Connect with us

Internasional

Makin Mesra, Iran & Rusia Jalin Kerja Sama Energi

Published

on

Kerja sama energi antara Iran dan Rusia

Hubungan antara Rusia dan Ukraina semakin manis. Iran berencana menandatangani kesepakatan senikai 40 miliar dolar AS atau Rp624 triliun dengan perusahaan energi Rusia, Gazprom, pada Desember mendatang.

Iran diwakili oleh Perusahaan Minyak Nasional mereka NIOC dan Rusia diwakili oleh Gazprom. Kesepakatan itu ditandatangani secara daring oleh CEO kedua perusahaan Juli lalu. Namun, negosiasi sampai saat ini masih berlangsung.

“Kami telah menutup kesepakatan senilai US$ 6,5 miliar dengan Gazprom. Kami berharap sisa perjanjian senilai US$ 40 miliar akan ditandatangani bulan depan,” ujar Wakil Menteri Luar Negeri Iran Mahdi Safari seoeri MyCity nukil dari Russia Today, Selasa (8/11/2022).

Baca juga: Jokowi Saksikan Peragaan Prajurit TNI di Indo Defence 2022

The National Iranian Oil Company dan Gazprom sepakat pada Juli lalu untuk bekerja sama dalam pengembangan dua deposit gas dan enam ladang minyak di Iran. Dokumen tersebut juga mencakup pertukaran gas alam dan produk minyak, pelaksanaan proyek LNG, dan pembangunan jaringan pipa gas.

Pada awal Oktober, Wakil Perdana Menteri Rusia Aleksandr Novak mengumumkan bahwa Moskow dan Teheran dapat menyetujui pertukaran 5 juta ton minyak dan 10 miliar meter kubik gas, yang akan selesai pada akhir tahun.

Pada hari Selasa, Novak mengatakan bahwa Rusia dan Iran telah memulai pengiriman pertukaran sumber daya energi, khususnya produk minyak bumi, dan setuju untuk memperluas daftar barang yang diperdagangkan. Dia juga mencatat bahwa “jumlah investasi Rusia di ladang minyak Iran akan meningkat.”

Baca juga: Aksi Heroik Prajurit Elite TNI Peragakan Pembebasan Sandera di Indo Defence 2022

Perkembangan itu terjadi ketika Rusia dan Iran dengan cepat memperluas energi dan hubungan perdagangan mereka di tengah sanksi Barat yang dikenakan pada kedua negara. Kesepakatan barter membantu negara-negara menghindari masalah penyelesaian yang disajikan oleh sistem keuangan Barat.

Internasional

Anwar Ibrahim Ancam Anggota Parlemen yang Sebar Fitnah Dirinya

Published

on

Anwar Ibrahim Ancam Anggota Parlemen yang Sebar Fitnah Dirinya/FMT

Anwar Ibrahim Ancam Anggota Parlemen yang Sebar Fitnah Dirinya/FMT

mycity.co.id Perdana Menteri (PM) Malaysia, Anwar Ibrahim kali ini memberi tenggat waktu 5 hari kepada seorang Anggota Parlemen bernama Ahmad Amzad Hashim untuk menyampaikan permohonan maaf karena membuat pernyataan fitnah kepada dirinya.

Anwar pun mendesak Amzad untuk menghapus postingannya di Tiktok dan berjanji untuk tidak lagi menyebarkan fitnah terhadap dirinya.

Dalam sebuah video yang beredar di Tiktok, Amzad menuding sebagai penasihat ekonomi Selangor, Anwar Ibrahim mendapatkan bayaran sebanyak RM 15 juta per tahun dan bukan sebesar RM 1 setahun.

Dikutip dari Malaysiakini, Anwar menyebut video yang disebar di Tiktok tersebut berniat jahat untuk merendahkan martabatnya. Anwar juga menuding Amzad mengejek pengampunan yang diberikan Raja Malaysia kepada dirinya.

Menurut surat tuntutan yang beredar, Anwar menuntut ganti rugi substanstif dari Amzad terkait kerugian nama baik dan reputasinya.

Dia juha menuntut Amzad untuk membayar semua biaya perkara atas berlangsungnya persidangan. Tindakan hukum tersebut akan mulai diambil jika Amzad gagal memenuhi tuntutan sesuai tenggat waktu yang diberikan.

Sebagai informasi, Amzad merupakan mantan wakil Menteri Sains, Teknologi dan Inovasi Malaysia di era pemerintahan PM Ismail Sabri.

Sebelumnya mantan PM Muhyiddin Yassin juga pernah membuat pernyataan yang menyebut Anwar Ibrahim menerima bayaran sebesar RM 15 juta saat menjadi penasihat ekonomi di Selangor.

Continue Reading

Internasional

Xi Jinping Umumkan Zero-Covid, Penduduk Cina Panic Buying Obat-obatan

Published

on

Cina panic buying obat-obatan

Cina panic buying obat-obatan

mycity.co.id Presiden Cina Xi Jinping mengumumkan kebijakan Zero-Covid pada Rabu (7/12/2022) kemarin. Kebijakan ini disambut baik oleh masyarakat Cina setelah menutup diri akibat aturan tersebut.

Meski akhirnya penduduk Cina bisa hidup berdampingan dengan Covid-19, tetapi ada juga kelompok yang menyatakan kebijakan Xi Jinping tersebut terlalu terburu-buru. Apalagi masih banyak juga warga CIna yang belum di vaksinasi seperti lansia.

Bahkan kebijakan tersebut menimbulkan panic buying obat-obatan untuk mencegah terpapar virus. Panic buying terhadap obat-obatan menimbulkan stok obat habis.

Bahkan pihak berwenang di seluruh Cina telah memperingatkan terkait pasokan ketat dan kenaikan harga dari pengecer dalam beberapa hari terakhir. Di Beijing bahkan sudah melakukan penjatahan terhadap pembelian ibuprofen dan parasetamo. karena kehabisan pasokan medis.

“Kami memiliki anak yang demam tinggi tetapi semua apotek kehabisan ibuprofen. Itu datang terlalu cepat, kami tidak punya waktu untuk bersiap,” kata seorang warga Beijing bermarga Lin yang dikutip dari ft.com.

Bahkan, lonjakan permintaan telah mendorong harga saham di produsen obat termasuk produsen sirup obat batuk Guizhou Bailing (002424.SZ), dan Xinhua Pharmaceutical (000756.SZ), yang menghasilkan 40 persen dari semua Ibuprofen yang dijual di Cina.

Untuk diketahui, pengumuman pelonggaran Covid-19 muncul setelah Presiden Xi Jinping memimpin rapat Politbiro Partai Komunis pada Selasa (6/12/2022). Xi menganggap perjuangan tanpa henti Cina melawan Covid sebagai salah satu pencapaian utamanya.

Continue Reading

Internasional

Hari Anti Korupsi Sedunia 9 Desember 2022 dan Tujuannya

Published

on

Tanggal 9 Desember 2022 Memperingati Hari Antikorupsi Sedunia. // kpk.go.id/

Korupsi adalah masalah yang tidak hanya dihadapi Indonesia, tetapi juga negara-negara di dunia. Karena pentingnya permasalahan ini, maka dibuatlah Hari Anti Korupsi Sedunia yang diperingati pada 9 Desember setiap tahunnya.

Korupsi memiliki dampak negatif pada setiap aspek masyarakat dan sangat terkait dengan konflik dan ketidakstabilan. Korupsi membahayakan pembangunan sosial dan ekonomi serta melemahkan institusi demokrasi dan supremasi hukum.

Korupsi tidak hanya mengikuti konflik tetapi juga sering menjadi salah satu akar penyebabnya. Ini menyulut konflik dan menghambat proses perdamaian dengan merusak supremasi hukum, memperburuk kemiskinan, memfasilitasi penggunaan sumber daya secara ilegal, dan menyediakan pembiayaan untuk konflik bersenjata.

Mencegah korupsi, mempromosikan transparansi dan memperkuat kelembagaan sangat penting untuk mencapai target yang diramalkan dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Tema Hari Anti Korupsi Sedunia 2022

Hari Antikorupsi Internasional (IACD) 2022 berupaya menyoroti hubungan penting antara antikorupsi dan perdamaian, keamanan, dan pembangunan.

Pada intinya, penanggulangan korupsi adalah hak dan tanggung jawab setiap orang, dan hanya melalui kerja sama dan keterlibatan setiap orang dan lembaga kita dapat mengatasi dampak negatif dari kejahatan ini.

Negara, pejabat pemerintah, pegawai negeri, aparat penegak hukum, perwakilan media, sektor swasta, masyarakat sipil, akademisi, publik dan pemuda sama-sama memiliki peran dalam hal ini.

International Anti-Corruption Day (IACD) 2022 juga menandai dimulainya upaya untuk memperingati dua puluh tahun UNCAC. Hal ini tercermin dari tema hari internasional tahun ini, “UNCAC at 20: Uniting the World Against Corruption”.

Negara, pejabat pemerintah, pegawai negeri, aparat penegak hukum, perwakilan media, sektor swasta, masyarakat sipil, akademisi, publik dan pemuda sama-sama memiliki peran dalam menyatukan dunia melawan korupsi.

IACD 2022 juga menandai dimulainya upaya untuk memperingati dua puluh tahun Konvensi PBB Menentang Korupsi (UNCAC).

Tujuan Hari Anti Korupsi Sedunia 2022

Korupsi adalah fenomena sosial, politik dan ekonomi yang kompleks dan mempengaruhi semua negara.

Korupsi merusak institusi demokrasi, memperlambat pembangunan ekonomi dan berkontribusi pada ketidakstabilan pemerintahan.

Korupsi menyerang fondasi institusi demokrasi dengan mendistorsi proses pemilu, memutarbalikkan supremasi hukum dan menciptakan suap yang menghambat birokrasi.

Continue Reading
Advertisement

Trending