahal, baik saya maupun istri tidak menarik uang dalam tempo waktu tersebut,” katanya.

Atas kasus ini, dia menyayangkan respons dan keamanan Bank Mandiri. Dirinya juga menguras habis sisa tabungannya sebab trauma jika kehilangan uang lagi.

“Itu uang tabungan saya. Sekarang sudah saya kuras habis dan tidak simpan di ATM lagi,” katanya.

Nasional

Menkominfo: Bangun NU Sama dengan Bangun Indonesia

Published

on

Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Johnny G Plate

Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Johnny G Plate, menilai bahwa Nahdlatul Ulama (NU) telah memberikan sumbangsih besar untuk Indonesia sejak zaman penjajahan. Oleh karenanya, dia menilai membangun NU sama dengan membangun Indonesia.

“Membangun NU membangun Indonesia, NU maju Indonesia maju,” kata Johnny pada pembukaan Konferensi Besar NU di Jakarta, Jumat (20/5/2022) malam WIB.

“Kontribusi itu dilakukan sejak zaman perjuangan melawan kolonialisme,” ujarnya.

Baca Juga:

  1. Make Up ‘Nyebrang’ Sunburn Blush, Sempat Trending bikin Rias Wajah Makin Natural
  2. Sejarah Kayu Cendana, Primadona Aroma Segala Aroma
  3. Mudah! Ini Cara Buat Air Mawar Di Rumah

Johnny G Plate juga menyatakan segala pikiran besar, gagasan besar dan jiwa besar di NU tidaklah lain, selain untuk Indonesia yang besar, jaya, plural, satu dan Indonesia yang bhineka tunggal ika.

“Semoga Konferensi (Besar) NU menghasilkan gagasan-gagasan besar, demi kejayaan NU, warga NU dan bangsa Indonesia,” ucap dia.

Johnny menegaskan di Indonesia umat adalah rakyat di bawah tata kelola tokoh-tokoh agama, sementara dibawa ke pemerintahan juga orang yang sama.

“Saya meyakini hal positif dapat tercapai jika antara pemerintah dan organisasi besar keagamaan bekerja sama, berkolaborasi dan bersinergi,” katanya, menegaskan.

Pada momen konferensi besar itu, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menjalin kerja sama percepatan transformasi digital.

Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman di sela-sela Konferensi Besar NU.

Continue Reading

Nasional

Digelar Besok, Ini 6 Titik Lokasi Car Free Day di Jakarta

Published

on

Car Free Day

Setelah cukup lama ditiadalan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali menggelar Car Free Day (CFD). Berikut jadwal dan lokasinya.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo. Dia mengatakan CFD akan digelar mulai Minggu (22/5/2022) secara terbatas di enam titik selama empat jam dari pukul 06.00-10.00 WIB.

“Dalam rangka meningkatkan kualitas udara Jakarta, maka Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) akan kembali dilaksanakan dengan pola terbatas. pelaksanaan dimulai hari Minggu, 22 Mei 2022, pukul 06.00-10.00 WIB,” kata Syafrin dalam keterangan tertulis.

Baca Juga:

  1. Make Up ‘Nyebrang’ Sunburn Blush, Sempat Trending bikin Rias Wajah Makin Natural
  2. Sejarah Kayu Cendana, Primadona Aroma Segala Aroma
  3. Mudah! Ini Cara Buat Air Mawar Di Rumah

Syafron menegaskan CFD selama pandemi Covid-19 akan digelar terbatas hanya untuk kegiatan olahraga. Tidak akan ada kegiatan lain dan juga Pedagang Kaki Lima (PKL) di lokasi CFD.

Selain itu, para pengunjung nantinya juga diwajibkan untuk memindai kode QR PeduliLindungi atau menunjukkan sertifikat vaksin Covid-19 kedua serta tetap menerapkan protokol kesehatan saat memasuki area CFD.

“HBKB terbatas boleh dilakukan hanya untuk kegiatan olahraga. Di lokasi juga akan kami pastikan tidak ada kegiatan partisipan dan pedagang kaki lima,” katanya. “Serta kami imbau untuk tetap membawa masker untuk digunakan saat suasana sangat ramai.”

Inilah 6 Lokasi Car Free Deay Minggu (22/5/2022):

  1. Jalan Jend. Sudirman-Jl MH Thamrin (Patung Arjuna Wijaya s.d. Patung Pemuda Membangun), Jakarta Pusat
  2. Jalan Sisingamangaraja (Patung Pemuda Membangun s.d. CSW), Jakarta Selatan
  3. Jalan Tomang Raya (Simpang Tomang s.d. Business Hotel Tomang), Jakarta Barat
  4. Jalan Danau Sunter Selatan (Simpang Karya Beton s.d. GOR Sunter), Jakarta Utara
  5. Jalan Suryo Pranoto (Simpang Harmoni s.d. Simpang RSUD Tarakan), Jakarta Pusat
  6. Jalan Pemuda (Simpang Arion s.d. Simpang TU-GAS), Jakarta Timur

Continue Reading

Nasional

Beli Minyak Goreng Curah Kini Wajib Pakai KTP

Published

on

Minyak goreng curah

Pemerintah terus berupaya mengatasi kelangkaan minyak goreng di pasar. Kini, Pemerintah mewajibkan penggunaan Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk membeli minyak curah.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Dia menilai langkah ini bertujuan agar distribusi minyak curah tepat sasaran.

“Distribusi pasar juga akan menggunakan sistem pembelian yang berbasis KTP. Tentu target pembelian diharapkan bisa tepat sasaran,” katanya dalam konferensi pers, Jumat (20/5/2022).

Baca Juga:

  1. Make Up ‘Nyebrang’ Sunburn Blush, Sempat Trending bikin Rias Wajah Makin Natural
  2. Sejarah Kayu Cendana, Primadona Aroma Segala Aroma
  3. Mudah! Ini Cara Buat Air Mawar Di Rumah

Ia menuturkan mekanisme lebih rinci akan ditentukan oleh Kementerian Perdagangan dalam waktu dekat. Ia memastikan mekanisme penyaluran minyak goreng curah ini akan menjamin ketersediaan pasokan.

“sekali lagi ketersediaan pasokan akan terus dimonitor melalui aplikasi digital yang ada di kementerian perindustrian sering disebut dengan sistem Simirah,” katanya.

Sementara untuk menjamin ketersediaan volume bahan baku minyak goreng, pemerintah akan menerbitkan kembali pengaturan pasokan pengendalian harga. Ini juga secara teknis akan diatur lebih lanjut oleh Kementerian Perdagangan.

Ia menegaskan pencabutan larangan ekspor yang belum genap satu bulan ini akan diikuti dengan upaya menjamin ketersediaan bahan baku minyak goreng dalam negeri. Caranya, kembali dengan menerapkan Domestic Market Obligation (DMO) dan Domestic Price Obligation (DPO).

Hal ini, kata Menko Airlangga akan diatur kemudian oleh Kementerian Perdagangan. Diketahui, sebelumnya Kemendag juga pernah menerapkan DMO 20 persen namun dinilai belum efektif.

“Kebijakan tersebut akan diikuti dengan upaya untuk tetap menjamin ketersediaan bahan baku minyak goreng, Sekali lagi saya tegaskan ini untuk menjamin ketersediaan bahan baku minyak goreng, dengan penerapan aturan domestic market obligation (DMO) oleh Kementerian Perdagangan dan Domestic Price Obligation (DPO), yang mengacu pada kajian BPKP, dan ini juga akan ditentukan oleh Kementerian Perdagangan,” dia memungkasi.

Continue Reading

Trending