Connect with us

Inspirasi

Leo Koguan, Miliarder Kelahiran Indonesia yang Kaya Raya Akibat Tesla

Published

on

Leo Koguan

Leo Koguan adalah seorang pria kelahiran asal Indonesia yang berhasil menjadi miliarder, dan kini menjadi warga negara Amerika Serikat (AS).

Lahir di Indonesia pada tanggal 15 Februari 1955, Leo Koguan kini mampu memiliki banyak saham. Atas hal ini lah kini dirinya menjadi sorotan, terlebih setelah kekayaannya bertambah berkat kepemilikannya di saham Tesla, perusahaan mobil listrik milik Elon Musk.

Leo Koguan juga tidak lain merupakan seorang penggemar dari Elon Musk. Dirinya juga memiliki banyak saham, seperti Baidu, Nvidia, China Mobile, dan Nio. Setelah itu, dikarenakan ia sangat mengidolakan Elon Musk, membuatnya dengan mudah percaya dan langsung membeli saham Tesla untuk investasi jangka panjang.

Saham Tesla dikabarkan meroket lebih dari 1,440% pada bulan Maret 2021. Hal ini membuat seorang Leo Koguan mendadak kaya akibat Elon Musk. Setelah itu, menurut catatan Forbes pada tanggal 24 September 2021, Leo Koguan diinfokan memiliki saham Tesla sebanyak 6,3 juta.

Oleh sebab itu, kini Leo Koguan menjadi pemegang saham terbesar ketiga di Tesla. Kemudian Leo Koguan juga masuk ke dalam daftar Forbes Billionaires 2021, Forbes mengungkapkan kekayaan Leo Koguan kini sebesar Rp 130 triliun.

Baca Juga:

  1. Merah Putih Fund, Solusi Jitu Pemerintah Jaga Startup Indonesia dari Intervensi Asing
  2. Tak Ikut Kemajuan Digitalisasi, Erick Thohir: Perusahaan BUMN Bakal Jadi Dinosaurus
  3. Resmi, Elon Musk Jadi Orang Terkaya di Dunia

Leo Koguan menikah dengan Thai Lee pada tahun 1989, ketika setelah ia menerima gelar Master dari Columbia dan gelar hukum dari New York Law School. Istrinya merupakan CEO dari SHI Internasional. SHI internasional itu sendiri adalah sebuah perusahaan penyedia produk dan layanan teknologi milik swasta, yang berkantor pusat di Somerset, NJ. SHI memiliki pelanggan di sektor nirlaba, swasta, dan publik. SHI telah dihitung di antara 15 penyedia solusi TI terbesar di Amerika Utara.

Sebelum menjadi seperti seperti sekarang, Leo Koguan juga memiliki beberapa prestasi ataupun jabatan yang membuatnya menjadi sosok yang hebat dan sukses. Berikut fakta unik mengenai perjalanan bisnis seorang Leo Koguan;

-Seorang pencipta XuanYuan Culture and Civilization 2.0
-Pendiri Sekolah Hukum Koguan
– Menjadi wali kehormatan Universitas Shanghai Jiao Tong
-Menjadi wali kehormatan Universitas Tsinghua
-Menjadi wali kehormatan Universitas Peking
-Menjadi wali amanat Universitas Fudan
-Menjadi wali amanat Global Emeriti dari Asia Society

Meski perjalanan bisnisnya yang dinilai begitu cemerlang, akan tetapi Leo Koguan juga pernah mengalami situasi yang tidak mengenakan. Yaitu tepat pada awal pandemi covid-19, dirinya bangkrut dan menjual sebagian portofolio miliknya.

Advertisement

Inspirasi

Keren! Mahasiswa Asal Jember Jadi WNI Pertama Kerja di Pabrik Tesla Jerman

Published

on

By

Kevin Nizam Nabila, Warga Negara Indonesia (WNI) pertama yang bekerja di pabrik produksi mobil Tesla milik Elon Musk.

Pria asal Jember, Jawa Timur bernama Kevin Nizam Nabila menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pertama yang bekerja di pabrik produksi mobil Tesla milik Elon Musk.

Diketahui, dirinya merupakan pria kelahiran tahun 1997. Kevin bekerja di Gigafactory Tesla yang merupakan salah satu perakitan mobil Tesla di Berlin, Jerman. Di mana pada Maret 2022 pabrik itu resmi dioperasikan.

Ketika pabrik tersebut belum rampung mengurus perizinan operasi ke Pemerintah Jerman, tepatnya pada 2021 ia melamar kerja di Tesla Jerman. Kemudian usai beroperasi, kevin mulai bekerja sebagai junior production engineer pada 16 Mei.

Demi menjaga kualitas produksi Tesla model Y, Kevin bertugas dalam manufaktur serta mengoperasikan robot produksi.

Baca Juga:

  1. Ini Dia 10 Kampus Swasta Terbaik Indonesia Versi THE Impact Rankings 2022
  2. Sadiq Khan, Wali Kota Muslim Pertama London yang Merangkul Semua Golongan
  3. Cerita Nikhil Kamath, Dulu Jualan HP Bekas Kini Jadi Crazy Rich Berharta Rp21,7 Triliun

Mengutip dari laman CNNIndonesia.com pada Minggu (22/5/2022) “Bangga bisa menjadi pegawai Tesla apalagi baru Kevin orang Indonesia pertama di sini.”

Selain itu dirinya juga mengungkapkan terkait proses rekrutmen di sana. Kevin mengirim lamaran serta esai yang sesuai dengan posisi lamaran ke perusahaan ketika lulus S1 pada Juni 2021 lalu.

Selanjutnya pada September dirinya mendapatkan undangan wawancara kerja. Kemudian dilanjutkan dengan tahap seleksi, yakni tes dasar elektro dan produksi mobil.

“Saya dapat melaluinya dengan baik karena memiliki pengalaman magang sebelum masuk kuliah di Mercedes Benz di kota Rastatt, Jerman,” terang Kevin.

Continue Reading

Inspirasi

The Sage of Monticello, Kisah Anak Ajaib dari Perkebunan Virginia

Published

on

lukisan thomas jefferson

It is the strong in body who are both the strong and free in mind ~ Peter Jefferson”

Washington, DC, Musim Dingin 1801. Terik cahaya matahari menyilaukan membangunkan Thomas Jefferson dari tidur pulasnya. Spontan Thomas Jefferson menganyunkan kakinya yang panjang dari kasurnya menuju baskom berisi air.

Bagi Thomas Jefferson mendinginkan kaki merupakan upaya menjaga kesehatan, jadi aktivitas semacam itu telah menjadi kebiasaannya seumur hidupnya.

Saat masih berkebun di perkebunan dekat Blue Ridge Virginia, setiap pagi Thomas Jefferson membawa ember logam untuk ditaruh di lantai sebelah ceruk di mana ia tidur.

Kini, Thomas Jefferson berusia hampir lima puluh delapan tahun. Rambut hitamnya mulai memutih, kulit berbintik-bintik kemerahan di masa mudanya yang selalu rentan terhadap matahari kini mengernyit sedikit. 

Sorot matanya tajam namun sulit dipahami, ada yang menggambarkan bola matanya berwarna biru meskipun ada pula yang berkata bola matanya berwarna cokelat. Akan tetapi semua sepakat, jika Thomas Jefferson memiliki rahang kuat dengan gigi yang besar.

John Meacham dalam bukunya Thomas Jefferson; The Art of Power menulis, sejak awal Februari 1801, ia terlibat dalam kekacauan dan berupaya menenangkannya dengan merendam kakinya pada baskom berisi air.

Thomas Jefferson terjerumus dalam kegundahan menunggu hasil pemilihan umum di mana ia telah menantang John Adams dan akan mengalahkannya pada pemungutan suara.

Thomas Jefferson lahir pada 13 April 1743 di area perkebunan Shawell yang terletak tepat di luar Charlottesville, Virginia. Thomas Jefferson adalah anak ketiga dari sepuluh bersaudara.

Ibunya, Jane Randolph Jefferson berasal dari keluarga yang mengklaim masih keturunan dari Inggris-Skotlandia sedangkan ayahnya, Peter Jefferson, merupakan seorang petani sukses, surveyor terampil dan kartografer handal yang bisa menghasilkan peta pertama Provinsi Virginia dengan akurat.

Thomas Jefferson senang bermain-main di hutan. Ia juga rutin berlatih biola dan gemar membaca. Pendidikan formalnya dimulai pada usia sembilan tahun, ia mempelajari bahasa Yunani dan Latin di sebuah sekolah swasta lokal yang dijalankan oleh Pendeta William Douglas. Saat usianya menginjak 14 tahun, ia belajar bahasa klasik, sastra dan matematika dari Pendeta James Meury.

Sejak tahun 1760, Thomas Jefferson mendalami filsafat, sastra dan sejarah di College of William and Mary di Williamsburg, ibukota Provinsi Virginia.

Thomas Jefferson harus menelan mentah-mentah perasaan kecewanya, ternyata disana hanya berisi pelajar-pelajar penyuka pertaruhan pacuan kuda, terobsesi hubungan percintaan dan gemar menghabiskan waktu bermain kartu. 

Baca Juga:

  1. Ambang Kehancuran Meksiko
  2. 5 Fakta Unik Thailand Izinkan Warga Tanam Ganja di Rumah
  3. Anak Menangi Pilpres Filipina, Inilah Keluarga Marcos yang Penuh Kontroversial

Setamat belajar College of William and Mary Thomas Jefferson menemui pakar-pakar keilmuan seperti Profesor William dan Letnan Gubernur Francis Fauquier.

Ia juga belajar ilmu hukum dari George Wythe, seorang pengacara terkemuka. Selama lima tahun belajar dengan George Wythe, Thomas Jefferson langsung menjelma menjadi salah satu pengaca paling terpelajar di Amerika.

Selama menekuni profesi sebagai pengacara, Thomas Jefferson hampir memenangkan semua kasusnya.

Selama itu pula, Thomas Jefferson mengenal dan mencintai janda terkaya di Virginia, Martha Wayles Skelton. Akhirnya, mereka menikah pada tanggal 1 Januari 1772 dan dikaruniai enam anak.

Thomas Jefferson pernah membacakan catatan-catatan tentang cita-citanya kepada temannya, Will Fleming. Thomas Jefferson dan Will Fleming merupakan pemuda yang berkemauan keras dan selalu optimis terhadap masa depannya.

Jefferson dan Fleming akan membeli perkebunan, menikah dengan perempuan setempat, mendirikan rumah bersebelahan dan bekerja di pengadilan yang sama.

Thomas Jefferson menikahi Rebecca Burwell sedangkan Will Fleming menikahi Sukey Potter. Thomas Jefferson terus-menerus berusaha mewujudkan rencana masa depan yang indah meskipun sejak remaja telah kehilangan ayahnya, Peter Jefferson.

Thomas Jefferson tumbuh dewasa dengan pandangan dunia sebagai bangsawan terpelajar. Lorri Glover dalam Founders as Fathers; the Private Lives And Politics of the American Revolutaniries menggambarkan bahwa Thomas Jefferson menjaga citra keluarganya sekaligus menjamin reputasinya dengan menemukan pendamping hidup yang tepat.

Rebecca Burwell adalah pilihan yang tepat. Gadis berparas jelita, cerdas dan cantik ini diasuh oleh pamannya, William Nelson, seorang politisi kaya dari keluarga terpandang meskipun pada akhirnya mereka bercerai.

Karir Politik Thomas Jefferson

Dilansir dari biography.com, Thomas Jefferson merupakan salah satu pihak oposisi radikal terhadap kebijakan Stamp Act yang dikomandoi oleh Patrick Henry dan George Washington.

Pada tahun 1774, Thomas Jefferson menulis Summary View of the Rights of British America sebagai penegasan atas sikapnya. Pada tahun 1775, ia menghadiri Kongres Kontinental Kedua dan ditunjuk oleh George Washington sebagai komandan.

Setahun kemudian, Kongres menunjuk Thomas Jefferson, John Adams, Benjamin Franklin, Roger Sherman dan Robert Livingston untuk menyusun Deklarasi Kemerdekaan.

Thomas Jefferson adalah penulis draft pertama yang berisi wasiat paling indah life, liberty, and the pursuit of happiness

Setelah menyusun Deklarasi Kemerdekaan, Thomas Jefferson kembali ke Virginia untuk mengisi jabatan sebagai anggota dari Virginia House of Delegates (1776-1779).

Thomas Jefferson merevisi undang-undang Virginia agar bisa selaras dengan cita-cita Amerika yang telah digariskan dalam Deklarasi Kemerdekaan.

Pada tahun 1777, Thomas Jefferson menulis Virginia Statuta yang bertujuan untuk melindungi kebebasan beragama masing-masing individu sekaligus mengatur  pemisahan gereja dan negara.

Dokumen itu merupakan prestasi paling membanggakan bagi Thomas Jefferson, meskipun pada akhirnya Virginia Statuta tidak diadopsi sebagai hukum resmi oleh Provinsi Virginia. 

Pada tahun 1797, Partai Republik mengusung Thomas Jefferson sebagai kandidat presiden. John Adams dari Partai Federalis, pesaing politik paling tangguh yang menang tipis atas Thomas Jefferson.

Oleh karena itu, John Adams berhasil menjadi presiden kedua Amerika dan secara otomatis Thomas Jefferson menjadi wakil presidennya.

Perbedaan pemikiran politik antara John Adams dan Thomas Jefferson mengakibatkan John Adams tidak mau berkonsultasi kepada wakil presidennya saat akan mengambil keputusan penting.

Selama empat tahun menjabat sebagai wakil presiden, Thomas Jefferson menulis panduan paling berguna dalam proses legislatif.

Pemilihan umum pada tahun 1804 memberikan Thomas Jefferson kemenangan mudah. Namun, ia masih kesulitan menyingkirkan lawan-lawan politiknya (Federalis) yang banyak menjabat sebagai hakim.

Sebagai presiden Amerika ketiga, Thomas Jefferson berusaha mengakhiri masalah bajak laut yang telah lama mengganggu pengiriman produk – produk Amerika.

Para perompak berasal dari Afrika Utara (Tunisia, Tripoli, Aljazair) yang menguasai perairan Mediterania dibasmi kapal perang Amerika, Louisiana Purchase. 

Tantangan eksternal masih berlanjut, serangkaian penaklukan Napoleon yang spektakuler atas Eropa daratan berujung pemboikotan atas semua jalinan perdagangan.

The Sage of Monticello

Aktivitas ekspor ke Eropa terhambat, perekonomian Amerika pun melemah sehingga memicu ketidakperacayaan dan kebingungan internasional.

Perang tahun 1812 atau Perang Kesalahan Komunikasi menandai berakhirnya masa jabatan Thomas Jefferson. Setelah pulang ke Monticello, pada tanggal 7 Maret 1825 Thomas Jefferson membuka Universitas Virginia, universitas sekuler pertama di Amerika yang menghidupkan kembali korespondensi antara politik, filsafat, sastra dan sejarah.

Krisis keuangan yang melebihi batas gaji pesiunannya mengakibatkan Thomas Jefferson terlilit hutang dan tidak mampu membayarnya sehingga terpaksa menjual seluruh buku di perpustakaan pribadinya.

Koleksi buku-buku Thomas Jefferson kini dapat ditemui di Perpustakaan Kongres. Thomas Jefferson meninggal dunia pada 4 Juli 1860, hanya selisih beberapa jam sebelum John Adams menyusulnya.

Rekan sekaligus musuh politiknya, John Adams dimakamkan bersamanya di tanah Messachuttes.

Kini, Thomas Jefferson tetap dikenal sebagai The Sage of Monticello (cerita sejarah seorang anak ajaib dari perkebunan Monticello, Virginia), gelar atas kecakapan intelektual, kecerdasan (bahkan menguasai berbagai bidang keilmuan termasuk arsitektur, ilmu pemerintahan, literatur klasik, bahasa dan musik) dan kebijaksanaannya.

Continue Reading

Inspirasi

Muhammad Ibn Abdullah dan Kebangkitan Arab-Islam

Published

on

ilustrasi arab

Terik sinar matahari menyengat. Padang pasir kering berdebu. Kafilah-kafilah berjubah kumal berjalan menuntun unta yang pundaknya dipenuhi barang dagangan.

Melaju memanjang, gerombolan unta tersebu patuh membuntuti tuannya. Menyisakan jejak kaki sepanjang rute yang membakar kulit. Konon jalur kuno itu disebut jalur sutra. Lintasan tradisional yang melewati kekaisaran Sasanid Persia dan kekaisaran Byzantium.

Serangkaian pertempuran akbar seringkali terjadi di daerah perbatasan, tepatnya berada provinsi Irak.

Orang-orang Persia, bukanlah rumpun semit sepertihalnya bangsa Arab atau Yahudi, melainkan rumpun bangsa Arya yang gemar berperang.

Selama berabad-abad, orang-orang Persia menghegemoni tanah Sabit Subur (wilayah subur yang dibatasi sungai Efrat dan Tigris) dengan kekuatan militer yang disiplin dan terorganisir dengan baik.

Demikian pula, orang-orang Romawi sudah melegenda melahirkan legion-legiun gagah berani, administrator ulung dan armada penguasa Laut Mediterania.

Kedua kekaisaran tersebut adalah perpanjangan tangan dari kekaisaran kuno yang pernah berjaya sebelumnya.

Byzantium adalah kekaisaran Romawi Timur, peradaban yang tersisa semenjak kejatuhan kekaisaran Romawi Barat di Roma sedangkan Sasanid dibangun kembali diatas puing-puing reruntuhan kekaisaran Persia yang hancur akibat ekspansi Alexander Agung.

Perseteruan selama 400 tahun berakhir dengan perjanjian damai. Kekaisaran Byzantium berpindah fokus ke masalah Eropa yang kerapkali di teror oleh suku-suku Jermanik yang beringas.

Sementara kekaisaran Sasanid sibuk memadamkan pemberontakan di sepanjang pegunungan Kaukakus yang selalu bergejolak. Kekaisaran Sasanid maupun Byzantium, membiarkan orang-orang Arab seliweran keluar masuk negerinya.

 Dua kekaisaran raksasa tersebut tidak menaruh curiga atau mendeteksi potensi bahaya dari Jazirah Arab-yang berselimut gurun tandus.

Kawasan pelosok yang terpencil ini senantiasa mengurungkan minat siapapun yang ingin menguasainya. Miskin, kesulitan logistik yang parah dan tanah yang tidak dapat ditanami tumbuhan, bahkan tidak ada sumber pendapatan yang berarti disana.

Baca Juga:

  1. Tha’un, Wabah Paling Mengerikan Dalam Sejarah Umat Islam
  2. Bertentangan dengan Hukum Islam, Ini Empat Sultan Wanita yang Pernah Memimpin Aceh
  3. Kisah Kaum Homoseksual di Jantung Peradaban Islam

Menurut Philip K. Hitti dalam The History of Arabs, Seseorang akan dianggap gila jika pada tahun ketiga abad 5 M meramalkan tiga dekade kedepan akan muncul kekuatan tersembunyi dan tak terduga dari kawasan Jazirah Arab.

Orang-orang Arab dinilai sangat dekat dengan dua kekaisaran raksasa tersebut, namun dianggap asing dan barbar. Semua pemahaman tentang itu akan berubah drastis ketika seorang laki-laki yang dikenang sebagai manusia paling berpengaruh di dunia, lahir di wilayah tersebut.

Kegelapan malam yang sunyi selama akhir Ramadhan. Cahaya rembulan redup bulan kesembilan, sekitar tahun 610 M.

Muhammad Ibn Abdullah, seorang pedagang berusia empat puluh tahun sedang tidur nyenyak di sebuah gua dekat Gunung Hirah. Ia merasa nyaman berada dalam gua, menghabiskan waktu malamnya untuk berdoa dan meditasi.

Muhammad Ibn Abdullah seketika terbangun, setelah mendengar suara surgawi yang mengatakan kepadanya bahwa dia adalah Rasulullah.

Menurut tradisi Islam, Muhammad Ibn Abdullah sedang menerima wahyu. Peristiwa yang mengawali, lahirnya salah satu agama terbesar di dunia.

Agama Islam masih berupa benih. Perkembangan di dunia Arab kuno jelas sangat sulit. Rumpun semit yang suka jual beli budak bertentangan dengan konsep Islam.

Penyiksaan, penghinaan, intimidasi bahkan pengucilan selalu diterima pengikut setia Muhammad bin Ibn Abdullah dengan hati ikhlas.

Perjuangan Assabiqunal Awwallun hampir mirip dengan penderitaan umat Kristiani ketika dituduh Romawi sebagai biang keladi kesialan kekaisaran Romawi.

Nasib umat Islam berangsur-angsur membaik setelah hijrah ke Madinah (Yasrib), sekitar 275 mil dari Mekkah. Madinah, kota oasis yang menjadi jalur sutra versi Arab.

Romawi menaklukkan Palestina pada abad pertama Masehi, dan banyak orang Israel lari ke Yasrib dan mengelolah perkebunan kurma.

Suku utama non Yahudi, yang berasal dari Yaman, Kharaj dan Aws yang ramah menyambut hangat kedatangannya.

Mereka berikrar, memberikan sumpah setia kepada Muhammad bin Ibn Abdullah dan sigap bertarung dengan siapapun yang memusuhinya.

Perananya di Yasrib sangat krusial. Menjadi juru damai dan hakim bagi suku Kharaj dan Aws yang rentan bertikai. Disana, pengikut Muhammad Ibn Abdullah semakin bertambah.

Orang-orang Mekkah yang cemas, sepakat membinasakan Islam selamanya. Mereka tidak tangung-tanggung menghimpun 1000 orang yang maniak berperang.

Mengantarkan pada perang yang tidak adil, 300 prajurit Islam berduel dengan semangat membara.

Serangkaian peperangan yang melelahkan, antara kedua kubu yang bersitegang berujung gencatan senjata, dan baru diumumkan setelah pasukan Muslim menang telak dalam pertempuran parit pada 627 M. Muhammad Ibn Abdullah mulai menyusun pondasi imperiumnya, mengalihkan pandangan ke komunitas Yahudi Khaibar yang kaya.

Ia menghukum komunitas Yahudi yang ingkar janji tersebut dan mengepung kota Khaibar hingga menyerah.

Komunitas Yahudi yang membelot akhirnya bersedia membayar upeti tahunan. Kekuatan Islam Madinah sudah patut dipertimbangkan. Pembunuhan seorang Muslim oleh kafir Quraisy Mekkah tergolong upaya melanggar perjanjian Hudaibiyah.

Muhammad Ibn Abdullah bertindak tegas, pada tanggal 1 Januari 630 M ribuan pasukan Islam yang tangguh mengadakan kampaye militer dan kota Mekkah menyerah tanpa menawarkan perlawanan serius, nantinya peristiwa ini dikenal di dunia Islam sebagai Fathu Mekkah.

Beberapa tahun berikutnya, Madinah dibanjiri tamu-tamu berwibawa. Pejabat-pejabat lokal dan kepala suku setempat dari seluruh penjuru semenanjung Arab berduyun-duyun menyatakan sikap tunduk kepada Muhammad Ibn Abdullah.

Pada bulan Maret 632, Ia melaksanakan ibadah haji dengan suasana damai. Puas menikmati ketenangan kota kelahirannya, tiga bulan kemudian nabi tiba-tiba demam tinggi dan mengeluh kepalanya sakit.

Takdir pun menjemputnya, seberapa pun luar biasa sosok Muhammad Ibn Abdullah,tetap saja manusia yang pasti meninggal dunia (tanggal 8 Juni 632 M).

Seluruh jazirah Arab dirundung duka atas wafatnya sang nabi. Sepeninggalannya menyisakan misteri.

Muhammad Ibn Abdullah tidak menunjuk penerus kepemimpinannya. Perseteruan hebat kembali muncul. Siapa yang berhak menggantikan nabi?.

Persoalan publik di gembor-gemborkan, dua kubu beradu argumen. Kubu Muhajirin mengklaim layak atas dasar golongan pertama yang mengakui kenabian Muhammad Ibn Abdullah, sedangkan kubu Anshar berhak karena tanpa mereka Islam masih lemah dan terancam musnah.

Meski demikian, kedua kubu akhirnya sepakat memilih Abu Bakr yang saleh dan lanjut usia. Kekhalifahan Abu Bakr yang singkat dan disibukkan masalah internal.

Peperangan melawan kelompok murtad yang membelot dan membasmi nabi palsu yang sedang tren. Negara Islam Madinah pun selamat dari perpecahan, bahkan penerus-penerusnya mampu menganeksasi kekaisaran Sasanid Persia dan mencaplok hampir seluruh wilayah kekuasaan Byzantium yang berada di benua Asia dan Afrika.

Continue Reading

Trending