Connect with us

Properti

Mantap, Program Sejuta Rumah Hampir Tercapai

Published

on

program sejuta rumah
program sejuta rumah

Kementerian PUPR mencatat capaian program sejuta rumah hingga akhir November 2021 telah mencapai 931.592 unit. Dengan tren peningkatan yang baik ini target sejuta rumah diyakini akan bisa tercapai pada akhir tahun nanti.

Program sejuta rumah khususnya untuk kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terus menunjukan capaian yang menggembirakan. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebut, hingga akhir November 2021 capaian program sejuta rumah telah mencapai angka 931.592 unit di seluruh Indonesia.

“Dengan capaian ini kami sangat optimistis target sejuta rumah bisa tercapai bahkan melebihi itu. Tren peningkatannya sangat baik dan kami yakin capaian angkanya terus bertambah karena angka 931 ribuan hingga akhir November sehingga angka satu juta bahkan lebih rasanya bisa tercapai pada akhir tahun nanti,” ujar Khalawi Abdul Hamid, Dirjen Perumahan Kementerian PUPR.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Program sejuta rumah merupakan salah satu program strategis nasional yang diluncurkan sejak tahun 2015 lalu oleh Presiden Joko Widodo. Program ini untuk memenuhi kebutuhan hunian masyarakat yang sangat besar sekaligus mendorong pengurangan angka backlog perumahan.

Khalawi menjelaskan, untuk program perumahan ini Menteri PUPR Basuki Hadimuljono terus mendorong Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) untuk meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah guna mendorong pembangunan rumah di daerah-daerah serta berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan bidang perumahan di daerah.

Hingga saat ini, total capaian program sejuta rumah sejak tahun 2015 lalu telah mencapai angka 5.765.387 unit. Untuk capain tahun ini yang telah mencapai 931 ribuan, porsi untuk segmen MBR mencapai 743.712 unit sementara non MBR sebanyak 187.880 unit.

Kementerian PUPR sendiri telah membangun hunian untuk MBR sebanyak 131.150 unit. Program dengan dana alokasi khusus (DAK) perumahan mencapai 22.288 unit, dari APBD provinsi da kabupaten-kota mencapai 47.989 unit, perusahaan pengembang 516.927 unit, dana desa dan insentif daerah 6.058 unit, program CSR perumahan 6.653 unit, dan masyarakat 12.647 unit. Untuk rumah non MBR yang dibangun pengembang mencapai 152.725 unit dan masyarakat 35.155 unit.

“Dengan tren capaian seperti ini kami sangat optimistis target sejuta rumah akan bisa dicapai hingga akhir tahun ini. Untuk itu kami berharap terus dukungan dari seluruh pihak khususnya para pelaku sektor perumahan agar program ini bisa terus meningkat dan membawa kesejahteraan yang besar bagi masyarakat,” pungkasnya.

Properti

Tahun 2022, Harga Apartemen Melonjak

Published

on

Apartemen

Membaiknya perekonomian akan berdampak langsung pada kenaikkan harga apartemen yang dipasarkan pengembang. Wacana kenaikan PPN 11 persen, BI yang akan menaikan suku bunga acuan, hingga pengembang yang makin confident akan membuat harga unit apartemen mengalami peningkatan.

Proyeksi bisnis pada tahun 2022 ini dihadapi dengan rasa optimisme yang tinggi oleh para pelaku pasar seiring terus membaiknya perekonomian sejak kuartal keempat tahun lalu. Sektor properti bahkan mencatatkan pertumbuhan kinerja bisnis yang lebih baik dibandingkan perekonomian nasional.

Untuk sektor properti, pemerintah juga banyak mengeluarkan regulasi dan stimulus untuk mendorong kinerja bisnis sektor ini sehingga bisa menggairahkan lebih dari 170 industri lainnya. Hal ini diikuti dengan tren penurunan suku bunga KPR hingga berbagai kemudahan pembiayaan sehingga produk properti bisa dibeli dengan lebih mudah.

Baca Juga:

  1. Inilah 6 Pasar Tertua di Indonesia
  2. Gunung Semeru: Tempat Bersemayam Para Dewa & Catatan Sejarah Panjang Letusannya
  3. Jejak Peradaban Sejarah Berusia Ribuan Tahun di Ibu Kota Negara Baru

Menurut Ferry Salanto, Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia (CII), stimulus pembebasan PPN untuk produk properti baru (ready stock) seharga maksimal Rp2 miliar dan diskon PPN 50 persen untuk harga maksimal Rp5 miliar telah menjadi insentif terbaik yang dirasakan langsung dampaknya oleh konsumen maupun kalangan pengembang.

“Makanya sangat masuk akal kalau pemerintah melanjutkan insentif PPN ini dengan besaran yang berbeda. Kalau dulu produk seharga maksimal Rp2 miliar dibebaskan PPN-nya sekarang dibuat menjadi diskon 50 persen dan yang seharga maksimal Rp5 miliar menjadi 25 persen,” ujarnya.

Yang menarik, stimulus baru yang diterapkan untuk periode Januari-Juni 2022 ini bisa berlaku untuk periode indent selama dibeli dalam masa waktu pemberlakukannya atau hingga Juni 2022. Hal ini akan berdampak signifikan untuk penjualan unit apartemen yang umumnya dijual secara indent. Jadi tahun 2021 lalu stimulus ini berdampak siginifikan untuk penjualan rumah tapak (landed house), saat ini bisa berdampak untuk penjualan unit apartemen.

Namun Ferry juga mengingatkan, berbagai stimulus maupun insentif ini sifatnya hanya sementara untuk mendorong gairah bisnis. Seiring situasi yang terus membaik, penerapan regulasi yang menguntungkan untuk sektor properti ini akan mulai kembali pada situasi yang normal.

Terlebih pemerintah juga akan menaikan PPN untuk produk properti dari saat ini 10 persen menjadi 11 persen. Begitu juga Bank Indonesia (BI) yang akan menaikkan suku bunga acuannya sehingga bunga kredit untuk pembiayaan properti juga dipastikan akan kembali meningkat.

Seluruh proses pemulihan khususnya untuk sektor properti ini juga akan membuat kalangan pengembang menaikkan patokan harga jual setelah selama ini harga jual produknya stagnan dengan banyaknya konsumen investor yang melakukan aksi wait and see. Berbagai kemudahan yang selama ini menjadi privilege untuk sektor properti akan kembali normal dan itu berdampak langsung pada harga jual.

“Dampak langsungnya untuk konsumen harus menyiapka dana yang lebih besar untuk membeli properti. Makanya saat ini menjadi kesempatan yang baik dengan diperpanjangnya insentif PPN dan suku bunga acuan BI belum dinaikkan. Saat nanti PPN menjadi 11 persen dan suku bunga naik, maka membeli properti harus menyiapkan dana yang lebih besar,” pungkasnya.

Continue Reading

Properti

Kabar Baik, BTN Tingkatkan Pembiayaan KPR untuk Pekerja Informal

Published

on

Ilustrasi Properti
Ilustrasi Properti

Bank BTN akan lebih fokus menyalurkan KPR untuk kalangan pekerja informal menggunakan skema BP2BT. Pekerja informal menjadi fokus Bank BTN karena potensinya sangat besar bahkan lebih banyak dibandingkan pekerja formal.

Indonesia merupakan pasar yang sangat besar untuk sektor properti yang ditopang dari besarnya populasi anak muda dan keluarga muda. Hal ini membuat kebutuhan rumah pertama selalu dicari dan pasar besar ini menjadi jaminan betapa sustain-nya bisnis properti di negeri ini.

Di sisi lain, aksesibilitas pembiayaan bank masih berkutat pada kalangan pekerja formal karena lebih mudah untuk dilakukan penilaian kelayakannya. Sementara itu ada potensi pembiayaan dari kalangan pekerja informal di Indonesia juga sangat besar bahkan jauh lebih besar dibandingkan pekerja formal.

Baca Juga:

  1. Inilah 6 Pasar Tertua di Indonesia
  2. Gunung Semeru: Tempat Bersemayam Para Dewa & Catatan Sejarah Panjang Letusannya
  3. Jejak Peradaban Sejarah Berusia Ribuan Tahun di Ibu Kota Negara Baru

Hal ini disadari oleh Bank BTN dan bank yang fokus dalam pembiayaan perumahan ini terus mencari cara untuk bisa menyalurkan pembiayaan kepada kalangan pekerja informal. Menurut Kepala Divisi Subsidized Mortgage Lending Bank BTN M. Yut Penta, realisasi KPR untuk sektor pekerja informal baru tergarap sekitar 12 persen oleh Bank BTN.

“Makanya untuk tahun 2022 ini kami akan terus tingkatkan penyaluran KPR untuk pekerja informal karena pasarnya sangat besar dan potensial. Dibutuhkan strategi yang tepat untuk bisa terus mendorong realisasi penyaluran pembiayaan dari segmen pekerja informal ini,” ujarnya.

Bila melihat data penyaluran KPR subsidi fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (PPDPP) yang tahun lalu disalurkan oleh Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP), untuk sektor pekerja informal baru tesalurkan sebesar 9,88 persen atau setara 17.666 orang tahun 2021 lalu.

Untuk itu Bank BTN akan mendorong pembiayaan perumahan bagi pekerja informal melalui skema KPR subsidi Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT). Dengan skema ini kalangan pekerja informal diharuskan menabung terlebih dulu 6-12 bulan sehingga bank bisa menilai kelayakan maupun kemampuan mencicilnya.

“Tahun lalu kami menyalurkan KPR BP2BT mencapai 10.968 debitur dan ini yang akan terus ditingkatkan. Tahun lalu skema KPR subsidi BP2BT ini juga belum spesifik untuk pembiayaan kalangan pekerja informal tapi tahun ini sesuai dengan arahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kami akan dorong BP2BT ini untuk pekerja informal,” imbuhnya.


Continue Reading

Properti

Keren, Bakal Ada Hotel di Rest Area Jalan Tol Trans Jawa

Published

on

Hotel di Rest area trans jawa
Hotel di Rest area trans jawa

Untuk meningkatkan pelayanan dan fasilitas di area jalan tol, PT Jasamarga Related Business menggandeng Omega Hotel Management untuk menghadirkan fasilitas hotel di berbagai rest area jalan tol. Tahap awal ini terus dikaji hotel di Trans Jawa sehingga pengguna tidak perlu keluar tol bila hendak beristirahat.

Bisnis properti telah menarik minat banyak sektor usaha yang lain termasuk infrastruktur jalan tol. Perusahaan BUMN sektor jalan tol, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, melalui anak usahanya PT Jasamarga Related Business menggandeng Omega Hotel Management (Alfaland Group) untuk mengembangkan penginapan di rest area jalan tol.

Menurut Direktur Utama Jasamarga Related Business Cahyo Satrio Prakoso, kerja sama pengembangan rest area ini dilakukan setelah adanya Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Permen PUPR) No. 28 Tahun 2021 tentang tempat istirahat dan pelayanan (TIP) atau rest area di jalan tol.

Baca Juga:

  1. Demi Cegah Penyebaran Covid-19, Wagub Minta Warga Tak Nobar Timnas Indonesia
  2. Mampukah Timnas Balas Kekalahan Telak dari Thailand? Ini Jawaban Shin Tae-yong
  3. Ford Tahun Depan Siap Kembali Jualan Mobil di Indonesia

“Melalui permen itu kualitas pelayanan bagi pengguna jalan tol bisa terus ditingkatkan dan kawasan rest area bisa dikembangkan dengan menambah fasilitas penunjang untuk kebutuhan pengguna jalan tol. Fasilitas penunjang itu bisa berupa sentra bisnis lokal, area logistik, kawasan industri, hingga destinasi penunjang wisata termasuk fasilitas penginapan,” ujarnya.

Untuk fasilitas penginapan atau hotel ini terus dikaji oleh PT Jasamarga Related Business dan Omega Hotel Management. Dari identifikasi awal, ruas jalan tol yang cocok untuk dikembangkan fasilitas hotel yaitu jalan tol Trans Jawa. Target pasar yang akan menggunakan sarana hotel ini pengguna jalan yang melakukan perjalanan menerus atau jarak jauh.

Pengguna jalan tol dari Merak menuju Semarang atau Surabaya maupun sebaliknya, selama ini harus keluar jalan tol untuk mendapatkan fasilitas penginapan. Kondisi jalan tol Trans Jawa yang panjang dan ramai, 85 persen rest area-nya dikelola oleh Jasamarga Related Business sehingga potensi untuk pengembangan fasilitas penginapan ini sangat terbuka.

“Tentu tidak menutup kemungkinan juga rest area yang kami kelola di luar tol Trans Jawa bisa ditambah dengan fasilitas penginapan. Kami juga sangat terbuka untuk rekanan maupun mitra strategis yang akan bekerja sama untuk memaksimalkan sumber daya yang dimiliki masing-masing pihak seperti yang kami lakukan dengan Omega Hotel Management,” imbuhnya.

Sementara itu Director of Operations Omega Hotel Management Aswin Drajat Sukrisna menuturkan, pihaknya akan terus berkarya dan berinovasi dengan menggandeng mitra potensial seperti Jasamarga Related Business. Hal ini juga bagian untuk mewujudkan perekonomian lewat sektor perhotelan dan pariwisata.

“Saat ini kami telah bersepakat untuk menghadirkan fasilitas hotel di tol Trans Jawa dan itu tentunya akan menambah daya tarik, kenyamanan, dan keamanan para bleisure (business & leisure) maupun travelers jalur darat. Kami juga membuka opsi untuk mengembangkan fasilitas ini di rest area di luar Trans Jawa,” bebernya.

Continue Reading

Trending