Connect with us

Hangout

Kue Dongkal, Jajanan Khas Betawi yang Kini Hampir Menghilang

Published

on

Kue Dongkal

Suku Betawi memiliki beragam panganan yang kini hampir punah. Salah satunya adalah Kue Dongkal.

Kue Dongkal atau Dodongkal merupakan kudapan tradisional asal Betawi. Namun, kue sejenis juga ditemukan di Jawa Barat dan dikenal dengan nama awug. Dongkal terbuat dari beras yang ditumbuk hingga halus sampai menjadi tepung. Kemudian, tepung yang sudah halus diisi gula aren lalu dikukus.

Wadah untuk mengukus dongkal adalah kukusan dari anyaman bambu berbentuk kerucut seperti tumpeng. Dalam bahasa Sunda, kukusan tersebut disebut aseupan.

Baca Juga:

  1. Seruan Puan Maharani ke Jokowi Soal Kapal China Masuk ke Natuna
  2. Patroli di Laut Natuna Utara, TNI AL Pastikan Tak Menemukan Kapal Asing!
  3. GNPF, FPI & PA 212: Waspada Bangkitnya PKI, Komunis Itu Nyata

Kemudian, kukusan dimasukkan ke dalam alat pengukus yang disebut seeng, bentuknya seperti dandang tetapi bagian tengahnya meramping sementara bagian leher dan dasarnya lebih lebar.

Bentuk seeng tersebut bisa membuat uap tetap berada di dalam dandang sehingga kuenya pun selalu hangat saat sudah matang.

Setelah matang, penampilan dongkal mirip tumpeng putih, tetapi ada garis belang-belang berlapis dari gula aren. Jika sudah siap disantap, dongkal akan dipotong jadi bagian-bagian kecil agar lebih mudah dinikmati.

Kemudian, untuk melengkapi makan dongkal akan diberi taburan parutan kelapa sehingga rasanya lebih lezat lagi dengan perpaduan manis dan gurih.

Bila mencoba dongkal pertama kalinya, Anda mungkin akan teringat pada kue putu yang juga terbuat dari tepung beras dan gula aren. Perbedaan kedua hidangan ini adalah tekstur dongkal yang lebih kenyal dibanding putu.

Kue Dongkal

Dongkal juga tidak diberi pewarna hijau seperti putu. Pun dari segi bentuknya jauh berbeda karena putu dibuat dalam cetakan dari potongan bambu.

Biasanya dongkal disantap sebagai menu sarapan atau camilan sore sebagai teman minum secangkir teh hangat.

Konon, dongkal pada zaman dahulu sering disajikan pada upacara adat. Namun, saat ini camilan manis-gurih tersebut sudah bisa dinikmati sebagai makanan sehari-hari.

Sayangnya, penganan tradisional ini pun semakin sulit dicari. Bahkan, di pasar-pasar tradisional di sekitar Jabodetabek dan Jawa Barat pun tak semuanya mudah menemukan pedagang kue dongkal.

Hangout

Tahun Baru 2022 Sebentar Lagi, Inilah 5 Tempat Wisata Paling Eksotis di Indonesia

Published

on

Air Terjun Mangku Sakti
Air Terjun Mangku Sakti

Perayaan pergantian tahun di berbagai tempat memang tidak pernah sepi, begitu pun dengan Indonesia. Keberagaman suku serta budaya menyebabkan perayaan pergantian tahun dihiasi oleh beragam tradisi yang berbeda-beda.

Mendekati akhir tahun kebanyakan orang sudah mulai merencanakan liburan mereka. Mulai dari pemilihan destinasi, pesan penginapan, hingga transportasi yang digunakan.

Namun perlu diperhatikan dalam memilih destinasi wisata, pasalnya berbagai tujuan pasti akan lebih ramai dari biasanya. Jika Cityzen bosan dengan gedung pencakar langit dan padatnya perkotaan, pelesiran ke pulau-pulau di berbagai daerah bisa jadi pilihan.

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki beragam pulau yang indah nan eksotis yang cocok untuk memulihkan kondisi diri. MyCity telah merangkum lima tempat liburan tahun baru paling eksotis.

Air Terjun Mangku Sakti di Lombok yang Berikan Kedamaian

Air Terjun Mangku Sakti

Terletak di kaki Gunung Rinjani, air terjun ini punya pesona yang begitu indah. Terutama pada musim kemarau, kamu bisa melihat air jernih berwarna kebiruan. Belum lagi, pemandangan hijau di sekitarnya dan berbatuan sungai yang menawan.

Kecantikan yang unik di Pantai Glagah di Kulon Progo

Pantai Glagah di Kulon Progo
Pantai Glagah di Kulon Progo

Mencari tempat yang unik, memang paling mudah di Indonesia. Salah satunya nih adalah Pantai Glagah, pantai yang punya nuansa laguna dan ombaknya yang bergulung-gulung. Teletak di Yogyakarta, Pantai Glagah merupakan tempat yang paling tempat buat menikmati suasana matahari terbenam. Duduk di dermaga pantai, dengarkan desiran ombak dan hitung mundur tenggelamnya matahari.

Beranikan Diri Mendaki Gunung Pertama Kali dengan Ketinggian 1.091 Mdpl

Puncak Suroloyo
Puncak Suroloyo

Kalau belum pernah mencoba untuk mendaki gunung, ini kesempatan kamu! Puncak Suroloyo, cuma setinggi 1.091 M, kamu bisa melihat keindahan alam di Yogyakarta. Plus, kamu bakal terpesona dengan kemegahan Gunung Sindoro, Gunung Merbabu dan Gunung Merapi. Jangan ragu untuk camping supaya bisa memanjakan otak sambil melihat langit pagi yang eksotis.

Menikmati Pantai Unik yang punya perpaduan Air Tawar dan Air Laut di Malang Selatan

Pantai Lenggoksono

Pasti pengen dong mengakhiri tahun baru dengan kenangan yang paling berkesan? Nah, salah satu tempat yang wajib kamu kunjugi itu adalah Pantai Lenggoksono yang terletak di Malang Selatan. Uniknya di pantai ini, kamu bisa melihat berbatuan besar, air terjun yang mungkin kecil tapi jatuh langsung ke arah pantai. Kamu bisa melihat langsung bagaimana air tawar dan air laut itu bisa menyatu.

Merasakan Wajah Baru di Nusa Penida, Bali

Nusa Penida
Nusa Penida

Ini dia pulau kecil yang agak terpisah dari Pulau Bali, tepatnya berada di Bali Timur. Tempat rahasia ini punya keindahan yang sangat menawan dan bisa langsung memanjakan mata. Plus nih, kalau kamu termasuk para penyelam, kamu bakal punya kenangan yang paling indah.

Cukup naik kapal laut dari Padang Bai Karangasem, tepatnya dari Denpasar selama 2 jam atau naik kapal boat dari Sanur. Kamu bisa melihat Brokens Beach/ Pasir Uug dan Angel’s Bilabong. Dijamin kedua tempat ini bisa buat akhir tahun kamu makin menyenangkan.

Continue Reading

Hangout

Peuyeum, Si Manis Ikonik Kota Bandung yang Disukai Orang Eropa

Published

on

Peuyeum
Peuyeum

Bandung merupakan daerah yang terkenal dengan kuliner-kuliner tradisional. Salah satunya yakni peuyeum sampeu atau tapai singkong.

Namun, tahukah Cityzen bagaimana awal mula singkong sebagai panganan pokok pada saat itu yang diubah menjadi peyeum atau tape singkong? Rupanya, hal tersebut bermula saat krisis pangan di masa penjajahan Belanda sekitar tahun 1.800-an silam.

Di masa lalu ketika terjadi perang oleh tentara Belanda, masyarakat Jawa Barat tidak bisa makan termasuk mendapatkan beras karena para penjajah menyita seluruh padi yang dimiliki oleh masyarakat. Sehingga masyarakat hanya mengandalkan tumbuhan umbi-umbian termasuk singkong sebagai bahan konsumsi utama pengganti nasi.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Dikutip dari kebudayan.kemdikbud.go.id, awal mula proses pengawetan singkong berasal dari inisiatif masyarakat di Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung.

Di masa penjajahan saat itu masyarakat Cimenyan mulai memperhatikan ketahanan pangan di masa perang dengan memanfaatkan komoditas singkong di wilayahnya dengan cara mengawetkannya melalui proses peragian agar tidak busuk.

Untuk membuat peuyeum, hal pertama yang harus diperhatikan adalah pemilihan singkong berkualitas dan bersih agar tidak mengalami kegagalan di tengah prosesnya. Kualitas singkong yang kurang baik memang bisa tetap menjadi peuyeum, tapi hasilnya akan rusak dan tidak enak dimakan.

Peuyeum
Peuyeum

Pengolahan singkong dilakukan lewat proses fermentasi dengan menggunakan ragi. Pengolahan model ini sudah ada sejak tahun 1800-an. Singkong yang sudah dikupas dan dibersihkan kemudian direbus di air mendidih sampai matang. Setelah itu ditiriskan sampai dingin dan dimasukkan ke dalam wadah berlapis daun pisang, lalu ditaburi ragi dan dibiarkan dua sampai tiga hari dalam tempat tertutup.

Selama proses fermentasi berlangsung, wadah sebaiknya tidak dibuka-tutup untuk mengindari masuknya udara dan akan berpengaruh pada rasanya. Setelah didiamkan beberapa hari, singkong tersebut selesai diolah dan akan menjadi lebih lembek dan mengeluarkan rasa manis dan siap disantap.

Bila dilihat dari bentuknya, peuyeum masih serupa dengan singkong, hanya teksturnya saja yang sudah berubah menjadi lebih lembek dan manis. Selain itu, peuyeum juga memiliki rasa yang khas dan kandungan alkohol di dalamnya pun termasuk tinggi yaitu sekitar 7-10 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan bir yang biasanya sekitar 0-3 persen.

Peuyeum
Peuyeum

Setelah proses fermentasi selesai, peuyeum bisa langsung dikonsumsi begitu saja untuk merasakan versi orisinal. Namun, bisa juga diolah dengan berbagai cara. Paling mudah adalah membuat peuyeum goreng dengan mencampurkan tepung, air, dan gula mirip seperti pengolahan pisang goreng. Ini adalah cara paling sederhana dalam mengolah peuyeum dan mudah, tetapi nikmati untuk teman minum teh.

Bisa juga membuat colenak atau dicocol enak khas Bandung, yaitu sajian peuyeum bakar yang disantap bersama kelapa parut yang dicampur dengan saus gula merah. Selain itu, ada juga peuyeum bol, yaitu kue bola-bola serupa donat yang terbuat dari bahan peuyeum, gula, dan tepung kemudian dibentuk bulat-bulat, digoreng, dan ditaburi gula halus.

Di toko oleh-oleh juga biasanya tersedia bolu peuyeum yang memiliki rasa unik dan khas. Bolu dibuat dari adonan tepung, telur, susu, mentega, esens vanila, dan pastinya potongan peuyeum kemudian dicampur dan dipanggang. Variasi lain adalah brownies dari bahan peuyeum.

Continue Reading

Hangout

8 Makanan yang Mendadak Viral Selama Pandemi Covid-19

Published

on

Tahu wajik
Tahu wajik

Sejak mewabah pada Maret 2020, masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Untuk melawan rasa bosa, banyak orang melakukan kegiatan yang mengasah skill, contohnya memasak.

Salah satu program yang sampai saat ini masih dijalankan oleh sebagian orang adalah work from home (WFH) atau study from home (SFH). Program tersebut menuntut masyarakat untuk bekerja atau belajar di rumah guna menghindari kontak di tempat-tempat ramai, seperti kantor dan sekolah.

Namun, adanya WFH atau SFH ini tidak menghalangi masyarakat untuk terus berkreasi. Terbukti dengan banyaknya konten-konten viral yang menyebar di media sosial. Salah satunya konten makanan.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Konten makanan tersebut pada awalnya disebarkan oleh salah satu warganet di media sosial, menyebar, dan sampai di tangan warganet lainnya. Tampilannya yang menarik serta rasa yang enak, membuat konten makanan tersebut diikuti oleh banyak orang.

MyCity telah merangkum beberapa makanan yang mendadak terkenal selama pandemi Covid-19 melanda.

Korean garlic cheese bread

Korean garlic cheese bread

Awalnya, korean garlic cheese bread merupakan jajanan kaki lima di Korea Selatan. Berupa roti bun berisi saus bawang putih dan krim keju yang lumer.

Rasanya gurih dan aromanya harum. Setelah viral, korean garlic cheese bread diburu para pencinta kuliner. Dijual melalui online maupun offline, roti khas Korea ini hampir selalu sold out.

Korean sweet potato bread

Korean sweet potato bread
Korean sweet potato bread

Korean sweet potato bread merupakan camilan manis yang populer di Korea Selatan.Terbuat dari ubi yang dihaluskan dan dicampur dengan keju.

Dibalut dengan kulit moci yang diberi warna ungu. Bentuknya unik seperti ubi ungu sungguhan. Warnanya cantik dan teksturnya yang lembut membuatnya disukai banyak orang.

Cloud bread

Cloud bread

Awalnya, cloud bread atau roti awan ini viral di TikTok. Disebut cloud bread karena teksturnya lembut dan mengembang seperti awan. Menariknya, bagian dalam roti ini berwarna biru dan putih.

Cloud bread ini disebut sebagai roti yang sehat karena tanpa menggunakan tepung terigu. Bahan bakunya terdiri dari telur, maizena, dan gula pasir.

Roti Tawar Topping Meses

Roti Tawar Topping Meses
Roti Tawar Topping Meses

Pada awal pandemi, media sosial diramaikan oleh netizen yang berkreasi menyusun meses di atas roti tawar. Meski terlihat biasa saja, tetapi butuh ketekunan dan kesabaran ketika menyusunnya.

Banyak orang yang mengikuti tren tersebut dengan membuat berbagai macam gambar, mulai dari bunga, gunung, logo brand, pemandangan, hingga muka dari orang terkenal, salah satunya Chef Arnold Poernomo.

Dessert Box

Dessert Box

Tak lengkap rasanya jika dessert box nggak dimasukkan ke dalam daftar makanan yang viral selama pandemi. Kudapan ini memang sangat viral hingga banyak orang-orang yang memanfaatkannya sebagai lahan bisnis di bidang kuliner.

Dessert box biasanya disajikan dalam kotak bening dan diberi berbagai lapisan yang terdiri dari kue sponge, krim yang lembut, taburan atau lelehan cokelat (bisa diganti dengan selai), lalu diberi topping biskuit, cokelat batang, atau buah-buahan.

Permen Dalgona

Permen Dalgona

Para penonton film “Squid Game” pasti tahu permen yang fenomenal ini. Dalgona candy atau permen dalgona sendiri merupakan jajanan tradisional asal Korea Selatan yang terbuat dari gula putih yang dibakar.

Walaupun disebut sebagai jajanan tradisional, tetapi permen berwarna cokelat ini kembali dikenal tidak hanya oleh warga Korea Selatan saja. Namun, hingga ke seluruh dunia termasuk Indonesia.

Viral-nya film asal Korea Selatan, “Squid Game” menjadi asal muasal keberadaan permen dalgona yang mendunia itu. Bahkan, masyarakat yang mengetahuinya mencoba untuk membuat dan memakannya ala skenario dari “Squid Game”.

Croffle

Croffle

Croffle atau kepanjangan dari croissant and waffle menjadi viral di media sosial. Sesuai dengan namanya, croffle merupakan roti croissant yang di-press menggunakan mesin pembuat waffle.

Keberadaan croffle sebenarnya sudah ada sejak lama yaitu pada tahun 2017 yang dibuat oleh chef cafe La Petite Boulangerie. Namun, croffle baru viral pada tahun 2021 sebagai camilan dan makanan yang cocok untuk sarapan.

Bahkan sampai saat ini, minat masyarakat terutama anak muda masih cukup tinggi. Terbukti dari beberapa coffee shop mulai memasukan croffle ke dalam menu mereka.

Tahu Walik

Tahu Walik

Mirip dengan bakso, tahu walik menjadi viral karena bentuknya yang unik. Berbeda dengan tahu pada umumnya, camilan khas Banyuwangi ini dikenal karena teksturnya yang kenyal dan terdaoat aci di dalamnya.

Tidak hanya bentuknya yang unik dengan rasa yang menggugah selera, tahu walik yang viral ini dapat dimasak sendiri dengan bahan-bahan yang mudah didapatkan.

Continue Reading

Trending