Connect with us

Lifestyle

Kominfo Ajak Band HIVI Promosikan Literasi Digital ke Generasi Z

Published

on

band HIVI
band HIVI

Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo) bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi mengumumkan kolaborasinya dengan grup band HIVI! untuk tingkatkan edukasi literasi digital, khususnya bagi generasi Z di Indonesia.

Lewat kolaborasi ini, Kemenkominfo dan HIVI! memperkenalkan aransemen musik easy listening dengan lirik yang menggugah generasi muda untuk bijak menggunakan internet. Video musik ini juga mengajak anak muda untuk semakin cerdas menyikapi dampak negatif internet, khususnya bagi kesehatan mental mereka.

Ada lebih dari 200 juta orang di Indonesia yang aktif menggunakan internet dalam berinteraksi sosial. Khususnya selama pandemi, masyarakat semakin meningkatkan penggunaan internet dan teknologi digital untuk menjaga produktivitasnya.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

“Namun, teknologi digital dan internet juga berdampak negatif jika digunakan untuk menyebarkan hoax, cyber-bullying, radikalisme, bahkan terorisme. Oleh karena itu, penting untuk mengedukasi masyarakat mengenai literasi digital, sehingga mereka, khususnya generasi muda, semakin bijak menggunakan internet,” ujar Rizki Ameliah, Koordinator Literasi Digital Kemenkominfo.

Oleh karena itu, pemerintah meningkatkan kolaborasinya dengan komunitas anak muda, salah satunya HIVI!, grup band beranggotakan empat musisi berbakat, yang telah merilis berbagai lagu populer dan easy listening sejak tahun 2002.

Lewat kolaborasi ini, diharapkan pemerintah dapat semakin mudah menjangkau khalayak yang lebih muda untuk menyosialisasikan literasi digital.

Dalam kolaborasi ini, HIVI! menulis dan mengaransemen sebuah lagu berjudul “Cerita Dunia Maya #MakinCakapDigital” yang mengajak generasi Z memanfaatkan internet untuk kegiatan-kegiatan yang positif. Kampanye lewat video musik ini juga mengedukasi mereka untuk semakin berani dan bertanggung jawab dalam mengeksplorasi diri melalui konten digital.

“Musik merupakan sarana yang universal dan sangat mudah diterima oleh masyarakat dari seluruh kalangan. Lewat musik, pendengar juga sangat mudah terhubung secara emosional, sehingga kami berharap pesan dari kampanye ini dapat dengan mudah masuk dan diterima oleh masyarakat khususnya anak muda,” ujar Rizki.

MakinCakapDigital: Sebarkan Pesan yang Positif dan Kreatif untuk Generasi Z

Lewat #MakinCakapDigital, Kemenkominfo dan GNLD Siberkreasi terus menghadirkan kampanye yang kreatif untuk menyebarkan pesan positif mengenai literasi digital bagi generasi Z di Indonesia. Dalam kolaborasi melalui lagu yang dilakukan bersama HIVI! ini, pemerintah mendorong generasi muda untuk bijak menggunakan internet.

Lirik dalam lagu ini mengajak masyarakat agar mengoptimalkan internet untuk hal-hal yang produktif, percaya diri, khususnya dalam mengekspresikan versi terbaik dari diri mereka sendiri, serta bijak menyaring negativity di dunia maya.

Dengan lirik sederhana namun memiliki makna mendalam, seperti “di dunia maya kita semua punya cerita, di dunia maya kita semua bisa berkarya,” generasi muda diajak untuk menjadi agen perubahan di dunia maya, yang dimulai dari diri mereka sendiri.

Masyarakat dapat menyimak lagu “Cerita Dunia Maya #MakinCakapDigital” kreasi Kemenkominfo Siberkreasi dan HIVI! ini melalui YouTube dan Spotify.

Lifestyle

Ini 5 Alasan Wanita Cerdas Sulit Jatuh Cinta

Published

on

wanita cerdas
wanita cerdas

Ada beberapa wanita yang cenderung susah untuk jatuh cinta dan membuka hati untuk pria. Umumnya, hal itu terjadi kepada wanita cerdas. Mengapa demikian?

Nah bagi Anda kaum pria yang sedang berusaha menaklukkan hati si dia, tak ada salahnya mengetahui terlebih dulu apa penyebab perempuan cerdas cenderung sulit jatuh cinta. Simak ulasannya di tips asmara kali ini.

Sebenarnya, ada beberapa hal yang menyebabkan wanita cerdas cenderung sulit untuk jatuh cinta. Salah satunya adalah mereka memiliki komitmen yang lebih diprioritaskan. Seperti misalnya keluarga, karier atau persahabatan, sehingga masalah percintaan bisa jadi nomor sekian dalam hidupnya.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

MyCity telah merangkum beberapa hal yang menyebabkan wanita cerdas cenderung sulit untuk jatuh cinta.

Bersikap analitis

Ada lebih banyak hal untuk pasangan daripada sekedar kencan, dan orang-orang pintar sangat menyadari faktanya. Mereka sering menganalisis omong kosong dari kencan mereka. Mereka bertanya-tanya tentang masa depan mereka, cara terbaik untuk menumbuhkan romansa, dan terobsesi untuk menemukan orang yang tepat. Ini bukan hal yang buruk.

Sulit dibohongi

Wanita cerdas telah mendengar setiap alasan pria berbohong dan mengidentifikasinya. Mereka dapat melihat seorang berbohong dari sikapnya, dan tidak akan jatuh pada permainan mereka.

Mereka lebih baik menunggu seseorang yang benar-benar mampu dan tertarik pada cinta daripada membuang waktu dan energi kita.

Tidak ingin menurunkan standar

Mereka memiliki standar dan harapan yang tinggi (tetapi sangat masuk akal) pada orang yang mereka kencani dan hubungan yang mereka jalani. Jika orang yang mereka temui merusak standar tersebut, mengabaikan batasan, atau hanya tidak tertarik pada satu hal, wanita cerdas akan mudah untuk pergi.

Mereka tidak akan pernah bisa mencintai seseorang yang tidak menghormati mereka.

Mencari kenyamanan

Wanita cerdas menginginkan cinta, namun juga mencari kenyamanan. Mereka sudah nyaman dengan diri mereka sendiri, dan berharap pasangan juga bisa memberikan tambahan kenyamanan.

Butuh pasangan selevel

Mereka juga perlu pasangan yang berada di level mereka. Hubungan adalah tentang kemitraan yang setara, dan wanita cerdas menginginkan pria cerdas.

Kecerdasan membuat seseorang biasanya berpikir lebih rumit dari orang kebanyakan, mereka tak asal ambil keputusan. Semua harus dipikirkan dengan matang terlebih dahulu karena takut memilih orang yang salah.

Continue Reading

Lifestyle

Keren, Indonesia Punya Tanaman Penghasil Emas

Published

on

Tanaman penghasil emas

Baru-baru ini, seorang profesor di Institut Pertanian Bogor (IPB) menemukan sebuah fakta soal tanaman yang bisa menghasilkan emas di Indonesia.

Tanaman emas ditemukan oleh Prof Dr Ir Hamim M.Si dari Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University.

Menurut Hamim, tanaman emas atau tumbuhan hiperakumulator biasanya banyak ditemukan di wilayah dengan kandungan logam tinggi misalnya tanah serpentine dan ultramafic.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Adapun lokasi wilayah yang memiliki potensi tanaman emas, yaitu Kalimantan, Sulawesi, Maluku hingga ke Papua. Namun di lokasi tersebut, kata Hamim belum digali secara optimal.

“Namun potensi tumbuhan hiperakumulator di daerah ini belum tergali secara optimal, sehingga perlu mendapat perhatian dari berbagai pihak sehingga potensinya bisa digali dan dimanfaatkan untuk tujuan fitoremediasi dan fitomining,” kata Hamim melansir dari laman resmi IPB University, Minggu (28/11/2021).

Himam menuturkan, tumbuhan hiperakumulator biasanya banyak ditemukan di wilayah dengan kandungan logam tinggi. Contohnya di tanah serpentine dan ultramafic yang kaya logam berat seperti nikel, cobalt, dan chromium. Ia mengatakan, Indonesia termasuk negara dengan lahan ultramafic terbesar di dunia yang meliputi wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku hingga ke Papua.

“Namun potensi tumbuhan hiperakumulator di daerah ini belum tergali secara optimal, sehingga perlu mendapat perhatian dari berbagai pihak sehingga potensinya bisa digali dan dimanfaatkan untuk tujuan fitoremediasi dan fitomining,” jelasnya.

Menurut Hamim, di samping tumbuhan hiperakumulator yang hidup di wilayah ultramafic, ada beberapa jenis tumbuhan yang berpotensi jadi agen fitoremediasi dan fitomining. Contohnya yaitu tumbuhan penghasil minyak non-pangan (non-edible oil) seperti jarak pagar (Jatropha curcas), jarak kastor (Ricinus communis), mindi (Melia azedarach) dan kemiri sunan (Reutealis trisperma).

Tanaman aromatik penghasil minyak atsiri seperti Vetiver (Vetiveria zizanioides), lanjut dia, juga berpotensi besar untuk digunakan sebagai pohon emas agen fitoremediasi maupun fitomining.

“Hasil percobaan membuktikan bahwa jenis-jenis tumbuhan tersebut mampu bertahan tumbuh pada media cair mengandung Pb dan Hg serta pada media tailing tambang emas. Di antara keempat spesies penghasil minyak non-pangan yang digunakan, Kemiri sunan (R. trisperma) termasuk yang paling tahan terhadap perlakuan dengan logam berat dan tailing tambang emas,” tuturnya.

Hanim menuturkan, beberapa tumbuhan di seputar tambang emas juga bisa menjadi alternatif sumber genetik bagi tumbuhan hiperakumulator logam emas. Dari hasil eksplorasi tumbuhan di seputar tailing dam pertambangan emas PT Antam UBPE Pongkor, jelasnya, diketahui hampir semua jenis tumbuhan yang tumbuh di sana punya kemampuan mengakumulasi emas, meskipun pada kadar yang masih rendah.

“Kelompok bayam-bayaman (Amaranthus) yang tumbuh di seputar tailing, memiliki kemampuan akumulasi emas yang paling tinggi, namun karena biomassanya rendah sehingga potensi fitomining-nya tergolong rendah. Tumbuhan lembang (Typha angustifolia) juga cukup tinggi dalam mengakumulasi logam emas (Au). Typha bisa menghasilkan 5-7 gram emas per hektar. Ini tentunya memerlukan eksplorasi yang lebih jauh,” kata Hamim.

Continue Reading

Lifestyle

Ini Dia 4 Shio yang Bakal Sial di Tahun 2022

Published

on

Shio 2022
Shio 2022

Tahun 2022 sebentar lagi. Banyak orang yang berharap mendapatkan keberuntungan di tahun yang baru nanti. Namun, beberapa shio ini justru mendapatkan sial.

Dalam kalender China, tahun 2022 adalah tahun Macan Air yang dimulai pada 1 Februari 2022.

Diramalkan akan ada sederet shio yang akan mengalami ciong alias sial. Kesialan kali ini berhubungan dengan masalah finansial.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Hal inilah yang membuat tahun 2021 nampak berat karena peruntungannya kurang baik. MyCity telah merangkum beberapa shio yang tertimpa kesialan di tahun 2022.

Shio Babi

Di tahun 2021, shio babi diramal akan mendapatkan kesialan atau ciong. Tahun tersebut juga menajdi tahun terberat bagi shio babi karena peruntungannya kurang baik.

Kehiduapan mereka tidak stabil karena banyak kesialan. Bahkan, usaha yang sedang dibangun juga mengalami hambatan dan kegagalan.

Hal inilah yang menyebabkan kerugian finansial cukup besar.

Shio Kuda

Shio kuda nampaknya juga tak tersenyum lebar karena tahun 2022 menjadi salah satu tahun penuh ciong.

Keuangan shio kuda diramalkan kurang bagus. Hal ini lantaran shio kuda memiliki kebiasaan yang cukup boros dan suka berbelanja hal yang kurang penting.

Supaya tidak mengalami masalah finansial yang semakin rumit, ada baiknya kamu mulai mengatur keuangan mulai sekarang.

Shio Monyet

Tahun 2022 rupanya tahun terberat bagi shio monyet karena akan mengalami ciong masalah keuangan.

Hari-harinya tidak terasa menyenangkan karena keuangan shio monyet akan menunjukkan penurunan yang signifikan.

Pantas saja jika shio ini akan dihantui depresi dan stres apabila tidak dikendalikan. Untuk itulah aturlah keuanganmu sebaik mungkin.

Shio Macan

Shio macan akan mengalami ciong di tahun 2022 nanti. Diprediksi prospek karier dan usaha tidak akan berjalan baik.

Selain itu, pengeluaranmu juga akan melonjak bahkan kamu kesulitan untuk menabung.

Tak ada salahnya untuk mengambil satu langkah mundur sambil Menyusun rencana 1-2 tahun ke depan.

Continue Reading

Trending