Connect with us

Teknologi

Lucu! WA, IG, FB Down, Warganet Malah Salahkan Indihome

Published

on

Whatsapp

Aplikasi WhatsApp (WA), Facebook (FB), dan Instagram (IG) tidak bisa digunakan semalam, Senin (4/10/2021). Warganet ramai-ramai menyalahkan Indihome atas kejadian ini.

Padahal, penyebab ketiga aplikasi jejaring sosial tersebut tidak bisa digunakan adalah karena adanya error yang terjadi di perusahaan mereka sendiri. Hal itu juga sudah dikonfirmasi oleh Bos Facebook, Mark Zuckerberg.

Namun entah kenapa, warganet justru menuding Indihome sebagai penyebabnya. Hingga berita ini diturunkan, Indihome menjadi trending topic Twitter, dibicarakan hingga lebih dari 25.700 cuitan.

Baca Juga:

  1. Tak Terkenal di Negeri Sendiri, 4 Musisi Indonesia Hujan Emas di Negeri Orang
  2. Resmi Bercerai, Tyas Mirasih Diisukan Selingkuh
  3. Akhirnya Ada Titik Terang Perseteruan Hotman Paris dan Hotma Sitompoel

Berbagai komentar lucu hingga meme kocak pun menghiasi timeline Twitter dari warganet +62.

Bahkan, tidak sedikit warganet yang sempat suudzon dengan Indihome karena tidak bisa mengirim pesan lewat WhatsApp, melihat postingan terbaru di Instagram dan Facebook.

“He he hapunten nyuaak Indihome sareng Telkomsel gua suudzon. WhastApp Facebook Instagram Si ieu gening nu tiluan salah mah:(,” cuit @ezajzu.

“WhatsApp Instagram Facebook DOWN!!! @MarkZuckerberg Kasian ibu saya malah nyalahin Telkom sama IndiHome,” kata @ArgaMY9.

“yang error WA IG FB, yang salah INDIHOME wkwkwkw,” tweet @ijaalhehe.

Kini, Facebook, Instagram dan WhatsApp mulai pulih secara berangsur sejak Selasa (5/10/2021) pagi. Hal tersebut diumumkan oleh tim teknisi Facebook.

“Kepada komunitas besar orang dan bisnis di seluruh dunia yang bergantung pada kami: kami minta maaf. Kami telah bekerja keras untuk memulihkan akses ke aplikasi dan layanan kami dan dengan senang hati melaporkan bahwa mereka telah kembali online sekarang. Terima kasih telah mendukung kami,” demikian pernyataan resmi Facebook.

Teknologi

NFT Art, Peluang Besar Seniman Perluas Pasar & Menjual Karya Seni

Published

on

NFT Art
NFT Art

Bagi Cityzen yang mengikuti perkembangan teknologi, kalian mungkin tak asing dengan NFT. Ini merupakan salah satu cara untuk para pegiat seni untuk menjual karya mereka.

Seperti dilansir dari Forbes, Senin (6/12/02021), NFT adalah aset digital yang mewakili wujud berbagai bentuk aset di dunia nyata, seperti objek seni layaknya lukisan, musik, dan lain-lain, yang dibuat tercatat dalam ekosistem blockchain.

Jika bicara mengenai ekosistem blockchain, pada kenyataannya transaksi jual beli aset digital ini lazimnya memanfaatkan mata uang kripto, yang untuk NFT sendiri lebih umum menggunakan kripto berjenis ethereum, namun tidak menutup transaksi dengan mata uang kripto lainnya.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Jika NFT adalah aset yang diperjualbelikan, maka sudah pasti ada pasar tempat di mana transaksi jual beli tersebut berjalan. Adapun salah satu pasar atau marketplace NFT pertama sekaligus terbesar yang saat ini paling populer adalah OpenSea.

Jadi jika dijabarkan secara sederhana, NFT adalah suatu sarana yang memungkinkan setiap orang terutama seniman yang memiliki karya seni untuk dapat memasarkan karyanya, setelah diubah ke dalam bentuk digital, lewat akses lebih luas di pasar global melalui ekosistem blockchain, menggunakan mata uang kripto yang selanjutnya dapat dikonversi ke mata uang masing-masing negara.

Di Indonesia sendiri, belakangan semakin banyak karya seni berupa aset digital yang sudah terjual dengan harga fantastis. Salah satu yang paling terkenal yaitu lukisan karya seni Denny JA dengan tajuk A Portrait of Denny JA: 40 Years in the World of Ideas, yang mencatatkan rekor sebagai harga lelang tertinggi untuk penjualan sebuah aset digital yang berasal dari Indonesia, yaitu mencapai Rp1 miliar di OpenSea.

Sekadar informasi, Denny JA sendiri adalah seorang pengusaha dan penulis buku yang oleh majalah TIME dinobatkan sebagai salah satu dari 30 orang paling berpengaruh di Internet pada tahun 2015.

Karya tersebut awalnya adalah sebuah lukisan yang dibuat berdasarkan kumpulan sebanyak 102 sampul buku karangan Denny JA selama 40 tahun berkarya yang dibuat oleh seorang pelukis bernama Galam Zulkifi, karya tersebut kemudian dibeli oleh Denny JA dan diubah ke bentuk NFT lalu dipasarkan di OpenSea.

Bukan hanya Denny JA, sebenarnya sudah banyak seniman muda sekaligus seniman kontemporer di Indonesia yang diketahui terjun ke dunia NFT dalam memasarkan karyanya dan berhasil mendapatkan harga penawaran yang fantastis. Beberapa di antaranya sebut saja Mico Prasetya, dan seniman asal Bali bernama Dewa Gede Raka Jana Nuraga.

Peluang yang ditawarkan oleh keberadaan NFT rupanya dipandang sebagai kesempatan besar bagi para pelaku seni termasuk di Indonesia. Hingga saat ini, diketahui terdapat segelintir seniman tanah air yang mulai merambah sarana NFT dan mengaku bahwa hal tersebut dilakukan untuk semakin memperluas pasar dan memanfaatkan momentum yang ada.

Salah satu seniman terkenal yang tak mau terlewat memanfaatkan NFT adalah Ida Bagus Ratu Antoni Putra, atau yang dalam dunia seni lebih dikenal dengan julukan Monez.

Seniman di bidang ilustrasi digital yang telah berkarya selama 15 tahun dan melayani klien dari nama-nama besar layaknya Apple, Starbucks, dan Walt Disney Indonesia tersebut diketahui terjun ke ranah NFT demi tujuan utama yaitu masalah pembajakan.

Seperti yang diketahui, setiap aset digital dalam bentuk NFT memang tidak dapat diduplikasi karena memiliki kode unik tertentu.

“Pembajakan dan kebutuhan untuk melindungi karya saya adalah salah satu alasan utama saya masuk NFT,” terang Monez.

“NFT adalah sebuah fenomena besar, karena orang dapat menjual karya dengan harga fantastis ke pasar yang sama sekali baru,” tambahnya.

Tak ingin kalah dan tertinggal dari perkembangan teknologi yang ada, munculnya NFT ternyata juga sampai ke jangkauan seniman kawakan nan senior berusia lebih dari 70 tahun, yaitu Teguh Ostenrik.

Sama halnya seperti Monez, Teguh menilai bahwa NFT memiliki keunggulan dari segi transparansi yang menghadirkan keadilan bagi para seniman.

Continue Reading

Teknologi

Erupsi Gunung Semeru Bikin Layanan XL Axiata Alami Gangguan

Published

on

XL Axiata
XL Axiata

Erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur menyebabkan beberapa layanan operator seluler seperti XL Axiata mengalami gangguan hari ini, Senin (6/12/2021).

Juru Bicara Kemenkominfo, Dedy Permadi, mengatakan erupsi Gunung Semeru mengakibatkan aliran listrik padam di beberapa lokasi sehingga sebagian menara Base Transceiver Station (BTS) operator seluler tidak dapat digunakan.

Erupsi Semeru juga mengakibatkan beberapa jembatan di sekitar gunung runtuh dan ambruk sehingga memutus kabel jaringan telekomunikasi/backbone beberapa operator seluler tersebut.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Dedy mengatakan sampai pukul 10.30 WIB, beberapa operator telekomunikasi mengalami kendala jaringan akibat beberapa site BTS yang lumpuh dengan detail 8 BTS Indosat, 4 BTS XL Axiata, dan 7 BTS Smartfren.

Sebelumnya, sebanyak 10 site BTS milik Telkomsel juga sempat mengalami offline namun saat ini telah kembali beroperasi. Indosat dan Smartfren juga sudah kembali normal.

“Beberapa operator seluler yang sampai sekarang masih mengalami kendala jaringan akibat putusnya backbone meliputi XL Axiata untuk jalur yang menghubungkan hut( pelindung kabel),”ujar Dedy lewat keterangan tertulis, Senin (6/12) siang.

Lebih lanjut Dedy menjelaskan putusnya backbone XL Axiata itu terjadi pada Hut Pasirian dan hut Pagedangan.

Dedy mengatakan sebelumnya sebanyak 2 ruas kabel Telkom juga terputus namun telah dilakukan pengalihan atau rerouting ke ruas lainnya. Sehingga layanan secara umum telah kembali normal per 5 Desember 2021.

Selain itu, jaringan cadangan backbone milik operator Fiberstar juga terdampak namun kini telah dimitigasi dengan menggunakan link Huawei Malang-Surabaya.

Dedy menyebut pihaknya telah memerintahkan jajaran di Kemenkominfo untuk melakukan langkah-langkah cepat untuk memastikan kualitas jaringan telekomunikasi di sekitar Gunung Semeru.

“Mendorong para penyelenggara layanan untuk melakukan tindak lanjut yang diperlukan sehubungan dengan kejadian Erupsi Gunung Semeru pada hari Sabtu, 4 Desember 2021,” pungkas dia.

Continue Reading

Teknologi

Cegah Pencemaran, China Bikin Plastik dari Sperma Salmon

Published

on

sperma salmon
sperma salmon

China punya cara jitu untuk mencegah pencemaran plastik. Negeri Tirai Bambu mengembangkan plastik dari sperma ikan.

Para peneliti di Universitas Tianjin di China mengembangkan plastik biodegradable berkelanjutan. Bahan bakunya berasal dari campuran sperma salmon dan minyak sayur.

Proyek ini memungkinkan jawaban dari masalah sampah plastik dunia yang terus meningkat. Demikian dilansir dari AFP, Jumat (3/12/2021).

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Para peneliti mengekstraksi untaian DNA dari sperma Salmon. Kemudian digabungkan dengan bahan kimia dari minyak nabati, sehingga dihasilkan cairan jel yang licin yang dikenal dengan hidrogel.

Gel ini kemudian dicetak dan dikeringkan menjadi beragam bentuk dan dikeringkan dengan cara dibekukan untuk menghilangkan kelembapan dan dia menjadi padat.

Sejauh ini, para peneliti telah membuat cangkir, potongan puzzle, dan molekul DNA dari plastik ramah lingkungan.

Proyek ini merupakan proyek berkelanjutan karena bahan bakunya berupa DNA. Dan, secara teknis tidak hanya bisa dari sperma salmon tetapi bisa dari bahan lainnya, seperti bahan limbah dari tanaman, ganggang, atau bakteri.

Dari produk yang diciptakan, memang selintas mirip dengan plastik pada umumnya, namun ini diklaim menghasilkan kurang dari 5% emisi karbon yang dihasilkan plastik biasa.

“Sepengetahuan kami, plastik DNA yang kami laporkan adalah bahan yang paling ramah lingkungan dari semua plastik yang dikenal,” kata pemimpin tim peneliti Dayong Yang kepada The Times of London.

Selain rendah emisi karbon, Yang bersama timnya juga menuliskan dalam Journal of American Chemical Society jika plastik mereka rendah konsumsi energi dan berkualitas dalam proses pembuatannya.

Continue Reading

Trending