Connect with us

Teknologi

Kupas Tuntas NFT

Published

on

Ilustrasi NFT

Akhir-akhir ini NFT menjadi hal yang sering dibicarakan oleh berbagai pihak. NFT itu sendiri merupakan singkatan dari non-fungible token.

NFT dapat diartikan sebagai aset digital yang menggunakan teknologi blockchain (buku besar digital) yang mendukung ethereum, bitcoin dan aset kripto lainnya untuk merekam transaksi di dalamnya. Barang berharga yang unik dengan nilai tukar yang tidak bisa diganti, akan digantikan oleh NFT.

Karya seperti lukisan, seni musik, item dalam game, hingga video pendek, merupakan contoh dari NFT itu sendiri. Catatan transaksi di dalam blockchain adalah data yang dimiliki setiap NFT. Data ini berisikan perihal harga, histori kepemilikannya, dan siapa penciptanya.

Fungsi NFT

Setelah mengetahu pengertianNFT, selanjutnya adalah mengupas tuntas tentang fungsi NFT itu sendiri. NFT dapat menjadi tempat untuk mendukung para seniman seperti musisi, artis, atlet, dan desainer. NFT menjadi platform baru bagi media koleksi digital.

Baca Juga:

  1. Gara-Gara Ghozali Everyday, Kominfo Bakal Awasi NFT
  2. Curhat Ghozali Everyday Soal Penggunaan Uang Rp1,5 M dari Selfie di NFT
  3. Instagram Uji Coba Fitur Story 60 Detik

Jika ada investor yang berkenan untuk membayar aset NFT miliki kreator, seniman, musisi, artis, atau siapapun pemilik dari NFT tersebut, NFT akan menawarkan imbalan yang besar kepada mereka.

Manfaat NFT

Banyaknya manfaat yang bisa didapatkan dari NFT membuat orang-orang kini ingin memiliki asset di sana. Salah satunya adalah, NFT memudahkan bagi mereka para content creator, artis, ataupun perusahaan untuk mempromosikan dan memasarkan karya-karya digital miliknya. Setiap aset NFT yang mereka miliki terjual dan berpindah kepemilikan, otomatis akan mendapatkan komisi yang cukup besar dari NFT.

Risiko NFT

Setiap hal pasti memiliki risiko, tanpa terkecuali NFT. Dari beberapa fungsi dan manfaat yang bisa didapatkan dari NFT, namun ternyata NFT juga mempunya risiko loh. Oleh karena itu sebelum masuk atau memiliki asset di NFT, setiap orang harus memperhatikannya terlebih dahulu dengan benar.

Penting untuk mencari tahu dan mengerti akan keseluruhan NFT itu sendiri. Seperti halnya karya asli dalam bentuk fisik yang kita simpan secara pribadi, asset yang kita taruh di NFT pun juga dapat berpotensi hilang. Contohnya seperti peretasan sebuah akun, hal ini akan kehilangan segala akses, termasuk akses wallet NFT.

Cara membuat NFT

Untuk dapat membuat NFT sebenernya cukup mudah, tidak perlu harus memahami bahasa programmer ataupun hal istilah lainnya yang menyulitkan. Hal pertama yang bisa dilakukan adalah menentukan karya, setelah itu pilih blockchain (buku digital),kemudian siapkan dompet digital, setelah memiliki dompet digital, kalian perlu membeli mata uang kripto.

Jika langkah-langkah tersebut telah kalian lakukan, selanjutnya adalah menentukan pasar NFT. Sebelum menjatuhkan pilihan, kalian harus lebih dulu menganalisa untuk memutuskan mana yang paling tepat bagi karya NFT kalian. Contohnya, jika NFT kalian berbasis permainan bola basket, NBA Top Shot adalah pasar yang paling tepat.

Kemudia setelah itu unggah file, atur proses penjualan, promosika melalui media sosial seperti twitter misalnya, dan jangan lupa untuk sertakan hastag agar postingan kalian tidak tenggelam. Langkah selanjutnya melakukan kolaborasi. Kerja sama selalu lebih baik dibanding kerja sendiri di dalam dunia NFT. Peluang besar untuk karya dapat terjual dengan mahal sangat berpotensi dalam hal ini.

Terakhir, yang harus kalian lakukan adalah tunjukan proses pembuatan. Hal ini membuat konten atau karya menjadi lebih menarik. Bisa dengan video time-lapse, sebuah teknik pengambilan video yang menampilkan sebuah proses yang panjang dalam waktu yang singkat. Hal tersebut akan membuat seniman atau orang lain terpikat.

Teknologi

Google Ajukan Bangkrut Usai Rekening Bank Dibekukan

Published

on

Google

Pemerintah Rusia membekukan rekening bank milik Google. Hal itu membuat Google tampaknya akan memilih bangkrut dan tak lagi melakukan operasional di Rusia.

Seperti dilansir dari Endgaget, Jumat (20/5/2022), Google telah menangguhkan sebagian besar kegiatan komersialnya di Rusia akibat dari invasi Rusia ke Ukraina pada Februari lalu.

“Langkah ini membuat kantor kami di Rusia tidak dapat berfungsi termasuk mempekerjakan dan membayar karyawan yang berbasis di Rusia, membayar suplier dan vendor, serta kewajiban keuangan lainnya,” demikian pernyataan Google.

Baca Juga:

  1. Make Up ‘Nyebrang’ Sunburn Blush, Sempat Trending bikin Rias Wajah Makin Natural
  2. Sejarah Kayu Cendana, Primadona Aroma Segala Aroma
  3. Mudah! Ini Cara Buat Air Mawar Di Rumah

Meskipun tengah mengurus proses kebangkrutan, Google tetap akan memberi Rusia akses untuk layanan gratis seperti Search, YouTube, Gmail, Maps, dan Android untuk saat ini.

Pada Mei 2021, Rusia mendenda Google sekitar USD 82.000 atau sekitar Rp1,2 miliar karena dinilai telah gagal menghapus ribuan konten yang dianggap ilegal.

Pihak berwenang kemudian mendenda perusahaan tersebut sekitar USD 98 juta atau sekitar Rp1,5 triliun pada bulan Desember dengan alasan yang sama. Jumlah denda itu diperkirakan sekitar 5,7% dari omset Google 2021 di Rusia.

Dalam beberapa bulan terakhir, regulator telekomunikasi Roskomnadzor telah menekan YouTube untuk mencabut pembatasan akses ke media Rusia.

Continue Reading

Teknologi

Pencipta iPod Kritik Metaverse: Merusak Hubungan Manusia

Published

on

By

Ilustrasi Metaverse

Dunia virtual metaverse, yang mana orang-orang dapat saling berinteraksi dengan avatar mereka masing-masing ternyata tidak melulu semua pihak terkesan dengan konsepnya.

Salah satunya ada bapak iPod Tony Fadell. Di mana dirinya dulu merupakan Senior Vice President di Apple yang menangani teknologi iPod.

Metaverse dikatakan olehnya bahwa sangat berisiko merusak interaksi atau hubungan antar manusia. Hal itu dikarenakan orang-orang tidak lagi secara fisik bertatap muka dan bertemu langsung.

Mengutip detikINET, dirinya mengatakan bahwa, “Jika kalian memberikan teknologi di antara koneksi manusia itu, maka di situlah terjadi hal toxic.”

Baca Juga:

  1. Meta Buka Opsi Monetisasi untuk Pengguna Horizon Worlds
  2. Headset VR Cambria, Pintu Masuk ke Dunia Metaverse
  3. Metaverse Lebih Berbahaya dari Media Sosial?

Diketahui, induk Facebook Meta tengah mempopulerkan metaverse. Dengan menggunakan headset virtual realituy (VR), orang-orang memasuki dunia virtual tersebut.

Menurutnya, mungkin saja teknologi metaversi ini bermanfaat. Akan tetapi teknologi digital itu bukanlah media komunikasi yang nyata antara manusia satu dengan lainnya.

“Ketika Anda mencoba membuat koneksi dan interaksi sosial, tapi Anda tidak bisa melihat wajah orang lain, tidak bisa melihat mata mereka, maka Anda tidak punya cara yang humanis untuk terhubung,” kata Fadell.

“Bisa menciptakan lebih banyak troll, orang yang suka bersembunyi dan menggunakan metaverse untuk mendapatkan perhatian,” imbuhnya.

Metaverse dianggap bisa memnuculkan risiko seperti memicu orang melakukan bully atau sengaja memancing emosi orang ketika berinteraksi di dalamnya.

Continue Reading

Teknologi

Selamat Tinggal Macet, Indonesia Bakal Terapkan Pembayaran Tol Tanpa Berhenti

Published

on

Ilustrasi bayar tol

Sebagai solusi agar perjalanan tol lebih lancar, Indonesia akan menerapkan sistem pembayaran tol tanpa berhenti.

Hal itu diungkapkan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi. Dia menegaskan, timnya saat ini tengah mengaji sistem pembayaran tol tanpa berhenti masih dikaji oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT). Dia berharap agar penerapan pembayaran tol tanpa berhenti bisa diterapkan secepatnya.

“Ini masih proses research and development oleh pihak BUJT termasuk PUPR, termasuk juga pihak dari BPJT. Mudah-mudahan saya berharap cepat ya, karena di beberapa negara sudah diterapkan juga,” ujarnya.

Baca Juga:

  1. Cocok untuk Healing, Inilah 4 Pulau Terindah di Jawa Tengah
  2. Pulau Sempu, Surga Tersembunyi Indonesia yang Terlarang untuk Wisatawan
  3. Pulau Labengki, Keindahannya Kini Jadi Bahan Gunjingan Dunia tapi Asing di Telinga Orang Indonesia

Budi menambahkan, saat kendaraan melaju 40-50 km/jam, mobil bisa langsung lewat tanpa berhenti untuk transaksi tol. Ini, menurut Budi, pastinya akan membantu memperlancar perjalanan.

“Apalagi nanti Palimanan juga sudah tidak ada transaksi, jadi transaksi itu hanya ada di –katakan– Cikampek Utama, setelah itu nanti di exit-exit jalan tol di beberapa daerah,” sebutnya.

Budi mengatakan, pihaknya bakal menagih kepada pihak BPJT kapan sistem bayar tol tanpa berhenti diterapkan di Indonesia. Dia berharap sistem ini bisa diterapkan tahun ini.

“Tentunya sudah mendengar terkait hal ini sekaligus mengingatkan kepada saya untuk menagih juga nanti kepada teman-teman BPJT kapan ini dilakukan pendalaman atau penguatan kembali sehingga minimal dalam waktu yang tidak terlampau lama sebelum tahun 2023 bisa dijalankan,” dia mengakhiri.

Transaksi tol tanpa berhenti yang bakal diterapkan di Indonesia akan menggunakan sistem MLFF atau multi lane free flow (MLFF). Sistem ini memungkinkan transaksi pembayaran tol dilakukan saat kendaraan sedang melaju.

Continue Reading

Trending