NETWORK : RakyatPos | ValoraNews | KupasOnline | TopSumbar | BanjarBaruKlik | TopOne | Kongkrit | SpiritSumbar | Basangek | MenaraInfo | Medikita | AcehPortal | MyCity | Newsroom | ReportasePapua | RedaksiPos | WartaSehat JetSeo
Kontroversi Ikan Mujair, Bagaimana dengan di Danau Rawa Babon? - mycity.co.id
Connect with us

CityView

Kontroversi Ikan Mujair, Bagaimana dengan di Danau Rawa Babon?

Published

on

Danau Rawa Babon : Guntur Ramadhan

Danau Rawa Babon : Guntur Ramadhan

Mycity.co.id Ikan merupakan sumber protein hewani yang diperlukan tubuh. Namun, memakan ikan yang mengandung kontaminan dapat menyebabkan kontaminan tersebut menumpuk di dalam tubuh manusia.

Konsumsi ikan yang terkontaminasi dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko penyakit pada orang dewasa, tetapi bisa sangat berbahaya bagi anak-anak dan bayi karena tubuh mereka masih berkembang.

Contohnya Ikan Mujair, ikan ini dapat memakan kotorannya sendiri atau kotoran hewan lain. Kotoran tersebut merupakan sumber bakteri, kuman, dan parasit yang tidak terlihat.

Ikan yang memakan kotorannya berisiko terkontaminasi. Walaupun sudah dicuci dan dimasak secara higienis, tidak menutup kemungkinan ikan tersebut dapat menimbulkan penyakit.

Danau rawa babon merupakan rawa yang di dalam airnya cukup banyak yang memancing saat siang dan sore hari.

Salah satu pemancing berhasil diwawancarai oleh mycity.co.id pada (1/12/2022) mengatakan, ikan air tawar disana masih layak di konsumsi.

“Menurut saya ikan mujair disini aman-aman aja sih, dirumah aja kadang saya makan ikan mujair hasil tangkapan saya,” katanya.

Pemancing tersebut juga mengungkap cara membersihkan ikan mujair sebelum dimasak.

“Cara nyucinya mah gampang,cuci ikan nya kalo bisa 2 kali, keluarin kotorannya, sama tulangnya juga diambil(dibuang),” Ungkapnya.

Mari kita jaga lingkungan kita agar tetap aman dan bersih. Khususnya Danau Rawa Babon supaya ikan-ikan disini tidak terkontaminasi.

Itu sebabnya harus ada upaya untuk melestarikan danau. Kita menunggu kapan dan siapa yang akan menjaga kelestarian danau tersebut, karena kita harus berusaha turun tangan untuk menjaga keberadaan danau tersebut, terutama di lingkungan kita dalam skala kecil atau di negara kita dalam skala besar.

Tentunya hal ini membutuhkan peran semua pihak dalam pelaksanaannya, baik secara individu, di masyarakat maupun di pemerintah daerah dan pusat.

CityView

Banjir Pakistan Rusak Kota Kuno Mahenjo-daro

Published

on

Situs Mohenjo-daro di Pakistan/CNN


Situs Mohenjo-daro di Pakistan/CNN

mycity.co.id Salah satu permukiman manusia tertua di dunia rusak parah oleh hujan deras hingga banjir yang melanda Pakistan. Sebagian museum juga digunakan untuk tempat tinggal sementara warga.

Moenjodaro (juga disebut Mohenjo-daro), sebuah situs Warisan Dunia di Lembah Sungai Indus 508 kilometer dari Karachi, dibangun pada Zaman Perunggu, sekitar 5.000 tahun yang lalu.

“Sayangnya yang terjadi adalah penghancuran massal di situs itu,” bunyi surat dari Departemen Kebudayaan, Pariwisata, & Purbakala negara bagian Singh yang dikirim ke UNESCO dan ditandatangani oleh kurator Ihsan Ali Abbasi dan arsitek Naveed Ahmed Sangah, seperti dikutip dari CNN, SEnin (6/2/2022).

Surat itu juga menyebut bahwa kawasan kuno itu digunakan sebagai tempat tinggal sementara bagi warga yang rumahnya terendam banjir. Banjir yang melanda Pakistan kali ini memang dahsyat. Tercatat sebagai banjir terburuk dalam sejarahnya.

“Atas dasar kemanusiaan, kami memberi mereka perlindungan di tempat tinggal kami, area parkir, toko (dan) lantai dasar museum,” surat itu menjelaskan.

Saat ini, diperkirakan sepertiga dari Pakistan terendam air setelah hujan monsun dikombinasikan dengan air dari gletser yang mencair.

Sebagian besar bangunan Moenjodaro yang ditemukan pada tahun 1920-an berada di atas tanah dan rentan terhadap kerusakan lingkungan. Gambar yang disertakan dalam surat dari penjaga situs menunjukkan dinding bata yang runtuh dan lapisan lumpur menutupi situs.

Surat tersebut menjelaskan beberapa tindakan segera yang telah diambil oleh tim lokasi untuk mengurangi kerusakan akibat banjir, seperti membawa pompa air, memperbaiki tembok bata, dan membersihkan saluran air.

Abbasi dan Sangah mengakhiri surat mereka dengan meminta 100 juta rupee Pakistan atau sekitar Rp 668, 25 miliar untuk menutupi biaya perbaikan. Situasi itu sangat disayangkan sebab para ahli konservasi Moenjodaro telah mengetahui sejak lama bahwa banjir dapat menimbulkan risiko serius bagi situs tersebut.

Daftar resmi UNESCO mencatat bahwa negara bagian Singh, yang secara resmi ditugaskan untuk memelihara Moenjodaro, telah menandai masalah ini sebelumnya dan memperingatkan bahwa “adanya kesalahan pada bendungan di hulu akan menyebabkan kerusakan besar.”

Signifikansi Moenjodaro sebagai situs sejarah dan arsitektur tidak bisa diremehkan. Ketika ditambahkan ke daftar UNESCO pada tahun 1980, organisasi tersebut menulis bahwa Moenjodaro “memberikan kesaksian luar biasa tentang peradaban Indus,” yang terdiri dari “kota terencana paling kuno di anak benua India.”

Pada masa kejayaannya, kota ini merupakan kota metropolitan yang ramai. Ada pasar, pemandian umum, sistem pembuangan kotoran, dan stupa Buddha, sebagian besar dibangun dari batu bata yang dibakar matahari.

Dalam surat mereka, Abbasi dan Sangah menyatakan keprihatinannya bahwa Moenjodaro dapat ditambahkan ke daftar situs UNESCO dalam bahaya, yang diperbarui oleh badan pelestarian secara berkala untuk menyoroti tempat-tempat bersejarah yang berisiko tinggi mengalami kehancuran.

Situs yang saat ini ada dalam daftar ini termasuk Taman Nasional Everglades Florida, yang menghadapi tantangan lingkungan yang signifikan, dan kota Liverpool, Inggris, yang pusat kota bersejarahnya dianggap berisiko dari urbanisasi.

Continue Reading

CityView

Nonton F1H2O di Danau Toba, Sekalian Cicipi 5 Makanan Khas Sumatera Utara

Published

on

F1H2O di Danau Toba/Net

F1H2O di Danau Toba/Net

mycity.co.idMeyaksikan F1H2O di bulan Maret mendatang menjadi salah satu pilihan bagi Anda untuk melepas penat sekaligus berwisata di Danau Toba.

F1H2O yang digelar di Danau Toba ini adalah sebuah acara kelas dunia dimana mencari pembalap terbaik dari perahu air yang kecepatannya setara dengan F1.

Anda yang berminat menyaksika F1H2O di Danau Toba, tidak ada salahnya untuk mencoba juga kuliner yag ada di Sumatera Utara.

Anda bisa menikmati berbagai makanan khas Sumatera Utara di daerah Danau Toba tempat dilaksanakannya F1H2O.

Jika Anda bingung kuliner apa saja yang menjadi khas di Danau Toba ini, berikut kami sajikan 5 daftar makanan yang cocok Anda nikmati jika mengunjungi Sumatera Utara untuk menyaksikan F1H2O.

1. Dekke Na Niarsik

Hidangan ini mirip dengan ikan pindang yang ada di Jawa Barat.

Bedanya Dekke Na Niarsik sudah memakai bumbu yang bermacam-macam

Dekke Na Niarsik juga jadi makanan khusus dalam pesta adat suku adat toba

2. Napinadar

Napinadar adalah makanan yang dibuat dari daging atau ikan panggang yang dicampur dengan bumbu.

Tidak berbeda dengan bumbu Dekke Na Niarsik, hanya saja di tambahkan dengan rasa asam dari jeruk.

Rasa dari makanan Napinadar dominan pedas.

3. Dekke Na Ni Ura

Ikan Na Ni Ura adalah jenis makanan yag bisa dimakan tanpa di masak.

Tidak jauh berbeda dengan makanan khas Jepang, meski tidak di goreng Dekke Na Ni Ura memiliki rasa gurih dan nikmat.

Sekarang Dekke Na Ni Ura menjadi makanan kesukaan masyarkaat Batak Toba.

4. Namartoga atau Saksang

Sebenarnya makanan ini dibuat dengan pemasakan bersama darah hewan.

Warnanya tampak agak merah tua.

Bahan dasarnya daging babi ataupun anjing.

5. Dali Ni Horbo

Sebenarnya makanan Dali Ni Horbo adalah susu kerbau yang sudah dikentalkan.

Warnanya kuning diakibatkan adanya kunyit yang digunakan untuk bumbunya.

Bentuknya seperti tahu dan makanan ini cukup mudah ditemukan di warung nasi sekitar Danau Toba.

Continue Reading

CityView

Pantai Lovina, Healing Sambil Main Bersama Lumba-Lumba

Published

on

Pantai Lovina/Tribun Travel

Pantai Lovina/Tribun Travel

Mycity.co.id – Pantai Lovina dikenal sebagai salah satu pantai yang banyak dikunjungi lumba-lumba di Indonesia. Kemunculan lumba-lumba menjadi salah satu daya tarik utama pantai ini.

Jika kalian menyukai lumba-lumba, kunjungan ke Pantai Lovina adalah tempat yang tepat untuk. Sebab ada lebih dari ratusan lumba-lumba yang tersedia untuk diajak bermain.

Untuk melihat lebih dekat, sewa perahu dan pergi ke laut sebelum matahari terbit. Lumba-lumba biasanya muncul sekitar satu kilometer dari bibir pantai. Waktu yang tepat adalah 06.00-08.00 pagi.

Untuk menyewa perahu cukup membayar Rp150 ribu per orang. Perahu ini dapat menampung lima orang dan waktu penggunaan dua jam. Pemandu atau tukang perahu akan membawa kalian langsung untuk melihat lumba-lumba.

Pantai Lovina terletak di Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Bali. Pantai Lovina berjarak kurang lebih sepuluh kilometer dari kota Singaraja, atau sekitar 20 menit dengan mobil.

Jika berangkat dari Kuta, perjalanan memakan waktu dua jam 53 menit atau sekitar 89 kilometer. Selain itu, dibutuhkan waktu dua jam 31 menit dari Denpasar ke Pantai Lovina atau sekitar 81 kilometer.

Untuk rutenya, bila berangkat dari Singaraja, kalian bisa mengambil Jalan Ahmad Yani pergi ke Jalan Singaraja kemudian ke Seririt. Setelah itu akan menemukan papan nama jalan yang bertuliskan Pantai Lovina.

Kalian akan senang mengunjungi Pantai Lovina kapan saja untuk melihat lumba-lumba bebas. Karena tidak ada biaya alias gratis untuk mengunjungi pantai Lovina yang indah ini. Pantai ini pun juga buka 24 jam sehari. Sehingga cityzen selalu bisa menikmati suasana pantai.

Continue Reading
Advertisement

Trending