Connect with us

Properti

Kiat Sukses Pengusaha Properti Bertahan Selama Pandemi

Published

on

Ilustrasi Pengusaha Properti

Pandemi yang berlangsung selama dua tahun lebih di Indonesia pastinya telah memberikan dampak terhadap segala sektor bisnis, terutama bisnis properti.

Haji Suryadi yang merupakan Ketua Pengembangan Indonesia dari Kalimantan Selatan mengatakan dalam bisnis ini di tenggah efek pandemi Covid-19, dirinya masih bisa bertahan karena pangsa pasarnya yang berada di kelas menengah ke bawah.

“Rumah subsidi kan istilahnya kondisi pandemi tidak hanya dirasakan oleh pengembang, tentu juga dirasakan un user karena regulasi perbankan yang kurang normal,” tuturnya

Sementara itu, dirinya juga mengaku telah melakukan berbagai macam strategi untuk dapat bertahan selama pandemi Covid-19. Antara lain seperti menawarkan bonus, serta turut harus memberikan pelayanan yang terbaik. Hal ini dilakukan agar tidak kalah saing dengan kompetitor yang lain.

Baca Juga:

  1. Kisah Pengusaha Bangun Rumah Subsidi Demi Berdayakan Masyarakat Banjarmasin
  2. Potensi Raksasa Properti di Kawasan Jakarta Timur
  3. Properti di Batam Kini Jadi Buruan Kaum Milenial

“Bersaing untuk menyenangkan an user, maupun juga memperbaiki semua program-program kita seperti jalan, persaingan bangunan, kualitas bangunan. Artinya kita semaksimal mungkin lebih unggul,” jelasnya dalam wawancara dengan mycity pada Kamis (14/4/2022).

Selain itu, dirinya turut menyebutkan trik-trik yang membuat ia dan perusahaannya bertahan dikarenakan terkadang bantuan dana dari bank pengeluarannya difokuskan kepada proyek, baik dalam bentuk fisiknya maupun bukan.

Sementara itu, perekonomian Indonesia yang kini semakin membaik, diharapkan sektor properti ini dapat turut betul-betul didukung oleh pemerintah. Suryadi mengatakan pemerintah juga sepertinya telah mendukung dalam hal ini, dengan begitu kedepannya maka akan semakin maju.

“Tapi sekarang kita lihat pemerintah ini sangat mendukung untuk properti kedepannya, sehingga kita kedepannya betul-betul maju, terutama segmen bawah,” kata Suryadi.

Properti

IPEX 2022, Cara Pemerintah Dorong Kaum Milenial Punya Hunian

Published

on

IPEX 2022

Kementerian PUPR terus mendorong event pameran properti offline untuk memberikan akses yang luas kepada masyarakat terkait pemenuhan kebutuhan huniannya. Pameran IPEX 2022 bisa menjadi solusi khususnya bagi milenial dengan banyaknya tawaran kemudahan.


Pemerintah terus mendorong geliat sektor properti yang merupakan lokomotif perekonomian nasional. Salah satu geliat itu ditunjukan dengan mulai dibukanya kembali event pameran secara offline yang selama pandemi Covid-19 dilakukan dengan virtual (online).

Event pameran offline itu diselenggarakan oleh Bank BTN bertajuk Indonesia Properti Expo (IPEX) 2022 yang merupakan ajang rutin dan sebelum pandemi biasanya dilaksanakan dua kali dalam setahun. Pameran yang berlangsung hingga 22 Mei 2022 ini diharapkan bisa terus mendorong aksesibilitas masyarakat akan hunian yang layak dan terjangkau.

“Melalui penyelenggaraan IPEX 2022 ini pemerintah berharap bisa menjadi momentum dan mempercepat pemenuhan kebutuhan perumahan masyarakat dan pemulihan ekonomi nasional melalui sektor properti. Semoga masyarakat bisa mendapatkan informasi yang lengkap melalui pameran ini,” ujar Basuki Hadimuljono, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Baca Juga:

  1. Gandeng Pemprov DKI, WIR Group Kembangkan Metaverse Jakarta
  2. Gali Masa Depan Dunia, Indosat Lebarkan Sayap ke Metaverse
  3. Rusia Uji Coba Rudal Antar Benua, Putin: Musuh Pasti Bakal Was-Was

Basuki juga mengajak semua pihak khususnya stakeholder di bisnis properti untuk terus meningkatkan kinerja dan kerja sama yang baik yang telah dibangun selama ini. Khusus bagi kalangan pengembang dan perbankan yang merupakan stakeholder utama sektor properti terus diharapkan dukungan dan kinerjanya untuk bisa menjawab tantangan penyediaan perumahan.

Pengembang dan perbankan juga diminta untuk terus memaksimalkan pemanfaatan program subsidi perumahan dari pemerintah guna memberikan akses yang luas kepada segmen masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terkait pemenuhan kebutuhan huniannya.

Pemerintah akan terus mendukung sektor properti dan karena itu apresiasi yang tinggi diberikan kepada kalangan pengembang dan perbankan yang terus berpartisipasi aktif di dalam event pameran. Hal ini bisa terus meningkatkan perekonomian pasca pandemi dan penting juga untuk terus mengadakan event seperti ini di berbagai kota Indonesia.

Sebagai bentuk dukungan kepada sektor padat modal ini, pemerintah juga akan terus mendorong berbagai kemudahan serta fasilitas pembiayaan khususnya untuk pembangunan perumahan bagi segmen MBR. Basuki juga mengajak kalangan milenial untuk terus mengupayakan pemenuhan perumahan sebagai kebutuhan pokok.

“Sekarang saatnya generasi milenial memenuhi kebutuhan rumah pertamanya dan itu bisa dipenuhi melalui event IPEX ini. Ada banyak pilihan terkait lokasi maupun harga, salah satunya hunian yang dikonsep transit oriented development (TOD) untuk mempermudah mobilitas kita dengan memanfaatkan transportasi publik yang terintegrasi di hunian kita,” pungkasnya.

Continue Reading

Properti

Jangan Lewatkan, Ada Banyak Fitur Menarik untuk KPR Rumah

Published

on

KPR CIMB Niaga

Penyaluran pembiayaan perumahan (KPR) terus ditingkatkan oleh Bank CIMB Niaga baik konvensional maupun syariah. Beberapa fitur yang dihadirkan antara lain kemudahan pengajuan melalui online, program fixed panjang hingga 10 tahun, bunga floating yang ringan, hingga di-bundling dengan tabungan untuk mendapatkan bunga 0 persen.

Pasar properti yang besar memnbuat Bank CIMB Niaga terus mendorong penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR). Hingga periode kuartal pertama tahun 2022, penyaluran KPR Bank CIMB Niaga telah tumbuh 9,2 persen secara tahunan menjadi Rp39,75 triliun. Peningkatan ini salah satunya didorong oleh beragam inovasi dan kemudahan layanan KPR yang disambut positif oleh masyarakat.

Menurut Direktur Consumer Banking CIMB Niaga Noviandy Wahyudi, untuk menjaga momentum yang positif ini Bank CIMB Niaga telah menyiapkan sejumlah strategi mulai dari produk, program, maupun customer experience untuk terus mendorong penyaluran pembiayaan perumahan.

Baca Juga:

  1. Gandeng Pemprov DKI, WIR Group Kembangkan Metaverse Jakarta
  2. Gali Masa Depan Dunia, Indosat Lebarkan Sayap ke Metaverse
  3. Rusia Uji Coba Rudal Antar Benua, Putin: Musuh Pasti Bakal Was-Was

“Dari sisi produk dan program, kami meluncurkan kembali KPR Xtra Manfaat yang merupakan fasilitas KPR yang dapat dihubungkan dengan sembilan rekening tabungan di CIMB Niaga sehingga bisa memberikan benefit berupa angsuran yang lebih ringan atau lunas lebih cepat. Bunga KPR-nya juga bisa dibuat nol persen,” ujarnya.

Berbagai fitur yang dihadirkan ini dengan pertimbangan yang menjadi salah satu faktor utama nasabah membeli produk properti dengan fasilitas KPR adalah angsuran yang ringan. Karena itu ditambahkan benefit pada produk KPR Xtra Manfaat sehingga nasabah bisa memiliki opsi yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi finansial masing-masing.

Selain itu produk KPR Xtra Manfaat dengan skema konvensional, Bank CIMB Niaga juga akan segera meluncurkan produk yang sama dengan prinsip syariah. Berbagai fitur maupun skema pembiayaan yang ada ini bisa menjadi alternatif masyarakat untuk menyegerakan kepemilikan rumah impiannya dengan program pricing yang kompetitif.

Saat ini tersedia skema pricing KPR yang bisa memberikan keleluasaan kepada nasabah untuk mendapatkan bunga, margin, maupun ujrah yang ringan dan masa angsuran tetap yang lebih panjang. Pilihannya mulai 6,5 persen fixed 8 tahun atau 7 persen fixed 10 tahun. Setelah periode fixed ini akan diberlakukan bunga floating dengan acuan suku bunga penjamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ditambah 6,5 persen.

Dengan skema seperti ini akan membuat nasabah tenang karena jumlah angsuran yang lebih pasti untuk periode fixed yang lebih panjang dan acuan yang jelas saat memasuki periode bunga floating. Hal ini akan membuat nasabah bisa mengatur cashflow-nya dengan lebih baik.

Selain itu untuk memberikan customer experience yang lebih baik, Bank CIMB Niaga juga terus melakukan inovasi digital. Terbaru, telah diluncurkan Online Form yang akan memudahkan nasabah mengajukan KPR CIMB Niaga dari mana saja dan kapan saja dengan pengajuan online yang terintegrasi dan transparan yang akan membuat proses pengajuan KPR lebih cepat dan bisa dimonitor kapanpun.

Untuk terus meningkatkan penyaluran KPR, Bank CIMB Niaga juga menghadirkan OCTO Friends untuk memberikan peluang kepada nasabah mendapatkan penghasiilan tambahan dengan mereferensikan KPR dan produk CIMB Niaga lainnya kepada keluarga, kerabat, maupun rekan lainnya.

“Kami berharap dengan fitur, produk, maupun layanan yang kami hadirkan ini bisa mendapatkan sambutan dari masyarakat. Ke depan, kami akan terus mengoptimalkan berbagai program yang inovatif untuk melayani kebutuhan KPR nasabah di samping mempererat kolaborasi dengan developer rekanan, melakukan cross selling kepada nasabah eksisting, bundling dengan produk lainnya, hingga mempercepat proses melalui digitalisasi,” beber Noviandy.

Continue Reading

Properti

Masa Depan Rumah Tapak Makin Cerah, Pengembang Kian Percaya Diri

Published

on

Green Paradise City Parung Panjang

Pengembang terus menghadirkan rumah tapak khususnya untuk kalangan keluarga muda. Kondisi pasar untuk segmen ini yang masih sangat kuat membuat pengembang Samara Land menghadirkan klaster baru di Green Paradise City Parung Panjang.

Pasar properti khususnya untuk rumah tapak (landed house) masih tinggi peminatnya yang membuat kalangan pengembang terus menghadirkan klaster maupun produk baru. Salah satunya pengembang Samara Land yang menghadirkan klaster baru, Klaster Tulip di Perumahan Green Paradise City, Jalan Raya Cibunar, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Menurut Presiden Direktur Samara Land M. Sidik Darmawan, klaster baru ini dihadirkan untuk memenuhi permintaan pasar yang masih sangat besar ditambah dengan berbagai kemudahan pembelian untuk mempercepat akses masyarakat memiliki hunian berkualitas sekaligus investasi properti yang menarik.

Baca Juga:

  1. Gandeng Pemprov DKI, WIR Group Kembangkan Metaverse Jakarta
  2. Gali Masa Depan Dunia, Indosat Lebarkan Sayap ke Metaverse
  3. Rusia Uji Coba Rudal Antar Benua, Putin: Musuh Pasti Bakal Was-Was

“Saat ini progres di kawasan Green Paradise City terus berjalan sesuai rencana dan target yang ditetapkan. Kami terus mengupayakan produk berkualitas dengan pelayanan yang baik untuk menghasilkan produk dengan serah terima sesuai jadwal. Hingga saat ini dari dua klaster yang kami pasarkan yaitu Dahlia dan Techno kami telah memasarkan lebih dari 500 unit,” ujarnya.

Selain Klaster Dahlia dan Klaster Techno, Klaster Orchid juga tengah dalam tahap pembangunan dan saat ini penjualannya telah mencapai 12 unit dari 34 unit yang dipasarkan. Sementara Klaster Tulip yang terbaru ini dibangun di atas lahan seluas 1,7 hektar yang akan mencakup 138 unit rumah 1-2 lantai seharga mulai Rp300 jutaan. Total area Green Paradise City mencapai 20 hektar.

Untuk Klaster Tulip yang baru dipasarkan ini tengah memasuki tahapan cut and fill dan klaster ini menjadi klaster kelima yang dikembangkan di perumahan ini. targetnya klaster ini akan diserahterimakan pada akhir tahun ini secara bertahap dengan dimulai klaster lain yang saat ini tengah dibangun.

Green Paradise City dikonsep sebagai hunian kalangan pekerja muda dengan konsep smart people yang mengusung keseimbangan antara gaya hidup urban dan keseimbangan alam. Untuk Klaster Tulip konsepnya yaitu Exlusive Dutch Style with Smart Home Concept untuk menghadirkan hunian yang memberikan kesan mewah, ramah lingkungan, dengan dukungan smart home system.

Ada beberapa fasilitas khusus yang dihadirkan di klaster baru ini seperti Taman Serbaguna, Taman Bunga, playground, jogging track, lapangan basket, dan sebagainya. Seluruh fasilitas yang dihadirkan difokuskan untuk memenuhi selera, kebutuhan, maupun lifestyle penghuni klaster.

“Kami juga ingin menjawab tantangan terkait produk yang kami pasarkan di salah satu kawasan yang sedang berkembang seperti Parung Panjang ini yang akan menjadi daya tarik ekonomi baru. Hal ini tidak terlepas dari pengembangan infrastruktur di wilayah ini seperti jalan tol, keberadaan stasiun KRL, dan sebagainya. Sebagai gambaran, saat kami memasarkan rumah tahun 2019 lalu harganya masih Rp160 juta dan saat ini sudah Rp300 jutaan,” pungkasnya.

Continue Reading

Trending