Connect with us

Lifestyle

Kopi Pakesang Khas Ternate Terpilih Jadi Kopi Rempah Terbaik se-Nusantara

Published

on

Umi Salama dan Ayub Assagaf

Melalui perlombaan kopi rempah dan original terenak yang berlangsung di IPB International Convention Center, Sabtu (21/5/2022), Kopi Rempah Pakesang dari Ternate dan Kopi Gamalama, Maluku Utara, terpilih sebagai kopi terbaik se-nusantara.

Festival dengan tema “Semarak Jelajah Kopi Rempah Nusantara dalam Menunjang Industri Kreatif Desa” ini digelar oleh Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Pertanian IPB University di IPB International Convention Center Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (21/5/2022).

Dalam festival tersebut, ada 59 peserta yang lulus terpilih berkompetisi mewakili setiap provinsi di Indonesia. Kopi Paksesang khas Ternate, Kopi Gamalala, dan Kopi Buli Halmahera Timur terpilih mewakili Provinsi Maluku Utara.

Baca Juga:

  1. Gandeng Pemprov DKI, WIR Group Kembangkan Metaverse Jakarta
  2. Gali Masa Depan Dunia, Indosat Lebarkan Sayap ke Metaverse
  3. Rusia Uji Coba Rudal Antar Benua, Putin: Musuh Pasti Bakal Was-Was

Kopi Pakesang tersebut adalah produk yang dibuat oleh Umi Salama. Sementara Kopi Gamalama milik Ayub Assagaf, dan Kopi Buli dari Halmahera Timur.

“Sebenarnya ada empat dengan Kopi Dabe dari Tidore, tapi berhalangan jadi tidak bisa ikut. Ini kita dikirim link dari panitia dan mendaftar, akhirnya terpilih dan Alhamdulillah Kopi Pakesang dan Gamalama menjadi juara 1 terbaik,” ucap Burhanuddin Syamsi Rope, perwakilan Kopi Pakesang dalam kegiatan tersebut.

Menurut Bur, dalam festival tersebut, ada beberapa hal yang dilombakan, mulai dari kemasan, higienis, rasa, hingga aroma.

“Jadi, ada kategori kopi rempah dan ada juga original. Pakesang mewakili kopi rempah dan kopi Gamalama mewakili original. Keduanya mengungguli 59 peserta se-nusantara dari 2 kategori itu,” katanya.

“Terima kasih dewan juri yang begitu objektif dalam penilaian, ini menguatkan kita sebagai Kota Rempah layak dipertahankan,” pungkas dia.

Lifestyle

Mengapa Aroma Buku Terasa Enak?

Published

on

setumpuk buku di rak usang

Ada ungkapan klasik yang kerap kita dengar tentang buku. Diantaranya adalah buku adalah jendela dunia. Ini menggambarkan begitu krusialnya buku bagi manusia yang ingin tahu berbagai macam pengetahuan yang belum diketahuinya.

Selain tema bahasannya, isinya, yang disukai oleh orang adalah aroma yang menguar dari lembaran buku, bahkan hal tersebut kerap kali bikin ketagihan. Adapun orang yang menyukai menghirup aroma buku ini disebut sebagai book sniffer.

Arsiparis dari Arsip Nasional Republik Indonesia, Azkiyah akrab dengan segala jenis bacaan sejak kecil. Sejak kecil orang tuanya gemar membelikan Azki dan saudara-saudaranya koran, majalah, atau buku yang sesuai dengan usia maupun minatnya dan saudara-saudaranya. Sejak dini, Azki tumbuh dalam lingkungan yang gemar membaca dan akrab dengan buku-buku.

Azki mengaku, selain gemar membaca, ia juga gemar mengumpulkan seluruh buku yang dibelinya. Saking cintanya terhadap buku, ia bangga dengan koleksinya yang hingga kini mencapai lebih dari 10.000 judul buku. Semuanya disimpan di perpustakaan pribadi miliknya di rumahnya di bilangan Ampera.

Azki sendiri lebih menyukai aroma buku lawas daripada buku baru. hal ini pula yang mendorong dia untuk mengikuti komunitas penggila buku lawas yakni Ikatan Pemuda Pemudi Pemburu Buku Buluk.

“Biasanya, kita di lapak ketemu buku jadul, yang mungkin berdebu. Kemudian kita buka dengan tangan halaman per halaman. Wanginya spesifik. Sampai kadang membuat kita bersin. Itulah experience yang sangat menyenangkan,” kata Azki saat dihubungi, Minggu (26/6/2022).

Ia melanjutkan, bagi orang-orang yang masuk dalam komunitasnya, rata-rata mengaku jika aroma buku yang autentik adalah saat buku itu baru ditemukan langsung di lapak pedagangnya.

Apabila sudah berpindah tangan atau disimpan dengan perawatan tertentu oleh pembeli maka aroma keautentikan dari buku itu sudah berubah.

Tak hanya buku lawas, buku baru juga mengeluarkan aroma sedap yang khas dan punya karakternya tersendiri apalagi aroma buku baru yang dilepas dari sampulnya.

Menanggapi hal tersebut, Aris Riyadi selaku Pustakawan Ahli Muda Perpustakaan Nasional Indonesia berkata bahwa sebenarnya aroma buku baru dan buku lama itu berbeda. Hal ini disebabkan dalam keduanya terkandung senyawa kimia yang berbeda.

pada buku baru, tambah Aris, dalam proses pembuatan kertasnya biasanya memakai zat aditif berupa volatiles organic compounds atau VOCs. Bahan tersebut sering dipakai dalam membuat kertas untuk buku.

Adapun fungsi penambahan dan pemakaian zat aditif saat produksi pulp adalah memberi nilai tambah pada kertas misalnya memberi aroma tertentu, mengubah warna, membuat kertas licin atau lebih fleksibel.

Pulp merupakan hasil pemisahan serat dari bahan baku berserat melalui berbagai proses pembuatan. Pulp adalah bahan baku utama dari kertas yang terdiri dari serat-serat sebagai penghasil kertas. Dalam proses pembuatannya, dilakukan dengan berbagai prosedur diantaranya proses mekanis, kimia dan semikimia.

Baca Juga:

  1. Daftar Pasar Buku yang Dulu Berjaya & Masih Bertahan Hingga Saat Ini
  2. Pasar Blauran, Surganya Buku Bekas & Murah di Surabaya
  3. Map of the Soul 7, Buku yang Menginspirasi Album BTS Akhirnya Terbit di Indonesia

Menurut Aris, zat aditif yang ditambahkan dalam pulp tadi bisa menjadi parfum yang memberikan wangi sesuai dengan mood tertentu yang direspon oleh indra manusia, apalagi sifatnya yang bikin candu.

walau demikian, pemberian parfum dalam pulp ini perlu diperhitungkan kadarnya agar tidak berlebihan dan memberi pengaruh pada kualitas kertas yang dalam jangka panjang bisa menurun.

Untuk buku tua, aroma yang tercium merupakan hasil dari gejala kimiawi yang berasal dari unsur kertas itu sendiri. Menurut Aris, kertas juga memiliki serat yang mengandung banyak rantai karbon yang seiring waktu jika kertas itu terpapar oleh elemen lain seperti udara, sinar matahari dan debu. Sehingga salah satu molekul dalam kertas tersebut akan pecah dan juga mengeluarkan asam.

“Nah, asam itu bisa diketahui dengan dicium indra manusia. Selain diuji dengan pH meter, asam ini sudah bisa tercium bahkan dari jarak dekat, karena dia mengeluarkan bau,” tambah Aris ketika dihubungi, Senin (27/6/2022).

Namun perlu dicatat bahwa meski kertas atau buku itu mengeluarkan aroma yang khas, tetap saja harus waspada terhadap reaksi kimiawi yang dihasilkan.

Buku tua yang bertumpuk dalam jumlah banyak cukup membahayakan karena akan mencemari udara, apalagi jika sirkulasi udara tempat penyimpanan bukunya kurang baik dan lembab.

Munculnya jamur juga menjadi persoalan yang serius karena mempengaruhi kualitas buku dan kertasnya.

Oleh sebab itu, tentu diperlukan perawatan dan diperhatikan tempat penyimpanannya. Di sisi lain, aroma yang dihasilkan oleh tiap buku juga berbeda-beda tergantung dari bahan baku yang digunakan dalam pembuatan kertasnya seperti apa.

Apalagi, kebanyakan buku yang beredar saat ini menggunakan kertas dari pabrikan di negara-negara eropa yang memproduksi kertas dalam skala besar.

Indonesia juga memiliki bahan baku kertas untuk menulis yang berkualitas sangat baik yakni daluang. Kata Aris, kulit kayu yang merupakan bahan dasar dari daluang ini bisa bertahan hingga 400 tahun, kertas yang dibuat dari daluang tidak akan berubah dari segi bau dan bentuk walau sudah disimpan hingga ratusan tahun. Contoh dari produk daluang adalah koleksi manuskrip yang disimpan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Jadi, apakah kamu termasuk pembaca yang gemar menghirup aroma lembaran buku sebelum atau selama membacanya?

Continue Reading

Lifestyle

Bukan Pertanda Matre, Ini Dia Arti Love Language Gift bagi Pasangan

Published

on

Ilustrasi love language gift

Love language atau bahasa cinta adalah cara seseorang dalam mengungkapkan rasa cinta kepada orang lain. Tak hanya ke pasangan, tapi juga sahabat, keluarga maupun orang terdekat lainnya.

Istilah ini sendiri pertama kali diperkenalkan oleh Gary Chapman yang mengkategorikan 5 jenis love language, salah satunya gift giving.

Mereka dengan bahasa cinta ini paling senang kalau dihadiahi kado oleh orang terdekatnya. Sayangnya, aksi menerima dan memberi hadiah ini sering dianggap sebatas penyampaian afeksi yang terkesan materialistis. Padahal tidak begitu, lho.

Baca Juga:

  1. Mahfud MD: Pemerintah Mulai Pindah ke IKN Juli 2024
  2. Sejarah Jakarta Selatan, Kota Administratif Terkaya di Jakarta
  3. Melihat Komunitas Sastra di Kota Bekasi

Mark Williams sebagai konselor kesehatan mental yang dikutip dari Verywell Mind mengatakan bahwa love language receiving gifts berarti seseorang dapat merasa dicintai dengan mendemonstrasikan cintanya melalui benda. Benda tersebut tidak terpaut pada ukuran ataupun harganya.

Bisa dengan aksesoris kecil yang kamu dapatkan dari sebuah thrift store ataupun benda sebesar mobil bahkan kapal untuk membuktikan seberapa besar kasih sayangmu.

Seseorang dengan bahasa cinta ini akan selalu bahagia dengan benda yang didapatnya. Ketika melihat benda itu maka ia akan terus mengingat pasangannya dan akan merasa dicintai.

Memberikan hadiah istimewa tak hanya pada momen perayaan spesial saja. Dr. Lurve yang merupakan pakar relationship mengatakan bahasa cinta harus disisipkan dalam kehidupan sehari-hari antar pasangan. Sehingga wajar apabila orang-orang dengan jenis love language ini menganggap pemberian hadiah sebagai suatu kebiasaan.

Sebagai kekasihnya, tak ada salahnya jika kamu memberikan kejutan kecil setiap minggu untuk si dia. Jika tidak ada perayaan istimewa seperti anniversary, maka cari kado yang tepat dan mewakilkan kondisi hubungan asmara kalian.

Definisi kado yang tepat ini tidak selalu sama, ya. Sebab kesukaan masing-masing orang berbeda. Kamu bisa mendalami lebih jauh lagi apa yang sedang digemari oleh pasangan.

Continue Reading

Lifestyle

Wanita Arab Saudi Kini Kepincut Tren Rambut Pendek, Simbol Girl Power

Published

on

tren rambut pendek di Arab Saudi

Wanita Arab Saudi beramai-ramai memotong rambut panjang mereka menjadi sangat pendek. Tren rambut pendek ini mulai terlihat pada wanita-wanita di jalanan ibu kota Riyadh, terutama setelah wanita Saudi tidak lagi diwajibkan mengenakan hijab di tempat umum.

Salah satunya Safi yang seperti dilansir AFP, Jumat (24/6/2022), berprofesi sebagai dokter dan baru saja mendapatkan pekerjaan di sebuah rumah sakit di Riyadh. Dia memutuskan untuk memberikan penampilan baru bagi dirinya memotong rambutnya yang panjang bergelombang menjadi sangat pendek hingga ke leher.

Gaya rambut pendek, yang secara lokal dikenal dengan kata bahasa Inggris ‘boy,’ semakin populer di kalangan wanita pekerja di Saudi yang konservatif.

Baca Juga:

  1. Inilah 5 Gunung Terindah di Indonesia
  2. Tak Hanya di Mesir, Di Sudan Ternyata Ada Piramida Lho
  3. Desa Coal, Menikmati Sensasi Alam dan Budaya Desa yang Memanjakan Mata

Terlihat di jalanan Riyadh, banyak wanita yang memiliki gaya rambut pendek. Situasi itu bisa terjadi juga setelah wanita Saudi tidak lagi diharuskan mengenakan hijab di bawah reformasi sosial yang didorong oleh Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), yang juga penguasa de-facto Saudi.

Dengan semakin banyak wanita bergabung dalam angkatan kerja — bagian utama dari upaya pemerintah membangun kembali perekonomian Saudi, banyak yang menggambarkan gaya rambut ‘boy’ sebagai alternatif yang praktis dan profesional dibandingkan gaya rambut panjang.

Bagi Safi, yang menggunakan nama samaran untuk melindungi identitasnya, potongan rambut pendek juga menjadi semacam perlindungan dari perhatian yang tidak diinginkan dari laki-laki, yang memampukan dirinya lebih fokus pada pasien-pasiennya.

“Orang lebih suka melihat feminitas dalam penampilan wanita. Gaya ini menjadi semacam perisai yang melindungi saya dari orang-orang dan memberikan saya kekuatan,” ucapnya.

Gaya-gaya rambut pendek ini juga dilakukan oleh selebriti Arab seperti aktris Yasmin Raeis atau penyanyi Shirene yang telah mengadopsi gaya tersebut.

“Wanita yang memotong rambutnya dengan gaya ini adalah wanita yang karakternya kuat. Tidak mudah bagi wanita untuk memotong rambutnya,” kata stylist Mesir Mai Galal kepada AFP.

Nouf, yang bekerja di sebuah toko kosmetik dan juga memotong pendek rambutnya ini juga punya pandangan endiri soal rambut pendek dan girl power.

“Kami ingin mengatakan bahwa kami ada, dan peran kami dalam masyarakat tidak jauh berbeda dengan peran kami di masyarakat, para laki-laki.”

Di salah satu salon di pusat kota Riyadh, permintaan untuk potongan “anak laki-laki” telah melonjak – dengan tujuh atau delapan pelanggan dari 30 memintanya pada hari tertentu, kata Lamis, seorang penata rambut.

“Tampilan ini menjadi sangat populer sekarang. Permintaannya meningkat, terutama setelah perempuan memasuki pasar tenaga kerja,” katanya.

“Fakta bahwa banyak wanita tidak mengenakan jilbab dan gaya ini populer pada wanita di akhir usia belasan dan dua puluhan.”

Pencabutan aturan soal jilbab di Saudi hanyalah salah satu dari banyak perubahan yang telah menata ulang kehidupan sehari-hari bagi wanita Saudi di bawah Pangeran Mohammed, yang dinobatkan sebagai pewaris ayahnya yang berusia 86 tahun, Raja Salman.

Wanita Saudi tidak lagi dilarang dari konser dan acara olahraga, dan pada 2018 mereka mendapatkan hak untuk mengemudi.

Continue Reading

Trending