Connect with us

Teknologi

Kominfo Hapus Ribuan Postingan Soal Berita Hoaks Covid-19 di Iran

Published

on

Kemkominfo
Kemkominfo

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) melakukan pemutusan akses terhadap konten hoaks dunia maya. Menurut Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi hal itu dilakukan untuk mengantisipasi dampai negatif persebaran konten hoaks.

Dedi memberi contoh informasi yang tidak benar soal berita Covid-19 di Iran dan membawa dampak negatif. Hal tersebut, sama dengan yang dialami oleh Indonesia kala informasi tidak benar itu tersebar di berbagai kanal.

Diketahui, catatan Kantor Berita Aljazeera terkait Hoaks Covid-19. Pada April 2020, lebih dari 700 orang di Iran meninggal dunia dan sekitar 90 orang kehilangan kemampuan melihat akibat keracunan alkohol dikarenakan termakan berita bohong yang menyatakan mengonsumsi alkohol dapat menyembuhkan Covid-19.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

“Hal ini juga terjadi di Indonesia sendiri, kita juga kerap mendengar kabar duka hilangnya nyawa seseorang yang terkena Covid-19 karena percaya bahwa Covid-19 itu tidak nyata, hanya flu biasa bahkan ada yang menganggap Covid-19 sebagai konspirasi elit global,” ujarnya.

Dedy Permadi memaparkan Kementerian Kominfo menemukan sebanyak 1991 hoaks pada 5131 unggahan media sosial dengan persebaran terbanyak pada Facebook sejumlah 4432 unggahan. Ini tercatat sejak Januari 2020 sampai dengan 18 November 2021. “Pemutusan akses telah dilakukan terhadap 5004 unggahan dan 127 unggahan lainnya sedang ditindaklanjuti,” katanya.

Kemudian terkait hoaks Vaksinasi Covid-19, terdapat sebanyak 390 isu pada 2425 unggahan media sosial dengan persebaran terbanyak pada Facebook sejumlah 2233. Pemutusan akses telah dilakukan Kominfo terhadap 2425 unggahan tersebut.

Adapun terkait Hoaks PPKM, Kominfo menemukan sebanyak 48 isu pada 1167 unggahan media sosial dengan persebaran terbanyak pada Facebook sejumlah 1149. “Pemutusan akses dilakukan terhadap 1003 unggahan dan 164 unggahan lainnya sedang ditindaklanjuti,” ujar Dedy yang juga Staf Khusus Menteri Bidang Digital dan SDM.

Sementara, perbandingan jumlah persebaran isu hoaks pekan ini dan sebelumnya, dari 4 November sampai 11 November 2021, kata Dedy, selama pekan ini tidak terdapat peningkatan isu hoaks dan terdapat penurunan angka sebaran konten hoaks di sosial media.

Untuk isu hoaks Covid-19, di pekan ini terdapat penambahan sejumlah 8 isu dan 32 unggahan hoaks. Di pekan sebelumnya, pertambahan isu Covid-19 adalah sebanyak 12 isu dan 34 unggahan hoaks.

Untuk isu Hoaks Vaksinasi Covid-19, di minggu ini terdapat penambahan sejumlah 8 isu dan 27 unggahan hoaks. Di pekan sebelumnya, pertambahan isu vaksinasi Covid-19 adalah sebanyak 8 isu dan 32 unggahan hoaks,” ujarnya.

Adapun untuk isu hoaks PPKM, di pekan ini tidak terdapat pertambahan, namun terdapat pertambahan isu sebanyak 27 unggahan hoaks. Di pekan sebelumnya, tidak ada pertambahan isu PPKM namun terdapat pertambahan konten sebanyak 30 unggahan hoaks.

Masih menurut Dedy, dari total 16 isu konten hoaks yang bertambah sejak tanggal 11 November 2021 sampai 18 November 2021, ada beberapa yang perlu ditangkal bersama.

Pertama, pada 12 November 2021, tersebar disinformasi mengenai poster iklan COVID-19 yang mengajak para orang tua untuk menyumbangkan organ anak-anak mereka. Padahal gambar tersebut merupakan hasil alterasi dan tidak benar sama sekali.

Kedua, pada tanggal yang sama, tersebar berita palsu tentang negara Jepang yang memutuskan untuk menghentikan program vaksinasi COVID-19 dan lebih memilih ivermectin yang dapat menghentikan penyakit Covid-19 dalam waktu semalam.

Ketiga, pada 13 November 2021, telah beredar hoaks mengenai unggahan di media sosial facebook yang mengklaim orang yang disuntik vaksin cenderung mengalami perubahan mental dan fisik.

Keempat, pada tanggal yang sama juga, muncul hoaks berupa narasi video yang beredar di sosialmedia berupa potongan video berbahasa asing yang mengklaim bahwa Tes swab Covid-19 adalah vaksinasi yang terselubung.

Kelima, pada 16 November 2021, beredar sebuah informasi tidak benar yang menyatakan bahwaistri CEO Pfizer, salah satu perusahaan manufaktur vaksin Covid-19 meninggal dunia akibat komplikasi Vaksin.

Dalam kesempatan itu, Dedy mengingatkan pandemi masih ada. Virus pun masih mengintai.”Namun, dengan menghentikan persebaran hoaks Covid-19, melakukan literasi digital, semangatmelakukan vaksinasi, serta taat protokol kesehatan, bersama kita mampu dalam menekan risikopersebaran Covid-19,” ujarnya.

Teknologi

NFT Art, Peluang Besar Seniman Perluas Pasar & Menjual Karya Seni

Published

on

NFT Art
NFT Art

Bagi Cityzen yang mengikuti perkembangan teknologi, kalian mungkin tak asing dengan NFT. Ini merupakan salah satu cara untuk para pegiat seni untuk menjual karya mereka.

Seperti dilansir dari Forbes, Senin (6/12/02021), NFT adalah aset digital yang mewakili wujud berbagai bentuk aset di dunia nyata, seperti objek seni layaknya lukisan, musik, dan lain-lain, yang dibuat tercatat dalam ekosistem blockchain.

Jika bicara mengenai ekosistem blockchain, pada kenyataannya transaksi jual beli aset digital ini lazimnya memanfaatkan mata uang kripto, yang untuk NFT sendiri lebih umum menggunakan kripto berjenis ethereum, namun tidak menutup transaksi dengan mata uang kripto lainnya.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Jika NFT adalah aset yang diperjualbelikan, maka sudah pasti ada pasar tempat di mana transaksi jual beli tersebut berjalan. Adapun salah satu pasar atau marketplace NFT pertama sekaligus terbesar yang saat ini paling populer adalah OpenSea.

Jadi jika dijabarkan secara sederhana, NFT adalah suatu sarana yang memungkinkan setiap orang terutama seniman yang memiliki karya seni untuk dapat memasarkan karyanya, setelah diubah ke dalam bentuk digital, lewat akses lebih luas di pasar global melalui ekosistem blockchain, menggunakan mata uang kripto yang selanjutnya dapat dikonversi ke mata uang masing-masing negara.

Di Indonesia sendiri, belakangan semakin banyak karya seni berupa aset digital yang sudah terjual dengan harga fantastis. Salah satu yang paling terkenal yaitu lukisan karya seni Denny JA dengan tajuk A Portrait of Denny JA: 40 Years in the World of Ideas, yang mencatatkan rekor sebagai harga lelang tertinggi untuk penjualan sebuah aset digital yang berasal dari Indonesia, yaitu mencapai Rp1 miliar di OpenSea.

Sekadar informasi, Denny JA sendiri adalah seorang pengusaha dan penulis buku yang oleh majalah TIME dinobatkan sebagai salah satu dari 30 orang paling berpengaruh di Internet pada tahun 2015.

Karya tersebut awalnya adalah sebuah lukisan yang dibuat berdasarkan kumpulan sebanyak 102 sampul buku karangan Denny JA selama 40 tahun berkarya yang dibuat oleh seorang pelukis bernama Galam Zulkifi, karya tersebut kemudian dibeli oleh Denny JA dan diubah ke bentuk NFT lalu dipasarkan di OpenSea.

Bukan hanya Denny JA, sebenarnya sudah banyak seniman muda sekaligus seniman kontemporer di Indonesia yang diketahui terjun ke dunia NFT dalam memasarkan karyanya dan berhasil mendapatkan harga penawaran yang fantastis. Beberapa di antaranya sebut saja Mico Prasetya, dan seniman asal Bali bernama Dewa Gede Raka Jana Nuraga.

Peluang yang ditawarkan oleh keberadaan NFT rupanya dipandang sebagai kesempatan besar bagi para pelaku seni termasuk di Indonesia. Hingga saat ini, diketahui terdapat segelintir seniman tanah air yang mulai merambah sarana NFT dan mengaku bahwa hal tersebut dilakukan untuk semakin memperluas pasar dan memanfaatkan momentum yang ada.

Salah satu seniman terkenal yang tak mau terlewat memanfaatkan NFT adalah Ida Bagus Ratu Antoni Putra, atau yang dalam dunia seni lebih dikenal dengan julukan Monez.

Seniman di bidang ilustrasi digital yang telah berkarya selama 15 tahun dan melayani klien dari nama-nama besar layaknya Apple, Starbucks, dan Walt Disney Indonesia tersebut diketahui terjun ke ranah NFT demi tujuan utama yaitu masalah pembajakan.

Seperti yang diketahui, setiap aset digital dalam bentuk NFT memang tidak dapat diduplikasi karena memiliki kode unik tertentu.

“Pembajakan dan kebutuhan untuk melindungi karya saya adalah salah satu alasan utama saya masuk NFT,” terang Monez.

“NFT adalah sebuah fenomena besar, karena orang dapat menjual karya dengan harga fantastis ke pasar yang sama sekali baru,” tambahnya.

Tak ingin kalah dan tertinggal dari perkembangan teknologi yang ada, munculnya NFT ternyata juga sampai ke jangkauan seniman kawakan nan senior berusia lebih dari 70 tahun, yaitu Teguh Ostenrik.

Sama halnya seperti Monez, Teguh menilai bahwa NFT memiliki keunggulan dari segi transparansi yang menghadirkan keadilan bagi para seniman.

Continue Reading

Teknologi

Erupsi Gunung Semeru Bikin Layanan XL Axiata Alami Gangguan

Published

on

XL Axiata
XL Axiata

Erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur menyebabkan beberapa layanan operator seluler seperti XL Axiata mengalami gangguan hari ini, Senin (6/12/2021).

Juru Bicara Kemenkominfo, Dedy Permadi, mengatakan erupsi Gunung Semeru mengakibatkan aliran listrik padam di beberapa lokasi sehingga sebagian menara Base Transceiver Station (BTS) operator seluler tidak dapat digunakan.

Erupsi Semeru juga mengakibatkan beberapa jembatan di sekitar gunung runtuh dan ambruk sehingga memutus kabel jaringan telekomunikasi/backbone beberapa operator seluler tersebut.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Dedy mengatakan sampai pukul 10.30 WIB, beberapa operator telekomunikasi mengalami kendala jaringan akibat beberapa site BTS yang lumpuh dengan detail 8 BTS Indosat, 4 BTS XL Axiata, dan 7 BTS Smartfren.

Sebelumnya, sebanyak 10 site BTS milik Telkomsel juga sempat mengalami offline namun saat ini telah kembali beroperasi. Indosat dan Smartfren juga sudah kembali normal.

“Beberapa operator seluler yang sampai sekarang masih mengalami kendala jaringan akibat putusnya backbone meliputi XL Axiata untuk jalur yang menghubungkan hut( pelindung kabel),”ujar Dedy lewat keterangan tertulis, Senin (6/12) siang.

Lebih lanjut Dedy menjelaskan putusnya backbone XL Axiata itu terjadi pada Hut Pasirian dan hut Pagedangan.

Dedy mengatakan sebelumnya sebanyak 2 ruas kabel Telkom juga terputus namun telah dilakukan pengalihan atau rerouting ke ruas lainnya. Sehingga layanan secara umum telah kembali normal per 5 Desember 2021.

Selain itu, jaringan cadangan backbone milik operator Fiberstar juga terdampak namun kini telah dimitigasi dengan menggunakan link Huawei Malang-Surabaya.

Dedy menyebut pihaknya telah memerintahkan jajaran di Kemenkominfo untuk melakukan langkah-langkah cepat untuk memastikan kualitas jaringan telekomunikasi di sekitar Gunung Semeru.

“Mendorong para penyelenggara layanan untuk melakukan tindak lanjut yang diperlukan sehubungan dengan kejadian Erupsi Gunung Semeru pada hari Sabtu, 4 Desember 2021,” pungkas dia.

Continue Reading

Teknologi

Cegah Pencemaran, China Bikin Plastik dari Sperma Salmon

Published

on

sperma salmon
sperma salmon

China punya cara jitu untuk mencegah pencemaran plastik. Negeri Tirai Bambu mengembangkan plastik dari sperma ikan.

Para peneliti di Universitas Tianjin di China mengembangkan plastik biodegradable berkelanjutan. Bahan bakunya berasal dari campuran sperma salmon dan minyak sayur.

Proyek ini memungkinkan jawaban dari masalah sampah plastik dunia yang terus meningkat. Demikian dilansir dari AFP, Jumat (3/12/2021).

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Para peneliti mengekstraksi untaian DNA dari sperma Salmon. Kemudian digabungkan dengan bahan kimia dari minyak nabati, sehingga dihasilkan cairan jel yang licin yang dikenal dengan hidrogel.

Gel ini kemudian dicetak dan dikeringkan menjadi beragam bentuk dan dikeringkan dengan cara dibekukan untuk menghilangkan kelembapan dan dia menjadi padat.

Sejauh ini, para peneliti telah membuat cangkir, potongan puzzle, dan molekul DNA dari plastik ramah lingkungan.

Proyek ini merupakan proyek berkelanjutan karena bahan bakunya berupa DNA. Dan, secara teknis tidak hanya bisa dari sperma salmon tetapi bisa dari bahan lainnya, seperti bahan limbah dari tanaman, ganggang, atau bakteri.

Dari produk yang diciptakan, memang selintas mirip dengan plastik pada umumnya, namun ini diklaim menghasilkan kurang dari 5% emisi karbon yang dihasilkan plastik biasa.

“Sepengetahuan kami, plastik DNA yang kami laporkan adalah bahan yang paling ramah lingkungan dari semua plastik yang dikenal,” kata pemimpin tim peneliti Dayong Yang kepada The Times of London.

Selain rendah emisi karbon, Yang bersama timnya juga menuliskan dalam Journal of American Chemical Society jika plastik mereka rendah konsumsi energi dan berkualitas dalam proses pembuatannya.

Continue Reading

Trending