Connect with us

Internasional

Korban Sudah 27 Orang, Inilah Penyebab Utama Banjir di Malaysia

Published

on

banjir Malaysia
banjir Malaysia

Banjir besar melanda negeri tetangga Indonesia, Malaysia. Bahkan, bajir ini disebut-sebut sebagai yang terparah dalam seratus tahun terakhir.

Seperti dilansir dari Bernama, Rabu (22/12/2021), para pakar penyebut penyebab banjir ini adalah buruknya drainase dan koordinasi pemerintah. Para pakar sebenarnya sudah menaruh perhatian besar mengenai masalah ini sejak lama.

Kantor Koordinasi Masalah Kemanusiaan PBB (OCHA) bahkan merilis dokumen analisis mereka yang bertajuk Malaysia: Disaster Management Reference Handbook.

Dalam analisis yang dirilis di situs resmi mereka pada 2019 lalu itu, OCHA membahas bahwa Malaysia terus mengalami banjir parah sejak 2003. Mereka mencatat, banjir terparah terjadi pada 2006, 2007, 2010, 2014, dan 2017.

Baca Juga:

  1. 5 Rekomendasi Pantai Terindah di Pulau Jawa Pilihan MyCity
  2. Pesona Taman Nasional Aketajawe Lolobata, Maluku Utara
  3. Desa Torosiaje, Kampung Indah di atas Teluk Tomini

“Malaysia memegang persentase populasi tertinggi (67 persen) yang terpapar banjir di antara negara-negara ASEAN (antara Juli 2012 dan Januari 2019) sebagaimana dilaporkan Pusat Koordinasi Bantuan Kemanusiaan ASEAN pada Maret 2019,” demikian kutipan analisis tersebut.

Sejumlah pakar menganggap banjir parah di Malaysia ini terus berulang setidaknya karena dua masalah inti, yaitu kekacauan pada koordinasi pemerintah dan sistem drainase yang buruk.

Perdana Menteri Malaysia, Ismail Sabri Yaakob, sendiri mengakui kekurangan dalam sistem koordinasi penanganan banjir yang sudah melanda Negeri Jiran sejak pekan lalu itu.

“Saya tak menyangkal [kekurangan] itu dan akan memperbaikinya di kemudian hari. Tanggung jawab bukan hanya di tangan pemerintah, tapi juga negara bagian dan para petugas di garda depan,” ujar Ismail, sebagaimana dilansir The Straits Times.

“Badan Manajemen Bencana Nasional (NADMA) hanya bisa mengoordinasikan. Jika itu dinilai sebagai kelemahan koordinasi, saya tak bisa membela siapa pun dalam situasi ini. Bagi saya, semua orang harus bertanggung jawab,” dia menambahkan.

Internasional

Krisis SDM, Perdana Menteri Ajak Backpacker & Pelajar Asing Bekerja di Australia

Published

on

Ilustrasi pekerja di Australia
Ilustrasi pekerja di Australia

Pandemi Covid-19 menimbulkan masalah tersendiri bagi tetangga Indonesia, Australia. Negeri Kangguru kini kekurangan sumber daya manusia (SDM). Mereka pun mengundang backpacker dan pelajar asing untuk datang dan bekerja.

Seperti dinukil dari CNN International, Kamis (20/1/2022), Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, menyatakan negaranya bakal menggratiskan aplikasi visa senilai A$630 (Rp6,5 juta) bagi semua backpacker atau pelajar asing yang datang ke Australia dalam 12 pekan ke depan.

Morrison mendukung para pelancong dan mahasiswa asing itu untuk mencari pekerjaan selama berada di Negeri Kanguru.

Baca Juga:

  1. Ini Dia Alasan Deklarasi Pendirian PKN di Petilasan Gajah Mada
  2. PKN, Partai Pencipta Anak Bangsa yang Unggul dan Calon Pemimpin Indonesia
  3. Bahas Ibu Kota Negara Baru Nusantara, Wiranto Temui Wapres Ma’ruf Amin

“Ayo pergi sekarang jika kamu ingin mengunjungi Australia,” ujarnya.

“Kelilingi seluruh negeri, dan di waktu yang sama ikut bergabung dengan tenaga kerja kami, dan membantu kami di sektor agrikultur, di sektor perhotelan, dan berbagai sektor ekonomi lain yang mengandalkan tenaga kerja tersebut,” lanjutnya.

Australia kini dihantui varian Omicron. Kendati demikian, Morrison optimistis bahwa tingkat kematian akibat virus Covid-19 di Australia merupakan satu di antara yang terendah di dunia.

“Australia terus membuktikan ketangguhannya terlepas dari rasa frustrasi dan kekhawatiran yang muncul (akibat pandemi),” kata Morrison lagi.

“Sistem kesehatan kita, meskipun mengalami banyak tekanan, masih tetap bertahan.”

Undangan untuk para pelancong ini diumumkan setelah Morrison kerap mendapatkan kritik atas penanganan pandemi Covid-19, yang beberapa waktu lalu mencatat rekor infeksi dan kematian.

Continue Reading

Internasional

Makam Kuno Berusia 4.500 Tahun Ditemukan di Jalanan Arab Saudi

Published

on

By

Ilustrasi Makam Kuno

Makam kuno ditemukan dalam keadaan yang baik oleh arkeolog, di jalan Arab Saudi yang berusia 4.500 tahun. Diketahui jalan tersebut memang dipenuhi oleh makam yang menghampar di sana.

Makam adalah tempat tinggal, kediaman, yang merupakan tempat persinggahan terakhir manusia yang sudah meninggal dunia. Dalam makna lain juga dapat diartikan yaitu, ada jenazah orang yang dikuburkan di tempat tersebut.

Mulai dari meneliti kondisi tanah, survei udara menggunakan helikopter, hingga pemeriksaan satelit, akhirnya para ahli dari University of Western Australia berhasil menemukan jalan tersebut. Mereka melakukan penelitian kurang lebih selama setahun kebelakangan ini.

Seorang peneliti bernama Matthew Dalton mengatakan kepada CNN bahwa, “Orang-orang yang tinggal di daerah ini telah mengetahui tentang mereka selama ribuan tahun.” Namun dirinya juga berpikir hal itu tidak benar-benar diketahui, sampai ia dan teman-temannya mendapatkan citra satelit seberapa luas mereka.

Baca Juga:

  1. Inilah 6 Pasar Tertua di Indonesia
  2. Gunung Semeru: Tempat Bersemayam Para Dewa & Catatan Sejarah Panjang Letusannya
  3. Jejak Peradaban Sejarah Berusia Ribuan Tahun di Ibu Kota Negara Baru

Peneliti lain bernama Dalton juga mengungkapkan bahwa, “Sebenarnya dalam beberapa kasus, makam itu sendiri sangat padat, sehingga anda tidak bisa berjalan di rute kuno itu sendiri karena anda seperti dikelilingi makam.”

Dari penglihatannya di atas helikopter, ia melihat jalan pemakaman tersebut membentang hinga ratusan atau bahkan ribuan kilometer. Dalton juga mengatakan bahwa jalan tersebut bahkan membentang sampai ke Yaman, sebab di negara tersebut dan juga Suriah Utara ditemukan makam yang serupa.

Makam tersebut ditemukan dalam kondisi yang sangat baik, hal ini seperti yang diungkapkan oleh peneliti bernama Melissa Kennedy, “Makam-makam ini berusia 4.500 tahun, dan mereka masih berdiri setinggi aslinya, yang benar-benar tidak pernah terdengar sebelumnya. Kondisinya pun masih sangat terpelihara.”

Penemuan tersebut cukup mengejutkan karena biasanya makam yang telah lama, keadaanya tidak mungkin sebagus itu. Belum lagi usia makam yang diperkirakan sudah 4.500. Peneliti menganggap bahwa jalanan itu telah lebih dulu digunakan sebelumnya da makam-makam yang membentang di sana.

Sebelum menganalisis data mereka, langkah selanjutnya untuk tim peneliti adalah melakukan lebih banyak penanggalan radiokarbon dan kembali ke lapangan. Melissa Kennedy juga mengatakan bahwa penelitian ini harus terus dilakukan.

Continue Reading

Internasional

Arab Saudi Gelontorkan Dana Fantastis untuk Bangun Al Ula, Wilayah yang Dihindari Nabi Muhammad

Published

on

Kota Al Ula
Kota Al Ula

Pemerintah Arab Saudi menggelontorkan dana sebesar 15 miliar dolar AS atau Rp214 triliun untuk membangun Kota Al Ula. Uniknya, wilayah ini dulunya dihindari oleh Nabi Muhammad.

Seperti dinukil dari Al Arabiya, Sabtu (15/1/2022), Al Ula selama ini dieknal sebagai kawasan yang ‘berhantu’.Banyak masyarakat Saudi percaya kawasan itu merupakan tempat jin dan ruh jahat sehingga harus dihindari.

Pembangunan ini dilakukan untuk meningkatkan ekonomi dengan memperluas sektor wisata di beberapa daerah, salah satunya Al Ula.

Baca Juga:

  1. Tren Baru, Orang Kaya Ramai-Ramai Beli Tanah di Metaverse
  2. Elon Musk Akui Tak Tertarik dengan Metaverse
  3. Bill Gates: Bakal Banyak Orang Berkantor di Metaverse

Pembangunan Al Ula dibagi menjadi tiga tahap yakni 2023, 2030, 2035. Sebagai dana awal, Saudi memberi US$2 miliar atau sekitar Rp28 triliun untuk mengembangkan kawasan Al Ula.

CEO Komisi Kerajaan untuk Al Ula (RCU), Amr AlMadani mengatakan dana juga didapat dari kemitraan swasta sebesar US$3.2 miliar atau sekitar Rp45 triliun. Dana itu telah dialokasikan untuk prioritas infrastruktur jelang penyelesaian proyek fase 2023.

“Kita tak ada masalah dalam mengeksekusi fase satu, termasuk pengembangan bandara, yang sudah selesai,” kata Al Madani.

RCU didirikan Kementerian Keuangan Saudi pada Juli 2017 untuk mengelola perkembangan situs bersejarah.

Proyek itu, katanya, juga akan mulai mengembangkan infrastruktur trem rendah karbon. Hal ini, termasuk 22 km pertama sistem trem rendah karbon dari rencana sepanjang 46 km pengembangan jaringan energi terbarukan, dan peningkatan sistem pasokan air dan instalasi pengolahan air limbah.

“Dan sejauh ini, pengalaman pengunjung kami di situs warisan dan alam sedang ditingkatkan,” ujar Al Madani.

Al Ula terletak 1.100 kilometer dari Riyadh. Kota ini terdiri dari 22.561 kilometer persegi padang pasir, pegunungan batu pasir, dan situs warisan budaya kuno, termasuk Hegra, Situs Warisan Dunia UNESCO pertama di Arab.

Continue Reading

Trending