Connect with us

Lindungi Kesehatan Jiwa di Masa Pandemi Covid-19 dengan CERDIK CERIA

Published

on

Pandemi Covid-19 membuat masyarakat harus melakukan pembatasan sosial. Bahkan beberapa wilayah harus melakukan lockdown. Manusia adalah makhluk sosial. Ketiadaan kontak sosial bisa memepengaruhi kesehatan mental. Terlebih bila seseorang mempunyai kepribadian ekstrovert yang baru bersemangat setelah bergaul.

Pemerhati Kesehatan Jiwa Anak UNICEF, Ali Aulia Ramly mengatakan salah satu dampak pandemi pada anak dan remaja adalah pembatasan sosial. Pembatasan sosial mencemaskan anak dan remaja karena banyaknya informasi yang bertebaran. Selain itu, pembatasan sosial membuat anak dan remaja mudah bosan.

Baca Juga: Selama PSBB, 62% Anak Indonesia Mengalami Kekerasan Verbal

“Tentu saja kebosanan terjadi ketika mereka harus berada di rumah dengan waktu yang sangat lama. Tidak bisa bertemu teman-temannya ini merupakan sejumlah dampak yang wajar dan banyak terjadi pada anak.kita harap begitu banyak anak akan bisa pulih dan melihat kembali bagaimana mereka tidak terganggu situasinya dalam keadaan ini,” kata Aulia di Media Center Center Gugus Tugas Nasional pada Senin (20/7/2020).

Tak hanya Aulia yang berargumen demikian. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza, Dr.dr.Fidiansjah, SpKJ., MPH memaparkan data dari Wahana Visi Indonesia tentang Studi Penilaian Cepat Dampak Covid-19 dan Pengaruhnya Terhadap Anak Indonesia.

Baca Juga: Operasi Patuh Jaya Bakal Digelar Selama Dua Pekan, Catat Tanggalnya!

Data tersebut menunjukkan ketidakmerataan akses pendidikan daring dan luring. Sebanyak 68 persen anak dapat mengakses fasilitas pendukung selama pembelajaran. Sedangkan, 32 persen anak sama sekali tidak mendapat program belajar dalam bentuk apapun.

“Dampaknya anak harus mempunyai sistem belajar sendiri dan dampaknya 37 persen anak tidak bisa mengatur waktu belajar, lalu 30 persen anak kesulitan memahami pelajaran, bahkan 21 persen anak tidak memahami instruksi guru,” terang Fidiansjah.

Tak hanya urusan pendidikan dan kehidupan sosial. Pandemi turut mempengaruhi penghasilan orang tua. Orang tua jadi mudah emosi karena masalah keuangan. Tak ayal, anak-anak pun jadi sasaran frustrasi orang tua.

Sebanyak 62 persen anak mengalami kekerasan verbal oleh orang tua mereka selama di rumah. Rumah tak selalu menjadi tempat aman bagi anak.

Sejalan dengan data yang dipaparkan Fidiansyah, Aulia mengungkapkan bahwa kekerasan pada anak itu memang sudah terjadi di Indonesia bahkan sebelum adanya pademi COVID-19.

“Pada dasarnya jumlah kejadian kekerasan pada anak di Indonesia memang tinggi dan itu mengkhawatirkan,” ungkap Aulia.

Baca Juga: Pemprov DKI Siapkan Rp171 Miliar Untuk Bantu Siswa Sekolah Swasta

Aulia memberikan contoh nyata kekerasan emosional pada anak. Merendahkan kemampuan anak dalam belajar dan menerapkan pola pendisiplinan anak yang tak tepat merupakan kekerasan.

Untuk itu, pemerintah berperan dalam membantu orang tua dan anak untuk memahami apakah mereka terdampak pandemi secara psikologis.

Gejala-gejala umum yang dapat diamati adalah menurunnya semangat untuk menjalankan aktivitas, mudah marah, dan cepat kehilangan konsentrasi itu memang normal namun tetap harus diperhatikan jika terjadi secara berkepanjangan.

“Jangan lupa bahwa ketika kita ingin mendukung anak dan remaja, kita juga harus memperhatikan kesehatan jiwa orang tuanya, membantu mereka memahami diri sendiri, bisa memilih cara menangani, dan cara untuk mendapat pertolongan,” Aulia menandaskan.

Baca Juga: Tiba di Indonesia, 2.400 Vaksin Sinovac Bakal Digunakan Untuk Uji Klinis Fase 3

Sebagai kepanjangan tangan pemerintah, Kementerian Kesehatan membuat regulasi yang menitikberatkan arah dari setiap kebijakan pada terwujudnya masyarakat yang peduli pada kesehatan jiwa. Kemenkes juga berkolaborasi dengan UNICEF dengan cara menjaga imunitas.

“Imunitas penting dalam konteks covid, jangan sampai tadi kesehatan jiwa dia turun, kemudian mengganggu imunitas yang dibutuhkan di dalam Covid ini,” Fidiansjah menuturkan.

Untuk itu, Fidiansjah menggaungkan slogan “Atasi Covid dengan Cerdik Ceria.”

C- Cek kondisi kesehatan secara berkala

E- Enyahkan asap rokok

R- Rajin aktivitas fisik

D- Diet sehat dengan kalori

I- Istirahat yang cukup

K- Kendalikan stress

C- Cerdas intelektual emosional dan spiritual

E- Empati dalam berkomunikasi efektif

R- Rajin beribadah sesuai agama dan keyakinan

I- Interaksi yang bermanfaat bagi kehidupan

A- Asah, Asih, dan Asuh tumbuh kembang dalam keluarga dan masyarakat

“Jaga kesehatan fisik dan jiwa untuk kelola stress, berobat dan konsultasi ke rumah sakit jika mengalami gejala penyakit apapun, dan bila membutuhkan dukungan kesehatan fisik dan jiwa hubungi Call Center yang sudah tersedia,” Fidiansjah memungkasi. (Al-Hanaan)

Foto: Dume Sinaga – KOMBEN BNPB

Advertisement

Properti

Potensi Raksasa Township untuk Pengembangan Hunian

Published

on

Pengembangan township menghadirkan potensi hunian yang baik. (Digital Marketing)
Pengembangan township menghadirkan potensi hunian yang baik. (Digital Marketing)

mycity.co.id – Pengembangan township yang didukung dengan infrastruktur masif menghadirkan berbagai potensi properti baik hunian hingga komersial.

Township yang lengkap dan masih akan terus berkembang menjadi daya tarik besar bukan hanya untuk kawasannya tapi juga wilayah lain.

Banyak kalangan yang menyebut sektor properti merupakan salah satu sektor bisnis yang tidak terpuruk.

Meski dihantam pandemi Covid-19, disusul dengan situasi perekonomian global yang memburuk. Sektor properti di Indonesia juga tetap mencatatkan pertumbuhan kendati tidak sebesar saat situasi krisis.

Pasar yang besar, peningkatan populasi, maupun perkembangan infrastruktur merupakan beberapa hal yang membuat sektor properti tanah air lebih resilient dibandingkan sektor lainnya.

Kawasan kota baru atau township juga menawarkan berbagai perkembangan dan value produk yang menarik seiring kawasannya yang masih sangat berkembang.

Potensi itu ditawarkan di salah satu wilayah koridor barat Jakarta yang banyak dikembangkan township oleh pengembang-pengembang nasional.

Kawasan Serpong, Gading Serpong, maupun wilayah lainnya di Tangerang Raya menawarkan potensi yang baik itu dengan perkembangan fasilitas maupun infrastruktur di kawasannya.

Menurut Senior Associate Director Capital Market & Investment Services Coolliers International Indonesia Aldi Garibaldi, situasi ini membuat kalangan pengembang kian percaya diri untuk menghadirkan produk baru di pengembangan kawasan township-nya khususnya yang berada di koridor barat Jakarta.

“Fenomena ini terjadi di township Gading Serpong, Tangerang, Banten, yang kawasannya dikelilingi infrastruktur maupun fasilitas yang masih akan terus berkembang<‘ ujarnya.

“Situasi ini membuat Gading Serpong bukan hanya dicari untuk lokasi hunian, tapi juga bisnis di mana kawasannya menjadi destinasi bukan hanya untuk Tangerang tapi seluruh kawasan Jabodetabek,” dia menambahkan.

Continue Reading

CityView

Masa Depan Bisnis Wisata di Tahun 2023 Cerah

Published

on

Masa depan pariwisata Indonesia di tahun 2023 cerah. (kompas)
Masa depan pariwisata Indonesia di tahun 2023 cerah. (kompas)

mycity.co.id – Pertumbuhan ekonomi nasional di tahun 2023 mendatang menjadi perhatian sejumlah lembaga keuangan dunia. Lembaga dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 0223 cukup baik.

“Berbagai lembaga dunia, baik itu OECD, IMF, World Bank, ADB (Asian Development Bank) itu memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kita antara 4,7 sampai 5,1% di tahun depan,” ujar Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Ia menjelaskan proyeksi tersebut didasarkan pada peningkatan penanganan risiko COVID-19 dan percepatan vaksinasi yang relatif baik, dukungan fungsi APBN fiskal sebagai shock absorber, harga-harga komoditas yang tinggi, dan sukses presidensi G20 yang meningkatkan kredibilitas Indonesia di pasar internasional.

“Kemudian yang kedua, tentu kita memperhatikan lingkungan geopolitik global, inflasi global, scarring effect terhadap inflasi, kemudian cuaca ekstrem, dan terkait dengan inflasi,” tambahnya.

Oleh sebab itu, Airlangga memperkirakan inflasi dapat terkendali di angka 5,34 sampai 5,5% sampai akhir tahun. Sebelumnya, inflasi Indonesia tercatat di angka 5,9%, 5,72%, dan terakhir 5,34%.

Pariwisata Indonesia di Tahun 2023 Cerah

Di sisi lain, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno tetap optimistis terkait pariwisata Indonesia di tahun 2023.

Dia menyatakan, di tengah kondisi ketidakpastian global, Sandi optimistis pergerakan wisatawan nusantara bisa tercapai 1,2 hingga 1,4 miliar pergerakan.

“Optimis, kita bisa mencapai target pergerakan wisatawan Nusantara 1,2 sampai 1,4 miliar pergerakan wisata nusantara,” kata Sandiaga Uno dalam siaran langsung Profit CNBC Indonesia TV.

Sandi juga menyatakan kunjungan wisatawan mancanegara yang akan dibidik untuk ambang batas bawah berada di angka 3,6 juta kunjungan. Batas atas 7,2 juta kunjungan. Di mana angka tersebut juga merupakan dua kali lipat dari target kunjungan pada tahun 2022.

“Optimis kita bisa menarik wisatawan yang lebih berkualitas dan berkelanjutan. Dan sangat optimis untuk penciptaan 4,4 juta lapangan kerja baru di tahun 2024,” ujarnya.

Sandi menyampaikan, pihaknya saat ini tengah Menyusun paket bangga berwisata di Indonesia. Hal ini melihat dari banyaknya generasi muda yang mulai mengambil ancang-ancang menyiapkan liburan. Namun, lanjut dia, banyak dari mereka yang ternyata belum mengetahui destinasi wisata menarik di Indonesia.

Oleh karena itu, untuk memaksimalkan pergerakan wisatawan nusantara yang ditargetkan 1,2 sampai dengan 1,4 miliar pergerakan atau perjalanan wisata nusantara, Kemenparekraf telah meluncurkan program Beti Dewi (Beli Kreatif Desa Wisata).

Continue Reading

Bisnis

TransJakarta Dukung Mobilitas Kodam Jaya

Published

on

TransJakarta bagikan kartu layanan pelanggan pada TNI AD

TransJakarta bagikan kartu layanan pelanggan pada TNI AD

mycity.co.id Sebagai pelaksanaan dari Pergub No.133/2018, PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) menyerahkan kartu layanan kepada TNI Angkaran Darat Kodam Jaya pada Jumat, 9 Desember 2022. Penyerahan kartu tersebut dimaksudkan agar anggota Kodam Jaya dapat memanfaatkan transportasi publik untuk berkegiatan.

Penyerahan ini dilakukan langsung oleh Dirut TransJakarta M. Yana Aditya kepada Pangdam Jaya Mayjen TNI Untung Budiharto. Selain itu juga hadir Kadis Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Syafrin Liputo dan Direktur Komersial dan Kelembagaan Bank DKI Herry Djufraini.

Berdasarkan Pergub DKI Jakarta No.133/2018 tentang pelayanan TransJakarta gratis dan bus gratis bagi masyarakat, terdapat 15 kelompok yang dilayani oleh TransJakarta dan Bank DKI untuk mendapatkan Kartu Layanan Gratis demi mendukung mobilitasnya, salah satunya adalah TNI.

“Penyerahan kali ini, merupakan tahap pertama dari 16 ribu kartu yang diserahkan untuk prajurit Kodam Jaya yang didukung penuh oleh Bank DKI sebagai penerbit kartu,” ujar Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan TransJakarta Anang Rizkani Noor.

Penyerahan kartu layanan yang merupakan bagian pelaksanaan dari Nota Kesepahaman kedua pihak ini ditargetkan tahapan penyerahannya selesai Februari 2023 mendatang.

Continue Reading
Advertisement

Trending