Connect with us

CityView

Mantap, Ubud Jadi Kota Ramah Vegan Terbaik Kedua di Dunia

Published

on

Makanan vegetarian
Makanan vegetarian

Bali kembali mencatatkan prestasi gemilang di kancah internasional. Kota Ubud dinobatkan sebagai peringkat kedua kota paling ramah vegan (sebutan untuk orang yang hanya memakan sayuran) di dunia tahun 2021 bersi situs khusus vegan, The Vegan World.

Pengukuran yang digunakan dalam riset ini adalah perhitungan terhadap restoran vegan per kapita. The Vegan World mengumpulkan data jumlah restoran vegan yang terdaftar dalam Happycow per 100.000 penduduk di kota tersebut.

Ubud menjadi salah satu kota paling ramah vegan di dunia dengan 19 restoran vegan per 100.000 penduduk. Ubud sendiri merupakan kota kecil yang hanya memiliki kurang dari 50.000 penduduk.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Ya, Ubud merupakan salah satu destinasi populer di Bali. Selama puluhan tahun, kawasan Ubud sukses mengangkat citra Bali dalam pariwisata internasional lewat keindahan alam dan wisata kulinernya.

Destinasi wisata yang terletak di Kabupaten Gianyar itu selama ini dikenal sebagai pusat kegiatan bagi para turis dan nomad digital. Menurut The Vegan Word, lokasinya yang berada di surga tropis Bali membuat buah-buahan tropis melimpah ruah di wilayah itu, dan orang-orang dapat menemukan restoran ramah vegan yang beragam.

The Vegan Word juga merekomendasikan para vegan untuk tinggal di Being Sattvaa, sebuah resort retret khusus kaum vegetarian di Ubud. Resort ini cukup populer bagi kaum vegetarian terutama dari kalangan turis asing.

Adapun beberapa restoran vegan yang terkenal di Ubud di antaranya Seeds of Life Vegan Restaurant yang terletak di Jalan Gautama No.2, Ubud, Bali. Kemudian ada Sayuri Healing Food dengan ragam pilihan menu seperti Big Boy Breaky, Breakfast Burrito, Bread & “Butter” Breaky, dan Vegan Omelette.

Adapun peringkat pertama kota paling ramah vegan sedunia adalah Chiang Mai, Thailand. Berdasarkan penelusuran The Vegan Word, terdapat 30 restoran khusus vegan di Chiang Mai berbanding 100 ribu penduduk. Kemudian di peringkat ketiga adalah Phuket, Thailand, dengan jumlah restoran vegan sebanyak 13 restoran berbanding 100 ribu penduduk.

Sebagai salah satu kota yang dilabeli ramah vegan, beberapa event yang berkaitan dengan wisata digelar di Ubud, salah satunya Ubud Vegan Festival yang rutin digelar tiap tahun sejak 2016.

Tahun ini (2021), Ubud Vegan Festival digelar dalam rangka memperingati hari vegan yang jatuh pada tanggal 1 November. Festival tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Giri Adnyani Jumat (29/10/2021).

Festival ini digelar untuk mengembangkan Wellness (mendapatkan hasil kesehatan fisik dan mental yang lebih baik) sebagai wisata alternatif pasca-pandemi Covid-19. Sebagaimana diketahui, Bali memiliki potensi sebagai wisata Wellness karena pasar yang diniliai cukup meyakinkan.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CityView

Indonesia Masuk Daftar Negara Pemilik Taman Nasional Terbanyak di Dunia

Published

on

Taman Nasional
Taman Nasional

Keanekaragaman hayati Indonesia kembali mendapatkan pengaluan dunia internasional. Indonesia masuk jajaran pemilik taman nasional terbanyak du dunia.

Safaris Africana merilis laporan mengenai negara-negara pemilik taman nasional terbanyak di dunia. Di mana setidaknya terdapat 10 negara pemilik taman nasional terbanyak, salah satunya Indonesia.

Australia tercatat sebagai negara pemilik taman nasional terbanyak di dunia dengan koleksi mencapai 685. Banyaknya jumlah taman nasional tersebut dipengaruhi oleh wilayah Australia yang tergolong luas mencapai 7.741.220 kilometer persegi (km2).

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Salah satu taman nasional di Australia yang terkenal akan keindahannya adalah Great Barrier Reef Marine Park atau deretan terumbu karang terbesar di dunia dengan luas 344.400 km2.

Negeri Gajah Putih, Thailand, menempati posisi berikutnya dengan 147 taman nasional. Kemudian, India memiliki 116 taman nasional. Brasil dan Israel masing-masing memiliki 72 taman nasional dan 69 taman nasional.

Indonesia sendiri masuk jajaran negara pemilik taman nasional terbanyak di dunia dengan menempati peringkat ke-9. Koleksi taman nasional di Indonesia tercatat sebanyak 54 yang tersebar dari Sabang hingga Merauke.

Sebagian besar taman nasional di Indonesia berada di Pulau Jawa dan Bali dengan koleksi 13, kemudian Pulau Sumatra dengan koleksi 10, sementara paling sedikit berada di Pulau Papua dengan koleksi 3 taman nasional.

Meskipun memiliki koleksi yang tergolong minim, namun Pulau Papua menjadi rumah bagi salah satu taman nasional paling terkenal di Indonesia, yaitu taman nasional Lorentz. Taman nasional ini dikenal memiliki beragam catatan dan keunikan, salah satunya dinobatkan sebagai taman nasional terbesar di Asia Tenggara oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization atau UNESCO.

Menurut indonesiabaik.id, predikat tersebut diperoleh setelah menimbang luas area Taman Nasional Lorentz yang mencapai 2.505.600 hektare, sesuai dengan surat penunjukan Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor 154/Kpts-II/1997.

Selanjutnya, UNESCO juga menyinggung bahwa Taman Nasional Lorentz merupakan satu-satunya kawasan lindung di dunia yang menggabungkan transek utuh dan berkelanjutan dari lapisan salju ke lingkungan laut tropis, dan juga lahan basah dataran rendah yang luas.

“Ini adalah satu dari tiga wilayah tropis di dunia yang memiliki gletser dan mosaik sistem daratan, dari puncak gunung yang tertutup salju hingga lahan basah dataran rendah yang luas dan daerah pesisir,” ungkap UNESCO, melansir mongabay.co.id.

Selain UNESCO, World Wide Fund for Nature (WWF) juga menetapkan Taman Nasional Lorentz Papua sebagai kawasan konservasi terluas dan memiliki ekosistem terlengkap di Asia Pasifik.

Dengan menyandang label sebagai Daerah Burung Endemik atau Endemic Bird Area (EBA), selain memiliki 45 spesies burung sebaran terbatas dan sembilan spesies burung endemik, Taman Nasional Lorentz juga melindungi ragam spesies lainnya yang berada di Papua termasuk 1.200 tumbuhan berbunga, 123 spesies mamalia, 411 spesies burung, dan 150 spesies reptil dan amfibi.

Taman Nasional Lorentz merupakan satu dari sekian taman nasional di Indonesia yang memiliki keunikan, keindahan, dan memiliki manfaat bagi ekosistem makhluk hidup di dalamnya.

Daftar Negara Pemilik Taman Nasional Terbanyak di Dunia:

Australia: 685 Taman Nasional
Thailand: 147 Taman Nasional
India: 116 Taman Nasional
Brasil: 72 Taman Nasional
Israel: 69 Taman Nasional
Meksiko: 67 Taman Nasional
Amerika Serikat: 62 Taman Nasional
Kolombia: 60 Taman Nasional
Indonesia: 54 Taman Nasional
Rusia: 48 Taman Nasional

Continue Reading

CityView

Kota Lama Kesawan Medan Disulap Jadi Dapur Asia

Published

on

Kota Lama Kesawan
Kota Lama Kesawan

Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Medan melakukan perbaikan dan pembenahan di Kota Lama Kesawan. Tempat ini akan menjadi destinasi wisata baru dengan slogan The Kitchen of Asia atau Dapur Asia.

Wali Kota Medan, Bobby Nasution, menyatakan selain ingin engembalikan kejayaan Kota Medan masa lampau, Bobby juga ingin menjadikan Kota Lama Kesawan sebagai ikon baru di ibukota Provinsi Sumatera Utara.

Pembenahan yang dilakukan Bobby untuk menjawab impian warga. Selain menatanya menjadi lebih baik dan menarik, Bobby berharap agar revitalisasi yang dilakukan harus memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama pelaku UMKM.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

“Secara fisik, saya mau penataan Kota Lama Kesawan dapat dirasakan masyarakat. Sebaliknya, secara fungsi, revitalisasi yang dilakukan harus memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama pelaku UMKM,” ujarnya.

Dipilihnya slogan The Kitchen of Asia adalah karena di Kota Lama Kesawan pilihan wisata kuliner bersejarah, seperti RM Soto Sinar Pagi, Sate Memeng, RM Tabona, Ucok Durian, Pokat Kocok Bu Iyah, Kedai Kopi Apek, Soto Kesawan, Bihun Bebek Asie Kumango, Lontong Kak Lin dan masih banyak lagi.

Selain kuliner bersejarah, kota Medan juga banyak dihuni bangunan bersejarah yang pusatnya berada di kawasan Kota Lama Kesawan, yang kini sedang dalam tahap revitalisasi.

Kota Lama Kesawan
Kota Lama Kesawan

Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Medan menyebut, bahwa Kota Lama Kesawan kian menjelma menjadi destinasi wisata baru yang menawarkan bangunan kuno sebagai warisan sejarah bagi pelancong.

“Revitalisasi ini akan menciptakan destinasi wisata baru yang terintegrasi Kota Tua. Ada daya tarik ‘heritage’ dan potensi seni budaya,” ujar Kepala Dispar Kota Medan Agus Suriono.

Multikulturalnya budaya masyarakat di Kota Lama Kesawan, ujar dia, setidaknya ada tiga bangunan tua saling berdekatan, yakni rumah saudagar Tjong A Fie berdiri 1900-an di Jalan Ahmad Yani, No.105.

Kota Lama Kesawan

Lalu, Masjid Lama, Gang Bengkok di Jalan Masjid yang dibangun di atas tanah wakaf Muhammad Ali alias Datuk Kesawan dengan dana pembangunan saudagar nonmuslim Tjong A Fie pada 1885 hingga selesai.

Terakhir, Gedung Warenhuis yang merupakan pusat perbelanjaan pertama di Kota Medan dibangun 1916 dan dibuka untuk umum di 1919 dengan peresmian dilakukan Wali Kota Medan pertama Daniel Baron Mackay.

“Sesuai instruksi Wali Kota Medan Bapak Bobby Nasution, Kota Lama Kesawan akan disulap menjadi lebih baik melalui revitalisasi yang dilakukan awal 2022,” katanya pula.

Tak hanya bangunan bersejarah, panduan menelusuri wisata kuliner legendaris di Kota Lama Kesawan juga akan ikut ditata, sesuai dengan semangat promosi ‘The Kitchen of Asia’.

“Keanekaragaman dan cita rasa kuliner Medan yang terdiri dari hampir seluruh makanan Asia ada di Kota Medan,” kata Agus pula.

Continue Reading

CityView

Sebelum Indonesia, 5 Negara Ini Sukses Pindah Ibu Kota

Published

on

Ibu Kota Negara baru
Ibu Kota Negara baru

Tahun depan, proses pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru dimulai. Pada semeseter I tahun 2024, Kalimantan Timur bakal disahkan sebagai IKN baru Republik Indonesia (RI).

Ya, keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 26 Agustus 2019 dengan menunjuk Kalimantan Timur sebagai Ibu Kota Negara (IKN) baru mengejutkan semua pihak. Jokowi beralasan, Kalimantan Timur memiliki infrastruktur relatif lengkap dan lokasinya paling ideal.

“Fasilitas infrastruktur di Kalimantan Timur relatif lengkap. Lokasi ibu kota baru yang paling ideal ini berada di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara,” katanya.

Alasan paling mendasar memindahkan ibu kota menurut Jokowi adalah jumlah penduduk yang setiap tahun bertambah dibarengi pendatang. Jakarta juga menanggung beban sebagai pusat pemerintahan, pusat bisnis, pusat keuangan, pusat perdagangan, pusat jasa dan pusat pendidikan. Insfastruktur terbesar juga berada di Jakarta seperti bandar udara dan pelabuhan laut.

“Kondisi Jakarta sudah terlalu padat. Kemacetan lalu lintas terlanjur parah. Ditambah lagi masalah lingkungan seperti polusi air dan udara. Harus segera ditangani,” jelasnya.

Perkiraan dana pembangunan ibu kota baru sebesar Rp466 triliun. Nantinya, 19 persen pendanaan berasal dari APBN. Ada juga pendanaan dari skema kerja sama pengelolaan aset di ibu kota baru dan Jakarta. Sisanya, kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha atau KPBU serta investasi langsung swasta dan BUMN.

Sebelum Jokowi mengumumkan Ibu Kota Indonesia pindah ke Kalimantan Timur, Bappenas telah memberi sinyal kuat. Rabu [21/8/2019] di Ballroom Hotel Swiss-Belhotel Balcony, Balikpapan Ocean Square [BOS], Balikpapan, Bappenas menggelar dialog nasional pemindahan ibu kota negara ke Pulau Kalimantan.

Deputi Bidang Pengembangan Regional Bappenas Rudy Soeprihadi Prawiradinata, memaparkan skema dan gambaran kelayakan ibu kota. Provinsi Kalimantan Timur dianggap memenuhi kriteria yang ada.

Kaltim memiliki keunggulan dibanding provinsi lain. Secara geografis, berbatasan dengan Selat Makassar yang menjadi titik nol. Ini menunjukkan fakta, Kalimantan Timur lebih strategis dibanding Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Terkait kebencanaan, Kalimantan Timur dinilai aman dan bebas ring of fire atau wilayah-wilayah yang terkena gempa bumi.

Hasil penilaian Bappenas terhadap Kalimantan Timur pun meyakinkan. Mulai ketersediaan lahan hasil deliniasi, kuantitas sumber air, historis kebakaran hutan, dukungan infrastruktur penunjang, demografi penduduk hingga sisi pertahanan, Kalimantan paling komplit. Meski ada kekurangan daya dukung air tanah, namun tidak menjadi persoalan krusial.

Sebelum Indonesia, ada beberapa negara yang sukses memindahkan ibu kota negara mereka. MyCity telah merangkumnya untuk Cityzen.

Brasil

Brasilia
Brasilia

Banyak yang mengira kalau ibu kota Brasil adalah Rio de Janeiro. Padahal, ibu kota ini sudah resmi dipindahkan sejak 1960 ke Brasilia. Pusat pemerintahan Brasil yang baru ini didesain oleh arsitek bernama Oscar Niemeyer.

India

New Delhi
New Delhi

New Delhi pertama kali ditetapkan sebagai ibu kota negara India tahun 1931. Sebelumnya, ibu kota negara itu berada di Kolkata. Pemindahan ibu kota dari Kolkata ke New Delhi dilatarbelakangi faktor politik dan ekonomi.

Indiatoday.in melaporkan, pemerintah Inggris di India menganggap bahwa mengendalikan negara dari Delhi lebih mudah karena lokasinya yang berada di wilayah utara. Pembangunan Delhi sebagai ibu kota dirancang oleh arsitek asal Inggris dan memakan waktu 20 tahun.

Sebelum kota tersebut dibangun sepenuhnya, kantor pemerintahan dan administrasi telah dipindahkan satu persatu dari Kolkata ke Delhi. Seluruh pemindahan tersebut memakan biaya kurang lebih empat sampai lima juta dolar AS.

Kini, setelah menjadi ibu kota selama 88 tahun, New Delhi tidak terhindar dari berbagai masalah perkotaan. Salah satunya adalah masalah indeks kualitas udara yang masuk dalam kategori berbahaya.

Myanmar

Naypyidaw
Naypyidaw

Myanmar memindahkan ibu kotanya dari Yangon ke Naypyidaw tahun 2005. Menurut Independent.co.uk, Kota Naypyidaw memiliki luas yang empat setengah kali lebih besar dari London, yaitu sebesar 7.054 kilometer persegi. Latar belakang pemindahan ibu kota Myanmar tidak pernah benar-benar diketahui secara umum.

Tidak ada pengumuman resmi mengenai alasan pemindahan itu dari pemerintah setempat. Biaya yang dikeluarkan untuk pembangunan ibu kota baru ini diperkirakan mencapai empat miliar dolar AS.

Kini, banyak media yang menyebut Naypyidaw sebagai ghost city atau kota hantu karena jumlah penduduknya yang sangat sedikit, tidak sebanding dengan luas yang dimiliki. Jalan raya, pusat perbelanjaan, dan destinasi wisata semuanya tampak kosong seperti tidak berpenghuni.

Australia

Canberra
Canberra

Pada abad ke-19, Melbourne dan Sydney menjadi dua kota terbesar di Australia. Kekuatan di masing-masing kota menimbulkan kesulitan untuk menetapkan ibu kota. Pada tahun 1913, terbentuklah Canberra sebagai ibu kota Australia. Menurut laporan BBC.com, sebelum resmi menjadi ibu kota, pemerintah setempat menyelenggarakan kontes internasional untuk menentukan desain dan konsep Canberra.

Desain kota Canberra yang terpilih hingga saat ini membuat kota tersebut tidak hanya diisi oleh bangunan modern, tetapi juga pemisahan antar-distrik oleh tumbuhan dan semak-semak. Pemisahan tersebut membuat penduduk merasakan tidak adanya kesatuan dalam kota dan membuat kota tersebut menjadi kurang menarik.

Sebagai kota yang sengaja dibangun sebagai ibu kota, popularitas Canberra tidak sebanding dengan kota lainnya seperti Melbourne dan Sydney. Tingkat pertumbuhan ekonominya pun masih berada di bawah kedua kota tersebut.

Rusia

Moscow
Moscow

Ibu kota Rusia awalnya adalah Kota St Petersburg, yang dulunya didirikan oleh Peter the Great pada 1703. Kota ini menjadi ibu kota Rusia sejak 1712 hingga sebelum akhirnya pindah ke Moskow pada 1918.

Continue Reading

Trending