Connect with us

CityView

Lima Masjid di Lombok Ini Punya Sejarah Menarik, Simak Selengkapnya!

Published

on

masjid

Kunjungan Effendi Zarkasih selaku Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama yang berkunjung ke Lombok pada tahun 1970 membuat Lombok dijuluki “Pulau Seribu Masjid”. dalam rangka peresmian Masjid Jami’ Cakranegara, Effendi terpesona kala melihat banyaknya bangunan masjid di Lombok dan secara spontan, dirinya mencetuskan julukan Lombok sebagai Pulau Seribu Masjid.

Selain dikenal dengan pesona alamnya, pulau yang terletak di Nusa Tenggara Barat juga menjadi salah satu pilihan destinasi wisata religi di Tanah Air.

Julukan tersebut bukan tanpa dasar. Seorang dosen Institut Teknologi Bandung (ITB), Taufan Hidjaz mencatat terdapat sebanyak 3.767 masjid besar dan sebanyak 5.184 masjid kecil yang tersebar di 518 desa di sana. Mayoritas suku Sasak, suku asli Lombok, mayoritasnya memang menganut agama islam sehingga masjid dipandang sebagai simbolisme penting yang mudah ditemukan di seluruh pulau.

Berikut adalah lima masjid yang cukup bersejarah di Lombok:

  • Masjid Raya Hubbul Wathan Islamic Center Mataram

Terletak di jantung pusat kota Mataram, Masjid Raya Hubbul Wathan Islamic Center atau yang disebut Islamic Center Mataram ini merupakan bangunan rumah ibadah baru yang dibangun pada tahun 2010 lalu. Namun, masjid ini baru diresmikan tiga tahun sesudahnya.

Masjid ini memiliki empat lantai, lima kubah, serta dikelilingi oleh lima menara. Tentu cukup besar dan berdiri di lahan seluas 74,749 meter persergi. Masjid ini menjadi ikon pusat kebudayaan islam, destinasi wisata religi, aktivitas keagamaa, pusat pendidikan peradaban Islam di NTB, dan sebagai gelaran pasar seni.

Baca Juga:

  1. Lampu Warna Warni di Masjid Istiqlal Viral, Pengelola: Sementara Saja
  2. Karafuru Carnival, Destinasi Wisata Keluarga di Ujung Jakarta
  3. Inilah 5 Makanan Unik dari Berbagai Daerah yang Hanya Ada di Bulan Ramadan

Arsitektur masjid ini unik dan menjadi daya tarik tersendiri. Nampak di bagian kubahnya, ada desain motif batik sasombo yang merupakan batik perpaduan warna dari suku Sasak, Samawa, dan Mbojo, yang berwarna dan menyala ketika malam tiba.

Masjid ini juga punya sebuah menara setinggi 99 meter sebagai lambang dari 99 Asma’ul Husna. Di sekitar menara tersebut, masih ada empat menara lain dengan ketinggian 66 meter. Pengunjung diperbolehkan naik ke atas menara dengan menggunakan lift untuk melihat pemandangan di sekitarnya.

  • Masjid Bayan Beleq

Masjid ini didirikan pada abad ke-16 Masehi. Merupakan masjid tertua sebab dibangun pada awal mula berkembangnya Islam di Lombok. Masjid ini didirikan di Desa Bayan.

Adapun nama Beleq dalam bahasa Sasak berarti makam besar, hal ini sesuai dengan kondisi di sekitar rumah ibadah yang terdapat makam-malam dari tokoh agama Islam seperti Plawangan, Karang Salah, Anyar, Reak, Titi Mas Penghulu, Sesait, dan tokoh-tokoh lain yang ikut membangun dan mengurus masjid sejak awal.

Masjid ini terbilang unik dan vintage sebab terbuat dari bambu dan kayu, serta dibangun di atas bukit dengan ketinggian 5 meter dari permukaan tanah. Masjid dengan ukuran 9×9 meter ini nampak menyaru dengan rumah-rumah di sekitarnya.

Konstruksi masjid ini menggunakan anyaman bambu, fondasi dari batu kali, dan atapnya terbuat dari tumpang bambu.

Masjid kuno di Lombok ini merupakan masjid wetu telu, yaitu ptaktik keagamaan sebagian masyarakat Suku Sasak yang hanya menjalankan tiga rukun Islam, yaitu membaca dua kalimat syahadat, salat, dan berpuasa. Di sisi lain, mereka juga percaya kepada roh suci para nenek moyang dan kekuatan gaib dari benda-benda.

  • Masjid Nurul Bilad Mandalika

Beralih ke Kawasan Ekonomi Ekslusif (KEK) di Mandalika, Kuta, Lombok Tengah. Selan menyajikan objek panorama wisata alam, rupanya di KEK Mandalika ada masjid bersejarah nan megah yang dibangun di atas lahan seluas 8 hektare. Yakni Masjid Nurul Bilad.

Masjid ini secara arsitektur mirip dengan Masjid Kuno Bayan. Atapnya berbentuk limas dan bangunannya persegi. Masjid ini diklaim dapat menampung lebih dari 4 ribu orang dan memiliki dua lantai strategis.

Masjid ini hanya berjarak sekitar 400 meter dari pantai Kuta. Tak ayal, banyak turis yang menjadikan masjid ini sebagai salah satu tujuan wisata religi. Adapun nama Nurul Bilad ini berarti Cahaya Bangsa-Bangsa. Nama ini diambil sebab merepresentasikan lokasi dari masjid ini yang strategis untuk dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah dan benua.

  • Masjid Agung Praya

Masjid yang diperkirakan dibangun sejak tahun 1979 ini terletak di Kota Praya, Lombok Tengah. Masjid dengan arsitektur modern dengan dominasi warna putih biru ini dulunya menempati lahan pemerintah yang bekas perkebunan tebu dengan masih berbentuk sebagai musala.

Akan tetapi, kini bangunan masjid ini sudah diperluas menjadi 1000 meter persegi dengan luas tanah 10 ribu meter persegi. Menjadikan masjid ini salah satu masjid terbesar di Lombok yang dapat menampung 10 ribu jemaah.

  • Masjid Rambitan

Masjid Rambitan ini pada awal pendiriannya masih terkait dengan perkembangan Islam Watu Telu. Masjid ini diperkirakan berdiri sejak abad ke-16 dan terletak di Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Lokasi masjid ini juga berada di kaki bukit dan di sekitarnya terdapat rumah penduduk, Desa Sade, dan Pantai Kuta Lombok.

Masjid ini memiliki ukuran yang lebih kecil dari Masjid Bayan Beleq. Yakni hanya sekitar 7×7 meter dengan sebuah pintu rendah sehingga harus membungkuk untuk masuk ke dalam.

Bagian atap masjid ini terbuat dari alang-alang dan ijuk dan beratap tumpang. Di dalamnya juga terdapat empat tiang saka guru, mimbar, serta mihrab.

Itulah sederet masjid-masjid bersejarah di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Tertarik untuk mengunjungi dan beribadah di sana?

CityView

Meraih Kemerdekaan dan Kedigdayaan: Amerika Serikat Melompat Jauh Ke depan

Published

on

ilustrasi patung liberty

Amerika tidak akan pernah dihancurkan dari luar. Jika kita goyah dan kehilangan kebebasan kita, maka kita menghancurkan diri kita sendiri”, – Abraham Lincoln

Kini raksasa dunia kian melonglong. Negara Adidaya Amerika Serikat menerima tantangan dari raksasa lain, dari benua yang kaya akan mitos, sejarah dan budaya. China meraung dan memamerkan taringnya dalam unjuk gigi perang dagang.

Negara China mengobarkan semangat mengembalikan kejayaan perdagangan yang telah terkubur berabad-abad silam.

Sementara Amerika Serikat ‘memaksakan diri’ untuk melanjutkan posisi sentralnya sebagai negara penguasa perekonomian global. Sayangnya, artikel ini hanya mengupas sejarah Amerika Serikat merangkak menuju digdaya.

Semua bermula pasca Deklarasi Kemerdekaan, bangsa Amerika telah memperoleh kemerdekaan pada 4 Juni 1776. Founding Father Amerika bukan saja mengumumkan kelahiran sebuah negara baru, melainkan juga mencanangkan sebuah filosofi kebebasan manusia.

Seiring sejalan, negara Amerika senantiasa berusaha meningkatkan kemakmuran rakyatnya melalui upaya diplomatik, yang di kemudian hari menjelma menjadi imperium raksasa, bahkan mempengaruhi segala penjuru bangsa di berbagai belahan dunia.

Demi mematahkan kepentingan Inggris, negara baru Amerika mengoptimalkan kinerja diplomatik dan mengadakan penetrasi militer terhadap pelabuhan dagang yang berada dalam kekuasaan Inggris (pelabuhan dagang West Indies).

Pemerintah negara baru Amerika menjalin relasi dengan para pedagang, terutama yang berkebangsaan Amerika, sehingga Inggris tersudutkan dan terpaksa membuka pelabuhan lainnya di daerah koloninya.

Langkah sukses berupaya dipertahankan, bahkan negara baru tersebut terus-menerus menggerogoti imperium Inggris di benua Amerika.

Baca Juga:

  1. Mengenal Presiden Amerika Tersingkat
  2. Ambang Kehancuran Meksiko
  3. Asmara di Tengah Konflik: Kisah Cinta Para Pejuang di Masa Revolusi Fisik

Bangsa Amerika menyakini revolusi ini merupakan tonggak awal untuk mengakhiri kolonialisme Eropa sekaligus pertanda kebangkitan imperium raksasa yang akan menguasai daratan dan lautan.

Relatif cukup lama, bangsa Amerika menyusun pilar-pilar imperium kontinental, terlebih mengembangkan perdagangan yang mengusung perekonomian pasar ekspansif dengan target seluruh penjuru dunia, guna menggantikan posisi dan peran bangsa Eropa (Portugal pada abad ke-16; Belanda pada abad ke-17; Inggris pada abad ke-18).

Akhir abad ke-20, bangsa Amerika boleh bangga atas prestasinya yang mempengaruhi bangsa-bangsa di dunia, baik dari segi politik, ekonomi, militer maupun budaya.

Semenjak perang dingin (cold-war) usai, Uni Soviet tumbang, dan Amerika Serikat terangkat menuju podium tertinggi panggung dunia.

Kemajuan Amerika Serikat dapat dilacak, berawal dari penetapan kebijakan luar negeri guna melakukan ekspansi agresif ke beberapa wilayah disekitarnya.

Dengan menjunjung nilai-nilai kebebasan individu, Amerika Serikat menunjukkan sikap dan ketegasannya dalam kebijakan politik luar negerinya.

Setiap ekspansi militer mengusung kepentingan perekonomian Amerika, karena prinsipnya tak jauh beda dengan kolonialisme Eropa, yang membonceng perusahaan dibalik tank dan ribuan serdadu bersenjata.

Tahun 1776, Amerika Serikat sudah terdiri dari 13 negara bagian yang harus menghadapi negara-negara imperalis Eropa, seperti Inggris, Perancis dan Spanyol.

Oleh karena itu, menurut David F. Burg dalam The America Revolution, Amerika Serikat berperan aktif mengupayakan cara diplomasi untuk menjaga dan memperluas wilayah teritorialnya. Ekspansi militer pun berlangsung sporadis sejak zaman koloni.

Para pionir Amerika menjelajah ke arah barat untuk membuka lahan-lahan baru sampai ke pegunungan Appalachian.

Setelah mendapatkan wilayah Lousina, Amerika Serikat masih dihadapkan dengan ancaman dari Inggris yang masih menguasai wilayah Canada.

John Soule dalam Garis Besar Sejarah America melanjutkan, terpikat oleh tanah yang subur yang belum pernah dijumpai, mendorong para perintis berdatangan ke pegunungan Appalachian dan daerah disekitarnya.

Hingga pada 1790, penduduk daerah lintas pegunungan Appalanchian berkembang mencapai angka 120.000 jiwa.

Keadaan Negara terus berkembang mantab, disusul migrasi dari Eropa meningkat. Penduduk Amerika pun mulai pindah kearah barat.

Penduduk New England dan Pennsylvania beranjak ke Ohio, sedangkan orang-orang Virginia dan Carolina masuk ke Kentucky dan Tennessee.

Lahan pertanian yang bagus bisa dimiliki dengan harga murah, tenaga kerja sangat dibutuhkan.

Faktor yang paling utama adalah meningkatnya perkembangan industri kapas yang sangat besar di wilayah selatan yang terdorong oleh pengenalan jenis-jenis baru teknologi pembangunan.

Perang tahun 1812, dalam batas tertentu merupakan perang kemerdekaan kedua, karena sebelumnya Amerika Serikat masih dianggap setara dengan rumpun bangsa terjajah lainnya.

Dengan diakuinya negara baru Amerika, banyak kesulitan serius yang menerjangnya. Persatuan nasional di bawah konstitusi membawa keseimbangan antara kemerdekaaan dan ketertiban.

Utang nasional yang rendah dan tanah yang luas menunggu untuk diolah menjadi modal utama yang diharapkan dapat menunjang kemakmuran dan kemajuan negara baru tersebut.

Melalui semangat itulah kemudian Amerika berkeinginan menyalurkan hasratnya dengan mengadakan ekspansi dan politk luar negerinya.

Continue Reading

CityView

Bikin Penasaran Dunia, Ini 7 Misteri di Indonesia yang Belum Terpecahkan

Published

on

By

Ilustrasi Misteri di Indonesia yang Belum Terpecahkan

Beragam mitos yang saat ini masih terjadi, pasti tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Di mana mitos atau misteri tersebut datang dari berbagai wilayah di Tanah Air.

Berikut mycity telah merangkum untuk cityzen 7 misteri di Indonesia yang belum terpecahkan:

Kerajaan Ghaib Laut Selatan dan Nyi Roro Kidul

Kerajaan Ghaib di Laut selatan dan kisah Nyi Roro Kidul ini diyakini oleh sebagian besar penduduk Indonesia. Namun sampai kini masih menjadi misteri dan kisah legenda yang dipercaya banyak orang, terutama bagi masyarakat Pulau Jawa terkait keberadaan Nyi Roro Kidul sebagai penguasa pantai selatan.

Larangan memakai baju berwarna hijau saat berada di pantai selatan pun merupakan salah satu mitos yang berkembang di tengah masyarakat Tanah Air. Diyakini Nyi Roro Kidul tidak suka dengan orang yang memakai baju berwana hijau kala datang ke pantai tersebut.

Situs Gunung Padang

Selanjutnya, Gunung Padang yang berada di Cianjur, Jawa Barat yang menyimpan misteri mengenai penemuan situs megalitikum terbesar di Asia Tenggara. Jika dibandingkan dengan luas Candi Borobudur, tempat ini memiliki luas dua puluh kali.

Situs tersebut masih menyimpan banyak misteri sampai saat ini. Dipercaya Situs Gunung Padang memiliki usia yang sama dengan Piramida di Mesir, bahkan dikatakan lebih tua.

Baca Juga:

  1. Dikenal Sebagai Kota Pahlawan, Inilah Sederet Rekomendasi Wisata Sejarah di Surabaya
  2. Keris dan Perubahan Budaya bagi Masyarakat Jawa
  3. Gua Liang Bua, Rumah Manusia Kerdil Indonesia dari NTT

Piramida Sadahurip di Garut

Tak hanya Situs Padang saja ternyata yang disebutkan lebih tua dari Piramida di Mesir, melainkan Piramida Sadahurip di Garut pun juga demikian. Bahkan kebenaran tentang Piramida Sadahurip masih menjadi hingga sekarang.

Dusun Karang Kenek

Karena hanya dihuni oleh 26 kepala kelurga dan tidak boleh lebih, Dusun Karang Kakeng termasuk ke dalam dusun yang unik. Dipercayai akan ada penduduk yang meninggal atau memutuskan untuk pindah jika desa ini diisi lebih dari angka tersebut.

Suku Lingon yang Bermata Biru

Suku Lingon yang berada di Halmahera tentu sangat menarik perhatian bagi banyak orang. Hal ini dikarenak suku Lingon yang mempunyai ciri fisik tidak sama dengan kebanyakan masyarakat Indonesia. Mereka bertubuh besar dan tinggi, berambut pirang, berkulit putih hingga memilki bola mata berwarna biru layaknya orang Eropa.

Suku Mante di Aceh

Masih menjadi misteri sampai saat ini tentang keberadaan suku Mante di Aceh. Kamera seorang pengendara motor tidak sengaja menangkap sesosok manusia yang dipercaya adalah orang dari suku Mante pada tahun 2017. Sebagian besar orang percaya bahwa suku ini telah punah. Akan tetapi juga banyak meyakini jika suku mante masih ada dan pelosok hutan di Aceh merupakan tempat mereka.

Benteng Raksasa di Bawah Laut Papua

Ilustrasi Benteng Raksasa di Bawah Laut Papua

Sebuah penampakan yang menyerupai benteng raksasa yang berada di bawah laut Papua sempat ditangkap oleh satelit luar angkasa. Namun kebenaran akan adanya Benteng raksasa itu masih menjadi misteri hingga kini.

Continue Reading

CityView

Mengenal Ha Anim, Provinsi Baru di Papua

Published

on

By

Ha Anim, Provinsi Baru di Papua

Terdapat provinsi baru di Papua, yakni Papua Selatan (Ha Anim). Marind Anim dan Asmat merupakan sejumlah suku yang mendiami wilayah tersebut.

Provinsi ini dengan ibu kota Marauke meliputi empat kabupaten seperti Kabupaten Merauke, Kabupaten Mappi, Kabupaten Asmat, dan Kabupaten Boven Digoel.

Badan Penghubung Pemerintah Provinsi Papua Anim Ha adalah wilayah terluas sekaligus kawasan terdepan Indonesia yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini, dikutip dari laman penghubung.papua.go.id.

Sementara itu masyarakat Marin Anim yang tinggal di wilayah itu, hidup di dalam kampung-kampung yang biasanya memiliki sebuah rumah untuk para lelaki remaja. Di mana rumah itu biasa disebut gotad.

Baca Juga:

  1. Mengadu Nasib di Kota: Migrasi Orang-Orang Madura ke Surabaya
  2. Kapitalisme di Ujung Kota: Tumbuhnya Kapitalisme di Perkebunan Kampung Medan Putri
  3. Surabaya dalam Struktur Kota Bawah: Benteng yang Mengelilingi Kota

Kemudian berdiri rumah-rumah keluarga (oram aha) atau rumah kaum wanita yang lebih kecil ukurannya di sekitar gotad. Sedangkan suku Asmat di sini terbagi menjadi dua, yaitu ada yang tinggal di pesisir pantai dan ada juga yang hidup di pedalaman. Perbedaan cara hidup, sturktur sosial dan ritual tentu tercipta dari kedua populasi ini.

Diketahui, dengan melalui Pengembangan Kawasan Pangan Merauke (PKPM), Pemerintah Provinsi Papua menetapkan Anim Ha sebagai pusat pengembangan pangan.

Tidak hanya itu saja, kawasan Anim Ha juga menjadi pusat pengembangan perkebunan untuk karet dan sawit serta tanaman tebu. Selain itu pengembangan perikanan di Merauke dan Asmat, pengembangan wisata budaya Asmat, dan pengembangan peternakan sapi di Merauke.

Continue Reading

Trending