Connect with us

Nasional

Komnas Perempuan: Apakah Ketiadaan Himen Berdampak pada Ketidakampuan Seorang Perempuan dalam Bela Negara?

Published

on

Komnas Perempuan beri apresiasi pada keputusan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jendral TNI Andika Perkasa atas dihapuskannya aturan tes keperawanan untuk prajurit wanita. Keputusan tes tersebut atau himen ditiadakan dalam proses seleksi calon anggota Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad).

“Sebagai political will (kemauan politik) pernyataan Kasad itu perlu kita apresiasi,” ujar Theresia Iswarini, Komisioner Komnas Perempuan.

Rini menyampaikan Komnas Perempuan hingga saat ini masih menunggu Andika menuangkan penghapusan tes keperawanan itu dalam kebijakan tertulis secara resmi. Demikian, kebijakan tersebut dapat menjadi rujukan untuk mitra lainnya di lingkungan TNI.

Baca Juga:

  1. Peringatan Mengerikan WHO Soal Kasus Covid-19 Tahun Depan
  2. WHO Punya 3 Obat Baru untuk Sembuhkan Covid-19
  3. Berhasil Keluar Dari Zona Merah, PPKM Level 4 di Jakarta Masih Berlaku

“Kita menunggu kebijakan tertulisnya, kan itu lebih kuat, ya, dan publik juga pasti akan sangat senang karena ada bukti terhadap pernyataan tersebut,” jelasnya.

Rini mengatakan bahwa Komnas Perempuan baru mengetahui terdapat tes keperawanan di lingkungan TNI. Sebelumnya, diketahui bahwa lingkungan Polri telah menghapuskan tes serupa.

Kaitan antara tes keperawanan dengan kapasitas dan kapabilitas calon prajurit perempuan menjadi hal yang dipertanyakan oleh Rini. Ia mempersoalkan apakah ketiadaan himen itu berdampak pada ketidakampuan seorang perempuan dalam bela negara.

Meninjau dari sisi kesehatan, Rini juga mempertanyakan hubungan ketiadaan himen dengan penilaian kesehatan perempuan secara keseluruhan, “Apakaah indikatornya kalau himen rusak lalu seluruh kesehatan dari prajurit perempuan itu bermasalah?”

Nasional

Besok, Jokowi Kunjungi Korban Erupsi Gunung Semeru

Published

on

Presiden Jokowi
Presiden Jokowi

Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi), berencana mengunjungi korban erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur besok, Selasa (7/12/2021) WIB.

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono mengatakan Jokowi hendak meninjau lokasi bencana. Ia akan melihat dampak dari bencana alam pekan lalu.

“Besok ke Lumajang,” kata Heru kepada wartawan, Senin (6/12/2021).

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Heru tidak merinci kegiatan Jokowi di Lumajang besok. Dia akan membeberkan rangkaian kegiatan Jokowi setelah pesawat presiden bertolak dari Jakarta pada Selasa pagi.

Sebelumnya, Jokowi menaruh perhatian khusus pada erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur. Ia telah memerintahkan tanggap bencana kepada seluruh anak buahnya.

Jokowi meminta menteri dan kepala daerah sigap mengevakuasi warga. Dia juga memerintahkan bawahannya memastikan bantuan logistik kebutuhan dasar, layanan kesehatan, dan perbaikan infrastruktur.

“Untuk segera melakukan tindakan secepat mungkin, melakukan langkah-langkah tanggap darurat, mencari dan menemukan korban, memberikan perawatan kepada korban luka-luka, dan melakukan penanganan dampak bencana,” ujar Menteri Sekretaris Negara Pratikno menyampaikan arahan Jokowi, disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden pada Minggu (5/12/2021).

Continue Reading

Nasional

Jokowi: Indonesia Harus Berwatak Trendsetter Bukan Follower

Published

on

Presiden Jokowi

Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi), ingin Tanah Air menjadi trendsetter bukan follower dalam menjawab tantangan perkembangan zaman.

Jokowi menegaskan hal itu saat membuka Kongres IV Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) 2021 hari ini, Senin (6/12/2021). Kongres ini bertajuk ‘Nasionalisme Menjawab Tantangan Zaman.’

“Kedaulatan adalah kemanfaatan secara maksimal untuk masyarakat, bangsa, dan negara,” kata Jokowi dikutip dari YouTube Setpres.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Jokowi menilai globalisasi kini semakin terbuka dan interaksi semakin tinggi. Hal ini melahirkan hiperkompetisi atau kompetisi yang super ketat.

“Bukan hanya mobilitas fisik dan barang yang semakin mudah, tapi mobilitas gagasan dan mobilitas pengetahuan lebih tinggi melalu ranah-tanah digital,” tambah Jokowi.

“Untuk itu satu pilar untuk menjaga kedaulatan adalah memenangkan kompetisi baik di pasar dalam negeri maupun global. Kita harus lebih unggul dari negara lain dan harus mampu mendahului negara lain dalam dunia yang semakin kompetitif sekarang ini,” tegasnya.

Jokowi menegaskan, kedaulatan harus diperjuangkan dengan keberanian untuk menemukan cara-cara baru. Untuk bisa mendahului negara lain dia mengungkapkan tidaklah mungkin menggunakan cara-cara yang sama.

“Tidaklah mungkin menggunakan tangga-tangga yang sama, tidaklah mungkin menggunakan tangga-tangga yang dipakai negara maju di masa yang lalu. Untuk mendahului kereta yang lain tidaklah mungkin menggunakan rel yang sama, untuk mendahului negara lain tidaklah mungkin kita menggunakan cara-cara yang sama,” ujar Jokowi.

Dia mengatakan bahwa Indonesia harus segera menemukan cara-cara baru untuk bisa mendahului negara lain.

“Kita tidak cukup hanya naik tangga, kita harus melompat, kalau tidak melompat jangan berharap bisa mendahului negara lain yang sudah lebih maju. Kita harus melakukan lompatan kemajuan dan berwatak trendsetter bukan berwatak follower,” ucap Jokowi.

Jokowi pun mendorong agar kedaulatan diperjuangan dengan inovasi dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurutnya, revolusi industri jilid ke-4 dan pandemi Covid-19 telah mendisrupsi seluruh sendi kehidupan manusia menuju normalitas baru.

“Dua disrupsi ini harus kita manfaatkan sebagai peluang, tatkala dunia berhenti sejenak, kita harus tetap maju,” demikian Jokowi.

Continue Reading

Nasional

Demi Cegah Gelombang 3 Covid-19 & Varian Omicron, Kemenhub Perketat Pintu Masuk Jalur Udara

Published

on

Aktivitas di Bandara

Guna mencegah gelombang ketiga Covid-19 dan masuknya Varian Omicron, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperketat pintu masuk melalui transportasi udara.

Hal itu sesuai dengan penerbitan Surat Edaran Kemenhub Nomor 106 Tahun 2021 tentang Petunjuk Perjalanan Internasional yang merujuk pada addendum Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 23 Tahun 2021.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto mengatakan pihaknya ingin mengendalikan penyebaran Covid-19 semaksimal mungkin.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

“Pengendalian dilakukan mulai penerbangan domestik antisipasi libur natal dan tahun baru, juga di penerbangan internasional mencegah masuknya varian baru omicron,” kata dalam keterangan, dikutip, Senin (6/12/2021).

Pengetatan dilakukan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA), serta personel atau kru pesawat udara asing termasuk pilot, pramugari/a, dan teknisi

Bentuk pengetatan yang dilakukan adalah sebagai berikut:

  1. Menambah waktu karantina bagi WNI dan WNA ke Indonesia menjadi 10 hari dari sebelumnya hanya 7 hari, dengan riwayat perjalanan 14 hari terakhir di luar 11 negara, yakni Afrika Selatan, Botswana, Namibia, Zimbabwe, Lesotho, Mozambique, Eswatini, Malawi, Angola, Zambia, dan Hong Kong.
  2. Bagi personel udara pesawat asing, pengetatan dilakukan dengan mempersingkat syarat tes RT-PCR dari semula 7×24 jam menjadi 3×24 jam dan menambah ketentuan wajib tes RT-PCR pada saat kedatangan.

Continue Reading

Trending