Connect with us

Energi

Mantap, Harga Pertalite Turun Jadi Rp6.540/Liter

Published

on

Kabar baik, PT Pertamina (Persero) menurunkan harga jual Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite hingga Rp6.450/liter. Padahal, biasanya Pertalite dijual seharga Rp7.650/liter.

Penurunan harga ini merupakan promo yang diberlakukan Pertamina di 50 titik SPBU yang ada di Wilayah Denpasar, Bali. Pertamina menggelar promo ini dari tanggal 5 Juli hingga 31 Agustus 2020.

Manager Communication Relations & CSR MOR V Rustam Aji mengatakan program ini hadir untuk mengajak masyarakat merasakan langsung penggunaan BBM dengan kualitas yang lebih baik, contohnya Pertalite.

Baca Juga:

  1. Anies Baswedan Perpanjang PSBB dengan Masa Transisi
  2. New Normal, Risma Minta Kantin Sekolah Tak Buka
  3. Novel Baswedan Mengadu ke Jokowi Soal Hukuman Kasus Penyiraman Air Keras
  4. Lockdown 5 Bulan, Berat Badan Pria di Wuhan Naik 100 Kg

“Premium tetap akan disediakan Pertamina bagi masyarakat, namun kesempatan ini diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati produk unggulan yang berkualitas dari Pertamina (Pertalite),” kata Rustam dalam keterangan tertulis yang diterima MyCity, Kamis (9/7/2020).

Rustam mengatakan, bagi warga Bali lainnya pengguna kendaraan pribadi roda empat (pelat hitam), Pertamina juga menyiapkan program promo lainnya. Konsumen yang menggunakan aplikasi MyPertamina bisa mendapat cashback 30% maksimal Rp 20.000 per hari.

Cashback ini bisa didapat dengan melakukan pembelian BBM jenis Pertamax, Pertamax Turbo, dan Pertamina Dex di seluruh SPBU Pertamina dengan transaksi non tunai menggunakan LinkAja dari aplikasi MyPertamina. Program ini berlangsung sampai akhir Juli. (Arie Nugroho)

Advertisement

Energi

Jokowi: Indonesia Punya Banyak Harta Karun yang Belum Digarap Maksimal!

Published

on

Jokowi Kadin
Jokowi Kadin

Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi), menyatakan bahwa Indonesia memiliki banyak sumber daya alam (SDA) yang belum dieksplorasi. Padahal, keberadaan SDA itu melimpah dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

“Misalnya hydropower kita punya 4.400 sungai, enggak ada negara di dunia yang memiliki kekayaan sungai seperti Indonesia. Dua sungai aja, Sungai Mamberamo di papua dan Sungai Kayan di Kalimantan Utara. Sungai Mamberamo bisa hasilkan 24 ribu Mega Watt, Sungai Kayan 11 ribu sampai 13 ribu MegaWatt, ini baru 2 sungai, kita punya 4400,” tegas Jokowi.

Terkait hal itu, Jokowi menilai Indonesia memiliki banyak SDA yang bisa menopang kehidupan masyarakat dan pelaku bisnis. Jokowi menyebut melimpahnya SDA menjadi keuntungan bagi Indonesia untuk menghasilkan energi hijau.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

“Geothermal belum diapa-apain kekuatan kita 29 ribu (MegaWatt), yang baru terpakai 2 ribuan, 10% belum ada, ini kesempatan-kesempatan yang kita miliki sehingga dalam kompetisi bersaing dengan negara-negara kita punya kekuatan itu yg lama tidak kita sadari,” ujarnya.

Karenanya dalam rangka reformasi ekonomi dan reformasi struktural pendampaingan UMKM, Jokowi meminta Kadin lebih mendetilkan kebutuhan lapangan serta tantangan di lapangan, hingga keinginan pelaku usaha seperti apa. Harapannya ketika pemerintah membuat kewajiban besar kemudian Kadin mendetilkan kebutuhan pelaku usaha sehingga nantinya ketemu, pelaku dan pembuat kebijakan.

“Kedua detilkan lagi transformasi ekonomi kita melalui green economy, green energy, green tourism, blue economy detilnya seperti apa menurut pelaku usaha, yang dibutuhkan apa menurut pelaku dan keinginan-keinginan apa, sehingga ketemu nanti. Ada kebijakan dan implementasi pelaksanaan ketika diketemukan jadi sebuah kekuatan besar,” demikian Jokowi.

Continue Reading

Energi

Resmi, Erick Thohir Tunjuk Darmawan Prasodjo Jadi Dirut PLN

Published

on

Darmawan Prasodjo jadi Dirut PLN
Darmawan Prasodjo jadi Dirut PLN

Melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun 2021, PT PLN (persero), memutuskan mengangkat dan menetapkan Darmawan Prasodjo sebagai Direktur Utama PLN, menggantikan Zulkifli Zaini.

Surat Keputusan RUPS ini disampaikan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, di Kantor Pusat PT PLN (Persero) di Jakarta. Surat pengangkatan dan penetapan itu berlaku mulai hari ini, Senin (6/12/2021).

Acara ini dihadiri oleh Menteri dan Wakil Menteri 1 BUMN, Deputi Kementerian BUMN, jajaran Komisaris PLN, dan seluruh Direksi PLN.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan dalam mengelola perusahaan terutama dalam BUMN, seorang pemimpin harus menyandarkan tanggung jawab yang diemban dengan hati dan keikhlasan.

“Karena bagaimanapun juga, jabatan yang diberikan kepada kita tak lain sebuah amanah. Amanah untuk memberikan kontribusi sebesar-besarnya kepada negara dan memiliki dampak sosial seluas-luasnya berupa peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” ucap Erick, seperti dikutip dari keterangan resmi PLN, Senin (06/12/2021).

Menurutnya, Zulkifli Zaini, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama PLN sejak Desember 2019, dinilai telah memimpin perusahaan yang melayani kebutuhan hidup seluruh rakyat Indonesia ini dengan hati dan keikhlasan.

“Amanah dalam mengelola PLN untuk bertahan dan tetap melayani, serta meringankan beban masyarakat miskin dan tidak mampu saat pandemi Covid-19 mengisyaratkan beliau memahami komitmen yang diemban,” tutur Erick.

Dalam kurun dua tahun, PLN telah memperbaiki kinerja keuangan dan berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 345,4 trilliun dan mencapai laba bersih Rp 5,99 Triliun pada 2020. Laba ini naik 39,3% dibandingkan pada 2019. PLN juga berhasil menurunkan jumlah rasio utang menjadi senilai Rp 452,4 Triliun

Erick menambahkan, dalam kepemimpinan Zulkifli, usaha transformatif juga dilakukan secara paralel sebagai salah satu garda dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional selama pandemi Covid-19. Kontribusi PLN melalui Diskon Listrik dengan target penerima 31,4 juta rumah tangga di tahun 2020 dan 32,6 juta rumah tangga di tahun 2021, telah membantu menjaga kestabilan ekonomi dan sosial di masyarakat.

“Saya menghaturkan terima kasih sebesar-besarnya atas komitmen yang sudah diberikan selama ini. Saya yakin rekam jejak terbaik yang ditorehkan menjadi legacy dan pondasi untuk pemimpin berikutnya,” kata Erick.

Erick pun berpesan kepada Darmawan Prasodjo selaku Direktur Utama PLN yang baru, untuk melanjutkan upaya transformasi yang telah dilakukan dapat terus ditingkatkan.

“Transisi energi yang dilakukan PLN perlu dilakukan terobosan sehingga tidak membebani negara dan masyarakat,” dia memungkasi.

Continue Reading

Energi

Jokowi: Stop Ekspor Timah, Bauksit, & Tembaga!

Published

on

Presiden Jokowi
Presiden Jokowi

Hingga 1 Januari 2020, Indonesia masih mengekspor bauksit, tembaga, hingga timah. Terkait hal itu, Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi), meminta Indonesia tak lagu melakukan ekspor tahun depan.

“Kemudian yang ingin kita lanjutkan transformasi ekonomi tidak boleh berhenti, reformasi struktural tidak boleh berhenti, karena ini basic setelah memiliki infrastruktur. Tidak boleh lagi yang namanya ekspor bahan-bahan mentah, raw material,” ujar Jokowi dalam acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2021, Rabu (24/11/2021).

“Ini stop, udah stop, mulai dari nikel, mungkin tahun depan itung-itungan stop ekspor bauksit, tahun depannya lagi bisa stop tembaga, tahun depan lagi stop timah,” tuturnya.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Jokowi meminta agar bahan-bahan mentah ini diproses terlebih dahulu dalam bentuk setengah jadi atau barang jadi, sehingga bernilai tambah.

Jokowi memberi contoh saat menghentikan ekspor biji nikel. Tiga sampai empat tahun lalu, menurut Jokowi, ekspor Nikel Indonesia hanya bernilai 1,1 miliar dolar AS. Kini, nilainya melonjak menjadi 20 miliar dolar AS.

“Karena stop nikel dari Rp 15 triliun melompat jadi Rp 228 triliun. Ini akan memperbaiki neraca pembayaran, neraca transaksi pembayaran membaik,” ungkapnya.

Dia mengatakan, pada 2018 neraca perdagangan masih defisit 18,41 miliar dolar AS, tapi tahun ini hingga Oktober 2021 defisit menurun menjadi 1,5 miliar dolar AS, khusus ke China.

“Yang dulu defisit, tahun depan sudah surplus dengan RRT (China). Artinya, barang kita akan lebih banyak masuk dengan nilai yang lebih baik dari sebelumnya. Ini baru urusan nikel disetop,” tegas dia.

“Kalau nanti bauksit disetop, nilainya akan kurang lebih sama, akan melompat ke angka-angka kurang lebih 20-23 miliar dolar AS. 1,2,3,4 komoditas, bayangkan diindustrialisasikan, dihilirisasikan di negara kita meskipun kita memang digugat di WTO, gak masalah,” lanjutnya.

“Saya sampaikan di G20, dengan EU, dengan negara-negara Eropa, kita tidak ingin mengganggu kegiatan produksi mereka kok, silahkan, kita terbuka, kita tidak tertutup. Kalau ingin nikel silahkan, tapi datang bawa pabriknya ke Indonesia, bawa industri ke Indonesia, bawa teknologi di Indonesia,” Jokowi menutup.

Continue Reading

Trending