Connect with us

CityView

Kota Mandiri Kalimantan Selatan, Dongkrak Perekonomian Masyarakat Kecil

Published

on

Ilustrasi Kota Mandiri

Ketua Pengembangan Indonesia (PI) dari Kalimantan Selatan diketahui tengah mengembangkan konsep kota mandiri dalam program yang dijalankannya di Banjarmasin.

“Saya tuh pengen sekali, pertama kita berangkat dari orang kecil kemudian di situ di kota mandiri kan biasanya hampir ngga ada rumah subsidi,” ucapnya kepada MyCity (14/4/2022).

Menurutnya properti di Indonesia saat ini tidak ada di kota mandiri. Sementara itu, dirinya yang telah seperti sekarang yang dahulu berasa dari orang kecil, tidak mungkin melupakan jasa mereka. Oleh sebab itu Suryadi membuat program kota mandiri tersebut untuk membantu rakyat kecil.

Di mana nantinya di sana ada cluster, kelas mewah, bisnis, kesehatan, pendidikan dan hal lainnya sebagainya. Selain itu, terdapat juga kelompok-kelompok kecil di kota mandiri ini agar mereka juga turut terangkat.

Baca Juga:

  1. Kiat Sukses Pengusaha Properti Bertahan Selama Pandemi
  2. Kisah Pengusaha Bangun Rumah Subsidi Demi Berdayakan Masyarakat Banjarmasin
  3. Keren, Bakal Ada Kota Mandiri di Bogor

“Beli rumah di komplek kita yang akan di bangun kota mandiri, wah itu luar biasa bagi mereka. Dan itu sangat keuntungan bagi mereka, yang dulu mungkin kalau mereka itung-itung misalnya rumah subsidi itu kalau diangsur selama 20 tahun mungkin nilainya kurang lebih 240-250 juta. Tapi kalau kita jadikan kota mandiri tercapai dalam 5 tahun itu malah bisa 2 sampai 3 kali lipat harga rumahnya,” jelas Suryadi.

Atas dasar tersebut masyarakat kecil akan diuntungkan akan hal ini. Di mana mereka akan terbantu dengan adanya kota mandiri. Suryadi pun mengatakan hal yang tak kalah penting, yakni adanya unsur ibadah dalam menjalakan program ini.

Dirinya menyebut bahwa untuk ke depannya mereka yang mempunyai rumah subsidinya ini tidak akan rugi untuk anak cucu mereka sendiri. Itu karena harganya akan terus naik, jadi secara tidak langsung mereka menabung untuk masa depan.

CityView

Meraih Kemerdekaan dan Kedigdayaan: Amerika Serikat Melompat Jauh Ke depan

Published

on

ilustrasi patung liberty

Amerika tidak akan pernah dihancurkan dari luar. Jika kita goyah dan kehilangan kebebasan kita, maka kita menghancurkan diri kita sendiri”, – Abraham Lincoln

Kini raksasa dunia kian melonglong. Negara Adidaya Amerika Serikat menerima tantangan dari raksasa lain, dari benua yang kaya akan mitos, sejarah dan budaya. China meraung dan memamerkan taringnya dalam unjuk gigi perang dagang.

Negara China mengobarkan semangat mengembalikan kejayaan perdagangan yang telah terkubur berabad-abad silam.

Sementara Amerika Serikat ‘memaksakan diri’ untuk melanjutkan posisi sentralnya sebagai negara penguasa perekonomian global. Sayangnya, artikel ini hanya mengupas sejarah Amerika Serikat merangkak menuju digdaya.

Semua bermula pasca Deklarasi Kemerdekaan, bangsa Amerika telah memperoleh kemerdekaan pada 4 Juni 1776. Founding Father Amerika bukan saja mengumumkan kelahiran sebuah negara baru, melainkan juga mencanangkan sebuah filosofi kebebasan manusia.

Seiring sejalan, negara Amerika senantiasa berusaha meningkatkan kemakmuran rakyatnya melalui upaya diplomatik, yang di kemudian hari menjelma menjadi imperium raksasa, bahkan mempengaruhi segala penjuru bangsa di berbagai belahan dunia.

Demi mematahkan kepentingan Inggris, negara baru Amerika mengoptimalkan kinerja diplomatik dan mengadakan penetrasi militer terhadap pelabuhan dagang yang berada dalam kekuasaan Inggris (pelabuhan dagang West Indies).

Pemerintah negara baru Amerika menjalin relasi dengan para pedagang, terutama yang berkebangsaan Amerika, sehingga Inggris tersudutkan dan terpaksa membuka pelabuhan lainnya di daerah koloninya.

Langkah sukses berupaya dipertahankan, bahkan negara baru tersebut terus-menerus menggerogoti imperium Inggris di benua Amerika.

Baca Juga:

  1. Mengenal Presiden Amerika Tersingkat
  2. Ambang Kehancuran Meksiko
  3. Asmara di Tengah Konflik: Kisah Cinta Para Pejuang di Masa Revolusi Fisik

Bangsa Amerika menyakini revolusi ini merupakan tonggak awal untuk mengakhiri kolonialisme Eropa sekaligus pertanda kebangkitan imperium raksasa yang akan menguasai daratan dan lautan.

Relatif cukup lama, bangsa Amerika menyusun pilar-pilar imperium kontinental, terlebih mengembangkan perdagangan yang mengusung perekonomian pasar ekspansif dengan target seluruh penjuru dunia, guna menggantikan posisi dan peran bangsa Eropa (Portugal pada abad ke-16; Belanda pada abad ke-17; Inggris pada abad ke-18).

Akhir abad ke-20, bangsa Amerika boleh bangga atas prestasinya yang mempengaruhi bangsa-bangsa di dunia, baik dari segi politik, ekonomi, militer maupun budaya.

Semenjak perang dingin (cold-war) usai, Uni Soviet tumbang, dan Amerika Serikat terangkat menuju podium tertinggi panggung dunia.

Kemajuan Amerika Serikat dapat dilacak, berawal dari penetapan kebijakan luar negeri guna melakukan ekspansi agresif ke beberapa wilayah disekitarnya.

Dengan menjunjung nilai-nilai kebebasan individu, Amerika Serikat menunjukkan sikap dan ketegasannya dalam kebijakan politik luar negerinya.

Setiap ekspansi militer mengusung kepentingan perekonomian Amerika, karena prinsipnya tak jauh beda dengan kolonialisme Eropa, yang membonceng perusahaan dibalik tank dan ribuan serdadu bersenjata.

Tahun 1776, Amerika Serikat sudah terdiri dari 13 negara bagian yang harus menghadapi negara-negara imperalis Eropa, seperti Inggris, Perancis dan Spanyol.

Oleh karena itu, menurut David F. Burg dalam The America Revolution, Amerika Serikat berperan aktif mengupayakan cara diplomasi untuk menjaga dan memperluas wilayah teritorialnya. Ekspansi militer pun berlangsung sporadis sejak zaman koloni.

Para pionir Amerika menjelajah ke arah barat untuk membuka lahan-lahan baru sampai ke pegunungan Appalachian.

Setelah mendapatkan wilayah Lousina, Amerika Serikat masih dihadapkan dengan ancaman dari Inggris yang masih menguasai wilayah Canada.

John Soule dalam Garis Besar Sejarah America melanjutkan, terpikat oleh tanah yang subur yang belum pernah dijumpai, mendorong para perintis berdatangan ke pegunungan Appalachian dan daerah disekitarnya.

Hingga pada 1790, penduduk daerah lintas pegunungan Appalanchian berkembang mencapai angka 120.000 jiwa.

Keadaan Negara terus berkembang mantab, disusul migrasi dari Eropa meningkat. Penduduk Amerika pun mulai pindah kearah barat.

Penduduk New England dan Pennsylvania beranjak ke Ohio, sedangkan orang-orang Virginia dan Carolina masuk ke Kentucky dan Tennessee.

Lahan pertanian yang bagus bisa dimiliki dengan harga murah, tenaga kerja sangat dibutuhkan.

Faktor yang paling utama adalah meningkatnya perkembangan industri kapas yang sangat besar di wilayah selatan yang terdorong oleh pengenalan jenis-jenis baru teknologi pembangunan.

Perang tahun 1812, dalam batas tertentu merupakan perang kemerdekaan kedua, karena sebelumnya Amerika Serikat masih dianggap setara dengan rumpun bangsa terjajah lainnya.

Dengan diakuinya negara baru Amerika, banyak kesulitan serius yang menerjangnya. Persatuan nasional di bawah konstitusi membawa keseimbangan antara kemerdekaaan dan ketertiban.

Utang nasional yang rendah dan tanah yang luas menunggu untuk diolah menjadi modal utama yang diharapkan dapat menunjang kemakmuran dan kemajuan negara baru tersebut.

Melalui semangat itulah kemudian Amerika berkeinginan menyalurkan hasratnya dengan mengadakan ekspansi dan politk luar negerinya.

Continue Reading

CityView

Bikin Penasaran Dunia, Ini 7 Misteri di Indonesia yang Belum Terpecahkan

Published

on

By

Ilustrasi Misteri di Indonesia yang Belum Terpecahkan

Beragam mitos yang saat ini masih terjadi, pasti tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Di mana mitos atau misteri tersebut datang dari berbagai wilayah di Tanah Air.

Berikut mycity telah merangkum untuk cityzen 7 misteri di Indonesia yang belum terpecahkan:

Kerajaan Ghaib Laut Selatan dan Nyi Roro Kidul

Kerajaan Ghaib di Laut selatan dan kisah Nyi Roro Kidul ini diyakini oleh sebagian besar penduduk Indonesia. Namun sampai kini masih menjadi misteri dan kisah legenda yang dipercaya banyak orang, terutama bagi masyarakat Pulau Jawa terkait keberadaan Nyi Roro Kidul sebagai penguasa pantai selatan.

Larangan memakai baju berwarna hijau saat berada di pantai selatan pun merupakan salah satu mitos yang berkembang di tengah masyarakat Tanah Air. Diyakini Nyi Roro Kidul tidak suka dengan orang yang memakai baju berwana hijau kala datang ke pantai tersebut.

Situs Gunung Padang

Selanjutnya, Gunung Padang yang berada di Cianjur, Jawa Barat yang menyimpan misteri mengenai penemuan situs megalitikum terbesar di Asia Tenggara. Jika dibandingkan dengan luas Candi Borobudur, tempat ini memiliki luas dua puluh kali.

Situs tersebut masih menyimpan banyak misteri sampai saat ini. Dipercaya Situs Gunung Padang memiliki usia yang sama dengan Piramida di Mesir, bahkan dikatakan lebih tua.

Baca Juga:

  1. Dikenal Sebagai Kota Pahlawan, Inilah Sederet Rekomendasi Wisata Sejarah di Surabaya
  2. Keris dan Perubahan Budaya bagi Masyarakat Jawa
  3. Gua Liang Bua, Rumah Manusia Kerdil Indonesia dari NTT

Piramida Sadahurip di Garut

Tak hanya Situs Padang saja ternyata yang disebutkan lebih tua dari Piramida di Mesir, melainkan Piramida Sadahurip di Garut pun juga demikian. Bahkan kebenaran tentang Piramida Sadahurip masih menjadi hingga sekarang.

Dusun Karang Kenek

Karena hanya dihuni oleh 26 kepala kelurga dan tidak boleh lebih, Dusun Karang Kakeng termasuk ke dalam dusun yang unik. Dipercayai akan ada penduduk yang meninggal atau memutuskan untuk pindah jika desa ini diisi lebih dari angka tersebut.

Suku Lingon yang Bermata Biru

Suku Lingon yang berada di Halmahera tentu sangat menarik perhatian bagi banyak orang. Hal ini dikarenak suku Lingon yang mempunyai ciri fisik tidak sama dengan kebanyakan masyarakat Indonesia. Mereka bertubuh besar dan tinggi, berambut pirang, berkulit putih hingga memilki bola mata berwarna biru layaknya orang Eropa.

Suku Mante di Aceh

Masih menjadi misteri sampai saat ini tentang keberadaan suku Mante di Aceh. Kamera seorang pengendara motor tidak sengaja menangkap sesosok manusia yang dipercaya adalah orang dari suku Mante pada tahun 2017. Sebagian besar orang percaya bahwa suku ini telah punah. Akan tetapi juga banyak meyakini jika suku mante masih ada dan pelosok hutan di Aceh merupakan tempat mereka.

Benteng Raksasa di Bawah Laut Papua

Ilustrasi Benteng Raksasa di Bawah Laut Papua

Sebuah penampakan yang menyerupai benteng raksasa yang berada di bawah laut Papua sempat ditangkap oleh satelit luar angkasa. Namun kebenaran akan adanya Benteng raksasa itu masih menjadi misteri hingga kini.

Continue Reading

CityView

Mengenal Ha Anim, Provinsi Baru di Papua

Published

on

By

Ha Anim, Provinsi Baru di Papua

Terdapat provinsi baru di Papua, yakni Papua Selatan (Ha Anim). Marind Anim dan Asmat merupakan sejumlah suku yang mendiami wilayah tersebut.

Provinsi ini dengan ibu kota Marauke meliputi empat kabupaten seperti Kabupaten Merauke, Kabupaten Mappi, Kabupaten Asmat, dan Kabupaten Boven Digoel.

Badan Penghubung Pemerintah Provinsi Papua Anim Ha adalah wilayah terluas sekaligus kawasan terdepan Indonesia yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini, dikutip dari laman penghubung.papua.go.id.

Sementara itu masyarakat Marin Anim yang tinggal di wilayah itu, hidup di dalam kampung-kampung yang biasanya memiliki sebuah rumah untuk para lelaki remaja. Di mana rumah itu biasa disebut gotad.

Baca Juga:

  1. Mengadu Nasib di Kota: Migrasi Orang-Orang Madura ke Surabaya
  2. Kapitalisme di Ujung Kota: Tumbuhnya Kapitalisme di Perkebunan Kampung Medan Putri
  3. Surabaya dalam Struktur Kota Bawah: Benteng yang Mengelilingi Kota

Kemudian berdiri rumah-rumah keluarga (oram aha) atau rumah kaum wanita yang lebih kecil ukurannya di sekitar gotad. Sedangkan suku Asmat di sini terbagi menjadi dua, yaitu ada yang tinggal di pesisir pantai dan ada juga yang hidup di pedalaman. Perbedaan cara hidup, sturktur sosial dan ritual tentu tercipta dari kedua populasi ini.

Diketahui, dengan melalui Pengembangan Kawasan Pangan Merauke (PKPM), Pemerintah Provinsi Papua menetapkan Anim Ha sebagai pusat pengembangan pangan.

Tidak hanya itu saja, kawasan Anim Ha juga menjadi pusat pengembangan perkebunan untuk karet dan sawit serta tanaman tebu. Selain itu pengembangan perikanan di Merauke dan Asmat, pengembangan wisata budaya Asmat, dan pengembangan peternakan sapi di Merauke.

Continue Reading

Trending