Connect with us

Properti

Makin Cepat Beli Rumah Makin Untung, Nggak Percaya?

Published

on

Mazenta Residence. (Istimewa)

Produk properti akan terus berkembang seiring perkembangan progres prooyeknya dan salah satu perkembangan itu tentunya dari sisi harganya. Karena itu membeli produk properti sangat penting melihat timing yang tepat karena akan berbeda produk yang ditawarkan masih berupa gambar dengan yang tengah dibangun maupun sudah jadi (ready stock). Salah satu perbedaan utamanya tentu dari sisi harganya.

Peningkatan harga yang terjadi terkait progres ini juga belum memerhitungkan perkembangan kawasannya. Sebuah kawasan dengan berbagai sarana dan fasilitas, aksesibilitas yang baik, kedekatan dengan jalan tol, tersedia transportasi publik, hingga perkembangan infrastruktur di sekitarannya tentunya akan mendorong peningkatan harga produk propertinya.

Progres proyek yang baik itu yang saat ini dialami oleh perumahan Mazenta Residence Bintaro, Tangerang Selatan, Banten.

Baca Juga:

  1. Istana Buckingham, Properti Peninggalan Ratu Elizabeth II Senilai Rp35,9 Triliun
  2. Bintaro Jaya Tawarkan Properti Beragam dan Berkelas
  3. Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya Raup 379.797 Tenaga Kerja
Baca Juga :  Aplikasi Ini Permudah Masyarakat untuk Punya Rumah

Perumahan seluas 1,6 ha (91 unit) hasil pengembangan PT Cipta Harmoni Lestari (Harita Group) ini terus menunjukan progres yang baik di lapangan terkait progres pembangunan, penjualan, hingga peningkatan harganya. Kawasannya juga ditunjang dengan kelengkapan sarana kota mulai akses tol, pusat lifestyle, stasiun kereta, dan sebagainya.

“Mazenta Residence diluncurkan bulan Maret 2022 dan mulai dibangun (groundbreaking) Juli 2022 dengan harga perdana Rp1,9 miliar. Progres yang baik ini telah membuat kinerja penjualan juga sangat oke yang telah mencapai 80 persen. Targetnya serah terima rumah ini akan dilakukan akhir tahun 2023 dan selama beberapa bulan ini peningkatan harganya cukup baik hingga bulan Oktober akan kembali terjadi kenaikan harga,” ujar Setia Iskandar Rusli, Project Director Mazenta Residence Bintaro.

Progres yang baik ini tidak terlepas dari kawasannya yang terintegrasi dengan berbagai fasilitas berskala kota mulai ruang usaha, komersial, pendidikan, kesehatan, entertainment, dan sebagainya. Dengan waktu tiga menit, bisa diakses berbagai kemudahan seperti ke tol Pondok Aren, Stasiun Jurangmangu, Bintaro Xchange Mall, Universitas Pembangunan Jaya, dan banyak lagi.

Baca Juga :  Telah Hadir, Township Baru di Tangerang Khusus Milenial

Dengan berbagai sarana dan fasilitas kota baru (township), pengembangan di dalam Mazenta Residence dioptimalkan untuk kenyamanan sebuah hunian berkonsep green. Keberadaan Mazenta Residence tidak mengganggu iklim maupun kawasan lingkungan sekitarnya salah satunya dengan menerapkan setiap rumah bisa meresapkan dan menyimpan kembali air hingga 95 persen sehingga sangat minimal yang dibuang ke saluran.

Seluruh konsep rumah maupun kawasannya dioptimalkan untuk menghadirkan hunian masyarakat urban dengan eco-friendly housing and environment. Penerapannya antara lain atap berwarna putih untuk insulasi dan penolak panas, ceiling tinggi, skylight, cross ventilation, underground infiltration wells, centralized hot water system, biotech septic tank, dan banyak lagi. Dari konsep sentralisasi untuk hot water system saja penghematan listriknya mencapai 20 persen.

Baca Juga :  Tamansari Skyhive, Apartemen Strategis di Pusat Bisnis

Mengutip dari www.mazentabintaro.id, penyediaan fasilitasnya juga dioptimalkan untuk lifestyle dan kebutuhan penghuni seperti yoga park, Jacaranda Tunnel, pet park, children playground, wet park dengan Japanese Iconic Brigde, Tabebuya Walk, looping jogging track, outdoor gym, BBQ area, club house, multifunction room, dan sebagainya.

“Kendati harga naik tapi kami memberikan banyak kemudahan seperti program depe 0 persen, diskon booking fee hingga 45 persen, atau tunai bertahap hingga 77 kali. Kami juga menggandeng banyak kalangan bank yang memberikan berbagai kemudahan belum termasuk free biaya-biaya, voucher furnitur senilai Rp17 juta, hingga gratis smart digital lock. Tidak banyak yang bisa menawarkan rumah dua lantai dengan konsep seperti ini dan bisa dibeli dengan dana awal yang sangat affordable,” beber Setia.

Properti

Potensi Raksasa Pengembangan Properti di Bandung Selatan

Published

on

Potensi raksasa pengembangan properti di Bandung Selatan. (Agung Podomoro)
Potensi raksasa pengembangan properti di Bandung Selatan. (Agung Podomoro)

mycity.co.id – Sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia, Bandung memang menjadi salah satu area yang diincar pencari properti.

Salah satu area di Bandung yang saat ini menjadi incaran pencari properti adalah Bandung Barat. Area ini dinilai potensial karena didukung oleh perkembangan ekonomi dan pembangunan infrastruktur.

Dari sektor ekonomi, saat ini Bandung Barat telah banyak bertumbuh berbagai industri yang menyokong perkembangan perekonomian. Contohnya, seperti tekstil, properti dan jasa.

“Salah satu indikasi Bandung Selatan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, terlihat dari banyaknya investor yang menanamkan modalnya di daerah ini. Bahkan secara kasat mata terlihat dari semakin tingginya volume kendaraan di kawasan itu,” ujar Kepala Bidang Fisik Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Jawa Barat, Slamet Mulyanto S.

Baca Juga :  Cicilan Rumah 6 Kali Bisa Dapat Furniture

Dari sektor infrastruktur, Bandung Barat juga dikelilingi dengan berbagai pembangunan jalan tol. Di antaranya, Tol Padaleunyi, rencana pembangunan jalur kereta cepat dan Tol Soroja yang tahun lalu baru diresmikan.

Slamet Mulyanto S mengakui keberadaan Tol Soroja dapat meringkas jarak tempuh Bandung Selatan dengan daerah sekitarnya. Selain itu pemerintah menyiapkan sejumlah upaya seperti pelebaran jalan utama menuju Bandung Selatan dari ROW 16 menjadi ROW 20.

Hal itu tertera dalam dokumen yang diterbitkan Dinas Permukiman dan Tata Wilayah Kabupaten Bandung. Pembuatan jalan pintas atau jalan penghubung, hingga pengembangan sarana angkutan umum massal.

Baca Juga :  Keren, Ada Area Komersil di Alam Sutera

Selain infratruktur, sektor pariwisata juga dinilai salah faktor yang dapat mendongkrak bisnis properti di Bandung.

Menurut Ali Tranghanda, Direktur Eksekutif Indonesia Property watch (IPW), Bandung Selatan memiliki banyak potensi alam yang masih asri.

Sektor pariwisata di kawasan ini pun sebagian besar sangat menarik untuk mendorong bisnis propertinya tumbuh lebih baik.

“Bandung Selatan akan menjadi kawasan potensial bisnis properti sehingga makin banyak pengembang mulai berinvestasi di sini,” imbuh Ali.

Dengan potensi tersebut, akhirnya tak heran banyak pengembang yang menanamkan modalnya di Bandung Barat. PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mengembangkan kawasan hunian yang diberi nama Podomoro Park di Kecamatan Buahbatu.

Baca Juga :  Pemerintah Tetapkan Zona Nilai Tanah Demi Permudah Penentuan Harga

“Ada sekitar 10 hektar diperuntukkan untuk proyek komersial yang mendukung kawasan perumahan ini, mulai lintasan joging, kolam renang, pusat kebugaran, dan lainnya. Sekitar 50 persen lahan proyek ini akan kami dedikasikan untuk kawasan terbuka hijau dan danau,” kata Assistant Vice President Strategic Residential Agung Podomoro Land, Agung Wirajaya.

Agung mengaku optimistis proyek terbarunya ini bisa menjadi salah satu pilihan investasi menarik. Apalagi, Bandung makin menjadi salah satu kota terpadat di Indonesia.

Proyek yang dirilis pada kuartal I-2018 ini merupakan salah satu langkah APLN memberikan dukungan perkembangan dan pembangunan Bandung Selatan.

Continue Reading

Properti

Pinjol Bikin Masyarakat Sulit Ajukan KPR

Published

on

Pinjaman Online bikin masyarakat kesulitan mengajukan KPR. (Pudjiadji Prestige)
Pinjaman Online bikin masyarakat kesulitan mengajukan KPR. (Pudjiadji Prestige)

mycity.co.id – Pengajuan KPR akan diperiksa dengan seksama oleh bank untuk memastikan kemampuan mencicil kreditur. Umumnya, banyak pengajuan KPR yang ditolak bank karena masalah kartu kredit. Saat ini, penolakan KPR banyak terjadi karena pinjaman online (pinjol).

Mayoritas pembeli hunian khususnya rumah tapak di Indonesia menggunakan skema pembiayaan bank dengan produk KPR. Calon debitur tentunya harus melampirkan berbagai persyaratan untuk diperiksa bank. Perihal kemampuan mencicilnya sehingga rumah yang dibiayai bisa lancar dan tidak menjadi kredit macet yang akhirnya menjadi beban bank.

Dalam pelaksanaannya, pengajuan KPR masyarakat cukup banyak yang tidak lolos maupun ditolak bank karena berbagai hal.

Baca Juga :  Telah Hadir, Township Baru di Tangerang Khusus Milenial

Menurut Wakil Direktur Utama Bank BTN Nixon L.P. Napitupulu, saat ini bank cukup ketat terkait meloloskan permintaan masyarakat untuk pembiayaan perumahannya.

“Saat mengajukan pinjaman untuk pembiayaan rumah tentunya tidak terlepas dari Bank Indonesia (BI) checking dan saat ini BI checking makin seru,” tutur dia.

“Kalau dulu banyak pengajuan KPR ditolak karena kartu kredit, kalau sekarang karena pinjaman online (pinjol). Faktor pinjol pada ditolaknya KPR masyarakat itu mencapai 30 persen,” ujarnya.

Jadi, faktor gagalnya pengajuan kredit masyarakat yang disebabkan pinjol mencapai 30 persen. Hal ini semakin banyak terjadi seiring kian mudahnya aktivitas pinjol ini.

Baca Juga :  Cicilan Rumah 6 Kali Bisa Dapat Furniture

Padahal, nominal pinjol ini juga tidak terlalu besar. Bahkan, banyak yang di bawah Rp1 juta namun hal ini tetap berpengaruh pada penilaian pengajuan KPR.

Masalah ditolaknya KPR karena pinjol ini juga makin rumit. Hal ini sulit diatasi karena kebanyakan pemberi jasa pinjol bukan dari kalangan perbankan. Sehingga hal, ini juga menyulitkan bank untuk melakukan taksasi ataupun penilaian untuk memudahkan masyarakat mendapatkan akses KPR.

Untuk solusi mudahnya, Nixon menyebut akan meminta persyaratan tambahan dalam bentuk peningkatan atau top up. Limitnya dari harga rumah sehingga bisa digunakan untuk melunasi pinjol calon debitur.

Baca Juga :  Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya Raup 379.797 Tenaga Kerja

Di sisi lain, solusi ini tidak diikuti secara kooperatif oleh perusahaan pinjol yang tetap menghitung denda bunga. Sehingga, nasabah kesulitan melakukan proses pelunasan.

“Kami di Bank BTN masih memberikan toleransi kepada calon debitur bila memiliki pinjaman kredit macet ataupun menunggak dari aktivitas pinjol selama 90 hari,” tegas dia.

“Tapi bila sudah menyangkut pinjol ini prosesnya memang agak ruwet. Sehingga teman-teman kantor cabang untuk mudahnya langsung ditolak. Ini tentu harus bisa disikapi dengan serius karena rejection 30 persen BI checking itu besar sekali,” pungkasnya.

Continue Reading

Properti

Kementerian PUPR Segera Bangun Rumah Anti Gempa untuk Warga Cianjur

Published

on

Kondisi rumah hancur di Cianjur. (CNN Indonesia)

mycity.co.id – Kementerian PUPR akan segera membangun hunian untuk masyarakat terdampak bencana gempa di Kabupaten Cianjur. Rumah yang dibangun berkonsep build back better dengan teknologi rumah anti gempa Risha hasil pengembangan Kementerian PUPR.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur untuk menyiapkan sejumlah alternatif lokasi untuk digunakan relokasi masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi.

Hal ini dibutuhkan Kementerian PUPR untuk segera dibangun rumah tahan gempa sehingga masyarakat bisa segera menempati lokasi aman dan hunian yang lebih terjamin keamanannya.

“Kami berharap Pemkab Cainjur bisa segera menetapkan kawasan yang siap bangun sehingga kami dari kementerian bisa membangun rumah tahan gempa untuk masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi pada awal pekan ini,” ujar Dirjen perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto.

Baca Juga :  Pemerintah Tetapkan Zona Nilai Tanah Demi Permudah Penentuan Harga

Titik relokasi merupakan kewenangan dari pemerintah daerah sebagai pemilik otoritas wilayah. Hal ini dikarenakan pemda juga memiliki ketetapan tata ruang wilayahnya sehingga bisa menetapkan lokasi untuk dibangun hunian bagi masyarakat terdampak bencana gempa bumi.

Kementerian PUPR juga terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Geologi dan BMKG untuk mengecek alternatif lokasi yang bisa digunakan untuk relokasi hunian masyarakat terdampak bencana.

Baca Juga :  Tips Memilih Apartemen untuk Investasi Supaya Menghasilkan Banyak Cuan

Setiap lokasi juga nantinya akan dicek apakah layak untuk dibangun bangunan hunian maupun infrastruktur pendukung lainnya.

Beberapa contoh pembangunan hunian pasca bencana antara lain di Palu, Sulawesi Tengah dan Lumajang, Jawa Timur. Hunian yang dibangun menggunakan teknologi rumah instan sederhana sehat (Risha) hasil pengembangan Kementerian PUPR.

Di dua lokasi Palu dan Lumajang itu Kementerian PUPR membangun hingga ribuan unit rumah tahan gempa dalam waktu yang singkat. Di Lumajang misalnya, sebanyak hampir dua ribu unit rumah dibangun hanya dalam waktu tiga bulanan dengan konsep Risha setelah pemerintah daerah menetapkan lokasi relokasi.

Baca Juga :  Rusun Khusus Santri Senilai Rp6,8 Miliar Diresmikan

Konsep hunian yang dibangun Kementerian PUPR juga build back better atau membangun dengan lebih baik dan itu menjadi suatu keharusan. Masyarakat memerlukan perhatian khusus dalam penyediaan hunian pasca bencana selain itu proses penanganan bencana juga tidak boleh kehilangan golden time sehingga masyarakat tidak terlalu lama tinggal di tempat relokasi sementara.

“Kami sudah melakukan survei dan identifikasi rumah masyarakat yang rusak dengan aplikasi rumah terdampak bencana (Rutena) dan sudah diketahui perkiraan berapa yang rusak ringan, sedang, maupun yang berat. Kami juga melihat alternatif lokasi lahan yang disiapkan pemda dan terus berkoordinasi dengan lurah dan camat,” imbuh Iwan.

Continue Reading
Advertisement

Trending